KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Vena Mengaku..


__ADS_3

Kamila mencoba melihat apakah ada ketakutan ataupun kebohongan di wajah Venna saat ini sebab semua Tengah menunggu kejujuran darinya, meskipun dalam hati kecil Kamila menolak jika Vena sedang mempermainkan dirinya dan meyakini jika wanita paruh baya itu tidak mungkin mengkhianati kepercayaannya.


Venna menatap sendu ke arah Kamila berharap agar wanita itu percaya bahwa dirinya tidak ada niatan untuk menyakiti siapapun dan kapanpun Apalagi itu adalah Kamila, dirinya sangat hafal dengan kondisi serta posisi wanita itu jadi tidak Mungkin ia harus menambahkan masalahnya lagi meskipun anaknya lah yang membuat masalah dalam hidup Kamila sampai-sampai wanita itu memilih untuk menghindar.


Terkadang orang itu lebih mempercayai apa yang mereka lihat sampai-sampai perkataan kita yang mau meyakini mereka dengan cara apapun tidak akan pernah mereka dengarkan, dan di situlah biasanya kesalahpahaman yang terjadi karena orang lain tidak mau mendengarkan pendapat orang lain juga dan lebih memilih mengedepankan egois dan pikiran sendiri.


padahal harusnya sadar manusia itu merupakan makhluk sosial dan juga makhluk yang harus bergantung dengan kehidupan orang lain, sekaya apapun dirinya sebisa apapun serta memiliki kekuatan yang bagaimanapun tetap tidak bisa bergantung pada dirinya sendiri.


Sebagai contoh seorang dokter tidak bisa mengobati luka di matanya dan dirinya harus menyerahkan kepada dokter lain untuk memeriksanya Padahal dia merupakan seorang dokter yang bertugas menyelamatkan pasien, itu artinya apapun titel yang engkau punya gelar yang engkau miliki tetap tidak akan berarti Ketika dirimu hanya tetap merasa paling bisa.


"Kamila Tolong dengarkan apa yang mama katakan dan juga tolong kamu pikirkan baik-baik setelah kamu mendengarkan penjelasan dari mama! setelah itu terserah kamu mau menentukan apa pemikiranmu Mama tidak akan pernah memaksanya dan mama juga bakalan menghormati semua keputusan kamu, tetapi intinya yang harus kamu ingat kalau selama ini Mama tulus menyayangi kamu sebagai anak mama dan juga Mama ingin menggantikan kasih sayang orang tua kamu yang telah hilang yang tidak pernah kamu rasakan! "pinta Vena dengan wajah penuh permohonan berharap agar Kamila paham ketulusan yang ia punya.


Mela tidak berani lagi menggubris perkataan Kamila dan juga Vena nantinya sebab menurutnya wajah Vena kali ini menampilkan raut yang penuh kesedihan mungkin karena tidak ada yang mempercayai kesungguhannya, tetapi dirinya bukannya tega melainkan hanya ingin pembuktian saja kalau memang Vena selalu mengikuti Kamila murni karena menyayangi wanita itu Ya tidak masalah bukan karena alasan mengikutinya hanya karena ingin menjadi mata-matanya Aryo.


"Mama selama ini tidak pernah menyukai ataupun mendukung ketika Aryo batal menikah dengan kamu dan memilih untuk menikah dengan Ardila! Asal kamu tahu saja waktu pernikahan mereka Mama memang tidak mau hadir di sana tetapi Aryo mengancam mama, maka dari itu Mama terpaksa ikut karena biar bagaimanapun anak muda itu tidak punya siapa-siapa lagi selain mama! ketika pernikahan mereka batal dan mama melihat kamu yang begitu terzalimi membuat hati kecil Mama menolak untuk berada di posisi mereka itu, maka dari itu Mama memilih untuk mengikut kamu agar bisa meringankan beban pikiran kamu dan juga bisa menjadi teman curhat untuk kamu karena buktinya ponsel Mama saja di mama buang kan hari itu saat kita pergi agar Aryo tidak bisa melacak?"Kamila menganggukan kepala ketika mendengar pertanyaan dari Vena barusan karena memang benar saat mereka pergi wanita paruh baya itu membuang ponselnya sebab Alasannya karena dirinya tidak ingin dilacak oleh siapapun dan takutnya di dalam ponselnya itu ada GPS yang dipasang tanpa ia ketahui.


