
Arlan ingin sekali melihat keadaan jidat nya Kamila,hanya saja dirinya tidak mungkin memaksakan kehendak karena terlihat Kamila sangat merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.
"Ya sudah nanti kalau keadaan kamu tidak baik-baik saja jangan lupa bilang ya biar aku bisa bantu dengan caraku, Terserah kamu mau menerima atau menolak itu merupakan haknya kamu tetapi aku juga berhak karena kamu merupakan karyawanku! "jelas Arlan dengan nada yang tidak ingin dibantah membuat Kamila hanya bisa menganggukkan kepala pertanda paham dengan apa yang dimaksudkan oleh pria itu.
"Jadi sekarang kita ke mana Pak? soalnya tadi meeting dadakan sudah selesai terus jadwal untuk pekerjaan anda hari ini pun saya belum terima, maka dari itu saya jadi bingung sebab Pekerjaan saya sebagai asisten tetapi Masa tidak mengetahui sedikitpun jadwal dari majikannya? "tanya Kamila sambil terkekeh geli membuat Arlan hanya tersenyum tipis sehingga tidak disadari sama sekali oleh wanita itu.
"Saya kan sudah ngomong ke kamu kalau sebenarnya pekerjaan kamu untuk hari ini itu belum ada, jadi kalau memang kamu masih ingin keliling-keliling kantor untuk sekedar mengenali semuanya ya lebih baik kamu lakukan sekarang karena besok lusa sudah tidak ada waktu untuk melakukan itu semua!"jelas Arlan membuat Kamila begitu bahagia karena akhirnya dirinya bisa bersenda gurau dengan Bayu teman barunya serta Sarah.
"kalau begitu saya bisa pergi ke mana saja di semua sudut di tempat ini tanpa dilarang oleh siapapun, dan juga saya tidak bakalan mendapat teguran karena keluyuran di jam kantor? "tanya Kamila memastikan.
"Iya benar sekali karena kalau semua orang menanyakan hal itu tinggal kamu bilang saja kalau ini merupakan perintah dari Pak Arlan, tetapi ingat sebelum jam makan siang kamu sudah kembali ke ruangan saya karena tadi saya sudah memesan makanan seperti yang kamu dengar!"jelas Arlan mengingatkan Kamila karena dirinya tahu setiap wanita kalau sudah menemukan teman yang satu server buat ngobrol biasanya akan lupa waktu.
"ashiap, saya bakalan melakukan hal itu! Tapi nanti tolong ya kalau mau pesan makanan jangan terlalu kebanyakan soalnya saya begah jadinya, karena lambung saya ini tidak sebesar milik orang yang suka mukbang matahari itu saya harap pengertiannya!"permintaan Kamila itu sebenarnya maksud akal karena memang dirinya tidak ingin sesuatu yang dibayar tetapi malah hasilnya dibuang itu sama saja dengan mubazir dan tidak menghargai jerih payah orang lain.
"Ya sudah kalau begitu kamu pergi sana tapi ingat ya jangan terlalu lama bercerita dengan lawan jenis apalagi pria gemulai yang terlihat begitu kurang ajar itu, sebab kalau sampai aku melihat kamu akrab dengan dia maka aku bakalan menghajarnya seperti yang tidak pernah kamu juga karena sudah berani menggoda asistenku Padahal aku sebagai majikannya saja jangankan melihat lukanya menyentuhnya saja tidak bisa!"Arlan sebenarnya tahu bagaimana kedekatan antara Bayu dan juga Kamila waktu wanita itu mau menuju ke dalam ruangannya sebab dirinya bisa membantu semua kegiatan di luar ruangan yaitu dengan menggunakan kamera CCTV yang tersembunyi.
"Iya tenang saja kami bakalan berbicara tetapi tidak sampai seakrab mungkin kok soalnya aku juga lagi sedang tidak ingin dekat dengan setiap pria, sebab menurutku semua pria di dunia itu sama saja habis manis sepah dibuang bahkan bisa dibilang sepah pun mereka tidak bakalan melihatnya!" Jelas Kamila yang benar-benar merasa trauma dengan yang namanya berhubungan dengan pria.
"Kamu itu jangan Samakan semua pria yang di luaran sana dengan aku karena jelas-jelas aku ini berbeda dari mereka dan mana ada bakalan sama dengan mereka orang tampang mereka saja aku tidak tahu, seharusnya kalau kamu merasa trauma dengan kehidupan masa lalu kamu harus belajar terus berdekatan dengan Rasa trauma itu agar segera hilang!"jelas Arlan tetapi Kamila memilih untuk pergi dari situ sebab menurutnya tidak ada pembahasan lagi jika menyangkut lawan jenis.
__ADS_1
"Permisi Pak Sepertinya saya harus jalan sekarang soalnya nanti takut terlambat dan waktu untuk menikmati semuanya itu habis, nanti kalau sudah waktunya makan siang anda jangan khawatir karena saya orangnya selalu on time tidak suka yang namanya Datang Terlambat!"Jelas Kamila lalu memilih untuk mengundurkan diri dari situ.
