KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Amora


__ADS_3

"Permisi Pak! Apakah tadi anda memanggil saya Kebetulan saya sedang berjaga?"tanya Amora memastikan.


"Ya benar sekali! Silakan duduk karena ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda, tetapi sebelum itu selamat bergabung di tempat ini dan semoga betah!" Ujar Pria yang menjadi kepala penjara di tempat itu.


"Ya Terima kasih atas kepercayaannya kepada saya untuk bisa di tugaskan di tempat ini, dan bila ada hal yang nantinya tidak berkenan silahkan langsung sampaikan komplain kepada saya secara langsung!"jelas Amora yang memang benar harus melakukan hal tersebut sebab dirinya tidak bisa menyadari kesalahan jika tidak ada yang menegurnya secara langsung.


"Tentu saja sesuai dengan permintaan anda Kami pun akan melakukannya, Saya harap anda tetap profesional karena Biar bagaimanapun di sini kita membina orang-orang yang benar-benar melakukan kejahatan!"kepala sipir tersebut menimpali apa yang dikatakan oleh Amora tadi.


"Kalau boleh tahu hal penting apa ya, yang ingin dibicarakan kepada saya soalnya saya harus kembali untuk mengawasi para pria Badung itu?"tanya Amira memastikan.


"Terima kasih atas kepedulian yang anda lakukan karena memang itu seharusnya terjadi, Saya tidak ingin membicarakan hal-hal yang lain hanya ingin anda mau bekerja sama dengan semua pegawai yang ada di sini supaya tetap aman dan kondusif tempat kita bekerja!"Amora hanya bisa menghela nafasnya sebab yang dipikirkannya tadi ada masalah berat yang harus dibahas dengannya padahal hanya menyampaikan hal-hal yang menurutnya sangat tidak penting karena itu semua sudah ia ketahui dari awal sebelum memilih pekerjaan ini.


Hanya saja tidak mungkin dirinya menyela perkataan pria itu secara langsung karena nanti terkesannya tidak sopan, Soalnya biar bagaimanapun seorang bawahan itu harus tetap patuh kepada pemimpinnya meskipun ucapan pemimpinnya itu terkadang tidak masuk akal.


"Baik akan saya ingat setiap perkataan yang anda katakan hari ini sampai ke depannya, kalau begitu saya permisi dulu jika sudah tidak ada hal yang perlu dibahas lagi! "pamit Amora.


Amora Andini merupakan seorang wanita yang cantik yang hobinya bersinggungan dengan yang namanya kejahatan, bukan karena ikut bergabung tetapi karena ingin menyingkirkan semua penjahat yang ada di muka bumi ini,


Dirinya bahkan memilih untuk ditempatkan bekerja untuk menjaga dan juga memantau kegiatan para napi, yang semuanya terlihat sangat menyebalkan bahkan ada yang memberikan tatapan kurang ajar kepadanya.


Namun dirinya memilih untuk tidak peduli sebab menurutnya, Biarlah mereka melakukan apapun sesuka hati yang penting intinya dirinya tidak disentuh sama sekali.


Amora selama ini dibesarkan di salah satu Panti Asuhan yang tidak jauh dari tempat itu, berkat dari kepintarannya membuat dirinya bisa bersekolah sampai di tahap seperti ini tanpa harus membebankan para pengasuhnya yang jelas-jelas sudah terbebani dengan kehadiran adik-adiknya yang lain


Sesampainya di balik ruangan tempat Aryo ditahan wanita itu kembali menatap tajam ke arah pria yang terlihat begitu antusias menatapnya, tatapan Aryo itu bukan karena ingin berbuat mesum kepadanya melainkan terlihat seperti seseorang yang sangat penasaran akan dirinya.


"Kamu kenapa lihat-lihat ke arah saya terus? Apa wajah saya ini adalah tontonan gratis sampai-sampai kamu tidak berpaling ke arah lain, Sekali lagi saya melihat kamu melakukan hal itu jangan menyesal kalau saya bakalan buat perhitungan dengan kamu!"ancam Amora Ketus sebab benar-benar merasa tidak suka dengan Aryo yang terlalu aneh dalam menatapnya.

