KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Kabur


__ADS_3

"Tapi Mah,aku takut nanti Aryo bakalan marah-marah kepadaku dan juga mungkin melakukan hal yang tidak-tidak. Mama tahu sendiri kan Bagaimana sikap dia itu yang selalu saja super nekat dan tidak pernah mau mendengarkan apa yang orang lain katakan, aku tidak mau mengambil resiko dengan Akhirnya bisa merugikan diri sendiri padahal aku sudah berusaha kabur dan tidak ingin lagi berhubungan dengan dia dalam masalah apapun? "Kamila berusaha membuat henna mengerti perasaannya saat ini karena Bukannya tidak ingin membantu wanita itu hanya saja dirinya juga saat ini perlu untuk dibantu.


penghulu yang dari tadi menyimak pembicaraan kedua wanita beda generasi itu berusaha mengambil kesimpulan Sebenarnya apa yang telah mereka bicarakan itu pasti menyangkut pria yang tadi benar-benar kasar kepadanya, seumur hidup menjadi seorang penghulu Baru kali ini dirinya kabur dari calon mempelainya dan tidak jadi menikahkan mereka dan lebih parahnya calon mempelai itu dirinya membawa kabur bukan untuk dijadikan istri tetapi untuk diselamatkan dari pernikahan paksa.


"Memangnya pria tadi melakukan apa sampai kalian merasa seperti segan kepadanya Padahal aku lihat dia sepertinya seorang pria yang mapan dan juga bertanggung jawab, apa Ada hal lain yang membuat kalian seperti enggan untuk berhubungan dengannya atau mungkin dari awal kalian memang tidak ada hubungan apa-apa? "tanya penghulu itu memastikan membuat Vena dan Kamila yang tadi masih saling berdebat memilih untuk bungkam dan merespon apa yang dikatakan oleh pria paruh baya itu.


"Sebenarnya dia itu mantan kekasih saya dulu itu kami Berencana untuk menikah tetapi saat hari h-nya dia bukannya datang untuk menikah denganku Tetapi malah pergi berkencan dengan kakakku Sendiri lebih jelasnya dia berbohong kepadaku, nah Besoknya aku ingin mencari tahu semuanya Eh malah dia yang memberikan aku kejutan yaitu ternyata hari itu merupakan hari pernikahan dirinya dan juga kakakku dan lebih parahnya lagi yang belum membiayai pernikahan mereka itu malah aku karena dipaksa! "Jelas Kamila yang sepertinya memang sudah berdamai dengan masa lalunya karena tidak ada terlihat guratan kekecewaan yang masih Terpendam di dalam benak wanita itu sepertinya semua sudah plong dan dirinya memilih untuk ikhlas.


"Wah ternyata pria itu parah juga ya Sepertinya dia merupakan orang yang plin-plan tidak tetap pada satu pendirian ketika melihat ada yang bagus dia lebih condong ke arah situ nanti ketika yang bagus itu ia merasa tidak sempurna balik lagi ke arah yang lainnya, untung juga dari awal saya sudah merasakan tidak beres kalau tidak berdosa sekali saya harus menikahkan orang yang sebenarnya sudah tidak ada kecocokan sama sekali sebab Takutnya nanti bakalan ada perceraian di kemudian hari. "pria itu tampak menggelengkan kepalanya karena benar-benar sangat dramatis hari yang ia lalui sampai-sampai niatan untuk menikahkan pasangan yang lain rasa-rasanya sudah tidak sanggup karena dirinya takut masih terbawa dengan suasana yang baru saja ia alami namun Biar bagaimanapun profesional itu merupakan sebuah keharusan dalam sebuah pekerjaan.


"Yah begitulah Pak dia itu memang orangnya seperti begitu susah sekali untuk dibilang dan Kalau dibilang pun tidak akan pernah mau didengar, saya terima kasih sekali karena bapak sudah peka dengan kode yang saya berikan dan dengan begitu saya bisa kabur dengan mudah tanpa harus melakukan perlawanan. "kamila terkekeh geli ketika melihat aksi nekatnya tadi sampai harus main mata segala dengan pria tua itu nanti dikira dirinya sedang tebar Pesona.


