KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Mengemis Cinta


__ADS_3

Bima lalu mendekati Chintya untuk menanyakan perihal Ardila yang sudah bersiap diri seperti begitu dan juga sebenarnya mau ke mana, karena tidak biasanya Ardila pergi sebab selama seminggu ini dirinya selalu mengurung diri di dalam kamar dan katanya tidak ingin menemui siapapun.


" itu sebenarnya Ardila mau ke mana, sudah rapi sekali seperti ingin menemui seseorang? Apa kamu mendengar dia tadi teleponan Sama siapa, karena tidak biasanya dia bersikap seperti begitu Dan juga wajahnya terlihat lebih semringah tidak seperti kemarin? " tanya Bima memastikan membuat Cynthia berusaha menormalkan degup jantungnya yang terlihat lebih cepat daripada biasanya akibat merasa takut jika nanti Bima bakalan marah akibat sikap Ardila yang susah sekali untuk dinasehati.


demi kelangsungan hidup dirinya dan Ardila serta Mungkin sedikit terbebas dari amukan pria itu mau tidak mau Cynthia memilih untuk berbohong.


" ah tadi itu Temannya menelpon Katanya ada acara reunian makanya dia disuruh datang, padahal memang sebenarnya dari awal dia tidak mau sama sekali untuk pergi hanya karena temannya memaksa ya mau tidak mau dianya jalan! " bohong Sintia agar suaminya itu tidak marah-marah.


Sintia yang melihat suaminya tidak merespon apa yang dia ucapkan dan malah menelisik ekspresi wajahnya membuat dirinya sangat gugup takut kebohongannya itu terbongkar.


" Kamu kenapa gugup begitu seolah sedang menyembunyikan sesuatu, dan aku yakin apa yang kamu sembunyikan itu pasti tentang Ardila yang selama ini selalu saja kamu Bella meskipun dia salah? " tanya Bima membuat Cynthia memilih untuk ke dapur dan tidak ingin lagi menjawab pertanyaan sang suami karena bisa dipastikan urusannya bakal lebih panjang.


Bima yang merasa diabaikan memilih mengikuti langkah kaki istrinya begitu cepat lalu meraih pergelangan tangannya dan mencegah kuat sehingga membuat sang empunya meringis kesakitan, meskipun sebenarnya rasa gugup itu masih ada.


" kamu itu apa-apaan sih Mas Kamu pikir aku tidak merasakan sakit dengan apa yang kamu lakukan tadi, Memangnya kamu tahu dari mana Kalau aku sedang gugur dan menyembunyikan sesuatu? " tanya Cynthia dengan nada yang terdengar marah padahal sebenarnya itu hanya pura-pura saja karena tidak ada salahnya kan jika Bima marah dirinya pun akting marah agar emosi pria itu tidak terlalu meledak.


" Jadi ceritanya kamu sudah berani bersikap kasar kepadaku dan masih ingin menyembunyikan keberadaan anak itu di mana sekarang? Ya sudah tidak apa-apa aku yang bakalan melacak sendiri keberadaannya dan setelah menemukannya maka bisa dipastikan hidupnya bakalan berakhir saat itu juga! "tegas Bima membuat Cynthia langsung menegang karena tidak percaya jika suaminya itu memang benar-benar marah dan juga ingin mengetahui Di mana keberadaan Ardila sebenarnya.

__ADS_1


memang benar semenjak kejadian dirinya dipermalukan karena pernikahan Ardila yang gagal suaminya itu menjadi pribadi yang lebih kasar, bahkan bisa dibilang perlakuannya yang kasar dan suka marah-marah kepada kami lah kini berpindah kepada Cynthia dan juga Ardilla.


mungkin karena perasaan pria itu yang terlalu merasakan kekecewaan dengan anak-anak yang selama ini sudah ia besarkan dan juga mungkin karena guntingan orang di kantor membuat dirinya tidak bisa menahan lagi amarah dan alhasil setiap gerak-gerik Ardila jika salah di matanya otomatis bakalan langsung kena dampak.


