KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Ardila kecelakaan


__ADS_3

" Jadi ceritanya kamu sedang mengancamku sekarang ini merasa juga apa yang aku katakan itu salah dan kamu yang benar, Ya sudah kalau seperti begitu silakan pergi dari rumahku Jangan lagi tunjuk muka kamu dihadapanku apalagi datang dan mengemis seperti tadi karena aku muak melihatmu!" setelah mengatakan hal itu Aryo pun pergi dari situ tidak mempedulikan keberadaan Ardila sama sekali.


Ardila yang melihat Aryo pergi tanpa mempedulikan dirinya lagi membuat wanita itu meradang, dirinya pun melihat ke arah batu yang berada di sampingnya lalu mengambil benda tersebut dan melempar tepat mengenai tengkuk kepala Aryo sehingga membuat pria itu merasa kunang-kunang seperti menggelap penglihatannya tidak jelas.


" ah wanita sialan itu kenapa selalu saja menyusahkanku, Kepalaku pusing sekali sepertinya untuk meladeninya aku tidak sanggup!" Aryo merasa begitu emosi dengan sikap Ardila tetapi dirinya juga tidak bersikap kasar untuk saat ini dan memilih memanggil satpam untuk memapahnya masuk ke dalam rumah.


Ardila yang merasa puas karena sudah berhasil membuat Aryo terluka memilih untuk pulang ke rumahnya atau ke klub, hanya sekedar untuk menyegarkan ingatannya dan membuat Bima tidak bertanya-tanya karena tadi memang saat dirinya keluar dari rumah berpapasan dengan sang papa tapi dirinya tidak mempedulikan pria itu sama sekali.


" Baiklah Ardila jangan menjadi wanita cengeng tetapi menjadi wanita yang kuat itu adalah tujuanmu dari awal, Biarkan saja pria itu mau berbuat apa yang penting intinya aku sudah merasa puas karena sudah berhasil membuat dirinya terluka!" gumam Ardila bahagia lalu menaiki mobilnya dan memilih untuk pergi dari situ supaya bisa bersenang-senang saat ini padahal sebenarnya hari masih siang namun persetan dalam segala sesuatu.


" kamu boleh pergi kembali berjaga di pos dan usahakan wanita itu harus menjauh dari rumahku radius 100 meter, jika Sampai dia berani mendekat seperti tadi maka bisa dipastikan kamu yang bakalan menanggung semuanya!" ancam Aryo sambil memegang tengkuknya ternyata memang pria itu sedikit kuat karena bisa bertahan sampai saat ini dan tidak menunjukkan gejala-gejala akan pingsan,

__ADS_1


sepeninggal satpam itu dari hadapannya Aryo pun langsung menghubungi anak buahnya untuk Menghadang Ardila agar tidak bisa keluar dari Kompleks perumahannya, Lalu setelah itu menculiknya dan melakukan apa yang mereka kehendaki yang penting Intinya satu yaitu luka yang ia rasakan itu bisa terbalaskan.


" kalian Carilah wanita yang kemarin gagal menikah denganku dan harus membuat dirinya tidak bisa berkutik Bila perlu melakukan saja dengan cara kalian, dan ingat jika sudah seperti begitu Pergilah sejauh mungkin Jangan pernah muncul di hadapanku apalagi sampai tertangkap oleh polisi kalau untuk bonus kalian Tenang saja bakalan ku transfer juga ke pekerjaan kalian beres!" setelah memberikan perintah seperti itu Aryo pun langsung mematikan panggilan sepihak karena menurutnya tidak usah mendengar jawaban Sebab semua orang Penjahat di dunia ini yang dibutuhkan hanya satu yaitu uang.


Ardila yang tidak curiga apapun menyetir mobilnya dengan keadaan santai bahkan sambil memutar musik dan ikut bersenandung, karena menurutnya pasti Aryo sekarang sedang pingsan dan juga tidak bakalan sadar mungkin sampai besok pagi dan dengan begitu dirinya bisa bersenang-senang.


" Siapa suruh mau bermain-main dengan seorang Ardila Natalia, dengan begini kan dia bakalan bingung sendiri dan juga akan kapok melawanku dan akan berpikir dua kali untuk melakukan hal itu!" gumam Ardila begitu percaya diri padahal tanpa dirinya sadari jika ada mobil yang dari belakang sedang mengikutinya sambil menunggu momen yang pas mereka bakalan melakukan rencana yang seperti diperintahkan oleh Aryo.