"ya mungkin kamu tidak ditakdirkan untuk menikah dengan dia makanya saya yang tidak mengerti apapun kode dari kamu tetapi langsung peka begitu saja, dan Mungkin Tuhan masih ingin menunjukkan jalan bahwa sebenarnya hidup kamu bukan dengan pria itu dan juga bukan saya yang bakalan menikahkan kamu! "tertawa renyah pria itu begitu terdengar sebab dirinya merasa satu lagi pahala yang sudah ia ciptakan di dalam hidupnya yaitu membuat orang gagal menikah tetapi dalam artian karena ada unsur paksaan dalam pernikahan tersebut.


"Dan Kalau boleh tahu Ibu ini siapa ya, Soalnya dari tadi selama saya di ruangan sana tidak pernah kelihatan wajah anda tetapi kenapa tiba-tiba langsung ikut naik ke dalam mobil kami ini ? "tanya pria itu memastikan dengan keberadaan Vena yang tiba-tiba sudah nongol dan masuk ke dalam mobil tersebut tanpa meminta izin seolah wanita itu memang dari tadi sudah berada di dekat situ.

__ADS_1


Venna dan Kamila Saling pandang lalu keduanya tertawa bersama-sama karena jika sampai mengatakan siapa Vina sebenarnya entah penghulu itu bagaimana reaksinya nanti, Mungkinkah dirinya bakalan biasa saja atau langsung speechless karena memang di mana-mana itu Orang tua harus mendukung anaknya bukan malah mendukung orang lain dan ikutan kabur.


"Nah karena bapak sudah bertanya jadi tidak ada salahnya kan kalau saya menjelaskan kalau saya ini sebenarnya Mama dari anak laki-laki yang tadi yang memaksa untuk menikah dengan gadis ini, karena kami sedang berseberangan pemikiran dan juga keinginan ya akhirnya saya memilih untuk kabur darinya daripada nanti bakalan jadi sasaran amukannya karena melihat calon istrinya kabur. "sahut Vena setengah bergurau karena menurutnya terlalu serius juga nanti bisa membuat beban pikiran itu bertambah kacau.


padahal sebenarnya Tuhan itu sudah menyiapkan sampai di mana batas pemikiran manusia itu sampai Jadi tidak mungkin berlebihan atau mungkin terlalu berkehendak untuk memaksakan diri, karena jika terlalu memaksakan diri untuk berpikir otomatis buat orang jatuh sakit dan juga bisa mengakibatkan stres dan Percayalah setiap kota terkadang tidak memiliki Rumah Sakit Jiwa.


"wah tapi kalian ini bukan terlihat seperti seorang mantan calon menantu dan mantan calon mertua melainkan kalian ini sudah seperti ibu dan anak yang sangat kompak, saya salut jika kalian masih bisa berdamai dengan masa lalu dan tidak membuat Masa lalu itu menjadi bumerang yang pantasnya untuk dijauhi Karena tidak semua orang bisa melakukan hal itu! "kamilah menganggukan kepala pertanda paham karena memang dirinya hanya membenci Aryo Bukan mamanya sebab yang ia tahu Vena selalu mendukung dirinya buktinya sekarang wanita itu saja tidak ingin bersama dengan anaknya yang menurutnya terlalu temperamental.


"ya mungkin waktu dulu kami masih kecil dan tertukar jadinya sekarang setelah sudah besar kembali lagi kepada orang tua aslinya, atau Mungkin Tuhan sedang membolak-balikkan hati manusia dari yang berbeda hubungan menjadi bisa bersatu dan juga yang orang asing akhirnya dekat seperti keluarga?"jelas Kamila yang benar-benar tidak ingin terlalu berekspektasi begitu tinggi di dalam hidupnya karena cukup yang sudah sedatar-datarnya saja.


sopir yang membawa mobil tersebut merasa seperti ada hal yang tidak beres yang sedang mengikuti mereka dari belakang Soalnya dari tadi mobil sedan hitam itu ikut ke mana saja dirinya mengarahkan mobil tersebut, ketika ia berbelok mobil tersebut juga ikut berbelok dan ketika dirinya berhenti mobil tersebut juga ikutan berhenti jika bukan mengikuti mereka lalu apa memangnya ada orang yang mau melakukan pekerjaan tidak ada gunanya seperti itu yaitu menguntit orang lain?