__ADS_1


"Nama kamu Kamila Andini, apa kamu datang ke sini untuk menyelamatkan saya?"entah kepercayaan dirinya Berasal dari mana sampai-sampai Aryo menanyakan hal yang tidak masuk akal seperti begitu kepada Amora membuat wanita itu mengerutkan keningnya.


Hanya saja dirinya merasa heran kenapa pria asing itu mengetahui nama belakangnya, yang jelas-jelas nama itu diberikan orang tuanya ketika mereka meninggalkannya di depan pintu panti asuhan.


Pengasuh yang waktu itu bertugas di situ menemukannya dengan secarik kertas yang bertuliskan nama Amora Andini, membuat mereka tidak ada niatan untuk mengubahnya karena takutnya jangan sampai ini merupakan identitas yang bakalan memudahkan Amora untuk bertemu dengan keluarganya.


Hanya saja Amora memilih tidak ambil pusing sebab menurutnya nama Andini itu bisa saja dimiliki oleh lebih dari satu orang, sebab nama tersebut sepertinya pasaran di masyarakat Jadi untuk apa dirinya mempermasalahkan ketika pria itu mengetahui nama Andini.


"kamu pikir saya ini orang gila sampai mau menyelamatkan penjahat seperti kamu? Sepertinya kamu ini memang melakukan kejahatan tetapi tidak siap untuk menanggung konsekuensinya, soalnya setiap orang yang ada di sini kamu curigai sebagai orang-orangnya kamu padahal sebenarnya tidak ada satupun yang bakalan melakukan hal itu!" sinis Amora sambil tersenyum mengejek ke arah Aryo.


"Tapi kamu itu wajahnya Sama persis dengan Kekasihku, dan kalau misalnya dia ada di sini pasti tidak ada yang bisa membedakan kalian kecuali pakaian yang kamu kenakan!"Aryo tetap pada pendiriannya sebab menurutnya jawaban yang diberikan Amora itu penuh kejujuran di dalamnya dan alhasil ia yakin bahwa memang Amora itu bukanlah Kamila.


Amora bertambah bingung sebab menurutnya Aryo itu sepertinya memang benar mengenali seseorang yang sama persis dengannya, hanya saja selama dirinya berada di tempat ini puluhan tahun tidak pernah Ia menemukan seseorang yang sama persis wajah dan juga gestur tubuhnya.


"Kamu jangan mengada-ngada dengan mengatakan hal yang tidak-tidak, supaya saya ada rasa kasihan kepada kamu! Soalnya sudah banyak manusia yang sikapnya seperti kamu ini, pura-pura Sok Dekat soal akrab padahal alhasil menusuk dari belakang!"tegas Amora yang benar-benar menolak ketika ada pria yang hendak mencuri perhatiannya karena menurutnya ia Hidup hanya untuk menemukan saudara kandungnya tidak lebih dari itu.


"Waktu ibu menemukan kamu di depan pintu ada secarik kertas yang menuliskan nama kamu, dan juga mengatakan jika kalau sudah besar tolong cari adik kamu! Hanya saja untuk lebih jelasnya tidak ada lagi petunjuk yang lain, Jadi ibu harap dengan bekerja seperti ini kamu bisa secara perlahan mencari tahu semuanya!" pinta wanita yang sudah tidak muda lagi itu.


"Kamu jangan mengatakan hal-hal yang aneh-aneh apalagi menghasut pikiran orang lain, saya tahu kok kamu itu sedang mencari perhatian karena tidak mampu bertahan di tempat ini kan?"tanya Amora lagi bahkan kali ini Wanita itu sudah lebih mendekat ke arah Aryo ingin memastikan kira-kira Wajah pria itu jika dilihat dari dekat mirip seperti seorang penipu atau tidak.


