KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Kamila Emosi


__ADS_3

Kamila yang sudah ditempatkan di salah satu kamar asing rasa heran dengan keadaan sekitarnya atau mungkin juga karena dirinya baru pindah di kota itu makanya Tempat ini terasa masih begitu tidak terlalu familiar baginya, namun dirinya tetap berusaha untuk lolos dari tempat itu karena tidak ingin berduaan apalagi selalu bersama dengan pria yang sudah mencampakkannya dulu.


Kalau saja dulu Aryo tidak melakukan kesalahan pada hari pernikahan mereka tentu saja saat ini Kamila sangat berbahagia jika bisa bersama dan menghabiskan waktu dengan pria itu, tetapi sekarang sudah lain cerita karena cerita tentang mereka berdua sudah usai dulu tidak ada yang namanya kelanjutan lagi dalam hidup kami lah dan dirinya juga tidak akan pernah jatuh ke lubang yang sama dengan pria yang sama pula.


Terserah mau maksud dan tujuan Aryo itu baik ataupun tidak merupakan hak pria itu tetapi dirinya tidak akan pernah mau ditipu untuk kesekian kalinya,maka dari itu ia masih berusaha agar bisa lolos dari jeratan Aryo yang sangat pemaksaan itu.


"Demi Tuhan yang kekal Aku tidak akan pernah membiarkan pria aneh itu melakukan hal yang tidak tidak kepadaku, kenapa dulu dia membiarkan aku begitu saja setelah mengenal Ardila dan kini setelah aku sudah terlanjur sakit hati dia meminta kembali? "gumam Kamila dan masih berusaha melihat sekitarnya kira-kira ada tempat tidurnya kabur tetapi sepertinya Aryo sudah memperhitungkan semuanya dengan sebaik mungkin karena tempat yang sekarang dirinya berada itu semua jendelanya dipasang teralis sampai-sampai dengan lubang pembuangan udara.


Kamila benar-benar tersulut emosinya ketika melihat Apa yang dilakukan oleh Aryo kepadanya sampai-sampai pria itu dengan Teganya mengunci dirinya di dalam sebuah kamar asing, padahal dari awal ia sudah menolak mentah-mentah ajakan pria itu untuk kembali sebab menurutnya sampah yang sudah dibuang tidak mungkin bakalan ia pungut dan ia pakai kembali.

__ADS_1


Aryo masih merasa kesal kepada mamanya yang terlihat sangat tidak mendukung apa yang ia lakukan saat ini, sebab menurut Aryo jika Vena membantu dirinya membujuk Kamila untuk kembali maka otomatis wanita itu juga bakalan senang karena bisa selalu berduaan dengan Kamila sebagai menantunya.


"Mama itu kenapa sih tidak bisa mendukung kemauan anak sendiri, padahal Apa susahnya Apa yang kulakukan itu sedikitnya Mama menghargai agar dengan begitu aku juga bisa merasa senang? "tanya Aryo yang saat itu Tengah duduk di ruang keluarga dalam villa itu berusaha menenangkan sang Mama yang dari tadi memarahi dirinya akibat tidak melepaskan Kamila dan juga wanita paruh baya itu.


"kamu itu memang anak durhaka dari dulu sampai sekarang tidak pernah mau menghargai apa yang mama katakan dan juga tidak pernah mau melaksanakan apa yang Mama inginkan, susahnya Itu di mana sampai-sampai Kamu terlihat bersikeras dengan pendirian kamu yang tidak jelas itu dan membuat orang lain yang kesusahan? "tanya Vina yang benar-benar tidak paham dengan apa yang terjadi saat ini.


Aryo mendengus kesal sepertinya batas kesabarannya sudah habis sebab dari tadi saat baru bertemu dengan sang Mama di rumahnya Kamila kemudian di dalam perjalanan wanita itu masih saja tetap berdebat dengannya, dirinya pun mencengkeram kuat tangan mamanya dan menatap kuat ke arahnya seolah ingin mengatakan suatu hal yang tidak boleh dibantah.


"Kamu semenjak mengenal uang dan tahu apa namanya kehidupan sosialitas serta dunia malam sifat kamu mulai berubah nak! padahal dahulu kamu tidak seperti begini dan setiap Apa yang mama katakan pasti kamu bakalan menyetujuinya, apa Karena ini merupakan garis keturunan yaitu mempunyai keluarga anak laki-laki yang selalu membangkang seperti ayah kamu itu yang tidak punya belas kasihan kepada orang lain termasuk anak kandungnya sendiri yaitu Kamu? "lirih Vena dalam hati.

__ADS_1


Aryo memilih untuk mengecek keadaan kami lah Apakah wanita itu sudah sadar atau belum Soalnya dirinya juga sempat merasa cemas takutnya pukulan di pipinya kami rata di sangat keras sampai-sampai membuat wanita itu gegar otak, maka dari itu dirinya harus memastikan Apakah semua baik-baik saja agar nanti jika penghulu datang ke situ mereka berdoa menikah tanpa harus menampilkan raut wajah Kamila yang terlihat begitu sengsara.


Kamila yang sedang berusaha untuk kabur mendadak langsung dibuat panik ketika mendengar ada langkah kaki yang semakin mendekat ke arah kamar tempat dirinya berada, dirinya yakin jika itu merupakan Aryo maka lebih baik ia memilih untuk pingsan kembali pura-pura Belum sadar dan dengan begitu mungkin pria itu bakalan tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi.


Ceklek


Aryo mengerutkan keningnya karena merasa heran sebab sudah hampir 2 jam lebih tetapi kamilah dari tadi belum sadar sama sekali bahkan bisa dibilang posisi wanita itu masih tetap sama waktu Ia menidurkannya di situ, Aryo pun merasa was-was takutnya yang ia cemaskan dari tadi itu benar-benar menjadi kenyataan saat ini dan dengan begitu maka bisa dibilang kamilah saat sadar Nanti Camila sadar tidak akan pernah mau memaafkan dirinya.


"apa yang sudah aku lakukan sampai-sampai bisa melakukan semua ini kepadanya dan Nanti kalau dia tidak sadar-sadar kira-kira ada dokter tidak ya yang mau disuruh datang ke sini, soalnya aku tidak bisa melakukan apapun Soalnya ini semua bukan merupakan bidangku dan juga Takutnya dia tidak bakalan bangun lagi? "gumam Aryo tetapi masih bisa didengarkan Kamila membuat wanita itu ingin tertawa senang karena berhasil mengerjainya.

__ADS_1


"Emangnya enak aku kerjain kamu saat ini? Makanya jadi orang itu jangan terlalu percaya diri kalau bisa melakukan apapun sendirian tanpa mengandalkan bantuan orang lain, Awas aja kalau sampai dia mendekat ke arahku karena aku bakalan tidak tinggal diam dan bakalan melakukan sesuatu hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya!"batin kamilah yang sangat tidak menyetujui Kalau nantinya Aryo bakalan mengganggunya.


__ADS_2