Arlan hanya bisa menatap sendu punggung wanita itu yang sepertinya bakalan sangat sulit untuk ia gapai, mungkin karena Rasa trauma jadi masa lalu Jadi untuk menata dan masa depan itu sepertinya rasanya masih sulit.
Pria itu Berencana mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi kepada Kamila sampai-sampai wanita itu memutuskan untuk pindah di kota ini, sebab jika dirinya tidak mencari tahu otomatis yang bakalan terus bertanya-tanya seperti ini tanpa mendapatkan jawaban yang jelas.
Angga yang selama beberapa jam ini merasakan gelisah yang amat sangat memilih untuk membereskan semua barang-barangnya dan kembali ke tanah air, dirinya mewaspadai takutnya Arlan gercep dan akhirnya dirinya bakalan kehilangan Kamila lagi untuk kesekian kalinya.
jikalau harus menunggu kabar dari kedua orang tuanya maka bisa dipastikan itu bakalan memakan waktu, sebab Biar bagaimanapun Mela dan juga Heru masih memiliki kesibukan mereka yang lain terkecuali apa yang anggap perintahkan itu menjadi prioritas utama bagi keduanya.
"sepertinya aku harus pulang sekarang soalnya kalau menunggu kabar dari semuanya aku bisa mati berdiri lama-lama karena penasaran Padahal mereka sudah tahu kalau orang yang penasaran itu rasanya sangat tidak nyaman!"sungut Angga lalu membereskan semua barang-barangnya tanpa tersisa Lagian dirinya ke situ juga tidak membawa sesuatu yang ribet Jadi kalau saat pergi pun tidak terlalu harus memakan waktu untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh wanita.
"Jadi gimana Pah sudah mendapatkan kabar terbaru soal keadaan Kamila saat ini? Kalau misalnya Papa lama mencari tahu otomatis ya anak kita juga bakalan lama untuk kembali ke sini, jadi usahakan para anak buah bapak itu Matanya jangan ijo jelalatan melihat uang tetapi kerjaannya sangat lambat!"Mela benar-benar sudah tidak sabar mendengar kabar yang pasti dari anak buah suaminya itu.
"Menurut mama, papa itu orang tua yang tidak kreatif. Masa iya anak pergi terus sampai sekarang belum pulang eh dianya malah bikin persyaratan Kenapa tidak langsung dipenuhi saja, Lagian Apa gunanya coba punya uang banyak tetapi anak sebiji doang malah tinggal di tempat lain terus nanti semua uang yang buat Papa bekerja dari siang sampai malam itu mau dikemanain terus dikasih ke siapa coba?"tanya Mela yang merasa gemas dengan sikap suaminya itu.
Memang benar ada kata pepatah uang suami adalah Uang istri kemudian Uang istri adalah Uang istri Tetapi uang suami dan istri adalah miliknya anak, maka dari itu orang selalu berkata jika rezeki yang mereka tidak mereka dapatkan yaitu rezekinya anak karena memang Setiap anak itu benar rezekinya masing-masing.
"iya sebelum Mama ngomong juga Papa sudah tahu tetapi Ya seperti tadi yang papa ngomong dari awal kalau semuanya itu butuh proses tidak ada yang instan, hanya sekarang itulah tak kesabarannya Mama saja masih mau menunggu beberapa hari lagi atau Malah seperti begini jadi geregetan sendiri kan?"tanya Heru yang masih berusaha memberi pengertian kepada istrinya membuat Mella sudah tidak ingin berdebat dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat Soalnya kalau berdebat itu memang membutuhkan kesabaran dan juga tenaga yang ekstra.
__ADS_1
Berbeda dengan Apa yang dirasakan oleh keluarga Nugraha saat ini, oleh karena keadaan Ardila memang sudah sedikit membaik tetapi jangan lupakan dengan biaya perawatan yang semakin membengkak.
Padahal ATM berjalan mereka sudah minggat dari rumah atau lebih tepatnya sudah diusir jadi tempat untuk meminta uang otomatis sudah tidak ada lagi, Hal itu membuat Bima dan juga Cynthia istrinya harus memutar otak Bagaimana caranya agar bisa membayar biaya rumah sakit putrinya.
"Papa kita sudah hampir mau sebulan di sini terus Ardila untuk tanda-tanda keluar dari rumah sakit pun tidak ada, mama yakin biaya perawatannya sudah semakin besar soalnya tadi sudah Disinggung biaya administrasi oleh suster!"ujar Cynthia yang terlihat semakin tidak terurus tubuhnya soalnya dirinya harus bolak-balik rumah sakit maka dari itu tidak ada kesempatan buat pergi perawatan di salon kecantikan seperti yang biasa ia lakukan.
