KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Episode 99


__ADS_3

Angga yang melihat Kamila sudah fokus pada layar yang ada di hadapan itu lalu mengacak gemas rambut wanita itu perlahan, dan meninggalkannya karena ia yang pengangguran tidak mungkin dong mengganggu orang yang lagi kerja?


Kamila hanya menatap nanar ke arah pintu yang sudah ditutup dari luar itu sebab menurutnya pasti saat ini Angga Tengah memikirkan perkataannya tadi, padahal sebenarnya ini tidak punya maksud apa-apa selain ingin agar pria itu menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap hidupnya dan juga orang-orang yang bakalan bersama dirinya.


"Maafkan Aku kalau tadi sudah mengucapkan kata-kata yang membuat kamu pasti bakalan tersinggung, hanya saja Tolong percaya kalau aku itu ingin kamu menjadi manusia yang benar-benar bisa bertanggung jawab! "Kamila mengatakan hal itu secara perlahan karena di ruangan itu kan hanya dirinya sendiri tidak mungkin harus berteriak agar orang lain mendengarkan suaranya


Angga langsung pergi ke ruangan Papanya karena dirinya ingin bernegosiasi tentang apa yang dikatakan oleh Kamila tadi, sebab tidak mungkin ia hanya berdiam saja karena sepertinya perbuatan Kamila dari itu memang benar dan harus ia lakukan saat ini juga karena kalau tidak sekarang nanti kapan lagi.


Tok tok tok


Angga mengetuk secara perlahan pintu ruangan Papanya karena biarpun orang yang ada di dalam itu merupakan bapak kandungnya tetapi ia harus mempunyai etika, Sebab di sini bukanlah rumah takutnya jangan sampai di dalam ada tamu yang sedang bertemu kan nanti kesannya tidak sopan kalau harus langsung nyelonong masuk begitu saja.


Heru yang sedang kamu mengerutkan keningnya ketika mendengar ketukan pintu dari luar itu, sebab Tadi ia sudah menyuruh kepada sekretarisnya untuk tidak menerima tamu siapapun kecuali Angga dan juga istrinya karena ia sekarang sedang bertemu dengan orang yang penting.


"Jangan sampai orang di luar itu ada keperluan yang penting sekali sampai-sampainya tidak bisa menunggu, yang sudah disuruh masuk saja soalnya saya juga tidak bakalan merasa terganggu!"tawar klien yang sedang bertemu dengan Heru itu.


"Iya masuk!"perintah Heru dari dalam membuat Angga langsung membuka pintu sambil memasang senyuman terbaiknya sebab Ia merasa tidak enak hati karena mengganggu pekerjaan Papanya saat ini.


"Loh ini bukannya anak anda Pak Heru? Ayo nak Silakan duduk di tengah-tengah kami! Supaya sekalian kamu belajar bisnis, karena besok lusa Papa kamu tidak mungkin harus memegang bisnis ini sendirian kan? Kamu yang sebagai seorang ahli waris, harusnya kamu bisa melanjutkan semuanya ini karena dia juga butuh istirahat dan menikmati masa tuanya!"jelas pria itu membuat Angga hanya bisa meringis soalnya mana paham dirinya soal bisnis karena ini merupakan hari pertamanya ia pergi ke kantor Papanya dan bertahan sampai berjam-jam Padahal selama ini kebiasaannya itu hanya nongol terus langsung pulang.


Heru ingin sekali tertawa ketika melihat wajah frustasi milik putranya itu dan dirinya juga sangat menyambut antusias tawaran yang diberikan oleh kliennya saat ini, sebab Angga tidak mungkin langsung menolak perkataan orang yang lebih tua itu secara langsung tepat di hadapannya karena Biar bagaimanapun pemuda itu juga memiliki akal sehat.


"Ya semoga saja dia ada kemauan untuk menjalani semua pekerjaan dan juga bisnis yang sudah capek-capek aku bangun ini, karena anak ini susah sekali diatur jika sudah menyangkut semua pekerjaan yang selama ini aku lakukan!"Heru sengaja membuat harga diri Anda sedikit jatuh ke bawah dan mungkin dengan begitu bisa menjadi motivasi agar pria itu bisa bergerak maju tidak hanya berjalan di tempat saja.


"Aku itu sebenarnya mau belajar bisnis saya belum saja mendapatkan momen yang pas , jadi Terima kasih atas tawarannya karena mulai besok baru saya mulai bekerja di sini jadi untuk saat ini bisakah Biarkan saya rileks sebentar? "Angga tidak ingin dirinya melakukan sebuah pekerjaan itu atas unsur paksaan karena itu sama saja nanti dilakukan setengah-setengah saja tidak ada yang namanya keseriusan di dalamnya.


