
Vena terlihat hanya diam saja ketika melihat perhatian yang di berikan Kamila kepadanya, sebab ternyata ketika merindukan anak sendiri itu rasanya sangat tidak menyenangkan karena benar-benar menyiksa.
"Mama baik-baik saja Nak! nanti lain kali kalau Mama kenapa napa pasti Mama bakalan ngomong ke kamu, soalnya untuk sekarang mama ingin sendiri karena ingin merenungkan sebenarnya harus bagaimana kehidupan masa selanjutnya!"jelas Vena sambil menundukkan kepalanya karena memang benar-benar dirinya merasa tidak tega dan juga tidak tahu harus berkata jujur seperti apa agar Kamila tidak tersinggung dengan apa yang dia ucapkan.
"aku baik-baik saja kalau memang mama mau cerita ataupun ingin berkeluh kesah sesuatu, karena aku bakalan lebih tidak tenang kalau sampai mama jadi pendiam dan juga ingin mengatakan sesuatu tetapi karena tidak enak hati makanya hanya diam saja dan memendam semuanya!"jelas Kamila dengan suara yang terdengar begitu Tidak enak hati terhadap Venna.
Venna menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya sebenarnya tidak tega terhadap Kamila tetapi melihat perhatian dari wanita itu membuat dirinya mau tidak mau harus bicara itu tentang masalahnya, mungkin dengan begitu pikirannya bisa harus sedikit lebih rileks karena Biar bagaimanapun beban pikiran itu jika tidak berbahagia otomatis bakal menuntut dan alhasil bakalan menyusahkan diri sendiri.
"Mama sebenarnya sedang memikirkan Aryo, pasti dia bakalan cemas Mencari mama yang tidak ada kabar sama sekali! Mungkin memang mama yang salah karena pergi hari itu dengan cara memaksa kamu agar mengizinkan bisa ikut, semoga saja dia baik-baik saja dan tidak melakukan hal gila serta menikahi wanita gila itu lagi soalnya Mama benar-benar tidak ikhlas kalau sampai hal itu terjadi! Biar bagaimanapun sepeninggal Papanya hanya Mama yang mengurus dia selama ini, dan kamu tahu kan kalau menjadi seorang single mager itu merupakan sebuah perkara yang sangat sulit dan hanya seorang wanita tertentu saja yang bisa menghandle semuanya!" jelas Vena sambil menatap sembuh ke arah Kamila karena biar bagaimanapun dirinya sekarang butuh teman untuk curhat sekedar membagi beban pikiran yang tengah Ia hadapi saat ini.
"apa Mama ingin kembali ke kota tempat di mana anak mama berada saat ini, nanti aku bakalan memesan tiket Biar Mama bisa terbang hari ini atau kalau tidak besok? jangan merasa tidak enak hati kepadaku karena aku baik-baik saja dan juga jangan bertahan dengan kegelisahan seperti begini karena nanti rasanya bakalan menyiksa diri sendiri, aku baik-baik saja di sini biarpun hidupku sendirian tapi tak masalah yang penting intinya aku bisa mencari makan Dan juga menghidupi diri sendiri!"Jelaskanlah karena memang dirinya benar-benar tidak ingin menahan Vena di situ sebab Biar bagaimanapun kasihan wanita itu jika selalu saja berlarut-larut dalam kesedihan seperti begitu.
Venna tersenyum sebab Biar bagaimanapun dirinya memang mengingat Aryo tetapi untuk kembali pulang menemui putranya itu belum ada niatan sama sekali, kecuali Aryo yang berusaha mencarinya jika memang pria itu masih menganggap jika dirinya merupakan wanita yang melahirkan dirinya ke dunia.
"Mama tidak akan pulang! sebab Mama yang sendiri memutuskan untuk ikut dengan kamu tanpa ada unsur paksaan ataupun ajakan dari pihak manapun termaksud kamu, jadi Biarkan saja seperti begini karena biar bagaimanapun seorang manusia itu memiliki beban pikiran merupakan hal yang lazim!"Vena mengatakan hal itu lalu memilih untuk pergi ke dapur Menyiapkan makan malam untuk mereka berdua sebab Biar bagaimanapun Kamila Pasti sangat kelelahan saat ini masa iya dirinya harus tega membiarkan wanita itu menambah beban pikiran.
...****************...
__ADS_1
Chyntia hari ini terpaksa menjaga Ardila sendirian yang sedang melakukan terapi jalan sebab tulang panggul wanita itu bermasalah ketika kecelakaan terjadi mengakibatkan kesusahan saat jalan, sedangkan suaminya memilih untuk malas tahu dan tidak peduli sama sekali sebab dirinya sedang berusaha untuk mencari pinjaman agar biaya pengobatan Ardila selama dirawat bisa terhandle semuanya.