Aryo membulatkan matanya sempurna ketika melihat Amora semakin dekat ke arahnya sebab sama persis dengan Kamila, bahkan bisa dibilang Jika diperhatikan dengan telisik Kayaknya tidak Ada kemiripan yang sama persis dengan wanita yang ada di hadapannya ini.


"wajah yang seperti kamu yang terlihat seperti pria baik-baik ternyata bisa ya? Melakukan kejahatan dengan menculik seorang wanita lalu memaksa menikah dengan kamu, padahal jelas-jelas wanita itu tidak ada niatan untuk menikah dengan kamu tetapi kamunya saja yang terlalu percaya diri!"setelah mengatakan hal itu Amora pun memilih untuk kembali ke ruangannya karena sudah cukup Ia membuat pria seperti Aryo itu bungkam.


Sedangkan di kediaman Ayla wanita itu merasakan ada yang aneh dengan perasaannya seharian ini, seolah-olah ada hal besar yang bakal terjadi tetapi kapan dan juga di mana Dirinya tidak tahu persis.


Ayla yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri hanya bisa membuang nafasnya kasar, ketika mendengar Deru mobil milik Bima di hadapan rumahnya kini. Padahal Wanita itu sudah sedikit senang ketika Bima memilih pulang dan menemui istrinya, namun ternyata harapannya itu sia-sia justru pria itu kini balik kembali ke tempat itu.

__ADS_1


"Astaga itu orang kenapa lagi sih kembali ke sini? Tadi katanya mau kembali dan aku sudah senang ternyata dia sepertinya berubah pikiran, ya mau tidak mau kembali akting menjadi wanita karir dan juga penyabar serta pengertian padahal sebenarnya aku muak!"gumam Ayla yang mulai menampilkan senyum palsu di wajahnya agar Bima mempercayai bahwa sebenarnya Wanita itu sangat mencintai seorang Bima Nugraha.


"loh Mas, kok sudah pulang? Apa pekerjaan di kantornya lancar atau ada kendala, soalnya wajah kamu ini tidak ditekuk seperti biasanya jadi membuat Aku curiga deh? "tanya Ayla basa-basi padahal sebenarnya ia tahu kenapa wajah Bima antusias seperti begitu karena memang dirinya yang sudah mengatur semuanya.


"Ayo kita masuk ke dalam saja nanti baru aku ceritakan di sana, soalnya tidak enak didengar oleh tetangga kalau kita membahas masalah rumah tangga!"ajak Bima yang dengan santai merangkul bahu Ayla agar ikut dengannya padahal sebenarnya dalam hati wanita itu merasa risih hanya mau tidak mau menampilkan senyuman yang terbaik yang selama ini ia simpan.


"Aku ini masih menjadi simpanan kamu loh bukan menjadi istri kamu, jadi kalau membahas rumah tangga sepertinya tidak afdol kalau harus dibahas denganku! "ujar Ayla yang pura-pura merajuk.


"kamu tenang saja nanti aku bakalan mengusahakan agar secepatnya bercerai dengan wanita cerewet dan juga pemaksa itu, nanti setelah itu aku bakalan melegalkan hubungan kita ini agar semua orang tahu siapa Ayla sebenarnya! "jelas Bima membuat Ayla Ingin sekali muntah tetapi ditahannya saja sebab sekali-sekali pria itu berbicara manis rasanya membuat dirinya sangat tidak nyaman.


"Nah karena sekarang kita sudah duduk bisa kamu ceritakan Hal apa yang membuat kamu bahagia seperti ini sampai-sampai tidak pulang ke rumah Tetapi malah menuju ke sini, soalnya tahu tidak dari tadi aku penasaran takutnya kamu tidak bisa menemukan jalan keluar untuk mengembalikan kondisi perusahaan kamu ke tempatnya yang semula! "sungguh jika ada ajang pencarian the queen of the dramas otomatis Ayla pemenangnya sebab aktingnya itu sungguh sangat natural terkesan tidak ada yang dibuat-buat.


