
Aryo benar-benar tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh mamanya barusan tetapi dirinya sedang tidak punya waktu untuk meladeni semua perkataan wanita paruh baya itu, sebab menurutnya untuk apa memikirkan sesuatu hal yang tidak penting jika nantinya itu bakalan membuat dirinya kesusahan sendirian.
"ya Tuhan Kamila cepatlah kamu sadar supaya mungkin kita berdua bisa bekerja sama untuk melakukan sesuatu agar tidak dibawa pergi semakin jauh oleh mereka, Soalnya Mama tidak mau kalau sampai Aryo melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu dan nantinya itu merupakan sebuah penyesalan terbesar karena takutnya kamu bakal memikirkan hal yang tidak tidak tentang Mama!"Lirih Venna dalam hati.
Tak berselang lama mereka pun sampai di tempat tujuan yaitu tempat yang sangat asing sedangkan dari tadi Kamila belum sadarkan diri sama sekali Mungkin karena efek pukulan nya begitu kuat, membuat Vena kebingungan dan harus bersikap seperti apa karena ternyata apa yang ia harapkan dari tadi tidak terjadi sama sekali.
"Nah karena kita sudah sampai jadi lebih baik Mama turun ya soalnya kan mama bisa jalan sendiri sedangkan calon istriku harus aku bopong karena dia masih tidur, Sepertinya dia sangat menikmati perjalanan yang kami lakukan ini sampai-sampai belum sadarkan diri meskipun sudah sampai!"ujar Aryo yang sudah terlihat seperti orang stres.
Venna mendelik kesal mendengar apa yang dikatakan oleh putranya itu pasalnya dirinya tahu Kamila itu bukannya tidur melainkan sedang pingsan akibat perbuatan yang dilakukan oleh Aryo tadi, namun dirinya bisa apa ketika para pria kekar dan juga memakai pakaian serba hitam dari tadi menatap dirinya tanpa ekspresi tidak mungkin juga kan dirinya melawan?
"ini di mana? Lebih baik antar kami kembali terus kamu juga bisa kembali pulang jangan mengusik ketenangan kami yang sudah selama beberapa bulan ini terasa begitu nyaman, Mama janji akan membujuk Kamila agar jangan melaporkan kamu kepada polisi tetapi tolong pulangkan kami lagi ke rumahnya Kamila! "bujuk Vena.
Aryo mendengar kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Mamanya itu sebab bisa-bisanya wanita itu membujuk dirinya sampai sedemikian rupa padahal dari awal ia sudah bersikeras, maka dari itu dirinya memberikan kode kepada para anak buahnya untuk segera menarik tangan mamanya agar ikut dengan mereka keluar dari dalam mobil.
"Tarik dia dan bawa masuk ke dalam villa usahakan jangan sampai dia kabur, karena kalau sampai dia kabur maka nyawa kalian yang bakalan taruhan! "ujar Aryo yang terlihat sudah berjalan lebih dulu dari mereka karena dirinya sekarang sedang membawa Kamila di dalam gendongannya.
"kamu jangan jadi anak yang durhaka Aryo, suruh para pengawal kamu itu untuk menghentikan kegiatan mereka karena mama masih bisa jalan sendiri tidak perlu harus ditarik seperti binatang! "teriak Vena tetapi tidak dipedulikan sama sekali.
Kamila yang secara perlahan merasa seperti terbang di udara dan juga kesadarannya Mulai kembali dan membuka matanya begitu terkejut ketika melihat ternyata dirinya sedang berada dalam gendongan Aryo, dirinya ingin bergerak tetapi mewaspadai sebab area merupakan orang yang nekat maka dari itu dirinya pura-pura saja masih belum sadarkan diri agar bisa melihat-lihat kesempatan Ketika nanti ada dirinya bakalan kabur saat itu juga tanpa menunggu lagi.
"Ya Tuhan Semoga saja Angga baik-baik saja karena tadi dirinya sungguh sangat mengenaskan keadaannya, Maafkan aku Angga karena kesalahan yang aku lakukan di masa lalu sampai-sampai kamu yang harus terkena imbasnya!"lirih Kamila dalam hati tapi mau bagaimana lagi dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk menolong pria itu sebab tenaga yang ia punya tidak sepadan dengan tenaga yang dimiliki oleh para pesuruhnya Aryo.
Mella yang berada di salah satu Mall terkenal di kota itu pikirannya Entah mengapa tiba-tiba merasa seperti ada sesuatu hal yang telah terjadi apa itu dirinya pun bingung, padahal sudah dari tadi yang merasa biasa-biasa saja membuat wanita itu memilih untuk mengurungkan niatnya belanja sebab sama saja moodnya tiba-tiba berubah menjadi sedikit gelisah.
dirinya pun melihat ke arah sekitar takutnya Siapa tahu ada orang jahat yang sedang menguntit dirinya sehingga membuat perasaannya menjadi tidak enak, Tetapi semuanya dilihatnya sedang sibuk dengan urusan pribadi mereka dan tidak peduli dengan keberadaannya maka dari itu darinya pun merasa bingung Sebenarnya apa yang terjadi.
ingin sekali ia menghubungi Heru untuk mengatakan apa yang ia rasakan tetapi tidak enak hati juga mengganggu suaminya yang sedang meeting, sebab dirinya sangat hafal kebiasaan Heru ketika sedang meeting sesuatu hal yang mendadak pasti bakalan memakan waktu yang berjam-jam.
