KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Arlan cuek


__ADS_3

Kamila tidak bisa banyak berkata lagi ketika melihat Arlan Tengah berdiri menatap tanpa ekspresi ke arahnya sebab akhirnya dirinya mengingat ketika janji yang sudah mereka berdua ucapkan sebelum dirinya diizinkan pergi berkeliling tempat itu, hanya saja mau bagaimana lagi ketika memang lupa itu merupakan sikap ataupun hal lazim yang dialami oleh manusia yang ada di bumi dan itu merupakan sesuatu hal yang tidak bisa ditolak kehadirannya.


"Aduh aku kok bisa ya lupa janjiku dengan Pak Arlan tadi pasti dia ke sini untuk memarahiku sebab sudah membuatnya menunggu, tetapi memang benar aku lupa kok semoga saja Bayu dan Sarah bisa memberikan alasan yang tepat untuk membantuku keluar dari masa-masa sulit ku seperti begini!"batin Kamila frustasi dan memberi kode kepada Bayu dan Sarah agar berhenti berdebat dan kali ini membantunya untuk berpikir.


"kalian bisa diam tidak itu Pak Arlan ada di depan dia pasti datang untuk memarahiku karena tadi lupa janji makan siang dengannya, Ayo sekarang pasang tatapan memelas sekalian agar dia berubah pikiran dan tadinya ingin memarahiku langsung melupakan hal itu seketika!"bisik Kamila tetapi masih bisa didengar oleh Bayu dan Sara sehingga mereka berdua menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh Kamila melalui tatapan matanya dan benar saja sekarang Arlan Tengah melihat ke arah mereka bertiga.


"Jadi ceritanya kamu sebenarnya tadi ada janji makan siang dengannya terus kamu melupakan hal itu Dan malah pergi dengan cecunguk ini, apa kamu lupa kalau sebenarnya sikap Pak Arlan itu sangat tidak menyukai orang yang melupakan hal yang penting seperti begitu? Wah Sepertinya aku sudah tidak dapat kabur lagi ini soalnya sepertinya sudah terjebak di dalam masalah kalian berdua, pokoknya sekarang kita harus kompak memberikan alasan yang tepat agar si manusia kulkas 2 pintu itu tidak memarahi kita habis-habisan soalnya ini kan jam makan siang otomatis banyak orang yang bakalan melihat!"ujar Sarah dengan Tatapan yang begitu kesal sebab harinya sangat indah tetapi ketika bertemu dengan Bayu segala sesuatu itu menjadi hancur berantakan sebab pria itu memang dari dulu selalu saja membuat dirinya ketiban sial tidak ada yang namanya nasib mujur berpihak kepadanya ketika bertemu dengan Bayu.


"Astaga karena ingin makan dengan cewek paling cantik di sini aku malah ketiban sesuatu hal yang tidak pernah terduga di dalam hidupku karena harus berhadapan langsung dengan Pak Arlan yang super duper galak itu, Ayolah Bayu cobalah untuk berpikir mencari solusi yang terbaik sebelum hidup kamu bakalan berhenti saat ini juga karena kebodohan yang baru saja kamu lakukan!"ujar Bayu yang mencoba menghembuskan nafasnya secara kasar mencoba untuk mencari sebuah solusi yang terbaik dengan masalah yang tengah ia hadapi saat ini.


Arlan semakin mendekati mereka semua yang ada di situ dan yang paling pertama fokusnya masih tertuju kepada Kamila, sedangkan wanita itu hanya bisa menundukan kepalanya karena bingung harus memulai dari mana pembicaraan dengan pria itu.


"Oh jadi ruangan saya sekarang pindah ke sini jadinya kamu malah nunggu saya untuk makan di sini juga, terus menurut kamu tadi janji yang saya katakan kepada kamu itu apa harus mengajak mereka?" tanya Arlan dengan tatapan menyelidik tetapi jangan lupakan dengan Aura yang ia pancarkan itu begitu menusuk.


Kamila menggaruk kepalanya yang tak gatal sebab menurutnya apa yang dikatakan Arlan itu sangat benar tidak ada niatan dari pria itu untuk mengajak orang lain tetapi dirinya malah melakukan hal itu, hanya saja semua sudah terjadi tidak mungkin juga kan harus menyuruh kedua orang itu pergi saat ini juga.


"hehe, Maafkan saya pak karena tadi terlalu asik mengobrol sampai-sampai melupakan janji yang sudah kita buat! Tapi kalau Bapak tidak keberatan ya sudah lebih baik sekalian saja kita makan di sini kan daripada Mbak kantin itu harus bolak-balik mengantarkan ke ruangannya anda, lagian sebenarnya makan di sini juga tidak terlalu buruk punya banyak teman ngobrol dan juga pemandangannya lumayan bagus!"tawar Kamila sambil meringis karena takutnya Arlan bakalan menolak permintaan itu mentah-mentah.


Terdengar Arlan menghembuskan nafasnya kasar sebab menurutnya tawarin yang diberikan Kamila itu tidak pernah ia harapkan sedikit pun, tetapi melihat wajah wanita itu yang begitu sangat ingin berada di tempat itu membuat dirinya mau tidak mau sedikit menurunkan ego.