" itu mobil di depan adalah milik wanita yang tadi diperintahkan oleh Bos, Jadi sepertinya kita harus membuat dia melewati jalan yang sunyi Bila perlu melewati jurang agar kita dapat melakukan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bos tadi!" Mereka pun lalu menyeramkan mobil Ardila sehingga membuat wanita itu banting setir dan memilih jalan yang lain yang tidak terlalu ramai agar bisa secepatnya kabur padahal sebenarnya perhitungannya itu salah besar.


" Ya Tuhan Mobilnya siapa sih di belakangnya sampai menabrak mobil itu seperti ini, apa jangan-jangan mereka adalah perampok yang ingin merampokku karena mengetahui bahwa di dalam mobil ini hanya ada aku saja? " tanya Ardila dalam hati dan begitu ketakutan karena biar bagaimanapun jika soal bela diri dirinya sangat buta soal itu.

__ADS_1


kebetulan jalan yang dipilihnya itu merupakan daerah yang sangat sulit dan jarang sekali kendaraan yang lewat maka dari itu wanita itu memilih untuk menancap gas agar mobil yang di belakangnya tidak bisa mengejarnya, tetapi sayang tanpa dirinya sadari jika ada mobil box yang melewati arahnya mungkin karena terlalu fokus dengan kendaraan yang di belakangnya sampai-sampai Ardila tidak menyadari hal itu.


tabrakan pun tak dapat dihindari mobil Ardila yang lebih kecil daripada mobil box itu terpelanting begitu jauh apalagi kedua kendaraan itu melaju begitu kencang, mobil Ardila Baru berhenti ketika sudah menabrak salah satu pohon besar yang berada di samping jalan sehingga membuat kendaraan wanita itu rusak dari samping.


orang suruhan Aryo itu sudah menghentikan mobilnya dengan jarak yang lumayan jauh sambil tersenyum, karena menurut mereka tidak usah bersusah payah mencelakai Ardila ternyata nasib naas memang sedang mengintai wanita itu sehingga mereka tidak perlu harus membuang tenaga dan pikiran.


" kamu hubungi Bos katakan pekerjaan kita sudah selesai dan Akan mengirim bukti kejadiannya, Tapi tolong ingat transferannya harus lebih daripada Biasanya karena apa yang ia suruh tidak lebih dari satu jam sudah berhasil kita laksanakan!" perintah pemimpin kelompok itu kepada anak buahnya.


Aryo yang sedang berbaring sambil memejamkan mata berusaha untuk meredam rasa sakit di tengkuknya merasa Jengah ketika melihat ponselnya berbunyi, karena menurutnya sebenarnya saat ini ia tidak ingin diganggu sama sekali apalagi dengan panggilan-panggilan yang begitu tidak ada manfaat.


namun ketika yang dilihat itu merupakan nomor dari anak buahnya membuat dirinya mau tidak mau harus mengangkat panggilan tersebut karena pasti ia yakin ada berita terbaru soal Ardila, setelah menghela nafasnya kasar Ia pun menjawab panggilan tersebut dengan nada yang begitu tenang tidak ada kegugupan di dalamnya karena menurutnya anak buahnya itu sangat terpercaya dan tidak akan pernah mengecewakan.

__ADS_1


" ada apa? jangan bilang pekerjaan kalian mengalami kendala dan sekarang sedang meminta tolong kepadaku agar membantu kalian untuk kabur, kalau sampai hal itu terjadi Aku pastikan kepala kalian besok akan Menjadi santapan ikan hiu!" ujar Aryo tetapi kurang dari seberang malah tertawa ngakak sebab menurut mereka itu sangat lucu ancaman yang diberikan oleh pria itu.


" semuanya sudah beres Tuan kami melakukan seperti yang Anda perintahkan bahkan bisa dibilang Mungkin wanita itu tidak akan bisa bertahan hidup, dan kami ingin bayaran yang lebih seperti biasanya jika kami melakukan permintaan anda tidak sampai 1 hari!" Aryo tersenyum ternyata memang tidak usah bekerja keras hanya tinggal mengeluarkan uang yang banyak maka apapun yang ia inginkan akan bisa terpenuhi saat itu juga.


__ADS_2