KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Aryo nekat


__ADS_3

Aryo bahkan sudah tidak peduli lagi dengan pekerjaannya di kantor nya sebab menurutnya kalau sampai dirinya sudah bisa menemukan Kamila keuangannya bakalan kembali stabil, Jadi untuk apa bekerja lagi kalau nanti masa depannya bakalan terjamin dengan kehadiran wanita itu.


Bukankah zaman sekarang itu pria menggantungkan hidup terhadap penghasilan istri merupakan hal yang lumrah, Karena tidak selamanya yang harus mencari nafkah dalam keluarga itu merupakan seorang suami mungkin itulah yang sedang dipikirkan oleh Aryo saat ini.


otomatis dirinya harus berusaha menemukan Kamila di manapun wanita itu berada karena dengan begitu kehidupannya bakalan lebih bagus lagi, Persetan nanti Bagaimana reaksi wanita itu karena menurutnya Kamila itu orangnya tidak tegaan pasti kalau marah sedikit saja.


"Pokoknya aku harus bisa menemukan dia bagaimanapun caranya karena hanya dia yang bakalan bisa membuatku tidak perlu memikirkan soal keuangan lagi, nanti kalau Dianya marah ya tinggal aku bujuk saja pasti bakalan kembali luluh Seperti Dulu saat aku melakukan kesalahan yang sama!"gumam Aryo yang terlihat sudah mulai membereskan semua pakaian yang ia punya untuk pergi jauh sebab dirinya yakin kalau Kamila pasti tidak berada di kota tersebut karena kalau memang masih di situ otomatis Kamila pasti masuk di dalam Kantornya yang lama tetapi selama ia tunggui Berapa hari wanita itu tidak pernah menampakan batang hidungnya.


maka Aryo mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya Vena juga pasti mengikuti wanita itu sebab Mamanya itu tidak pernah pergi meninggalkan dirinya selama berhari-hari sampai berbulan-bulan seperti begini, jika orang yang pergi bersamanya itu bisa membuatnya nyaman pasti wanita paruh baya itu bakalan betah dan orang yang membuatnya nyaman itu hanyalah Kamila seorang.


Berkali-kali dicobanya menelpon nomor ponsel Kamila dan juga ponsel sang mama tetapi tidak direspon sama sekali, maka dari itu dirinya pun mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya kedua Wanita itu pergi bersama-sama untuk bersembunyi dari semuanya..


"aku bakalan menjadikan Mama sebagai tameng agar Kamila mau menerimaku kembali, dan aku yakin juga kalau mama pasti bakalan berusaha membujuk agar wanita itu mau menjadi istriku!"Aryo penuh percaya diri ketika mengingat kedekatan Vena sang mama dan juga Kamila dulu waktu dirinya sering membawa pulang wanita itu ke rumahnya.


Aryo hari itu memilih untuk mengunjungi salah satu kota terdekat di situ sebab menurutnya Kamila berencana minggat secara tiba-tiba otomatis kota tujuannya juga bakalan tidak terlalu jauh, maka dari itu dirinya pergi menuju ke sana sambil meminta tolong kepada teman-temannya yang lain untuk mencari tahu setiap penerbangan dan juga kereta api serta bus-bus antar kota yang terdapat nama Kamila Andini dan Vena Anastasia di dalamnya.


Harapannya agar bisa bertemu dengan kedua orang itu supaya pengeluaran juga tidak tambah membengkak sebab mengingat apapun yang dilakukan sesuatu di muka bumi ini harus memerlukan uang, maka dari itu dirinya harus bisa menemukan Kamila bagaimanapun caranya karena dengan begitu membengkak lagi.


Sedangkan Kamila yang kini sudah jamnya makan siang tetapi masih sibuk bercengkrama dengan Bayu sampai-sampai melupakan waktu yang ditetapkan oleh Arlan, membuat pria itu menatap cemas ke arah luar takutnya Kamila melupakan janji mereka dan memilih untuk makan siang bersama dengan pria gemulai itu.


Sebab biarpun Bayu itu terkesannya seperti seseorang tidak normal tetapi bagian tubuhnya lain itu merupakan lawan jenis bagi Kamila, yang ditakutkan oleh Arlan Siapa tahu saat dekat dengan Kamila pria itu tiba-tiba kembali menjadi seorang pria tulen dan juga macho otomatis posisinya bakalan tergeser.

__ADS_1


padahal dirinya sekarang sedang ketar-ketir takutnya Angga bakalan datang secara tiba-tiba dan merebut Kamila dari genggamannya, maka dari itu dirinya harus bisa secepatnya menghalalkan wanita itu agar tidak ada yang berani mengganggu gugat posisinya dan juga tidak ada yang berani mengambil Kamila.


"kalau dia seperti begini terus jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu dengan caraku, Soalnya kalau aku hanya diam begini otomatis Aku yakin dia bakalan diambil alih oleh orang-orang lain di luaran sana yang sangat tertarik kepadanya!"gumam Arlan frustasi dan memilih untuk mencari Kamila di luar karena jika dirinya menunggu di dalam ruangannya otomatis hanya oksigen saja yang masuk sedangkan seekor lalat pun tidak akan berani ke situ.


