KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Malang


__ADS_3

dengan langkah yang begitu perlahan Kamila pergi meninggalkan rumah yang sudah berpuluh tahun Ia tinggal, habis mau bagaimana lagi ketika semua penghuni rumah itu menolak kehadirannya bahkan mungkin bisa dibilang mereka tidak menganggap dirinya sebagai anggota keluarga.


diseretnya beberapa buah kobernya itu lalu dimasukkan ke dalam mobilnya dan pergi dari situ entah ke mana tujuannya nanti, karena menurutnya pergi dari situ dulu baru setelah itu menata kehidupannya mungkin itu merupakan satu-satunya jalan yang paling terbaik.


Ardila yang melihat Kamila sudah berada dalam mobilnya tertawa sinis lalu mendekati gadis itu guna untuk mengatakan sesuatu hal mungkin yang bakal menjadi penentu langkah Kamila ke depannya, karena dirinya tidak ingin apa yang sudah diklaim sebagai miliknya diganggu gugat oleh siapapun meskipun itu adalah gadis yang dipanggilnya adik waktu dahulu.


" eh kamu yang tadi undang aku ke sini hanya ingin menyampaikan sebuah kabar yang sangat penting, dan kamu tolong Ingat jangan melupakan apa yang aku katakan ini soalnya sepertinya kehadiran kamu bakal membuat otak kamu mungkin semakin jernih ketika mengetahui semuanya besok." ujar Ardila dengan nada yang penuh percaya diri seolah kehidupan dirinya di dunia ini akan dipermudah oleh segalanya.

__ADS_1


Kamila mengerutkan keningnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ardila itu, Emangnya ada hal penting apa yang mengharuskan dirinya mengetahui semuanya padahal yang jelas-jelas di sini ia tak punya urusan lain lagi dengan keluarga itu.


" Maksud kamu ngomong kayak begitu apa ya?" tanya Kamila penasaran.


Ardila langsung memasang wajah sinisnya ketika mendengar Kamila yang menyebut kata kamu kepadanya, padahal biasanya dirinya selalu dipanggil kakak oleh Gadis itu meskipun ia sangat merasa tak suka dan juga sangat terganggu.


" Aku mau besok kamu datang ke Hotel Golden Palace untuk menghadiri pernikahanku dengan pria yang sangat kucintai dan juga tidak kalah mencintaiku, mungkin dengan begitu kamu bakal sadar bahwa orang yang berhak bahagia dan juga dicintai itu hanya aku Ardila Nugraha seorang!" setelah mengatakan hal itu Kamila langsung pergi dan juga tidak mempedulikan wajah Ardila yang melongok kepadanya karena mungkin masih ada kata-kata yang ingin disampaikan.

__ADS_1


" Lagian ini Angga juga hilang di planet mana sih aku sampai sekarang tidak menghubungiku, apa dia pikir aku ini lagi tidak membutuhkan teman curhat atau apa sih?" Ketus Kamila kesal karena merasa Angga benar-benar marah kepadanya padahal sebenarnya dirinya itu hanya merespon dengan segala kesialan yang terjadi dalam hidupnya beberapa jam terakhir.


Angga yang masih berada di dalam pesawat merasa seperti ada orang yang sedang mengingatnya tetapi bukan dengan cara yang manis melainkan seperti memusuhinya, dan dirinya sangat yakin orang itu siapa yang suka sekali memarahi dirinya Padahal dia jelas-jelas menawarkan bantuan.


" aku kalau begini terus lama-lama bisa menjadi orang paling stress di dunia hanya karena mengingat dirinya, Padahal jelas-jelas dia mengingat diriku itu hanya hal yang buruk-buruknya saja yang baik-baiknya seperti dilupakannya begitu saja Entah dibuangnya di bagian mana dari bumi ini?" desah Angga kasar meratapi setiap kemalangan yang terjadi dalam hidupnya jika bagian percintaan apalagi mengingat hal itu ada sangkut pautnya dengan Kamila yang menyebabkan dirinya patah semangat dan memilih untuk menjauh sejenak.


" Sepertinya anda sedang mengalami masalah yang berat ya, kalau membutuhkan teman curhat aku bisa loh jadi pendengar yang terbaik?" tanya salah seorang wanita asing yang duduk di samping Angga saat ini padahal yang jelas-jelas tadi Angga menganggap bahwa dirinya sendirilah yang berada di tempat itu dan orang lain dianggapmu seperti angin lalu.

__ADS_1


Angga hanya bisa menghela nafasnya kasar ingin dijawabnya pertanyaan wanita itu dengan senyuman tetapi menurutnya senyumannya itu hanya khusus untuk Kamila, Tetapi kalau tidak ditanggapi perkataan orang yang sudah menawarkan bantuan secara cuma-cuma itu sama saja menyatakan dirinya sebagai orang sombong dan hal itu paling dibencinya karena merupakan salah satu sikap dari keluarga Nugraha.


" ah biasalah masalah rumah tangga pasti bakalan dibawa kemana-mana, anda tidak usah kuatir nanti kalau istri saya sudah tidak marah lagi pasti dia bakal menghubungiku dan semua masalah bakalan beres!" bohong Angga tidak masalah sih mengatakan sebuah hal kebohongan jika itu semua menyangkut dengan ketenangannya ke depannya meskipun istrinya yang ia katakan itu hanyalah kebohongan belaka tidak ada masuk dalam fakta kehidupannya sudah ia rasakan.


__ADS_2