"kamu mengatakan semua ini berdasarkan kejujuran atau hanya karena ingin agar kami semua tidak salah paham dengan kamu, Maafkan aku Bukannya ingin meragukan ataupun sok menjadi orang paling benar di dunia hanya saja segala sesuatu kemungkinan harus bisa diminimalisir mulai dari sekarang agar tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti begini? "tanya Mela memastikan.


"Terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Kamila tetapi Percayalah saya tulus kepadanya dan dia sudah saya anggap seperti anak sendiri, saya merupakan seorang ibu dan juga saya pernah merasakan yang namanya melahirkan buah hati ke dunia maka dari itu saya tidak ingin melihat seorang gadis sebaik dia disia-siakan oleh orang!"jelas Vena membuat Kamila memeluk wanita itu erat begitupun dengan Mela yang ikutan bergabung sebab dirinya tidak mau ketinggalan mengenal dan berteman mungkin dengan wanita itu.

__ADS_1


"Ya sudah karena masalahnya sudah clear sekarang kita harus urus penculik itu kamu sudah bawa polisi-polisi kan jadi lebih baik kita langsung menuju ke sana karena aku yakin dia belum pergi dari sini, dan Kalaupun dia sudah pergi kita harus bisa mengejarnya sampai dapat agar pria itu kapok dan tidak mengulang lagi kesalahan yang sama seperti begini! "ajak Angga yang sudah tidak pedulikan dengan segala macam kesakitan yang ia rasakan karena memang dirinya bertekad ingin membuat Aryo kapok dengan segala kebodohan yang ia lakukan tadi.


"Apa kamu yakin dengan kondisi seperti ini bakalan pergi mengejar penculik yang notabene punya anak buah yang badan-badannya sebesar gentong, lebih baik kamu tinggal saja karena nanti kamu bakalan menyusahkan orang lain di sana dan membuat orang jadi tidak fokus?"tanya Mila yang benar-benar tidak ingin Kalau Angga pergi sebab pria itu masih butuh penanganan ekstra dengan kondisinya yang benar-benar sangat seksi dengan wajahnya yang Bonyok itu.


"Aku ini pria merasa sakit itu harus karena biar bagaimanapun itu bisa membuat aku merasakan yang namanya sebuah pengorbanan, Tetapi kalau aku hanya duduk dan menunggu dan melihat orang lain yang bekerja aku hanya terima bersih itu sama saja bohong lebih baik aku pakai gaun!"tolak Angga tegas namun dirinya bisa apa ketika Kamila yang bertindak untuk membujuknya agar tidak kemana-mana dan bersikap nyeleneh.


"Aku tahu kamu pria dan juga semua orang tahu kalau kamu itu pria apalagi dunia lebih tahu lagi kalau kamu itu pria, hanya saja untuk membuktikan kamu seorang laki-laki sejati dengan cara mengorbankan diri sendiri dan membuat orang lain kesusahan nantinya itu sama saja bohong kan? "tanyaan Kamila dengan nada suaranya yang benar-benar tidak ada nada bermainnya sebab menurutnya jika Angga itu tidak dipasang tatapan intimidasi pria itu bakalan tetap saja pegang teguh pada pendiriannya.