__ADS_1
"apa aku menghubungi Angga saja siapa tahu mungkin dia butuh pertolongan atau apa gitu, soalnya aku juga bingung dengan apa yang aku rasakan saat ini? " tanya Mela dalam hati.
Wanita itu pun memilih untuk pergi ke arah keluar dari tempat pusat perbelanjaan itu siapa tahu bisa menemukan taksi dan dengan begitu dirinya juga bisa menghubungi Angga, dan kebetulan dirinya sampai di depan taksi pun lewat dan memutuskan untuk menghentikannya sambil berusaha menghubungi Angga.
nomor Angga masih aktif tetapi yang menjadi pertanyaannya Kenapa tidak diangkat sama sekali Kalau panggilan pertama dilewatkan Ya tidak masalah tetapi ini sudah lebih dari 3 masih saja tidak ada respon dari seberang, membuat wanita itu merasa was-was takutnya putranya dan juga Kamila kenapa-napa sebab tidak biasanya Angga seperti begini.
kalau dulu saat pria itu kabur ke luar negeri yang masuk akal karena perbedaan waktu Tetapi setelah pulang Angga tidak pernah melakukan hal itu dan Baru kali ini putranya itu mengabaikan panggilan darinya, membuat Mela mau tidak mau harus menghubungi suaminya agar bisa membantunya menemukan keberadaan Angga saat ini juga sebab jika tidak maka pikirannya masih tetap tidak tenang memikirkan Bagaimana keadaan Putra satu-satunya itu.
Heru yang sedang meeting dengan klien merasa heran ketika melihat ada panggilan masuk dari istrinya, Padahal selama ini Mela merupakan salah satu istri yang pengertian karena tidak akan pernah mengganggu dirinya saat meeting sedang berlangsung dengan klien ataupun para pemimpin divisi di perusahaan itu.
"Diangkat saja Om siapa tahu penting, soalnya meeting kita juga sudah hampir selesai! "Arlan menawarkan hal itu kepada pamannya sebab dari tadi yang dilihatnya Heru hanya menata ponselnya tanpa ada niatan untuk mengangkatnya.
"Ah iya kamu benar sekali, kalau begitu Paman keluar dulu ya mau mengangkat panggilan ini dan kamu bisa melanjutkan saja meeting yang tersisa! "sahut Heru lalu bergegas keluar untuk mengangkat panggilan dari istrinya itu.
"Iya Mah ada apa, perasaan tadi baru ketemu kenapa sekarang sudah langsung menelpon saja? "tanya Heru penasaran .
"Ya sama Arlan lah tapi dia lagi di dalam ruangan karena Papa lagi di luar mengangkat panggilan dari Mama! Memangnya ada apa sampai-sampai harus menanyakan Arlan lewat telepon segala padahal mama kan bisa kembali ke sini, Mama kenapa sih terdengar suaranya seperti orang yang lagi panik begitu ? " tanya Heru heran dengan perubahan suara istrinya saat ini.
"Mama dari tadi itu sedang belanja tapi perasaan Mama itu tidak enak sekali Terus mau mau menghubungi papa Tapi kasihan karena papa kan Lagi meeting tidak mungkin kan harus diganggu, ya makanya Mama telepon Angga tetapi sampai sekarang itu panggilan mama tidak diangkat sama sekali padahal masuk panggilannya dan nomornya juga masih aktif! Makanya mama mau supaya Papa sama Arlan tunggu di situ nanti mama bakalan ke kantor dan setelah itu Arlan mengantar kita ke tempat kediamannya Kamila karena mama yakin dia pasti tahu, jangan tanya dulu kenapa Karena Mama juga tidak tahu yang penting Intinya kita harus memastikan keadaan mereka berdua baik-baik saja karena perasaan Mama tidak enak sama sekali! "jelas Mela mau tidak mau membuat Heru meng Iya kan saja perkataan istrinya itu karena memang tidak ada salahnya juga kan khawatir tentang anak sendiri.
"Ya sudah kalau begitu Kami bakal menunggu di sini sampai Mama datang dan setelah itu kita bakalan pergi ke rumahnya Kamila, Nanti papa juga bakalan tanya ke Arlan kira-kira dia tahu tidak rumah Kamila itu ada di bagian mananya."sahut Heru dan mematikan panggilan tersebut.
"istriku ini ada-ada saja masa hanya karena tidak diangkat Panggilan oleh anak sendiri menjadi frustasi seperti begitu, ya kalau misalnya dia tidak angkat ya coba ditelepon lagi pasti dia bakalan merespon mungkin tadi dia sedang buang air?"gumam Heru yang merasa heran dengan sikap istrinya itu.
Dirinya pun mencoba menelpon Angga tetapi sama saja seperti yang dikatakan oleh Mela tadi yaitu anak muda itu tidak merespon sama sekali panggilannya, Bahkan bukan hanya satu kali melainkan Sama juga seperti yang dilakukan Mela tetapi tidak direspon juga.