"Ayolah Ardila usahakan lebih semangat lagi masa iya kamu ngomong habiskan sisa umurmu hanya di tempat ini saja? Memangnya kamu pikir Papa sama Mama itu sudah tidak punya pekerjaan di luar sana sampai-sampai harus tiap hari bolak-balik di tempat ini, dan juga Kamu harus ingat dia ya pengobatan kamu itu bakalan semakin membengkak tiap harinya Kalau kamu tidak ada perubahan seperti begini dan harus dilakukan berbagai macam terapi serta penanganan lanjutan?"tanya Cynthia yang benar-benar jenuh dengan sikap Ardila Yang sepertinya enggan untuk sembuh bahkan pengobatan dilakukan pun terlihat begitu Setengah Hati dijalankan oleh wanita itu.
Ardila yang sedang memakai kruk di tangannya itu langsung menatap kesal ke arah sang Mama sebab menurutnya kata-kata wanita itu yang ada bukan memberikan semangat untuknya Tetapi malah menjatuhkannya, karena dirinya saat ini sedang berjuang untuk sembuh agar bisa balas dendam kepada Aryo tetapi sama malah lebih mengkhawatirkan biaya pengobatan masa iya Dirinya belum sembuh harus dipaksa pulang Memangnya mau lebih parah?
"Memangnya isi pemikiran aku itu Mama tahu atau mama bisa membacanya sampai-sampai berpikiran yang tidak jelas seperti begitu, apa Mama tahu kalau aku ini sekarang sedang berjuang untuk sembuh soalnya aku juga tidak suka berada di tempat ini lebih lama lagi? Jadi kalau mama tidak paham apa-apa Lebih baik diam terus memberikan semangat saja kepadaku jangan malah mematahkannya seperti begini, soal biaya perawatannya Aku pun tidak meminta untuk harus dirawat berlama-lama hanya saja dokter yang melarangku untuk keluar dari sini! "Ardila benar-benar geram melihat Sikap yang ditunjukkan oleh Cynthia barusan Padahal selama ini jika masalah keuangan wanita itu tidak pernah memikirkan sedikitpun bahkan wanita itu pun terkenal hidupnya foya-foya dan juga setiap apa yang ia keluarkan mau berapa banyak itu semua menurutnya tidak seberapa dengan kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Nugraha.
"Kamu kan tahu kalau mama mengeluh seperti begini ya Otomatis memang keadaan keuangan kita itu lagi merosot bukan seperti yang lalu selalu saja di atas karena, otomatis sebagai anak juga Mama minta pengertian dari kamu agar paham dan juga tidak menuntut lebih jika keadaan orang tua kamu saat ini memang benar-benar tidak mempunyai apapun! Orang tua bakalan memberikan apapun yang bisa mereka berikan kepada anaknya tetapi sebaliknya anak pun harus mengerti dengan keadaan orang tua, jika memang tidak bisa memberikan apa yang mereka inginkan otomatis Memang mereka sedang tidak mempunyai kelebihan!" Cynthia yang biasanya malas tahu kini mendadak menjadi bijak mungkin karena keadaan yang membuat pikiran dewasanya tiba-tiba mencuat di permukaan.
kini Jangan ditanya lagi pikiran semua orang di luaran sana tentang dirinya yang dicap sebagai wanita perebut calon suami orang dan juga wanita yang ditinggalkan pas hari pernikahan, serta berbagai gunjingan lainnya membuat dirinya Harus berpikir dua kali lagi untuk keluar rumah sebab rasa malu itu selalu pasti ada muncul saat kata-kata yang ingin dilupakan malah saat itu diberikan tanpa ada rasa belas kasihan sedikit.
"sudah kamu diam dan lanjutkan saja terapinya Soalnya mama paling benci dengan anak yang setiap kali orang tua bicara selalu saja menjawab seperti kamu ini, padahal mama itu hanya minta pengertian kamu saja yaitu usahakan kamu semangat dan ada kemauan untuk sembuh agar bisa kita keluar dari sini secepat mungkin dan dengan begitu biaya pengobatan tidak makin membengkak! Hanya jadi dalam otak kamu itu selalu saja berpikiran buruk terhadap orang lain makanya setiap perkataan orang yang baik pun bakalan jadi salah di mata kamu, coba saja kalau kamu tanggapi dengan santai dan juga langsung berpikir positif pasti kamu bakalan paham dengan apa yang mama katakan tadi tidak seperti begini responnya langsung marah!"Cynthia memberikan kode kepada perawat tersebut yang ada di Ardila untuk melanjutkan terapi jalan sebab dirinya tidak ada mood lagi untuk membantu anaknya saat ini..
Ardilla yang merasa Mamanya itu tidak mengerti dengan keadaannya menolak ketika dirinya dipegang oleh suster, sebab yang ia inginkan sekarang yaitu istirahat Persetan dengan segala macam kesembuhan yang ada toh kalau memang dirinya bisa berjalan ya pasti bakalan langsung jalan tidak perlu harus melakukan segala macam rangkaian aneh ini yang harus ia Jalani seperti begini.
