KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Frustasi


__ADS_3

berbagai macam pikiran yang tidak-tidak kini bersarang di dalam benaknya Ardila dan merasa sepertinya ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh kedua orang tuanya, otomatis membuat dirinya benar-benar tidak menyangka kalau sebenarnya orang tuanya memang sedang mengalami sesuatu yang tidak terduga tetapi ia bingung itu karena apa.


"mama sama papa mengganggu kamu ya sampai-sampai kamu tidak tidur , maafkan kami karena tidak bisa membuat kamu nyaman malah membuat kamu tambah stress? "tanya Sintia yang benar-benar merasa iba dengan apa yang tengah dialami oleh putrinya untuk saat ini.


"aku itu bingung soalnya sikap kalian itu tidak seperti biasanya seperti sudah memikirkan sesuatu tetapi malah tidak memberitahuku Apa sih yang tengah kalian pikirkan, padahal Biar bagaimanapun Aku adalah anak kalian jadi mau masalah sebesar ataupun sekecil apapun Aku harus dikasih tahu biar aku bisa Cari jalan keluarnya sama-sama atau mungkin aku tidak bakalan menuntut hal yang lebih!"jelas Ardila yang benar-benar besar jika apa yang ia takutkan akan terjadi dan menurutnya itu merupakan sebuah hal yang sangat tidak dirinya inginkan untuk saat ini.


"Bukan begitu juga sih Hanya saja karena tidak ingin membuat kamu benar-benar pusing dan memikirkan hal yang tidak perlu harus kamu pikirkan, hanya saja kamu tidak usah khawatir berlebihan karena kami bakal mengurus semuanya sampai tuntas supaya kamu bisa mendapatkan perawatan yang seharusnya kamu dapatkan! "jelas Cynthia yang tadi rencananya ingin menjelaskan semuanya kepada Ardilla tiba-tiba berubah pikiran karena takut anaknya itu bakalan tambah stres dan berakibat pada kesehatannya yang tidak akan pernah untuk membaik.


Ardila tahu jika Mamanya itu sedang berbohong sebab terlihat dari guratan tatapan tak percaya dari Bima yang ada di samping wanita itu, seolah Tengah melayangkan protes dengan apa yang dilakukan dan juga dikatakan oleh Chyntia saat ini.


"papa kenapa ekspresinya seperti tidak senang dengan apa yang mama katakan, kalau memang ada yang mau disampaikan ya tinggal sampaikan saja aku tidak akan keberatan kok? "tanya Ardila kepada Bima sebab Biar bagaimanapun di sini pria itu adalah kepala keluarga jadi setiap masalah yang ada yang bertanggung jawab menyelesaikannya yaitu pria itu bukan orang.


terdengar helaan nafas begitu kasar dari Bima sama pria tersebut memang benar-benar merasa tidak berdaya, sebab masalah yang sekecil ini pun dirinya tidak bisa mencari jalan keluar sampai berminggu-minggu Padahal selama ini uang merupakan sebuah hal kecil bagi kehidupannya tetapi kenapa sekarang malah berbanding terbalik.


"besok kita pulang dan terserah kamu mah sembuh atau tidak karena jujur Papa sudah tidak punya uang lagi untuk membayar tagihan rumah sakit kamu, tetapi kalau kamu memaksa maka dengan berat hati bakalan lepas taman dan tidak akan pernah mengeluarkan uang satu peserpun lagi! Jadi sekarang Tolonglah jadi anak yang penurut dan mengerti Kalau sebenarnya orang tua kamu ini sedang berada di titik terendah, jangan berbuat seolah kamu menjadi orang yang tersakiti dan merasa frustasi sendiri karena asal kamu tahu kami berdua yang lebih frustasi lagi karena belum membayar tagihan yang lain Ditambah lagi dengan tagihan kamu semakin hari semakin membengkak!"Cynthia benar-benar tidak percaya jika suaminya itu berterus terang secara langsung kepada anak mereka yang sedang sakit padahal seharusnya mereka bisa menjaga kondisi psikis seorang Ardilla agar tetap stabil.


"papa itu apa-apaan sih kenapa malah membicarakan hal yang begitu disaat seperti begini, nanti kalau Ardila kenapa-napa Memangnya Papa mau tanggung jawab atau mungkin Papa punya biaya? ingat ya Pa, Kita ke sini itu untuk melihat keadaan anak kita bukan malah menambah masalah seperti yang kau lakukan ini!"omel Cynthia yang benar-benar merasa tidak suka dengan sikap Bima yang menurutnya sangat tidak terperasaan sampai-sampai melakukan hal itu semua dan Yakinlah wajah Ardila kini yang memucat sebab tidak menyangka.