"Anak ini kenapa ya tidak Biasanya seperti begini? Semoga saja apa yang dikhawatirkan oleh istriku benar-benar tidak menjadi kenyataan, dan aku harus berbicara kepada Arlan agar segera menghentikan Meeting itu supaya segera istriku sampai kami langsung pergi!"gumam Heru dalam hati lalu kembali ke dalam ruangan meeting dan membisikan sesuatu kepada Arlan.
__ADS_1
Terlihat Arlan menganggukkan kepalanya dan segera bangun dari duduknya lalu menatap ke arah semua orang yang ada di dalam ruangan itu, dirinya menghembuskan nafasnya kasar karena menurutnya ini sebenarnya tidak sopan karena pekerjaan mereka lagi sedikit mencapai finish tetapi karena keadaan darurat ya mau tidak mau.
"Semuanya Saya rasa meeting kali ini sampai di sini dulu Soalnya kami ada urusan mendadak dan sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan di luar, Saya mohon maaf jika sudah membuat semuanya tidak nyaman tetapi lain kali bisa kita sambung lagi dan kalau begitu kami permisi dulu!"ujar Arlan lalu mengikuti langkah kaki pamannya yang sudah keluar lebih dulu.
"Sepertinya wajah Tuan Heru terlihat begitu cemas, semoga tidak terjadi apa-apa!" ujar para anggota meeting dalam ruangan itu.
"Memangnya ada apa paman Kenapa tiba-tiba menyuruh menghentikan meeting seperti itu, apa ada suatu masalah yang sangat penting yang tidak bisa ditinggalkan atau harus diurus saat ini juga ? "tanya Arlan memastikan.
Sebab pria itu merasa heran melihat wajah pamannya yang terlihat sangat tegang seperti itu, Padahal tadi wajah Heru terlihat biasa saja tetapi ketika selesai menerima panggilan telepon tiba-tiba mendadak berubah menjadi cemas.
"Apa kamu tahu di mana tempat tinggal Kamila saat ini, karena nanti Saat Tante kamu datang ke sini kita bakalan langsung jalan ke sana untuk menyusul dia sama Angga?"tanya Heru bukannya menjawab pertanyaan keponakannya barusan.
"Ya tahu sih karena aku baru satu kali ke sana tetapi ingat di mana tempatnya, Memangnya ada apa sih sampai harus menanyakan alamat Kamila segala?"tanya Arlan lagi karena masih belum merasa putus asa sebab Dari tadi belum ada jawaban yang ingin Ia dengarkan.
"Tadi teman sama tante menghubungi Angga tetapi tidak direspon sama sekali takutnya mereka kenapa-napa, Maka dari itu tanpa kamu sekarang saja sudah dalam perjalanan untuk ke sini supaya kita bisa sama-sama pergi ke rumahnya Kamila!"jelas Heru singkat padat tetapi pasti masih bisa dimengerti oleh Arlan.
Arlan yang mendengar apa yang dikatakan oleh pamannya itu mendadak nafasnya langsung terdekat karena jika Angga tidak merespon panggilan orang tuanya itu artinya pasti ada masalah yang terjadi dengan Angga dan juga Kamila, karena tadi mereka berdua Berencana untuk pergi dan otomatis pasti sekarang mereka berdua sedang bersama-sama Hal itu membuat Arlan mendadak langsung cemas sama seperti yang dirasakan oleh Heru saat ini..
"Apa Tante tidak lama lagi Bakalan sampai di sini, Kalau masih lama ya lebih baik kita menyusul saja ? "tanya Arlan yang tiba-tiba lebih antusias dari tadi.
"Kayaknya tidak perlu deh soalnya Tante kamu tadi sudah dalam perjalanan yang penting Intinya kita menunggu saja di depan supaya Kalau dia sampai kita langsung pergi, semoga saja mereka berdua baik-baik saja dan apa yang kita cemaskan tidak benar-benar terjadi Soalnya biar bagaimanapun Angga merupakan orang baru di kota ini!"jelas Heru.
Angga yang baru saja sadar merasa tubuhnya seperti tulang-tulangnya sudah retak semua bahkan mungkin Terasa seperti baru habis dihajar Palu godam, tetapi satu yang menjadi tujuannya saat ini yaitu menemukan keberadaan Kamila di tengah rumah yang layaknya seperti kapal pecah saat itu.
"Mila, Kamila! Kamu ada di mana, kamu baik-baik saja kan?"tanya Angga yang sudah berusaha untuk bangkit walaupun terasa begitu menyakitkan.
pria itu menatap nanar kesepanjang penjuru rumah itu Karena tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di dalamnya, membuat dirinya terlihat begitu frustasi sebab merasa cemas takutnya Aryo melakukan hal nekat dengan membawa kabur Kamila.
__ADS_1
"Kamila, kamu ada di mana Tolong jawab dong jangan hanya diam saja?"tanya Angga tetapi sama saja seperti tadi ya itu tidak ada yang merespon sama sekali apa yang dikatakan oleh pria itu.