KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Murka


__ADS_3

mendengar nada sinis Dari mamanya yang tidak bisa terlihat wajahnya tetapi suaranya begitu terdengar dekat dan sangat nyaring membuat Angga mau tidak mau menjauhkan ponsel dari telinganya, Bagaimana tidak menjauhkannya orang benda persegi itu rasa-rasanya terasa begitu nyata di dekat telinganya bahkan bisa dibilang Mamanya itu seakan berjarak hanya satu senti sehingga suaranya begitu terdengar jelas.


"Astaga Mama setidaknya anak baru telepon sekali tanya kabarnya dulu atau mungkin basa-basi yang lebih membuat aku semangat Eh ini malah langsung marah, aku ini anaknya Mama atau anak titipan tetangga atau anak titipan surga atau bagaimana sih sampai-sampai rasa-rasanya Tidak Dianggap sedikit pun? "tanya Angga membuat segala sesuatu menjadi dramatis mungkin karena jika tidak maka bisa dipastikan wanita di seberang itu bakalan nyerocos terus tanpa henti.


Mela mendengus kesal ketika mendengar nada protes dari putranya di seberang sebab menurutnya itu apa yang dilakukan Angga hanya untuk membela dirinya saja, padahal sebenarnya putranya itu salah besar makanya harus dibilang karena jika didiamkan maka otomatis kesalahan yang sebesar apapun itu tidak bakalan disadari karena menurutnya orang di sekitarnya saja biasa saja tidak ada yang terlalu merespon berlebihan.


"ya Siapa suruh kamu jadi anak tidak pernah menghargai keberadaan orang tua sampai-sampai menghilang berbulan-bulan tidak ada kabarnya sama sekali, Kamu kan tahu kalau tanggung jawab kamu itu mengurus perusahaan bukan malah keluyuran tidak jelas sudah begitu tanpa pamit membuat orang tua panik saja?"tanya Mela dari seberang karena memang merasa gemas dengan sikap putranya itu yang lari dari tanggung jawab bahkan bisa dibilang tidak peduli dengan tanggung jawab yang sedang dirinya pikul saat ini.


"aku itu bukannya menghilang Mama, aku itu hanya sedang pergi menikmati liburan dan juga menikmati masa muda yang sempat terbuang selama ini karena langsung mengurus pekerjaan. Jadi tolong Mama jangan memikirkan hal yang aneh-aneh rasa-rasanya aku itu seperti anak yang tidak tahu berbakti kepada orang tua sedikitpun, sebab sudah membuat orang tua itu merasa cemas dan juga merasa bau tidak punya anak sehingga kerjanya sendirian saja tidak ada yang membantu?"Mela bukannya terharu dengan perkataan putranya itu melainkan wanita itu ingin sekali menghajar kepalanya jika berada di dekatnya sebab sudah terlalu membantah dan juga membangkang setiap apa yang dikatakannya bahkan bisa dibilang Angga itu jarang menjadi anak penurut mungkin karena merasa diri sudah dewasa.


"Terserah kamu mau buat apa di sana mau melakukan apa saja yang penting Intinya cuma satu jangan sampai kamu tergoda oleh wanita-wanita kurang ajar, karena Biar bagaimanapun Mama itu mau menantu mama ya itu Kamila bukan orang lain dan kalau sampai hal itu terjadi Mama bakalan meminta Tuhan untuk menghapus dosa kamu yang begitu berat selama ini!"ujar Mela dengan semangat 45.


"Ih mama sok-sokan mau meminta Tuhan untuk menghapus dosaku lebih baik pikirkan saja dosa Mama lebih dahulu yang hobinya marah-marah sama suami dan anak sendiri, nanti kalau Tuhan sudah menghapusnya barulah Mama memohon untuk dosa-dosa kami soalnya kalau Sekalian jalan kan pasti berat sekali dan juga lama bakalan dikabulkan? "ledek Angga tidak peduli dengan respon mamanya karena menurutnya kan mereka jauh otomatis jika Mamanya mau marah-marah pasti hanya lewat via telepon saja.


"kamu itu memang anak yang tidak tahu diri ya dibilangin sama orang tua tidak pernah mau dengar, kamu dengarkan tadi mama itu bilang soal kamu dan Kamila yang Mama ingin menjadi menantu di keluarga kita jadi otomatis Kamu harus dengar dong apa yang Mama inginkan?"tanya Mela ya masih fokus pada satu pertanyaannya Yang sepertinya sengaja dihindari oleh Angga Padahal selama ini putranya itu paling bersemangat jika membahas soal Kamila.

__ADS_1


mendengar mamanya yang masih saja tetap menanyakan soal Kamila membuat Angga tidak tahu harus menjawab apa lagi, padahal sebenarnya ingin sekali dirinya cari aman tidak membahas soal Gadis itu sebab itu sama saja bakal membuat luka yang sengaja ingin Ia Tutup kembali menganga.