"apa ruangan saya seburuk itu sampai-sampai kamu lebih memilih di sini, padahal menurut saya di sana lebih tenang dan juga kamu tidak perlu capek-capek lagi kan duduk menunggu langsung diantar saja?"tanya Arlan lagi berusaha untuk membuat Kamila berubah pikiran.

__ADS_1


"Nanti lain kali saja soalnya kan bukan hari ini saja saya datang ke kantor ini, biar maksudnya nanti kalau mulai besok kita bakalan selalu makan berdua di ruangannya anda tetapi hari ini biarkan saya makan dengan teman-teman baru saya!"ujar Kamila sambil menunjukkan ke arah Bayu dan juga Sarah ya malah melototkan matanya menatapnya sebab menurutnya wanita itu menyebutkan keduanya otomatis pasti Arlan berpikir jika Kamila menolak tawaran makan bersamanya itu karena kehadiran mereka berdua.


"kalian berdua hari ini lolos karena dia memang membutuhkan teman baru di sini tetapi jika besok lusa kalian kembali mau monopoli waktunya Maka jangan menyesal jika kalian bakalan kena batunya, dan kamu jaga tatapan mata kamu ke arah asistenku karena jika kamu terus seperti begitu aku bakalan mencolok kedua mata kamu agar tidak bisa melihat lagi!"ancam Arlan membuat Bayu merutuki kebodohannya Kenapa bisa dekat dengan kehamilan dan akhirnya nyawanya juga bakalan terancam apalagi karirnya di tempat itu.


"Ya sudah kalau begitu saya pergi saja di tempat lain soalnya tidak enak Jika anda ingin berduaan dengan Kamila eh maksudnya Ibu Kamila, Ayo kamu ikut denganku saja Kita pindah dari sini soalnya tidak enak kalau kita harus mengganggu ketenangan dan kenyamanannya Pak Arlan!"ajak Bayu sambil menarik tangan Sarah tetapi kamilah mencegah pria itu untuk pergi dari hadapannya.


"Eh siapa yang suruh Kalian pergi dari sini? Ayolah ada urusan makan saja kok ribet padahal hanya tinggal pesan Terus makanannya datang dan setelah itu kita makan ya beres, semuanya duduk Aku mau pesan makanan soalnya Kampung Tengah aku sudah mengamuk minta di-charge hari ini juga dan detik ini juga tidak pakai lama!"ujar Kamila membuat Bayu dan Sarah mau tidak mau hanya bisa berdiri sebab Biar bagaimanapun instruksi dari Arlan adalah yang mereka butuhkan saat ini.


"Sudah Kalian juga ikutan duduk tetapi jaga bicara jangan banyak bicara dan jangan banyak bertingkah!"perintah Arlan lalu segera duduk di samping Kamila.


Bayu yang dari tadi begitu cerewet kali ini Entah mengapa kecerewetannya itu seketika menguap pergi begitu saja, padahal bisa dibilang sebenarnya dirinya adalah orang yang paling banyak bicara ketika ada teman ngobrol yang pas.


"permisi Bapak dan Ibu mau pesan apa? sekalian juga Mas Bayu Soalnya Mbak Sarah nya kan sudah pesan makanan, biar nanti dibuatkan sekalian agar tidak lama menunggu?"tanya wanita itu memastikan.


"saya pesan makan yang penting intinya siapnya cepat kemudian bisa mengenyangkan ndak pakai ribet juga sih yang penting dari kesanggupan Ibu saja, jangan terlalu memaksakan juga harus sesuai dengan selera saya karena selera saya itu pasaran tidak terlalu ribet!"jelas Kamila sambil menatap ke arah Arlan ingin mencari kira-kira pria itu bakalan memesan apa untuk menu makan siangnya .


"saya juga pesan sesuai dengan punya kamu tidak ribet dan juga tidak pakai lama yang penting Intinya kamu kenyang maka saya pun juga kenyang, Dan kamu jangan pernah mencoba memesan untuk harus sama dengan punya kami berdua karena juga seperti begitu maka saya bakalan Melarang kamu untuk makan siang hari ini!"ujar Arlan sambil menatap tajam ke arah Bayu karena menurutnya pria gemulai itu bakalan mengikuti apapun yang dilakukan oleh Kamila entah maksud tujuannya apa dirinya pun bingung.


"Ya ampun kalau memang dia ingin memesan sama dengan kita kan tidak masalah jangan sampai memang selera kami berdua sehati, Ayo kalau kamu memang mau pesan seperti punya aku silakan ngomong biar ibunya bisa menyiapkan sekalian!"Kamila tahu jika Arlan itu merupakan pemimpin di tempat itu tetapi biar bagaimanapun seorang pemimpin harus memberikan contoh yang terbaik untuk para bawahannya.