! aku itu bukannya kasar sama kamu Mas hanya saja kamunya yang lebih dahulu kasar kepadaku kamu pikir tangan aku ini enggak merasa sakit ketika perlakuan kamu seperti begitu, Kamu pikir aku juga mau menanggung manggung ketika pergi kemanapun orang-orang selalu menatap sinis dan juga berbuat seolah kita ini merupakan penjahat yang paling berbahaya dan harus dijauhi? " tanya Cynthia yang bahkan sudah kebingungan lagi harus berekspresi seperti apa agar suaminya itu bisa paham jika bukan dirinya saja yang merasa malu melainkan dirinya juga.


" Oh jadi kamu punya malu aku pikir kamu itu manusia yang tidak punya malu seperti anak kamu itu, yang suka sekali mempermalukan orang lain dengan sikap gilanya kalian dan juga membuat orang lain yang jadi pusing akibat ulah kalian? " tanya Bima membuat Cynthia menatap tak percaya ke arah suaminya yang menurutnya sangat tega sampai-sampai mengatakan hal seperti begitu kepadanya.


" Maksud kamu bicara seperti tadi itu apa Mas, Ardila itu anak kita berdua bukan anaknya orang lain tetapi kenapa kamu malah mengatakan bahwa dia hanya anakku saja?" tanya Cynthia dengan nada yang juga sedikit meninggi karena memang dirinya tidak paham dengan arah pemikiran Bima yang malah mengatakan hal yang sangat aneh.


Bima tertawa sinis ketika mendengar teriakan histeris dari Chintya itu karena menurutnya itu sebenarnya hanya akting belaka, Sejak kapan Chintya bakalan memikirkan orang lain dan itu sebenarnya apa yang ia pikirkan itu tidak membawa keuntungan sedikitpun untuknya.


" kamu itu bicara apa sih makin ke sini makin ngelantur, Memangnya kamu dengar dari siapa Ardila itu bukan anaknya kamu? Kamu tahu kan setelah kita menikah aku tidak pernah ke manapun jika itu tanpa izin dan juga jika tidak bersama kamu, Kamu kenapa malah mencurigaiku seperti wanita yang tidak benar? " tanya Cynthia dengan nada yang gemetar karena memang benar-benar dibuat speechless dengan sikap suaminya itu.


" Oh jadi ceritanya kali ini aku yang salah dan malah menuduh kamu yang bukan bukan, Memangnya sekarang pertanyaannya itu kalau aku menuduh kamu seperti begini keuntungannya untuk aku itu apa? sudahlah aku mau istirahat capek pulang dari kantor bekerja hanya untuk dihabiskan tanpa ada kegunaannya sama sekali, untung juga hartanya Mas Danu banyak dan juga tidak ada yang mengganggu gugatnya karena tidak ada yang tahu-menau soal hartanya itu coba saja kalau tidak otomatis kita sekarang sudah tinggal di bawah kolong jembatan!" Sintia mendengus kesal mendengar nada-nada yang diucapkan oleh suaminya itu.


" pokoknya Apapun yang aku punya sekarang itu yang miliknya aku Ardila dan kamu bukan miliknya siapapun termasuk Kamila, dari dulu kan sudah kukatakan Jangan hanya membunuh kedua orang tuanya tetapi bunuh juga anaknya agar hilang sudah pewaris dari semua harta miliknya Danu!" ujar Cynthia setengah teriak tetapi tidak dihiraukan sama sekali oleh Bima karena menurutnya jika wanita itu sedang marah apapun bakalan dikatakan bahkan bisa dibilang syukur-syukur juga Kamila tidak ada di situ coba saja kalau ada yang bisa panjang urusannya.

__ADS_1


Bagaimana tidak bakalan panjang urusannya jika semua harta miliknya yang sudah dibalik namakan atas Kamila ternyata dihabiskan oleh Bima dan juga anak istrinya, maka dari itu Kenapa mereka ingin sekali mengenyahkan Kamila dari dekat mereka agar suatu saat tidak bakalan terbongkar sebenarnya apa saja yang dimiliki oleh Gadis itu selama ini yang tidak diketahui sama sekali.