"mama, bisa kan tidak usah membahas soal dia lagi soalnya aku di sini itu ingin mengurus keperluanku bukan untuk mengurus hal lain? tapi kalau mama masih tetap membahas dia Aku bingung responnya seperti apa, Selama ini Mama tahu sendiri kan hubungan kami seperti apa dan juga sebatas apa? Jadi kalau mama mau minta secara berlebihan seperti begitu Aku bingung harus menjawab apa daripada aku menjanjikan sesuatu yang tidak ada kepastian, Lebih baik aku tidak usah menjawab sama sekali kan agar tidak ada yang mengharapkan dan juga tidak ada hati yang tersakiti! "jelas Angga yang terdengar nada lirih di dalamnya membuat Mela yang dari tadi sangat bersemangat bercerita tentang Kamila langsung mengurungkan niatnya itu.


namun satu yang dirinya tangkap yaitu putranya itu seperti sedang berselisih pendapat dengan Kamila sampai-sampai ketika menyebut nama Gadis itu anaknya tidak merespon sama sekali, Padahal selama ini mereka berdua itu selalu saja akur Walaupun memang ada perdebatan kecil di mana-mana tetapi selalu bisa mereka selesaikan hanya saja ketika sekarang melihat Angga yang terpaksa pergi tanpa pamit pasti Hal itu merupakan masalah yang sangat luar biasa.


"kalian lagi punya masalah sekarang terus masalah kalian itu memangnya besar sekali sampai-sampai tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik, Kenapa pula kamu harus pergi tanpa pamit seperti itu apa kamu tega membiarkan dia panik mencari kamu dengan tidak ada kejelasan sama sekali? Angga, masalah Sebesar apapun di dunia ini jika dibicarakan dengan kepala dingin dan juga sabar Pasti bakalan selesai!"Mela memang tidak ingin menjadi orang tua yang selalu saja memaksakan kehendak kepada anaknya tetapi jika tidak diarahkan ke jalan yang lebih benar otomatis anak itu bakalan merasa bahwa dia paling benar segala macam tindakan yang ia ambil itu merupakan hal yang paling tepat saat ini.


"kami berdua masalahnya ya seperti biasa itu yaitu apa yang aku katakan Dia tidak pernah mau mendengarkan terus nasihat yang aku berikan sepenuh hati tidak pernah ia hiraukan, Aku mau maju terus memaksakan bahwa Rasaku Untuk dia itu tulus tapi sepertinya susah karena Hatinya sudah terpaut dengan nama yang lain Jadi untuk posisi Namaku itu mungkin ada di hatinya tetapi di tempat yang paling jauh dan juga hanya sedikit saja! "lirih Angga meskipun terdengar nada kecewa tetapi ketika membicarakan Kamila anaknya itu serasa-rasa seperti seseorang yang putus asa tetapi masih ingin berjuang.


"mama, aku mohon Biarkan kami seperti begini dulu kalau memang kedepannya ada perubahan atau tidak ada nanti biarkan juga kami yang bakalan memilih jalannya! kalau memang takdir kami hanya sebagai sebatas teman ya Aku juga bakalan mengikuti alurnya tidak akan menentang prosesnya, hanya saja kalau memang kami ditakdirkan lebih dari itu aku pun tidak bisa melawan takdir karena segala sesuatu sudah ada yang mengatur! "jelas Angga tetapi bukan berarti rasanya untuk Kamila itu akan Pupus melainkan bertambah kuat karena baginya wanita itu merupakan harapannya di awal dan akhir dan sampai selamanya.


"Ya sudah terserah kamu saja hanya saja Mama sarankan mengambil langkah untuk menjauh itu jangan terlalu kelamaan sebelum dia diambil orang, karena asal kamu tahu orang itu selalu mencari jodoh yang pasti di depan matanya bukan yang menghilang tanpa kepastian karena itu sama saja tidak ada keseriusan di dalamnya! "Sindir Mela karena jika tidak mengatakan hal itu otomatis putarannya tidak akan paham.


"Aku yakin dia sekarang Pasti sudah bahagia dan tidak mengingatkanku sama sekali bahkan bisa dibilang mungkin Namaku sudah terhapus jelas dalam ingatannya, tetapi Mama tenang saja aku bakalan selalu memantau dia dan menjaga dia meski tak terlihat karena Biar bagaimanapun Dia adalah wanita satu-satunya yang membuatku merasa ada hal yang lain dalam hidupku! "Angga memang selalu jujur ketika berbicara dengan mamanya karena menurutnya satu-satunya tempat curhatan hati yang paling bagus itu hanya kepada ibunya karena wanita tersebut sudah melahirkannya ke dunia otomatis pasti memahami segala macam peristiwa dan juga apa yang ia alami dalam hidup.

