KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Ardila vs Aryo 02


__ADS_3

Ardilla kini sudah sampai di kediamannya Aryo yang terlihat begitu sunyi seperti tidak ada kehidupan di dalamnya, mungkin yang ada hanya cicak dan nyamuk nakal sedang berkeliaran sebab Bukankah kedua binatang itu paling menyukai sesuatu yang gelap.


Ardila berkali-kali membunyikan klakson mobilnya agar satpam yang berada di situ segera membukakan pintu untuknya, tetapi sayang satpam itu malah menatap Ketus ke arahnya seperti ada terselip dendam pribadi yang dirinya saja bingung apakah itu.


Padahal selama ini Ardila bisa dibilang tidak pernah berkunjung ke rumah itu Karena hubungannya dengan Aryo masih sembunyi-sembunyi, Jadi jika sampai dirinya ke situ otomatis Vena dan juga Kamila pasti bakalan berpikiran yang tidak tidak.


" itu satpam sepertinya mau ngajak cari perkara denganku? perasaan aku panggil dari tadi kok tidak respon-respon juga, Memangnya dia pikir aku ini apaan sampai-sampai harus disuruh menunggu seperti begini?" Ketus Ardila yang tidak suka jika diabaikan karena selama ini tinggal menjentikkan jarinya saja apapun yang ia inginkan pasti bakalan dituruti oleh semua orang di sekelilingnya termasuk kedua orang tuanya.


Tin tin tin


mendengar bunyi klakson yang terus-menerus tanpa henti membuat satpam itu menghentikan game online yang sedang ia mainkan, sebab menurut pikirnya jika sampai dirinya tidak mengusir Ardila otomatis wanita itu bakalan terus melakukan hal yang membuat dirinya yang jadi pusing sendiri.


" kata Pak Aryo tidak boleh terima tamu apapun Baik pria maupun wanita tapi kenapa itu orang yang ada di depan sudah seperti kesetanan, ya kalau aku tidak membukakan pintu tandanya kehadirannya tidak diinginkan di sini Kenapa malah tidak menyadari hal itu?" omel satpam itu lalu mengambil pentungan andalannya itu lalu pergi mendekati mobil Ardila sambil berdiri bersedekap dengan memasang wajah garangnya dan juga menampilkan kumis andalannya.


" bisa pergi tidak dari sini?" Tanya satpam itu sinis membuat Ardila merasa tertantang dan juga merasa harga dirinya sebagai orang kaya itu tidak dihargai sama sekali dan dia otomatis tidak menerima hal itu'


" kamu itu hanya babu di sini Jadi otomatis setiap tamu yang datang tidak pantas untuk kamu usir, lebih baik kamu buka gerbangnya sebelum aku telepon Aryo dan memarahi kamu!" Ketus Ardila malah membuat satpam itu terkekeh geli.

__ADS_1


" Wah saya jadi takut nih kalau sampai Pak Aryo marah-marah ke saya, Ya sudah silakan dihubungi kalau memang Pak Aryo merespon maka itu bisa dibilang rekor dunia tetapi kalau Pak Aryo tidak menelpon sepertinya Anda yang terlalu berharap!" perintah satpam itu sambil tersenyum mengejek karena memang dirinya ingin membuat Ardila pergi tetapi ya sedikit dengan cara lebih berkelas.


" kurang ajar kamu ya berani-beraninya menghina saya Padahal asal kamu tahu ya saya itu merupakan calon istrinya majikan kamu, jadi kamu harus menghargai apapun yang saya katakan dan juga suruh!" ujar Ardila penuh percaya diri karena dalam pikirannya Mungkin kemarin itu Aryo hanya marah akibat kedatangan Kamila pasti sekarang pria itu sudah sadar dan mengakui kesalahannya dan bakalan meminta maaf kepada Ardila'


" sepertinya mungkin anda itu Ketinggalan berita atau memang berita itu sengaja tidak disampaikan untuk anda nona, soalnya baru beberapa menit yang lalu saya diperintahkan oleh Tuan Aryo untuk tidak menerima tamu pria atau wanita bagaimanapun bentuknya mau yang Tom atau di!" tegas satpam itu membuat Ardila membulatkan matanya sempurna serasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


wanita itu sampai-sampai berusaha mengorek kembali kupingnya kemudian mengucek matanya agar memastikan apa sebenarnya Ada orang tidak di depannya yang sedang berbicara saat ini, dan ternyata memang benar ada orang yang ternyata sedang menatap sinis dan juga memandang tidak terlalu suka kepadanya.


" tapi itu untuk orang lain kalau saya tidak soalnya saya ini kan calon istrinya, masa sama calon istrinya saja Dia larang kan tidak mungkin sama sekali!" Ardila masih saja percaya diri bahwa Aryo tidak mungkin menghempaskan dirinya begitu saja.