Heru hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebab menurutnya putranya itu ya memang seperti begitu sikapnya, kalau dia belum ada niat untuk melakukan sebuah pekerjaan Maka jangan harap ya bakalan melakukan apapun meskipun dipaksa ataupun dirayu dengan cara yang bagaimana.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu pindah saja duduk di mejanya Papa karena Papa bakalan melanjutkan meeting ini, harapannya kamu masih menggunakan otak dan juga telinga kamu dengan benar agar besok lusa kamu tahu caranya bekerja dan menemui klien seperti yang sekarang ini Papa lakukan!"Heru tidak mungkin menyerah dong membiarkan putranya itu menjadi orang yang tidak berguna.


"Anda beruntung Tuan, karena memiliki anak yang sebenarnya mempunyai kelebihan di segala aspek kehidupannya! Karena sekarang itu orang mau bekerja sama mereka lihatnya dari bentuk fisik bukan karena apa yang ia punya, Percuma kalau punya uang banyak tetapi fisik tidak menunjang karena awal bertemu pasti di cibir dulu kan baru Setelah itu mereka mulai memberikan hormat!"jelas pria itu dan memang Heru mengakui hal tersebut sebab orang sekarang itu lebih kebanyakan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja.


"Ya anda benar sekali karena terkadang orang-orang yang tidak suka bergaya itu sebenarnya orang-orang yang mempunyai segala-galanya, dan karena mereka terlihat biasa saja makanya orang-orang tidak pernah menganggap kehadiran mereka itu rasa-rasanya mereka itu sudah seperti sampah! "Heru menimpali perkataan pria tersebut Lalu kini keduanya kembali serius membahas kerjasama sedangkan Angga sudah fokus pada benda pipih yang biasa dibawa kemana-mana itu sampai-sampai ultimatum dari Heru tadi agar pria itu sedikit-sedikit bisa fokus dengan pembahasan yang sedang terjadi malah tidak terjadi sama sekali.


Heru sekali-sekali mencuri pandang ke arah Angga yang benar-benar tidak ada niatan untuk menyimak apapun yang mereka bahas, maka dari itu ia merasa Percuma saja Angga ada di tempat itu jika kehadirannya sama sekali tidak membantu meringankan pekerjaan.


"itu anak memang tidak ada gunanya karena bisa-bisanya datang hanya tunjuk tampang doang terus begitu duduk ya bos besar tidak melakukan apapun, terus malah membiarkan aku yang orang tua ini malah berpikir Percuma saja sekolah tinggi-tinggi Kalau akhirnya ilmunya itu tidak bisa dipakai. "omel Heru dalam hati coba saja kalau di ruangan itu hanya ada dirinya dan juga Angga sudah pasti ya bakalan memarahi putranya itu habis-habisan karena sudah membuat dirinya malu di hadapan klien.


"Kamu kalau tidak ada kerja pergi ke pantry terus buatkan minuman untuk Papa dan juga Pak Broto, daripada di sini kamu malah menambah radiasi dalam ruangan papa itu kan jadinya tidak nyaman jadi tolong ya!"perintah Heru yang sengaja membuat Angga ada pekerjaan karena kalau pria itu hanya duduk ongkang kaki seperti itu maka bisa Dibilang papanya bakalan ia jadikan seperti babu yaitu seseorang yang bisa menghasilkan uang kapan saja.


Angga membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya dengan perintah yang diberikan oleh Papahnya barusan, karena bisa-bisanya Heru menyuruh dirinya menyiapkan minuman Padahal jelas-jelas di situ terdapat office boy yang bakalan melaksanakan perintahnya kapan Saja.


"Papa menyuruhku? Wah kalau seperti begini terus pekerjaannya OB sama OG itu apa, tolong dong jangan berbuat seperti begini karena nanti terkesannya mereka itu mau makan gaji buta!"Angga mengatakan hal tersebut dengan semangat menyala menyala bukan karena memang ingin membelokkan sesuatu kata yang terasa begitu Salah melainkan karena dirinya enggan melakukan apa yang diperintahkan oleh Heru kepadanya tadi.


"Biarkan saja dia seperti begitu yang penting intinya dia tidak melakukan kesalahan di luar sana yang menyebabkan kamu malu, jika suatu saat ada seseorang yang mendorong dia buat bekerja Percayalah Tanpa kamu minta atau kamu paksa deh bakalan melakukan pekerjaan seperti yang kamu inginkan! "bujuk Broto karena memang sebagaimanapun cara Heru memaksa Angga untuk menggantikan posisinya di kantor sepertinya tidak akan mungkin jika anak muda itu tidak ada niatan untuk melakukannya.


"Saya itu sengaja mengatakan Ini semua karena anak saya itu ada punya wanita yang ia taksir dalam kantor ini, makanya saya gunakan kesempatan itu siapa tahu dengan begitu dirinya ada niat untuk bekerja?"jelas Heru membuat Broto terkekeh geli.