__ADS_1


"kamu mau mama mencari tahu tentang Kamila sekarang Dan juga bagaimana hidupnya agar kamu tidak menerka-nerka sembarang, soalnya Kamu itu aneh katanya Kamila sudah mempunyai orang lain Tetapi kalau misalnya dia masih melajang sampai saat ini nanti yang ruginya siapa ya Kamu juga kan? "tawar Mela karena memang dirinya juga penasaran dengan keberadaan Kamila yang selama beberapa minggu ini tidak dilihatnya sama sekali.


mendengar tawaran dari sang Mama membuat Angga hanya bisa menghela nafasnya kasar ternyata memang dirinya masih saja bergantung dengan orang tuanya soal yang masalah hati, hanya saja jika berdiam diri seperti begini otomatis dirinya tidak bakalan tahu bagaimana keadaan kami lah sekarang ataupun dengan siapa dia berhubungan mungkinkah Dia sudah menikah dengan Aryo atau belum?


"Ya sudah kalau mama mau maksa aku izinkan untuk mencari tahu tentang Kamila Tapi tolong jangan sampai dia curiga, dan jika suatu saat dia bertanya tentang keberadaanku tolong mama bilang kalau aku lagi ada urusan kantor di pedalaman jadi tidak ada sinyal dan susah dihubungi! "Pinta Angga membuat Mela mengerutkan keningnya.


"Eh kamu anak durhaka loh sampai-sampai menyuruh orang tua untuk berbohong, padahal kan tinggal bilang saja kalau kamu lagi minggat soalnya tidak ingin bertemu dengan dia supaya dia bisa mencari kamu? "tanya Mela yang tidak habis pikir dengan jalan isi otak putranya itu sampai-sampai memilih jalan pintas tidak mau mencari jalan aman.


"Astaga mama bisa tidak jangan memberikan pertanyaan yang ribet ini soalnya otak anakmu ini sedang tidak bisa diajak buat kompromi apalagi untuk berpikir, kalau mau lihat mau membantuku ya tinggal bantu saya jangan kasih pertanyaan yang aneh-aneh lagi yang ada itu bukan aku merasa terbantu tapi yang ada malah terbebani! "Angga terpaksa memasang nada ketusnya karena tidak seperti begitu otomatis sang Mama bakalan terus meneror dirinya dengan kata-kata yang membuat otaknya bakalan tidak bisa dipakai lagi selama sehari semalam sebab segala isi di dalamnya itu hanya tentang doktrin dari mama.


"Idih kamu ini memang bukan laki-laki sejati masa hanya masalah sepele begitu saja kamu rasa-rasanya tidak mampu untuk mengatasinya, padahal mama itu pikirin ya tidak ribet loh kalau kamu jujur kepada dia dari awal tentang apa yang kamu rasakan! "Mela heran dengan sikap putranya itu yang selalu saja memilih untuk memendam perasaannya sendiri padahal ada waktu untuk mengatakan kepada kamila.


"Aku ingin kami berdua seperti begini saja karena jika aku sudah mengatakan masalah soal hati takutnya dia bakalan menjauh dan tidak akan dekat denganku lagi, Lebih baik tetap menjadi sahabat tetapi hubungan kami tetap akrab dan aku dijadikan sandaran untuk dia daripada mempunyai perasaan yang lebih tetapi dianya malah memilih orang lain pasti bakalan ada kecanggungan diantara kami berdua."kali ini Mela setuju dengan pendapat dari putranya itu karena memang tidak mungkin seorang pria dan wanita bersahabat tanpa melibatkan perasaan karena itu merupakan suatu hal yang sangat mustahil.


"Ya sudah cari amannya kamu saja deh mama juga tidak bakalan memaksakan tetapi lain kali usahakan jangan melupakan Mama sampai berbulan-bulan ya, karena waktu kamu dilahirkan ke dunia ini Mama selalu memprioritaskan Kamu setiap menit dan detik jadi sekarang giliran kamu harus memprioritaskan Mama di manapun dan kapanpun jangan sampai melupakan seperti yang kamu lakukan beberapa bulan terakhir! "tegas Mela soalnya selama beberapa bulan ini wanita paruh baya itu rasa-rasanya ingin sekali terbang ke bulan untuk melihat sebenarnya putranya itu ada di mana sampai-sampai tidak bisa memberikan kabar kepadanya padahal sekarang itu zamannya canggih ponsel bisa dipakai di mana-mana tetapi tetap saja nihil.

__ADS_1


"ya kalau misalnya saat aku pergi pamit ke mama otomatis tidak bakalan diijinkan karena itu namanya bukan minggat tetapi pamitan secara baik, Memangnya Mama pernah dengar Orang Kalau minggat itu pamit kepada orang-orang rumah pasti tidak pernah kan soalnya sama saja bohong lebih baik tidak usah minggat sama sekali? "setelah mengatakan hal itu ternyata sang Mama dari seberang langsung mematikan ponselnya karena anaknya itu susah sekali untuk dibilang.


__ADS_2