
Ardila hanya bisa menatap nanar ke arah ponselnya yang sudah dimatikan sepihak oleh Bima barusan, bahkan bisa dibilang pria itu tidak mengucapkan kata-kata perpisahan yang begitu layak seperti seorang anak dan juga orang tuanya yang bisa mungkin membuat hati Ardila lebih tenang saat ini.
Ardila sangat berharap agar Bima kembali seperti dulu dan dirinya juga berjanji bakalan berubah lebih menghormati Papanya Itu, Tetapi kalau untuk Cynthia sepertinya Dirinya belum bisa memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh wanita itu sampai-sampai membuat dirinya kembali drop seperti saat ini.
cynthia yang mengecek keadaannya Pasti Berakhir mereka berdua bertengkar karena sama-sama saling mengedepankan ego daripada yang namanya pengertian ataupun mengalah, apalagi Sintia yang merasa diri bahwa dirinya merupakan seorang ibu otomatis tidak akan pernah mengalah kepada anak yang sudah ia lahirkan dan ia besarkan di dunia ini.
"Ardila mohon Pulanglah papa, kalau memang Papah tidak betah lagi dengan Mama ya sudah lebih baik bercerai saja tetapi aku berjanji bakalan menjadi anak yang berbakti kepada papa! "lirih Ardila dalam hati bahkan tanpa sadar wanita itu meneteskan air matanya akibat merasa sesak di dalam dadanya saat ini.
Chyntia yang dari tadi sudah merasa perutnya begitu keroncongan tetapi bingung harus memasak apa hanya bisa mendengar kesal ketika Lagi dan lagi ia harus menggunakan uang yang ditransfer oleh pria asing itu, padahal dirinya sedang berupaya agar bisa irit dengan cara memasak di rumah hanya skillnya saja yang tidak mau badai akibat waktu kaya terlalu sombong dan angkuh untuk namanya bergelut di dapur.
Alhasil sekarang kena batunya karena tidak ada yang bisa menyiapkan makanan untuk mereka sebab asisten rumah tangga sudah dirinya berhentikan dan jangan lagi menyebut nama Kamila Karena Wanita itu sekarang sudah merdeka, sebab tidak ada lagi yang memberikan perintah layaknya dirinya merupakan seorang babu dan juga tidak ada yang membentak ketika dirinya salah berbicara.
"Kenapa sih Ini perut pakai kegiatan lapar segala Kalau misalnya aku lapar Itu otomatis Ardila juga dan kalaupun membeli makanan ya Harus dua porsi, ah sudah begitu makanan Western yang sesuai dengan lidahku begitu mahal tetapi mau bagaimana lagi daripada mati kelaparan?"omel Cynthia yang sudah mulai membuka aplikasi grabfood agar bisa dirinya order makanan saat ini juga karena posisi Kampung Tengah kalau sudah mengamuk pasti bakalan susah untuk dijinakkan.
Padahal makanan yang harus dikonsumsi Ardila yaitu bubur yaitu makanan yang lembek dan kebetulan persediaan beras di rumah itu sangat banyak karena Cynthia yang tidak pernah masak, Namun karena aslinya tidak tahu menyenangkan hati orang lain dan juga tidak pernah merawat orang sakit makanya memilih memberikan anaknya itu makanan western.
Cynthia bahkan Mengabaikan semua perintah dari dokter Bramantyo yang mengatakan bahwa Ardila tidak boleh makan yang berat-berat, karena tulang pinggulnya belum bekerja dengan benar Takutnya nanti bakalan terjadi masalah dengan pencernaan akibat memakan makanan yang seharusnya tidak boleh wanita itu makan.
__ADS_1
Setelah memesan makanan wanita itu kembali mencoba menghubungi suaminya sebab menurutnya mungkin tadi Bima sibuk tetapi sekarang Pasti pria itu sudah dalam perjalanan pulang dari kantor, tanpa mencurigai apapun jika sebenarnya suaminya sekarang tengah menunggu wanita lain yang sudah mengisi sebagian besar isi dalam hatinya.
Namun apa yang diharapkan oleh Cynthia benar-benar tidak sesuai kenyataan karena justru sekarang nomor ponsel Bima tidak bisa dihubungi lagi alias sudah di luar jangkauan, maka dari itu wanita itu memilih membuang ponselnya asal lalu menuju ke dalam kamarnya Ardila untuk memastikan keadaannya.
Sesampainya di kamar Ardila terlihat Sintia mengerutkan keningnya karena merasa heran melihat anaknya itu menangis, entah hal sedih yang bagaimana sampai Ardila seperti begitu Padahal selama ini wanita itu selalu berusaha untuk tegar dan juga kuat.
"Kamu menangis? Apa gara-gara Mama sampai kamu seperti ini, tetapi Memangnya Mama ngomong apa yang salah?"tanya Cynthia merasa heran membuat Ardila menatap tajam ke arahnya karena tidak suka jika ada yang ikut campur dengan urusannya seperti yang dilakukan oleh Cynthia saat ini.