Kamila yang melihat wajah tegang pria itu sambil sesekali menatap ke arah spion membuat dirinya yakin pasti ada sesuatu hal yang tidak beres, maka itu dirinya menoleh mengikuti Arah pandangan pria itu dan sangat terkejut ketika melihat ada mobil yang tidak asing yang sedang mengikuti mereka tepat di belakang mobil tersebut.


"loh Itu bukannya mobil yang sedang terparkir tadi di villa tempat kita berada sebelumnya, kok bisa-bisanya dia mengikuti kita atau jangan-jangan sebenarnya mereka sudah sadar kalau kita bukan berdiskusi di luar melainkan kabur? "tanya Kamila dengan wajah yang sudah sangat panik.

__ADS_1


Venna pun merasakan hal yang sama bukan karena takut jika dirinya yang tertangkap melainkan takut kalau sampai Aryo menyakiti kamilah karena sudah menentang keinginannya, sebab kalau sudah begini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng untuk melindungi Kamila.


"Ya Tuhan sepertinya betul yang kamu katakan itu kalau sebenarnya Aryo sudah sadar jika kita belum kembali masuk ke dalam rumah, ayo pak kalau bisa di kebun tolong kebut dong jangan sampai mereka bisa mendapat kesempatan untuk menyalip mobil ini!"minta Vina dengan wajah yang begitu cemas.


"apa tidak ada nomor keluarga yang bisa kalian hubungi, mungkin dengan begitu mereka bisa mengirimkan bantuan untuk menyelamatkan kalian selagi kita berputar-putar tidak tentu arah ? "tanya pria paruh baya itu memastikan.


kamilah akui meskipun penghulu itu sudah tua tetapi pola pemikirannya itu selalu tidak pernah meleset karena selalu saja bisa dipakai di saat-saat Genting seperti begini, dan menurutnya itu sangat membantu sebab dari tadi tiba-tiba otaknya itu mendadak berubah jadi Blank dan tidak bisa digunakan buat berpikir maka dari itu ia hanya diam dan hanya memasang wajah cemasnya.


"Tapi aku tidak punya ponsel soalnya ponsel aku bingung ada di mana saat ini, apa bapak punya ponsel mungkin aku bisa meminjamnya soalnya nomor sahabatku itu aku menghafalnya dengan jelas?"tanya Kamila memastikan.


"Oh tenang saja soal pulsa mah di dalam ponsel Bapak sampai-sampai mereka minta untuk dibebaskan saking banyaknya dan saling berdesakan, Terserah mau dipakai sampai beberapa banyak yang penting Intinya jangan sampai nanti dapat surat cinta dari operator seluler?"ujar pria itu sampai bercanda dan memberikan ponsel merk jadul itu kepada kamilah membuat wanita itu meringis sebab dirinya sepertinya lupa-lupa ingat cara mengoperasikan benda tersebut.


"Ini yakin masih bisa dipakai? Atau jangan-jangan ini hanya menjadi koleksinya bapak saja, soalnya saya tidak yakin bisa digunakan padahal sekarang sudah zamannya menggunakan Android?"bukan ingin menghina tetapi Kamila hanya ingin waktu itu sadar kalau zaman semakin canggih ini tidak boleh harus berpatokan pada umur sekali-sekali harus melakukan perubahan lah.


"yah mana bisa Bapak ganti orang barang itu peninggalan satu-satunya almarhumah istri bapak makanya mau dia macet di tengah jalan saat dipakai pun tetap di gaspol aja, nanti kalau dia sudah tidak bisa hidup lagi alias sudah almarhum Nah itu baru bakalan diganti tetapi untuk saat ini masih nyaman-nyaman saja!"suasana yang tadi tegang berubah mendadak menjadi sedikit mencair akibat perbincangan antara Kamila dan juga penghulu tersebut.

__ADS_1


"kalau kamu ngajak bapaknya ngobrol terus kapan mau minta bantuan Kamila, kok bisa-bisanya di saat Genting seperti begini kamu malah terlihat santai saja seperti begitu? Memangnya masalah kita bakalan kelar kalau kamu hanya diam dan mengobrol seperti itu, ayolah nanti setelah menemukan titik terang baru kalian mau mengobrol dari matahari terbit sampai terbenam pun tidak masalah yang penting mulut kalian itu kuat untuk dipakai berbicara!"ujar Vena yang dari tadi merasa Jengah.


__ADS_2