"Jangan sampai wanita yang ditaksir itu merupakan Nona Kamila Andini, soalnya dia itu sudah menjadi Primadona di manapun setiap klien yang datang ke sini maka dari itu saya yakin pasti wanita yang itu?"tanya Broto memastikan.


"Wah ternyata calon menantu saya benar-benar Primadona ya sampai-sampai Sebelum saya memperkenalkan anda sudah tahu, Sebenarnya dia itu dengan Angga sudah berkenalan sangat lama makanya mungkin karena terbiasa bersama atau merasa nyaman ya akhirnya tidak terpisahkan. "tidak mungkin juga kan Heru harus menceritakan kalau Kamila itu baru pulang dari minggatnya selama beberapa bulan dan Angga pula yang berhasil membuat wanita itu bisa kembali lagi.


Angga yang disuruh untuk membuatkan minuman di pantry memilih untuk minta tolong kepada Kamila, karena dirinya itu tidak pernah bersinggungan dengan yang namanya gula dan juga kopi. Nanti yang ada ia bakalan taruh takaran yang salah, dan alhasil kedua orang tua yang ada dalam ruangan Papanya itu bakalan langsung masuk rumah sakit.


"Halo Nona manis yang kecantikannya aku akui kadarnya sampai 100% tolong aku dong, soalnya pujaan hati kamu ini lagi ada dalam masalah yang sangat penting dan tidak ada jalan keluarnya selain kamu! "Kamila memicingkan matanya karena merasa yakin jika Angga memujinya pasti ada sesuatu hal yang tidak beres yang sedang dibutuhkan oleh pria itu saat ini.

__ADS_1


"Memangnya kamu mau minta tolong apa terus jangan bilang kalau apa yang kamu minta itu sesuatu hal yang aneh, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menurutinya karena nanti enaknya di kamu susahnya di aku tahu tidak?"tanya Kamila memastikan.


Angga menggaruk kepalanya yang tidak gatal soalnya belum juga ya menyampaikan maksud dan tujuannya Kamila sudah mencurigai yang bukan-bukan, Kalau sudah seperti begini bagaimana respon wanita itu ketika mendengar dirinya meminta tolong sesuatu hal yang sebenarnya sangat gampang dan anak kecil pun bisa melakukannya.


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


Kamila jadi bosan sendiri karena sudah 5 menit berlalu Angga belum juga menyampaikan tujuannya datang ke ruangannya saat ini, yang ada pria itu seperti sedang menarik ulur waktu seolah-olah hanya dirinya saja yang punya kesibukan dan orang lain itu tidak ada sama sekali.


"Kamu kalau diam terus seperti begini lebih baik tadi itu tidak usah masuk ke sini sama sekali, Aku ini punya pekerjaan yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan dan juga tidak bisa terpesona dengan kedatangan kamu karena sama saja bakal memakan waktu!"Kamila Sudah diuji kesabarannya tetapi Angga masih saja terus melakukan hal itu yang mau tidak mau ia harus menggunakan cara kasar terserah jika nantinya pria itu bakalan tersinggung.


"Aku itu sebenarnya bisa melakukan semuanya hanya saja sudah terbiasa dengan yang namanya instan ya makanya jadi lupa, terus Tadi Papa bisa bisanya menyuruhku untuk melakukan hal itu makanya karena aku tidak pahami aku datang ke sini bisa bantu. "perkataan Angga itu begitu ambigu membuat Kamila masih saja tetap menunggu kira-kira lanjutannya apa.


"Jadi Bisakah kamu membantuku menyiapkan minuman untuk Papah dan juga kliennya yang sedang rapat di dalam ruangan papa itu, soalnya tidak mungkin dong aku meminta tolong kepada office girl yang ada mereka itu bakalan percaya diri sekali karena di datangi pria setampan aku!"ujar Angga narsis.


"eh percaya diri sih boleh tapi jangan keterlaluan karena nanti jatuhnya lebay, orang itu merasa dirinya paling keren kalau orang lain di luar sana yang memujinya bukan malah diri sendiri seperti yang kamu lakukan!"ejek Kamila.


Wanita itu tidak dengar niatan buat merespon perkataan Angga barusan membuat pria itu masih setia menunggu dengan harap-harap cemas, karena jika sampai Kamila menolak permintaannya otomatis keinginannya berduaan dengan wanita itu rasa-rasanya sangat mustahil.


Kamila sengaja mengerjai Angga karena menurutnya Angga itu kelebihan manjanya masa iya pekerjaannya seperti begitu tidak bisa dilakukan, padahal sebenarnya pria itu sadar kalau Kamila juga mempunyai pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan juga harus membutuhkan yang namanya ketelitian tidak boleh ditinggalkan begitu saja ketika belum selesai semuanya.

__ADS_1


__ADS_2