"aku itu senang banget loh akhirnya di kantor ini punya teman buat ngobrol yang cocok soalnya semua orang di sini itu mulutnya pada tukang julid dan juga ngegibah, terus mereka juga sering menghina aku karena mengira bahwa aku itu sebenarnya seorang pria bengkok yang sukanya sama pintu belakang bukan pintu depan!"ujar Bayu membuat Kamila ingin sekali tertawa sebab menurutnya dirinya pun memikirkan hal yang sama dengan orang-orang yang ada di kantor itu melihat cara jalannya Bayu cara pria itu bertutur kata dan juga hempasan tangan yang anti badai itu.


"Sebenarnya semua orang itu tidak akan berbicara jika mereka tidak mempunyai bukti, dan aku sebagai teman kamu otomatis Hanya mengingatkan saja agar mungkin mulai dari sekarang kamu merubah sesuatu yang membuat orang lain itu curiga!"Jelas Kamila karena memang kebiasaannya dari dulu paling tidak suka merahasiakan sesuatu yang akhirnya jika suatu saat terbongkar orang tersebut bakalan sakit hati karena merasa dibohongi selama ini.


"Ih kamu itu kok mulutnya jujur banget sih setidaknya berbohong sedikit lah Masa orang lain sudah pada jujur kamunya juga ikutan jujur, Apa kamu tidak kasihan kalau aku sampai bersedih karena punya teman tapi malah ikutin ngegibah begituan tentangku?"tanya Bayu sambil memasang wajah cemberut.


"kamu tuh ngegemesin deh kalau memasang tatapan cemberut seperti begitu, sudah Ih jangan seperti begitu lagi Nanti orang pikirnya aku sudah melakukan hal yang tidak-tidak kepada kamu!"ledek Kamila membuat Bayu tersipu malu.


"kamu jangan menjunjung tinggi aku seperti begitu dong nanti bakalan aku lupakan nih pacarku di rumah sama yang sedang menungguku, habisnya dibandingkan dia dengan kamu kayaknya kamu lebih kece badai membahana menggoda Iman hati dan pikiran!"ujar Bayu membuat Kamila tidak berhenti tertawa ketika bersama pria itu sebab menurutnya seseorang yang tidak ada kebohongan dan juga perbuatannya yang tidak dibuat-buat itu yang menurutnya lebih nyaman karena tidak ada Kepalsuan di dalamnya.


"aku sudah tidak jam kerja lagi kok soalnya sekarang sudah jam makan siang jadi kalau kamu mau ya sudah kita sekalian saja ke kantin, dan di sana juga pasti ada Sarah soalnya dia itu juga kan tukang makan tetapi tidak tahu gemuk-gemuk entah makanan yang dia makan itu larinya ke bagian mana! "ajak Bayu antusias membuat Kamila pun menganggukan kepala pertanda setuju sampai-sampai wanita itu Lagi Dan Lagi melupakan janjinya dengan Arlan.


Arlan yang sudah hendak masuk ke dalam dikejutkan oleh kedatangan penjaga kantin yang membawa makanan ke dalam ruangan pria itu seperti pesannya tadi pagi, dan ketika melihat Arlan yang hendak masuk ke dalam lift membuat wanita itu merasa heran apakah untuk melanjutkan barang-barang yang tengah ia dorong itu atau memilih untuk mengurungkan niatnya itu dan bertanya dulu kepastiannya kepada Arlan.


"Permisi Pak, ini makanannya bawa saja ke dalam ruangan anda atau bagaimana ya? Soalnya takutnya nanti kalau Anda pergi terlalu lama dan makanan ini menjadi dingin, Tetapi kalau ada Ibu Kamila di dalam sana Ya tidak masalah saya bakalan tetap mengantarkannya saja?"tanya wanita itu memastikan karena biar bagaimanapun tidak mungkin dong menaruh makanan di dalam ruangan yang kosong.


Arlan menghela nafasnya kasar karena memang benar apa dikatakan oleh wanita itu jika dirinya keluar terlalu lama sedangkan Kamila tidak ada di sana otomatis makanan itu bakalan terasa dingin dan tidak enak lagi untuk dimakan, maka dari itu dirinya memilih untuk menyuruh wanita itu membawa kembali makanan tersebut dan menyajikan saja kepada para pelanggan yang hendak membelinya agar dirinya tidak perlu repot-repot sebab semua yang ada di situ belum disentuhnya sama sekali.

__ADS_1


"kamu bawa saja makanan itu kembali ke kantin dan berikan saja kepada pelanggan yang lain soalnya saya tidak sempat makan ini hari, dan kalau kamu ketemu Kamila suruh saja dia ke ruangan saya dan katakan kalau saya sedang menunggu dia di sana!"perintah Arlan Tetapi malah membuat wanita itu tanpa merasakan pusing.