"suster bantu saya untuk kembali ke tempat tidur soalnya saya sudah tidak ada niatan untuk melakukan terapi tapi kalau anda memaksa lebih baik anda sendiri yang melakukan hal itu, dan lagi tolong jangan ganggu saya sedikitpun hari ini karena saya benar-benar ingin beristirahat dan juga kalau bisa obat-obatan untuk saya hari ini Tolong jangan dikasih soalnya setiap melihat benda itu saya jadi pusing!"jelas Ardila tetapi tak dipedulikan sedikitpun oleh Chyntia sebab menurutnya wanita keras kepala seperti putrinya itu tidak akan pernah mau mendengarkan orang lain meskipun itu adalah dirinya sendiri yang merupakan wanita yang melahirkannya ke dunia ini.
__ADS_1
"tapi saya tidak bisa melakukan seperti yang Anda perintahkan Mbak! soalnya merawat anda merupakan pekerjaan saya sehari-hari dan jika anda melarang saya untuk melakukan hal itu maka tidak akan bisa saya kabulkan, karena itu bakalan melanggar kode etik serta nanti saya bakalan kena imbasnya kalau sampai orang lain mengetahui hal ini!"tolak perawat tersebut Lalu segera pergi dari situ sebab jika dirinya masih bertahan di situ otomatis pasti Ardila bakalan melontarkan kata-kata yang tidak sopan kepadanya sebab kamu wanita itu tidak diikuti oleh dirinya sama sekali.
Ardilla mendengus kesal ketika mendengar penolakan yang dilakukan oleh wanita yang memakai pakaian serba putih itu, karena tidak mengikuti perintahnya sama sekali padahal Apa susahnya sih hanya tidak datang di saat yang tidak ia inginkan sama sekali sebab biar bagaimanapun kenyamanan pasien Harusnya menjadi prioritas utama.
"Dasar manusia-manusia tidak berguna masa hanya melakukan hal sesimpel itu saja susahnya minta ampun? Bukan aku menyuruhnya loncat dari tujuh wali wali, kecebur ke dalam dasar Sungai Maro!" ujar Ardila membayangkan salah satu jembatan terpanjang di Kota Merauke.
"Dia itu bukannya tidak ingin mengikuti kemauan kamu tetapi Memang harusnya begitu responnya soalnya Mana ada suster Yang meladeni permintaan pasiennya sangat tidak masuk akal, Kalau memang begitu jadinya ya lebih baik tidak usah masuk rumah sakit langsung ke rumah sakit jiwa soalnya mereka masih kekurangan stok orang stres di dalamnya dan mungkin kamu bisa menjadi salah satu kandidat!"sinis Chyntia lalu kemudian memilih untuk pergi juga dari situ karena Ardila kali ini benar-benar tidak bersahabat setiap tingkah dan juga tutur katanya.
"loh kok semuanya pada pergi tidak ada yang peduli denganku sedikitpun, Memangnya mereka pikir aku tidak bosan apa seharian tidur di atas tempat tidur seperti begini lama-lama aku bakalan lumpuh total tidak bisa berjalan sama sekali kalau seperti begini keadaannya?"Sungut Ardila ketika melihat Mamanya itu pergi tanpa menoleh ke arahnya sedikitpun padahal seharusnya wanita itu selalu berada di tempatnya kapanpun mengingat keadaannya sekarang yang sangat susah untuk berjalan.
Bima yang baru pulang dari kantornya merasa heran ketika melihat istrinya itu malah duduk di depan ruang rawat inap Putri mereka, padahal seharusnya Cynthia saat ini menemani Ardila di dalam Soalnya takutnya Gadis itu bakalan kesusahan eh maksudnya bukan gadis guys tapi wanita soalnya She's not Virgin.
"Mama kok ada di sini bukannya menemani Ardila di dalam, Nanti kalau dia butuh sesuatu siapa yang bakalan bantuin dia kalau sampai semuanya di luar?"tanya Bima memastikan.
"Biarkan saja dia mau apa terserah dari dia saja Soalnya kepala Mama mumet setiap kali melihat anak yang keras kepala itu, padahal kita mengajari dia untuk melakukan yang terbaik buat dirinya sendiri bukan buat orang lain tetapi sama saja tetap disalah artikan jadi Biarkan saja dia mau berbuat apa mau jungkir balik sekalipun suka-suka dia!"tolak Chyntia yang benar-benar sudah Jengah dengan sikap Putri mereka itu yang selalu saja keras kepala dan juga pembangkang.
Bima mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya sebab menurutnya Memangnya ada masalah apa di antara kedua orang kita itu yang biasanya kompak tetapi sekarang malah berbeda pendapat, mungkin dirinya harus bertanya secara perlahan sebab orang kalau sedang emosi terus ditanya yang ada bukan malah mereda tetapi tambah ngegas emosinya.
__ADS_1