__ADS_1


"jadi aku mama mau bilang tadi itu tidak bercanda kalau kita sebenarnya sudah Jatuh Miskin dan bisnis Papa benar-benar bangkrut, jadi aku setelah keluar dari sini tidak akan bisa melakukan hal yang aku inginkan lagi seperti yang dulu yaitu berkumpul dan juga pasti? kalau memang seperti begitu kenyataannya untuk apa aku harus sembuh jika hasilnya nanti bakal menjadi gembel kan, Jadi kalau kalian mau pulang ya sudah pulang saja karena aku bakalan tetap ada di sini mau sampai kapanpun Terserah mau tagihan semakin membengkak karena aku tidak peduli sama sekali!"tegas Ardila yang benar-benar tidak ingin dibantah.


Bima ingin sekali tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Ardi barusan karena menurutnya harapan wanita itu terlalu berlebihan seperti seseorang yang sedang menghayal,karena mana ada orang pengangguran seperti Ardila malah berpikiran sangat tinggi seperti itu.


Kalau saja Ardila memiliki penghasilan yang banyak dan melimpah serta punya tabungan ya tidak masalah,tapi sungguh itu hanya pikiran Bima semata karena Ardila merupakan wanita yang suka sekali foya foya dengan gaya hidup bak sosialita.


"Kamu memang nya ada uang,sampai harus percaya diri seperti begitu? Kalau aslinya hanya benalu ya bakal tetap seperti itu tidak ada perubahan sama sekali,kecuali kalau kamu dan Mama kamu itu punya penghasilan dan juga simpanan?" Tanya Bima ketus tapi ada nada mengejek di dalam nya.


Chyntia tak menyangka ketika mendengar apa yang di katakan oleh suaminya itu,sebab menurutnya pria itu sudah sangat keterlaluan sampai sampai harus mengeluarkan kata kata yang sangat menyakiti perasaan.


"Kamu itu ngomong apa sih Mas? Kenapa semakin kesini kamu itu semakin tega kepada kami,padahal sekarang jelas jelas anak kita sedang sakit?' Tanya Chyntia emosi.


"Kamu kenapa marah-marah tidak jelas seperti begini seolah-olah Aku baru saja melakukan kejahatan yang tidak termaafkan, padahal kamu tahu sendiri kan selama Ardila sakit aku tidak pernah kemana-mana hanya menjaga dia di rumah sakit kemudian pulang ke rumah untuk mengganti ke pakaian lalu kembali lagi ke sini?"tanya Chyntia yang sudah habis kesabarannya karena dari tadi Bima selalu menyudutkan dirinya memperlakukan seperti wanita yang tidak tahu diri.


"aku sekarang mulai sadar kalau sebenarnya mempertahankan wanita seperti kalian itu merupakan sebuah kebodohan yang telah aku lakukan dalam hidupku, maka dari itu kalau kamu bertanya kenapa aku berubah karena aku sekarang lagi tidak ingin membahas suatu hal yang hanya membuat aku menjadi pria yang tidak ada harganya sama sekali di mata semua wanita!"jelas Bima padahal sebenarnya hati pria itu terluka sebab dirinya sudah dengan tega menyakiti hati istrinya tetapi karena wanita itu yang memperlakukannya tidak layak selama ini membuat dirinya mau tidak mau harus keras dan tegas.


Ardila yang dari tadi menatap ke arah kedua orang tuanya yang sedang berdebat langsung dibuat emosi karena kata-kata papanya itu seperti menolak kehadirannya, padahal jelas-jelas dirinya merupakan anak pria itu dari segala macam apa yang terjadi di dalam hidupnya merupakan tanggung jawab Bima bukan orang lain dan juga bukan mamanya karena di sini Yang menjadi kepala keluarga adalah Bima Nugraha.

__ADS_1


"papa itu kenapa sih dari tadi kok marah-marah tidak jelas kalau memang tidak suka aku ada di sini ya sudah ngomong saja tidak usah main drama yang aneh-aneh ngalor ngidul kemana-mana hanya bikin mumet, katanya keluarga Bapak itu kaya Kenapa Papa sekarang terlihat seperti gembel Kenapa juga tidak minta tolong kepada mereka bukannya keluarga itu harus saling tolong menolong? "tanya Ardila Ketus sebab menurutnya kata orang keluarga Nugraha itu merupakan keluarga kaya maka dari itu jika Papanya merupakan salah satu anggota keluarga Itu otomatis Pasti sangat susah begini dengan gampang bisa minta tolong kepada mereka secara langsung.


Bima ingin sekali tertawa karena ternyata putrinya itu tidak tahu menahu soal sebenarnya siapa dirinya di mata keluarga Nugraha dan juga bagaimana respon mereka selama ini Dan juga untuk saat ini Jika sampai dirinya meminta tolong, sebab tidak mungkin keluarganya bakal menolongnya ketika dirinya meminta tolong mengingat semua Kelakuan buruk dari istri dan juga Putri semata wayangnya itu.