Semua orang di situ otomatis tercengang dibuat oleh Kamila karena tidak menyangka jika selama ini perintah Arlan itu mutlak harus didengar oleh semua orang namun wanita yang ada di hadapan mereka ini satu-satunya orang yang bisa membantahnya, dan Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Kamila Sebab semua orang yang ada di tempat itu sangat tidak berani berencana apalagi melakukan secara langsung.

__ADS_1


"ah saya tidak doyan kok sama pesanan yang kamu katakan tadi soalnya selera saya itu merupakan sesuatu yang pedas tapi mengenyangkan serta membuat Adrenalin muncul, jadi kamu jangan pernah mengira kalau sebenarnya selera kita berdua itu sama soalnya aku itu ingin sesuatu yang sangat mainstream!"sebenarnya Bayu tadi itu sengaja berkilah agar urusannya dengan Arlan terhenti saat itu juga.


semuanya makan dalam diam tidak ada yang berani bicara karena memang jika Bayu merasa takut dengan kehadiran Arlan sedangkan Sarah moodnya terasa begitu hancur karena ingin segera menyelesaikan makannya, berbeda dengan Kamila yang memang kebiasaannya dari dulu jika sedang makan tidak akan pernah berbicara sebab menurutnya itu sangat tidak sopan.


Arlan sekali-sekali mencuri pandang ke arah wanita yang ada di sampingnya itu mungkin bisa memberikan perhatian kepadanya sekedar akan menawarkan dirinya minum, tetapi sepertinya apa yang ia harapkan itu tidak terjadi sama sekali soalnya Kamila tetap sibuk pada dirinya sendiri dan tidak ada tanda-tanda menoleh ke arahnya.


"ini aku yang terlalu berharap kepada wanita yang belum sah menjadi siapa-siapa aku atau memang aku berharap di saat yang tidak tepat, sebab dari tadi itu tanda-tanda dia untuk memberikan perhatian kepadaku sepertinya tidak ada sama sekali malah sedang asyik dengan dunianya sendiri? "gumam Arlan dalam hati.


"eh Bayu kamu itu sepertinya kepedesan stop makan nanti yang ada kamu bakalan mules, soalnya itu yang berseliweran di atas mangkok kamu itu sungguh sangat menggoda Iman merah menyalanya itu loh!" Kamila mengingatkan Bayu membuat pria itu langsung menghentikan makannya sedangkan Arlan menatap tidak suka ke arah pria yang sepertinya secara tidak langsung bakalan mengambil posisinya.


"Ya habisnya ini terasa begitu nikmat Tetapi kalau memang kamu melarang Ya sudah aku bakalan menghentikan ini semua, dan terima kasih juga ya perhatiannya akhirnya kamu bisa mengingatkan kepadaku!"Bayu begitu senang ketika Kamila perhatian kepadanya padahal ada Arlan di samping wanita itu.


"dasar pria cengeng saya kemarin makan cabe 100 biji pun merasa biasa saja, kenapa hanya merah seperti begitu sudah tersiksa? jangan sok Cari perhatian harus sadar diri pria seperti kamu mana mau wanita yang normal menyukai yang model seperti kamu itu, yang ada mereka bakalan muntah sepanjang hari ketika bersalaman dengan orang seperti kamu karena saya juga bakalan merasakan seperti itu!"Bayu sebenarnya tidak mempermasalahkan ketika Arlan mau menghinanya seperti apa karena sebenarnya kata-kata pria itu menyiratkan orang yang lagi cemburu.


"kalau begitu Kenapa Bapak tidak lanjutkan saja miliknya Bayu itu soalnya kan katanya anda itu seleranya pedas, Lagian sayang loh bayarnya itu full sedangkan Makannya hanya setengah itu kan namanya mubazir!"jelas Kamila santai tetapi berbeda dengan Arlan yang malah termakan dengan omongannya sendiri.


"saya mana mau memakan bekas dari orang lain, Cepat selesaikan makannya Soalnya kita bakalan pergi saat ini!"perintah Arlan yang nafsu makannya hilang seketika ketika melihat perhatiannya diberikan Kamila kepada Bayu barusan.


Kamila yang sedang tidak ingin berdebat dan juga merasa kasihan jika tadi Bayu menjadi sasaran kemarahan Arlan memilih untuk mengikuti kemauan pria itu, padahal sebenarnya dirinya itu masih ingat makan dan juga bercerita dengan Sarah dan juga Bayu harus tetapi untuk saat ini tidak mungkin juga menolak permintaan Arlan tadi karena nanti yang ada itu sasarannya kepada Bayu.


"Ya sudah kalau begitu Kami pergi dulu ya kalian silakan lanjutkan makan dan ingat untuk kamu jangan lagi pesen makan Yang aneh-aneh jangan juga berbuat seolah kuat padahal sebenarnya lemas, yang semangat kerjanya soalnya kan kampung tengahnya sudah isi full jadi otomatis tenaganya sudah kembali lagi!"pesan Kamila lalu mengikuti Arlan dari belakang sebuah pria itu seperti yang buru-buru untuk meninggalkan tempat itu yang mungkin baru saja dimasukinya beberapa menit yang lalu tetapi langsung tidak betah dan memilih untuk keluar.

__ADS_1


__ADS_2