Ardila merasa kalau Cynthia itu hanya sibuk dengan urusan orang lain yang tidak penting nanti giliran orang berbicara yang baik kepadanya dirinya malah tidak suka , itu sama saja inginnya mengurusi orang lain dengan kesibukan yang tidak jelas tetapi dirinya yang selalu salah itu tidak pernah ingin ada yang berani menasehatinya.
"Kamu itu aneh sekali Giliran orang malas tahu dengan kamu malah marah-marah tidak jelas, terus sekarang giliran orang peduli malah lebih parah lagi? Sebenarnya maunya apa sih kalau memang tidak ingin apa-apa, Ya sudah tidak masalah Anggap saja masing-masing. Tetapi kan kamu masih merupakan tanggung jawab mama ya Otomatis Mama harus tahu dong!"tegas Cynthia benar-benar tidak ingin dibantah untuk kali ini.
"Ya sudah kalau begitu masing-masing saja kan karena aku bakalan memilih Papa, terserah dia itu mau Papa kandungku atau bukan yang penting intinya dia orangnya tidak macam-macam dan juga tidak suka marah-marah! " Sahut Ardila santai saja.
Cynthia ingin sekali tertawa ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Ardila kepadanya barusan, wanita itu terlihat begitu percaya diri padahal selama ini saja Bima selalu saja malas tahu dengan mereka malah sekarang Ardila percaya diri mengatakan semua itu.
"Kamu pikir manusia seperti dia mau menampung kamu dengan kehidupannya yang sekarang begitu miskin dan tidak punya apa-apa, yang ada itu dia bakalan menjual kamu karena menurut pemikirannya kamu itu hanya benalu yang tidak pantas untuk ditampung apalagi diurus! "ujar Cynthia sampai tertawa mengejek bahkan bisa dibilang wanita itu mengatakan semuanya tanpa memikirkan perasaan putrinya sama sekali.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu aku yang bakal mencari jalanku sendiri nanti setelah aku sembuh, tetapi untuk sekarang aku bakalan mengikuti semua yang kalian katakan! "Sahut Ardila tidak mau kalah bahkan terlihat wanita itu seolah ingin menantang Cynthia.
Ketika mereka sibuk berdebat terdengar bunyi bel dari depan membuat Sintia yakin kalau pesanan makanannya sudah sampai, maka dari itu dirinya sekalian langsung mendorong Ardila menggunakan kursi roda wanita itu agar segera keluar dan mereka berdua bisa langsung makan malam.
"Karena aku merupakan Mama yang baik jadi sudah aku pesan makanan Western sesuai dengan lidah kamu tanpa, tenang saja kita tidak ngutang ataupun saya mengambil uang kamu kok Soalnya kan mama masih punya simpanan sedikit! "jelas Cynthia penuh percaya diri.
"Maksudnya Mama mau memberikan aku makanan berat-berat seperti begitu, apa Mama lupa dengan pesan dari dokter itu kalau aku tidak boleh makan seperti begitu? "tanya Ardila memastikan.
Chyntia terlihat itu santai menjawab apa yang dikatakan oleh Ardila kepadanya tadi, sebab menurutnya sekarang kan tidak ada dokter Jadi untuk apa mengikuti semua perintah pria itu yang menurutnya sangat tidak masuk akal.
"Mama itu kasihan selama ini kamu makan yang tidak enak dan juga bukan sesuai selera Kamu, makanya Mama memilih untuk sekali-sekali memesan makanan yang enak agar kamu tidak bosan!" Chyntia benar-benar bukan tipe orang yang pantas menjaga orang yang sakit karena yang ada dirinya bakal membuat orang yang sakit itu bertambah kesakitan dengan tidak ada rasa pengertiannya sama sekali itu.
Ardilla hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena memang dirinya tidak bisa menolak makanan tersebut sebab posisinya dalam keadaan kelaparan, jadi biarpun Sintia memberikan dirinya makan batu sekalipun ia tidak mungkin menolaknya karena memang kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk menolak pemberian dari orang lain.
"Semoga saja kali ini ketika aku melanggar pantangan kondisiku baik-baik saja tidak ada hal Serius yang pantas untuk ditakuti, punya Mama kok keterlaluan sekali sampai-sampai tidak sadar dengan masalah yang tengah anaknya rasakan saat ini?" gumam Ardila yang begitu frustasi.
"Nah lihat kan masih panas-panas loh semua makanan ini Mama saja dari tadi sudah sempat-sempatnya mencium harumnya makanan ini, memang ya Sesuai dengan selera kita yang suka dengan makanan ini tidak seperti orang-orang kampungan itu yang setiap kali disuguhkan makanan ini langsung muntah!"Chyntia tidak memikirkan reaksi yang ditunjukkan oleh Ardila kepadanya barusan yang hanya menunjukkan senyuman yang begitu hambar.
__ADS_1