"kalau misalnya Anda mau menunggu Ibu Kamila di dalam ruangan kenapa Makanan ini tidak saya taruh di sana saja, biar tidak bolak-balik dan juga jam makan siang bakalan terasa begitu molor karena harus menyiapkan semua ini kembali lagi?"tanya wanita itu memastikan dan sekaligus memberikan saran yang terbaik.


"Jadi ceritanya kamu mau komentar dengan perintah yang saya kasih? menurut kamu di sini kata-kata yang harus didengarkan itu antara kamu atau saya jadi kamu selalu membantah apa yang saya katakan dan tidak pernah langsung kerjakan, lebih baik kamu kembali sebelum saya tambah emosi dan bakalan mengatakan hal-hal yang tidak enak nantinya!"perintah Arlan yang benar-benar tersulit emosinya karena dirinya sedang kesal dengan Kamila malah ada orang lain yang mengajak dirinya ngobrol unfaedah seperti itu.


"Maafkan saya pak tadi itu hanya memberikan! Kalau begitu saya permisi nanti kalau saya ketemu ibu Kamila saya bakalan ngomong ke dia, sekali lagi maafkan atas kelancaran saya tadi tetapi benar-benar tidak ada maksud dan tujuan untuk membuat anda tidak nyaman!" ujar wanita itu tidak enak hati lalu memilih untuk undur diri segera mungkin sebelum Arlan kembali memarahi dirinya.


"Kamila, Kamila! Kok bisa-bisanya kamu melupakan janji kita yang tadi sudah diucapkan sama-sama, padahal katanya bakalan menemaniku makan siang tetapi ini sudah hampir mau habis waktunya kamunya belum muncul sama sekali?"tanya Arlan dalam hati yang benar-benar antara kesal dan juga kecewa bercampur aduk menjadi satu dan akhirnya memilih untuk pergi mencari wanita itu.


Kamila dan Bayu kini sudah berada di kantin dan kebetulan sudah ada Sarah di situ, mereka pun memilih untuk duduk bersama-sama dalam satu meja sedangkan Sarah menatap sinis ke arah Bayu yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Eh yang harusnya bersikap manis kepada Kamila itu adalah pria tulen bukan seperti kamu yang kemayu, jadi jangan mempermalukan generasi kamu yang penerusnya soalnya nanti jatuhnya itu berlebihan tahu tidak?"tanya Sarah sinis tetapi tidak dipedulikan sama sekali oleh Bayu karena menurutnya jika Kamila merasa nyaman Kenapa harus mendengarkan perkataan orang lain.


"Iri bilang Bos! Kalau mau seperti begini Ya sudah kamu pergi dekat pintu Pak Danu bagian divisi pemasaran, soalnya Sepertinya kalian berdua itu cocok yang satu sudah matang karena kelebihan umur Terus yang satu kelebihan cerewet jadi perpaduan yang pas!"sinis Bayu tidak mau kalah.


"Aku itu kalau mau pilih jodoh lihat yang baik bukan karena harus mengejar target takut tua, jadi kamu jangan mengajariku untuk mencari calon suami Karena tanpa kamu suruh pun aku juga tahu kok kapan harus menikah dan juga kapan harus bebas!"sahut Sarah tidak mau kalah membuat Kamila menatap jengah ke arah kedua manusia itu sebab perasaan tadi mereka datang ke situ tujuannya untuk makan bukan malah berdebat yang unfaedah.


"kalian itu kalau datang ke sini tujuannya untuk bertengkar lebih baik pergi di ring tinju sekalian supaya bisa menentukan siapa pemenangnya, yang cewek tidak mau kalah terus yang cowok juga lebih parah lagi kalau kayak begini terus memangnya siapa yang mau didengar dan Siapa juga yang mau diam?" kedua manusia itu yang tadinya menggebu-gebu semangatnya langsung terdiam ketika mendengar kata-kata dari Kamila.


"Ya sudah Maafkan aku soalnya tadi ini manusia yang ngajak ribut duluan ya sudah aku ladeni saja Coba kalau mulutnya diam pasti aku juga bakalan diam, habisnya Siapa suruh jadi cewekku Cerewet banget Memangnya dia pikir aku bakalan diam kalau dia julid terus seperti begitu?"Kamila benar-benar merasa gemas dengan mulut remesnya Bayu yang memang tidak bisa diam sama sekali.

__ADS_1


"Ya Siapa suruh kamu malah tebar pesona di hadapanku Membuat mataku lama-lama terkena bintitan, jadi lebih baik kamu diam-diam saja dan jangan malah menyalahkan orang lain dengan kesalahan yang kamu lakukan!"demi Dewa Neptunus bolehkah Kamila menghajar kedua manusia itu akan mereka berhenti berbicara.


"Sumpah demi apapun aku itu menyesal loh ikutan nimbrung makan bareng kalian, yang ada perutku bukan kenyang karena makanan tetapi kenyang karena kata-kata kalian yang tidak berhenti dari tadi!"Ketus Kamila yang ingin sekali pergi tetapi ternyata Arlan sudah muncul di situ.


__ADS_2