"Tadi ada orang yang baik hati datang ke kantor Terus menawarkan kerja sama tanpa kami minta dan kami tawarkan sebelumnya, Bahkan dia tidak ingin memaksakan agar perusahaan kita mendapat keuntungan jika memang belum bisa untuk mendapatkan hal itu. Orangnya terlihat biasa saja tetapi jiwa dermawannya itu yang sangat perlu untuk diacungkan jempol, karena memberi tapi tidak mengharapkan imbalan yang setimpal sebab menurutnya apa yang ia punya maka wajib Ia berikan kepada orang lain yang sedang membutuhkan bantuan!"jelas Bima tetapi Ayla sudah tidak fokus lagi dengan perkataan pria itu.


"Jelas orangnya pasti baik hati dan juga sederhana sampai-sampai orang tidak tahu jika pria itu merupakan pemilik beberapa rumah sakit yang tersebar di seluruh dunia, dan dia pula yang menyelamatkan aku dari kecelakaan itu sampai merubah bentukku sempurna ini!"batin Ayla karena tidak mungkin dirinya mengatakan secara langsung siapa ia sebenarnya di hadapan Bima sebab tujuannya belum terpenuhi sama sekali.


"Wah Benarkah seperti begitu? kalau begitu aku ikut senang dan semoga saja kerjasama kalian ini memang benar-benar berhasil, soalnya kasihan kalau orang sudah menyumbangkan kepada kita sangat banyak sedangkan timbal baliknya tidak kita berikan sama sekali!"sahut Ayla yang sengaja mengingatkan hal itu kepada Bima agar pria itu sadar diri jika sekarang apa yang ia punya itu tidak serta merta dirinya dapatkan melainkan ada campur tangan orang lain.


"Pokoknya kamu tenang saja karena kali ini semua pemasukan serta persenan dari proyek-proyek yang dijalankan itu semua akan aku langsung Transferkan ke rekening kamu, sebab jika aku simpan di rekening perusahaan dan juga rekening pribadiku otomatis Cynthia pasti bakalan tahu maka dari itu lebih baik memindahkan ke miliknya kamu supaya itu menjadi tabungan untuk kita berdua nantinya!"ujar Bima.


Bravo guys...


Karena apa yang diinginkan Ayla tidak perlu harus bersusah payah ia minta ternyata Bima yang menawarkan sendiri, ternyata memang menjual diri demi informasi yang penting bakalan cepat diketahui hasilnya apalagi sampai membuat pria itu tergila-gila bisa dipastikan otomatis keberhasilannya masuk sampai 100%.


"Ya sudah nanti kamu urus aja soalnya kalau begituan aku kurang paham karena kerjaanku hanya mengurus bisnis makanan saja, kalau urusan perusahaan ya memang kamu lebih cocok untuk menghandlenya soalnya jiwa pemimpin kamu itu lebih keluar auranya! "jelas Ayla yang sengaja memancing jiwa kepercayaan dirinya Bima supaya sekali-sekali kan pria itu dipuji tidak masalah dong soalnya orang seperti Bima itu sangat haus pujian.


"Ya karena dengan percaya diriku itu aku yakin bisa mendapatkan kamu dan benar-benar aku bisa dapatkan kan? Semua yang aku dapatkan hari ini dan juga besok lusanya tidak akan pernah aku berikan kepada Sintia, karena wanita tidak berguna itu bakalan menghabiskan dengan anak haramnya dan setelah itu bakalan meminta lagi!"Bima benar-benar sudah melupakan mana yang harus ia utamakan dan prioritaskan di dalam kehidupannya karena Biar bagaimanapun ia masih mempunyai istri yang sah yang harusnya mendapatkan nafkah batin dan juga nafkah lahir untuknya.

__ADS_1


"Ya Kamu Memang Yang Terbaik sampai-sampai aku melupakan yang lebih baik lagi di sekitarku selama ini, soalnya kehadiran kamu sudah membuat aku tidak memikirkan Mereka lagi!"Ayla benar-benar sudah pandai sekali menggombal sampai-sampai membuat Bima melayang karena saking percaya dirinya.


__ADS_2