Bi mama masih memilih untuk bungkam sebut dirinya sudah tidak tahu lagi harus memberi opsi yang seperti apa lagi karena semua sudah dicoba dan hasilnya tetap nihil, harapan satu-satunya yaitu pada perhiasan milik istrinya tetapi pertanyaannya kira-kira wanita itu bakal suka rela memberikannya secara cuma-cuma atau tidak?
Cynthia yang melihat suaminya hanya diam saja membuat wanita itu merasa emosi karena menurutnya dirinya Berbicara tadi atau mengeluh itu karena ini membutuhkan solusi dari masalahnya bukan malah ngomong sama batu, jika Bima bersikap begitu maka Chyntia merasa jika suaminya itu seperti tidak peduli dengan apa yang pernah dialami oleh anak mereka saat ini padahal sebenarnya bukan seperti begitu Bima hanya Sedang berpikir.
"papa itu sebenarnya ada niat tidak sih untuk tanggung jawab terhadap anaknya sendiri, dari tadi Mama ngomong sampai ini rahang geser pun sepertinya Papa tidak peduli sama sekali? eh salah Papa tahu saja ya di dalam itu anaknya Papa yang sedang sakit jadi otomatis yang harusnya bertanggung jawab yuk Kamu, memangnya lupa waktu saat pembibitan dia itu yang jungkir balik itu kan Papa bukan orang lain?"tanya Cynthia membuat Bima tertawa mengejek karena sepertinya wanita itu seolah lupa dengan kesalahannya di masa lalu sampai-sampai bersikap seperti Bima merupakan ayah kandung dari Ardila.
"Kenapa tidak berbuat seperti yang dulu kamu lakukan yaitu ketika tidak puas dengan apa yang aku berikan kamu malah mencari kepada orang lain di luar sana, dan sekarang sepertinya saat yang tepat yaitu ketika aku tidak dapat membayar tagihan rumah sakit Putri kamu lalu kamu malah mencari di orang lain ya terserah mau digadaikan dengan Apa itu kan karena kamu sendiri!"jelas Bima santai tetapi Sintia malah menatap tak percaya ke arah suaminya itu yang sudah seperti merendahkan harga dirinya sebagai seorang istri karena apa yang Bima katakan itu secara tidak langsung menyuruh dirinya untuk menjual diri.
"kamu kalau tidak mampu bayar ya sudah jawab jujur saja jangan malah memutarbalikkan fakta terus membicarakan hal yang tidak perlu hanya ingin membuat masalah jadi tambah besar, pada permintaan aku tadi itu simple loh hanya ingin bertanya dari mana kita dapatkan uang untuk pembayaran Rumah Sakit bukan malah meluber ke arah yang tidak jelas seperti yang kamu lakukan itu!"Chyntia benar-benar tidak menyukai sikap Bima yang harus membahas kesalahan masa lalunya di saat yang tidak tepat seperti begini.
"kalau kamu ingin aku memberikan saran yang lebih baiknya kemudian saja jangan terlalu memaksakan diri karena aku tidak mungkin langsung mengambil kesimpulan saat itu juga tanpa memikirkan masak-masak, maka dari itu kalau kamu geregetan terus seperti begitu ya aku suruh saja kamu yang jarang pergi mencari apapun yang ingin kamu cari seperti biasanya. Hanya saja kenapa sekarang kamu malah protes padahal dulu kalau aku malas tahu kamu malah senang, karena tidak ada yang bakalan melarang kebiasaan kurang ajar kamu yang tidak pernah berubah itu?"tanya Bima yang sudah capek hanya diperintah oleh istrinya dan juga setiap kata wanita itu harus mutlak Untuk didengar Padahal di sini sebagai kepala keluarga adalah Bima.
"Ah terserah saja kamu mau berbicara seperti apa soalnya kamu itu memang kepala keluarga yang sangat tidak bertanggung jawab, awas aja ya nanti kalau nama mama bakalan dibawa-bawa karena suami yang tidak sanggup membayar tagihan!"ancam Cynthia yang merasa tidak rela jika sampai teman-teman sosialitanya tahu jika sebenarnya keluarga Nugraha itu sudah Jatuh Miskin akibat Kamila yang pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
belum lagi masalah soal Aryo yang sudah mengetahui asal muasal kekayaan yang pernah mereka dapatkan itu, sekarang pekerjaan suami istri itu semakin berat yaitu membayar tagihan Rumah Sakit mengurus Putri mereka yang entah kapan bakalan keluar dan juga harus bisa membungkam mulut Aryo agar tidak main bocorkan rahasia yang selama ini mereka simpan rapat rapat.
padahal yo hanya menggertak saja soalnya barang bukti pun belum dirinya temukan maka dari itu hanya ingin membuat suami istri itu tidak terlalu mengganggunya maka dari itu dirinya terpaksa melakukan hal itu, meskipun suatu saat nanti kedok mereka bakalan terbongkar tetapi yang intinya Aryo harus bisa memastikan keberadaan Kamila terlebih dahulu karena kunci dari semua masalah itu terletak pada keberadaan wanita itu saat ini.