"kamu ingat dengan tante Retno yang waktu itu datang terus marah-marah pada saat pernikahan kamu yang batal itu, Jadi kalau Papa ke sana untuk minta tolong otomatis bukannya pertolongan yang didapatkan melainkan hanya kata-kata kasar dan juga cacian yang bakalan didengar? Papa selama ini sudah Rela menjadi pria muka tembok hanya ingin menyelamatkan gaya hidup kalian bahkan rasa malu pun Papa kubur dalam-dalam untuk kalian, akan tetapi di saat seperti ini Bisakah kalian mengerti kesulitan yang sedang di alami dan juga jalan keluar yang harus diambil?"tanya Bima Sambil tertawa penuh keterpaksa sebab dirinya merasa gagal menjadi seorang kepala keluarga tidak bisa membimbing keluarganya ke arah yang lebih benar malah dirinya pun ikut terjerumus ke dalam lingkup yang tidak sehat itu.


"jadi Papa menyalahkan Mama atas semua keburukan dan juga kesialan yang sudah kita alami saat ini, Memangnya menurut papa ini semua tidak ada ikut campur dari papa jadi keluarga kita seperti begini? Ayolah Tuan Bima Nugraha, jangan terlihat menjadi orang yang tersakiti disini setidaknya lihat versi yang lain yaitu ketidak bergunaan kamu sebagai kepala keluarga membuat kita menjadi seperti begini!"ujar Sintia membuat Bima menatap tajam ke arah istrinya sebab sudah sangat tidak sopan dan juga tutur katanya tidak pernah ia pikirkan dengan baik-baik.


"Baiklah karena kamu merupakan wanita yang berkelas dan juga memiliki pengetahuan yang luas tidak seperti saya seorang Bima Nugraha yang berpikiran sempit, aturlah hidup kalian menurut kemauan kalian dan kita pilih jalan masing-masing karena asal kalian tahu harta keluarga Nugraha itu bukan miliknya saya sebab saya merupakan anak angkat dari situ maka dari itu saya mau tidak mau mengikuti saran kamu untuk menghabisi kedua orang tua Kamila agar bisa menguasai harta warisan dari keluarganya!"jelas Bima lalu segera pergi dari situ membuat Ardila menatap tak percaya ke arah mamanya dan meminta penjelasan dari wanita itu sebab Biar bagaimanapun untuk masalah yang baru saja diucapkan oleh Papanya Itu ia tidak tahu sama sekali.


"Mas Bima kok malah pergi bukannya menyelesaikan masalah di sini? KKamu tunggu di sini ya Mama bakalan menyusul Papa untuk meminta dia menyelesaikan semua biaya administrasi agar biar kamu pulang dan rawat di rumah, Maafkan Mama yang tidak bisa melakukan apapun untuk kamu kali ini tetapi Percayalah Sikap Papa kamu itu hanya sementara saja karena dia selama ini kan sangat menyayangi kamu!"jelas Chyntia lalu memilih untuk menyusul suaminya tetapi teriakan Ardila membuat dirinya menghentikan kegiatannya untuk keluar dari ruangan itu.


"aku tidak butuh apapun apalagi kesembuhan yang aku butuhkan sekarang itu penjelasan dari kalian tentang apa yang baru saja aku dengar dan juga aku lihat, Tolong jangan berbohong satu kecil apapun karena Biar bagaimanapun Aku ini bukan anak kecil yang bisa kalian permainkan Sesuka Hati!"tegas Ardilla membuat Chyntia mau tidak mau harus berusaha menenangkan putrinya itu.


"kamu itu salah dengar tadi papa hanya salah ngomong saja Dia tidak ada niatan buat ngomong yang ngelantur seperti tadi Mungkin karena efek emosi sesaat dia makanya keceplosan, Jangan memikirkan hal yang tidak tidak yang sekarang seperti kata Papa kamu Yaitu fokus kesembuhan kamu dan juga usahakan agar kita keluar saja dari sini mengikuti kemauannya!"sahut Sintia yang mencoba untuk berbohong tetapi biar bagaimanapun Ardila ya Ardila pada dirinya bukan anak kecil.


"kegagalan komunikasi dengan Aryo bukan membuat otakku malah tidak berfungsi dengan benar tetapi kini malah sedang mau memikirkan berbagai macam problem lah yang terjadi, yang aku tanyakan apa benar Papa yang membunuh keluarga Kamila hanya ingin menguasai harta warisannya dan papa itu merupakan anak angkat dari keluarga itu? "tanya Ardila dengan tatapan matanya yang menuntut jawaban tidak ingin pertanyaannya itu mengambang saja di udara.

__ADS_1


Chyntia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sebab menurutnya ternyata pemikiran putrinya itu tidak bisa untuk diubah ketika dirinya menginginkan jawaban, sungguh pelik masalah keluarga yang ia hadapi saat ini di saat kondisi keuangan yang begitu merosot Padahal selama ini biasanya kami lah yang bakalan menjadi Bank uang sementara mereka ketika apapun mereka tidak punya lagi.


namun sekarang Wanita itu sudah menghilang entah ke mana dan dengan menghilangnya wanita itu hidup mereka pun bukan berubah menjadi bahagia melainkan tambah hancur, mungkin kata orang bahwa Karma itu memang tidak dibayar secara kontan melainkan dia bakalan dibayar secara Cicil dan akhirnya baru terasa Setelah semuanya begitu kentara.


__ADS_2