"Ya sudah kalau kamu mau maksa aku mah bisa apa lebih baik kita pulang dan kamu temani aku tidur, sebab tubuhku ini benar-benar butuh istirahat dan ingat kamu tidak boleh minggat walau hanya sejengkal saja karena aku bakalan melarang hal itu terjadi! "Angga sudah tidak peduli jika mereka sekarang berada di kantor polisi karena dirinya dengan santai memeluk tubuh kamilah dengan begitu erat seolah takut wanita itu bakalan diambil darinya saat ini juga.


"Ya Tuhan kamu bisa tidak jangan peluk aku di tengah-tengah orang banyak kayak begini Memangnya kamu mau kita terciduk dan langsung dinikahkan saat ini juga, Apa kamu tidak sadar kalau kita lagi di kantor polisi dan segala kemungkinan hal itu bakalan langsung terjadi saat ini juga tanpa ada persiapan sama sekali?"Kamila berusaha menggeser tubuh Angga agar tidak terlalu nekat dan juga melakukan hal yang bakalan mempermalukan mereka juga.


"ayo nak kita jalan agar bisa menciduk pria Kurang ajar itu yang sudah melakukan hal yang tidak tidak, dan untuk Nyonya Saya minta maaf jika nantinya kami bakalan melakukan hal yang tidak pernah dibayangkan jika putra anda itu melawan! "Heru meminta izin atau bisa dibilang ingin menjelaskan apa yang bakalan terjadi nantinya kepada Aryo di hadapan Vena agar wanita itu nantinya tidak bakalan terkejut jika kondisi putranya tidak sesuai dengan yang diharapkan.


"lakukan saja Sesuka kalian tetapi tolong jangan ambil nyawanya karena Biar bagaimanapun nyawanya adalah miliknya tidak bisa diberikan kepada siapa saja, jika bisa serahkan saja kepada pihak berwajib Terserah mau dipenjara sampai berapa lama yang penting intinya agar saat keluar dirinya sudah kapok melakukan hal yang seperti begitu!"Vena merupakan seorang ibu yang sedang berusaha Tegar sebab biar bagaimanapun ketika menyuruh orang lain melakukan hal yang seperti begitu kepada anak kandungnya Percayalah ada nyeri tersendiri di hulu hatinya.


...****************...


Ardila sudah pulang ke rumah beberapa hari yang lalu dengan kondisi yang sebenarnya belum bisa berjalan dengan normal karena harus memerlukan kursi roda ataupun alat bantu seperti kruk untuk berjalan, wanita itu terkadang meringis kesakitan karena orang tuanya seperti tidak mengerti masa iya yang tidak bisa berjalan tetap ditempatkan di kamar lamanya yang berada di lantai atas yang otomatis saat harus ingin memerlukan sesuatu pasti butuh perjuangan untuk sampai ke lantai bawah.

__ADS_1


Belum lagi Chyntia yang seolah tidak peduli dengan kondisinya sebab Mamanya itu pergi pagi pulang malam setelah itu pergi lagi dan tidak pulang-pulang, padahal dirinya harus meminta tolong untuk membantunya ke kamar mandi ataupun membantunya mandi dan juga menyiapkan makanannya Sebab semua itu tidak bisa ia lakukan seorang diri.


Bima, jangan ditanyakan lagi di mana pria itu saat ini sebab sekarang dirinya lebih nyaman tinggal di rumah selingkuhannya yang sudah berhubungan dengannya selama beberapa bulan terakhir sebelum tragedi terjadi.


Bima tidak ingin pulang ke rumah karena setiap kali kembali pasti yang ditanyakan oleh istri dan anaknya itu adalah berapa banyak uang yang ia bawa pulang, sedangkan selingkuhannya itu malah selalu menanyakan ketika dirinya pulang adalah Bima ingin dimasakan apa malam itu.