" ah Nona Tolong jangan persulit saya Karena saya hanya menyampaikan apa yang dikatakan oleh majikan saya, kalau sampai Anda tidak percaya lebih baik silakan menghubungi Tuan Aryo sendiri soalnya saya hanya menjalankan perintah!" Jelas satpam itu dan berlalu meninggalkan Ardila serta dirinya sengaja memasang headset agar wanita itu tidak mengganggu dirinya ataupun berteriak-teriak seperti tadi.


" kurang ajar sialan kok bisa-bisanya sih Aryo melakukan hal ini kepadaku, Memangnya dia pikir aku wanita apaan sampai-sampai menyakitiku seperti begini?" gumam Ardila monolog lalu memilih untuk menunggu Aryo di depan pintu gerbangnya karena dirinya yakin pria itu berada dalam rumah dan sebentar lagi akan keluar.


sementara itu Aryo yang melihat keberadaan Ardila dari dalam kamarnya yang berada di lantai atas hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, dirinya sebenarnya sudah malas berurusan dengan wanita itu tetapi melihat kegigihan Ardila untuk menemuinya dirinya yakin wanita itu tidak akan pernah berhenti sebelum berbicara dengan dirinya.


" kenapa aku bisa sebodoh itu Ya sampai mau-maunya berhubungan dengan wanita gila seperti dia, padahal tidak ada yang bagus sama sekali keadaannya juga bukan seorang wanita Virgin tetapi masih saja berperilaku seperti seseorang yang suci!" Aryo sudah tidak tahu lagi harus mengucapkan kata apa harus bagaimana bersikap tetapi intinya hanya satu dirinya memang harus bertemu dengan Ardilla Untuk meluruskan sebenarnya hubungan mereka itu sudah seperti apa saat ini.

__ADS_1


satpam itu menundukkan kepalanya ketika melihat Aryo keluar dengan menggunakan celana training dan kaos oblong, pria paruh baya itu takut jika Aryo berpikir bahwa dirinya telah melanggar titah yang diberikan oleh majikannya itu.


" maaf tuan tadi saya sudah mengusir dia hanya dianya saja yang keras kepala dan tidak ingin pergi dari gerbang ya makanya saya biarkan saja selama tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban, jika anda menghendaki saya mengusirnya secara kasar maka baiklah akan saya lakukan?" ujar satpam itu tetapi dengan menundukkan kepalanya.


" tidak perlu Bapak melakukan hal itu karena saya yang mengurusnya, Bapak lanjutkan Jaga di pos Saya mau keluar menemui dia dulu!" Saut Aryo yang terlihat datar tidak ada senyuman sama sekali seolah memang pria itu tidak tahu caranya tersenyum.


" aman aman kalau tidak pasti gara-gara wanita itu aku bakalan di depak keluar dari sini, soalnya Siapa sih yang tidak tahu sikapnya Tuan Aryo yang sangat keras dan tidak suka dibantah Apalagi perintahnya tidak diikuti sama sekali!" gumam pria itu sambil mengusap dadanya pelan pertanda bahwa dirinya sedang merasa kelegaan yang luar biasa.


Ardila tersenyum ketika melihat Aryo yang membuka pintu gerbangnya dan sekarang telah berdiri tepat di depan mobilnya sambil memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana, hanya saja dirinya bingung dengan tatapan Aryo yang tidak seperti dulu selalu saja antusias dan tersenyum ketika bertemu dengannya tetapi sekarang terasa begitu asing dan juga dingin.


" masa iya dia berubah dalam waktu satu hari saja, Perasaan kemarin pagi deh baik-baik saja setelah pulang Kami bertengkar dan sekarang dia malah begini?" tanya Ardila dalam hati.


" Buka pintu mobilnya dan keluar setelah kita selesai berbicara Kamu langsung pergi meninggalkan tempat ini, karena aku sedang tidak bercanda kepadamu dan juga Aku muak melihat wajahmu itu!" usir Aryo bahkan bisa dibilang pembicaraan mereka saja belum mulai tetapi tetap saja mengatakan hal yang tidak masuk akal.


" kamu kok kasar begitu Perasaan kita belum mulai berbicara dan Harusnya kamu menyambutku dengan secara baik dong, Kenapa kamu tega sekali jadi orang apa kamu lupa bahwa kita sebenarnya memiliki hubungan yang belum Bisa dibilang sudah berakhir!" ujar Ardila yang berpura-pura memasang tampang sedihnya membuat Aryo menghembuskan nafasnya kasar karena merasa Jengah dengan ekspresi yang sedang ditampilkan oleh wanita yang ada di hadapannya kini.


" Aku tidak pernah menyuruhmu untuk datang ke sini apalagi mengharapkan kedatangan kamu di sini, Bukankah itu semua atas kemauan kamu sendiri dan aku tidak ada ikut campur sedikitpun di bagian situ?" tanya Aryo dengan nada sinisnya membuat Ardila berusaha untuk tetap sabar padahal sebenarnya wanita itu juga sudah mulai tersulit emosi ketika ada yang mulai membentak ataupun berbicara sesuatu tetapi dengan nada-nada yang sangat tidak ia sukai.

__ADS_1


__ADS_2