
Keesokan paginya Kamila sudah bangun pagi-pagi lalu mandi sambil menunggu sarapan yang sudah ia pesan dari kamar hotel itu, karena dirinya sangat penasaran dengan kejutan yang bakal diberikan oleh Ardila dan keluarganya kepadanya nanti di gedung Golden place.
Padahal setahunya tempat itu merupakan salah satu gedung yang biasa dipakai oleh para konglomerat untuk melakukan acara, Biaya sewanya pun tidak murah dan itu merupakan harga yang sangat fantastis.
" aku ini sebenarnya anaknya siapa sih kok bisa-bisanya mereka mengusirku dengan tidak ada kesalahan yang kulakukan, kalau memang aku ini anaknya orang lain setidaknya mereka Tolong sampaikan kepadaku agar aku bisa tahu jati diriku dan juga keluargaku yang sebenarnya!" lirik Kamilah yang memang selama ini merasa begitu janggal dengan Sikap yang ditunjukkan oleh keluarga Nugraha yaitu Bima dan juga Cynthia.
__ADS_1
keduanya selama ini selalu saja membela Ardila meskipun wanita itu yang selalu salah dan mengganggu Kamilah, bahkan setiap mainan yang kamila punya ketika diambil oleh Ardila mereka tidak bakalan memarahi Ardila sebab menurut mereka Ardila yang lebih pantas memilikinya.
" sepertinya aku harus mencari tahu tentang hal ini tetapi otomatis aku harus butuh teman agar bisa membantu memberi saran, tetapi siapa karena selama ini kan aku selalu minta tolong sama Angga?" Kamila benar-benar stres dengan segala yang terjadi tetapi dirinya juga tidak mungkin Hanya berdiam diri di tempat tanpa melakukan apapun.
sedangkan di kediaman Nugraha semua orang sudah pada antusias untuk pergi ke gedung tempat diselenggarakannya akad sekaligus resepsi pernikahan Ardila, Percayalah jika proses taaruf terjadi pasangan wanita dan pria tidak pernah bertemu tetapi mengenal keluarga kalau kali ini berbeda karena hanya Ardila yang bertemu dengan Aryo sedangkan keluarganya tidak sama sekali.
__ADS_1
" anak mama sudah cantik kok malah wajahnya cemberut seperti begitu, mana ada pengantin yang wajahnya seperti begitu Nanti dikiranya ini pernikahan paksaan?" bujuk Sintia membuat Ardilla mendengus kesal'
" ini semua kan gara-gara mama sama papa Coba kalau minta uangnya lebih kepada Kamila pasti kita bakal menginap di hotel mewah itu, dan otomatis para sahabatku kan tidak akan menganggap remeh aku masa iya menuju ke gedung pernikahan saja pakai proses seperti begini?" Ketus Ardila membuat Cynthia menatap penuh rasa bersalah ke arah putrinya itu.
" Maafkan mama sama papa ya karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk kamu dan juga belum bisa menyenangkan hati kamu seperti yang kamu inginkan, tetapi Percayalah kemarin itu tidak ada niat ataupun pemikiran sampai ke arah situ jika sebenarnya lebih bagus kamu menginapnya di sana supaya tidak capek-capek bolak-balik! tapi kan tidak masalah yang penting intinya gedungnya kan tidak pindah dan semua biaya sewanya kan sudah beres, tinggal tunggu waktu mainnya saja kan kamu bakalan sah menjadi istri orang kaya dan dengan begitu kamu bisa sepuasnya menikmati Apapun yang kamu inginkan!" ujar Cynthia dan otomatis Ardila mengangguk antusias.
__ADS_1
" pokoknya mama bakalan heran ketika melihat calon suamiku nanti karena dia itu pria yang berkarisma dan juga sangat mapan, dan aku yakin kamilah pasti bakalan merasa iri karena aku mendapatkan yang lebih terbaik daripada miliknya!" apa yang dikatakan oleh Ardila itu sebenarnya sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang sesungguhnya bahwa sebenarnya calon suaminya itu merupakan pria yang selama ini berhubungan dengan Kamila hanya saja ia tidak mau mengakui hal itu di depan kedua orang tuanya karena Cynthia paling benci jika Ardila berhubungan dengan orang yang selalu berhubungan dengan Kamila.