" jadi kamu menyuruhku untuk menjadi pembunuh untuk sekian kalinya agar kegilaan kamu kepada harta itu bisa terlaksana dan juga tercapai, istri macam apa kamu ini yang malah menjerumuskan Suaminya ke arah jalan yang tidak benar sama sekali? " tanya Bima yang tidak habis pikir dengan sikap istrinya yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah makanya bakalan berubah menjadi hijau ketika disebut kata uang.


" kamu menyalahkanku lagi? Bukannya kamu sendiri yang ingin memiliki hartanya Danu agar tidak perlu lagi bekerja ke sana kemari untuk mendapatkan uang, karena selama itu kan kamu tidak punya pekerjaan yang jelas dan hanya bisa dibilang orang yang tidak ada gunanya sama sekali"? tanya Cynthia dengan tertawa sinis membuat Bima meradang dan langsung menampar pipi istrinya itu tanpa banyak bicara'


Plak


" kamu jadi wanita lebih baik mulai dari sekarang berpikir caranya bagaimana agar mulut kamu itu bisa digunakan dengan benar, aku tidak ingin selalu diinjak-injak oleh kamu dan juga Putri kamu itu yang tidak jelas asal-usulnya dari mana!" tegas Bima yang tidak ingin dibantah sedikitpun apalagi sampai Cynthia berani berbohong seperti yang sudah-sudah terjadi selama ini.


Cindy masih coba mengelak karena memang apa yang dituduhkan Bima itu sebenarnya benar hanya saja dirinya tidak ingin suatu saat Bima bakalan membalasnya, maka dari itu jika berbohong adalah jalan yang terbaik dunia akan melakukan hal itu sampai seumur hidup.


" Sudah berapa kali aku katakan ke kamu kalau Ardila itu merupakan darah daging kamu bukan orang lain, kamu menuduhku Selingkuh itu harus punya bukti Jangan hanya asal bicara saja!" teriak Ardila dengan wajah memerah membuat Bima ingin sekali tertawa dengan akting yang begitu natural dari wanita itu.


" Apa perlu saat ini juga kamu telepon anak kamu itu agar kembali ke sini saat ini juga dan kita bakalan melakukan tes DNA, biar mulut kamu itu berhenti berbohong kepadaku dan juga aku sudah tidak ingin lagi ikut campur dan urusan kalian berdua?" pertanyaan yang dilontarkan oleh Bima itu langsung membuat Chintya bungkam yang tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa.


" Aku tidak akan pernah menyetujui ide konyol kamu itu karena meragukan darah daging sendiri, aku memang dari dulu sikapnya tidak pernah baik kepada orang sekitar ataupun siapa saja tetapi untuk kesetiaan Tolong jangan pernah kamu meragukan itu!" ujar Chintya tetapi setiap kata yang dilontarkan Wanita itu sudah menjadi kebiasaan oleh orang lain merasa iba dan tidak melanjutkan pertengkaran tetapi menurut lima kali ini istrinya itu benar-benar memang harus diberi pelajaran agar kapok.

__ADS_1


" Aku bukan anak kecil yang bisa kamu permainkan sesuka hati dan juga kami injak-injak harga dirinya semaunya kamu selama ini, aku minta kamu tolong Bina anak kamu itu agar Jangan membuatku malu untuk sekian kalinya! aku tahu dia tidak reuni bersama temannya bahwa Sebenarnya dia sedang bertemu dengan pria itu, tidak masalah jika dia melakukan hal itu terus jika Sebenarnya dia ingin pergi dari rumah ini seperti yang Kamila lakukan!" setelah mengatakan hal itu Bima pun menuju ke dalam kamar karena dirinya ingin mengistirahatkan otak dan juga hatinya yang terasa begitu panas akibat dari segala macam permasalahan yang ada di rumah itu.


__ADS_2