Meskipun wanita itu bisa dibilang hanya pemilik restoran kecil kemudian pendidikannya juga tidak terlalu tinggi dan juga dandanannya yang biasa saja tetapi sikapnya yang hangat itu membuat Bima merasa nyaman, sebab dirinya sudah kapok berhubungan dengan yang namanya wanita cantik dan juga elegan sebab wanita seperti begitu biaya hidupnya sangat mahal dan juga hobinya melakukan pemborosan dengan hal-hal yang tidak perlu.


"Mas, Aku perhatikan Sudah beberapa hari kamu di sini! Apakah kamu tidak takut kalau nanti istrimu bakalan mencari keberadaan kamu di kantor dan tidak menemukannya, dan dengan begitu pasti dia bakalan menyewa orang untuk mencari tahu keberadaan kamu dan bakalan memergoki kita di sini? "tanya Ayla yang merupakan wanita tidak terlalu cantik tetapi Percayalah kecantikan di dalam hatinya itu yang lebih berharga.


"Memangnya kamu pikir wanita mata duitan seperti begitu bakalan peduli kalau suaminya tidak pulang? Karena Yang ada sekarang itu dia malah sibuk asyik mencari uang dengan para berondongnya itu karena ingin memenuhi gaya hidupnya, jadi mau aku pulang sampai beberapa tahun pun dia tidak akan pernah peduli sebab sekarang aku yakin anaknya yang sakit-sakitan itu juga pasti tidak pernah ia urus!"jelas Bima yang memilih untuk memejamkan matanya memikirkan polemik rumah tangganya saat ini.


Sebab memang Biar bagaimanapun dirinya menghindar dan tidak pernah kembali status dirinya dan Chyntia masih sah sebagai suami istri, Jadi kalau suatu saat wanita itu mengamuk dan melakukan hal yang tidak-tidak yaitu wajar karena status mereka yang masih melekat Abadi itu.


"Aku itu sebenarnya mau membantu untuk merawat anak kamu Tapi kan kamu tahu sendiri kalau anak kamu itu kan judesnya minta ampun, sedangkan aku yang merupakan orang yang tidak suka ribut pastinya bakalan merasa tidak nyaman kalau harus bertemu dengan dia yang sikapnya seperti begitu!"jelas Ayla yang memang merasa tidak enak hati ketika ia menguasai bapaknya sedangkan anaknya dirinya tidak peduli.


"kamu tidak perlu melakukan semua itu karena asal kamu tahu Ardila itu Bukan Anakku karena waktu aku menikah dengan Cynthia wanita itu ternyata sudah hamil, dan semua itu aku baru ketahui setelah 3 bulan pernikahan kami dengan posisi perutnya sudah yang sangat membesar dan setelah dicek ternyata usia kandungannya sudah memasuki 5 bulan sedangkan aku baru menyentuhnya setelah kami menikah!"Bima tidak percaya dirinya harus menemukan kepahitan seperti begitu meskipun ia sudah tahu siapa sebenarnya ayah dari Ardila hanya saja dirinya tidak peduli sebab menurutnya itu merupakan urusannya Ardila dan juga mamanya bukan dengan dirinya yang jelas bukan siapa-siapa.


"Tapi Biar bagaimanapun saat pertama anak itu bisa memanggil Ayahnya di dunia orang pertama yang ia Panggil yaitu kamu karena memang dari lahir dia tahunya kamu itu Ayahnya, dan Kartu Keluarganya pun tidak bisa berbohong kalau kamu adalah Ayah yang terdaftar untuknya dan sah di mata hukum dan juga agama!"jelas Ayla membuat Bima hanya bisa menghela nafasnya kasar.

__ADS_1


"Kamu benar sekali tetapi hanya untuk saat ini aku belum bisa melupakan sakit hati yang sudah mereka berikan kepadaku, nanti kalau mungkin aku sudah melupakan itu secara perlahan Mungkin aku bakalan bisa melupakan dan juga bisa memaafkan mereka kembali!"Bima tahu konsekuensi jika memaafkan istrinya maka dirinya bakalan kehilangan wanita sebaik Ayla.


__ADS_2