KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Mencari Kamila


__ADS_3

Aryo bagaikan orang gila mencari Kamila yang tidak ketemu sama sekali sebab dirinya yakin di manapun ada wanita itu pasti ada sang Mama juga di sampingnya, maka dari itu ia berusaha bagaimana caranya harus bisa bertemu dengan Kamila sekaligus untuk meminta maaf dan mungkin ya sedikit menurunkan ego agar wanita itu tidak mempermasalahkan uang yang pernah dipakai oleh Ardila dan orang tuanya.


pria itu sudah mengelilingi kota itu kota dimana tempat dirinya tinggal berusaha untuk bisa menemukan keberadaan wanita yang sudah memporak-porandakan hidupnya selama ini, dan juga Mungkin ia yakin jika wanita itu sebenarnya adalah pemilik perusahaan tempat di mana Bima memimpin saat ini.


Jika ditanya kenapa sih sampai Aryo bisa tahu Ya jelas karena ini merupakan zaman modern segala sesuatu bisa dilakukan dengan uang, jadi otomatis tidak akan kesulitan untuk mencari tahu tentang latar belakang keluarga Kamila dan juga Nugraha dan dirinya pun akhirnya mengetahui hal yang tidak diketahui oleh orang lain dan disembunyikan oleh Nugraha mungkin sampai mereka mati.


maka dari itu tekadnya untuk menemukan Kamila kembali menggebu-gebu sebab menurutnya selama ini ternyata dirinya sudah berhubungan dengan wanita yang benar tetapi hanya tergoda oleh tubuh lain yang lebih semok, ternyata manusia itu selalu melihat apa yang ada di depan mata tanpa mempedulikan ternyata ada hati lain yang bakalan tersakiti dengan apa yang ia lakukan.


"Pokoknya aku harus mencari tahu semuanya tanpa terkecuali dan juga bisa menemukan di mana mama dan juga Kamila, karena dengan bisa menemukannya otomatis aku bakalan menjadi orang kaya Sebab aku yakin Kamila itu merupakan anak dari orang kaya!"Aryo terlihat begitu semangat ingin menemukan Kamilah tidak seperti beberapa saat yang lalu ketika dirinya begitu membenci wanita itu hanya karena merasa bahwa sebenarnya kamilah itu tidak punya apa-apa dan juga tidak ada yang bisa dibanggakan dan membuat sikap materialistisnya itu bakalan terpenuhi.


pria itu pun segera keluar dari rumah tetapi tidak menyangka ketika sampai tepat di depan garasi mobilnya ternyata ada Cynthia dan juga Bima yang sedang menunggunya di situ, terlihat wajah keduanya sangat memancarkan amarah karena merasa yakin jika sebenarnya kecelakaan yang menimpa Ardila itu ada sangkut pautnya dengan pria yang tengah berdiri menatap heran ke arah mereka itu.


"kalian kenapa bisa ada di halaman rumahku memangnya siapa yang menyuruh kalian untuk masuk ke sini, sekarang lebih baik kalian pergi sebelum aku memanggil satpam dan membungkam mulut kalian karena sudah tidak sopan masuk ke rumah orang sembarangan?"Aryo terlihat begitu kesal tapi sebenarnya sedikit waspada jangan sampai apa yang ia rencanakan bakalan gagal total jika sampai kedoknya terbongkar.


Bima tertawa sinis mendengar apa yang dikatakan oleh Aryo barusan karena menurutnya pria itu pasti sedang menyembunyikan sesuatu, sebab kalau tidak ya pasti responnya biasa saja tidak perlu harus berlebihan seperti begitu seolah-olah sedang melihat hantu yang sedang gentayangan.


berbeda dengan Cynthia yang ingin sekali mencakar Wajah pria itu yang dulu begitu disanjungnya sebagai calon menantu yang bisa diharapkan, namun sekarang setelah ketahuan belangnya terlihat begitu menyebalkan dan rasa-rasanya ingin menghabisinya agar tidak usah lagi membuat bumi ini terasa sesak seperti sekarang.

__ADS_1


"kamu kaget Kenapa kami bisa ada di sini, Atau kamu pura-pura tidak tahu menahu dengan kejadian yang baru saja terjadi yang telah menimpa anak kami? "tanya Cynthia sambil bersedekap dada.


Aryo sebenarnya tahu apa yang sedang dialami oleh Ardila hanya jika dirinya tidak pura-pura terkejut otomatis bakalan ketahuan semuanya dan apa yang ia rencanakan saat ini bakalan lenyap sudah, maka dari itu ia pun pura-pura terkejut supaya aktingnya itu terlihat begitu alami dan juga tidak terlihat seperti Tengah menyembunyikan sesuatu.


"maksud kalian itu apa ya? Memangnya anak kalian yang mana yang sedang kecelakaan, karena aku dari beberapa hari ini tidak pernah keluar rumah malahan anak Kalian itu yang datang menggangguku?"tanpa Aryo sadari sebenarnya dirinya sudah mengatakan hal yang bakalan menjebak dirinya sendiri.


"memangnya siapa yang bilang anak kami kecelakaan, perasaan tadi kami hanya mau bicarakan bahwa ada sesuatu yang menimpa anak kami tetapi tidak menyebut kalau dia itu baru saja mengalami kecelakaan? jangan bilang kamu adalah dalang dibalik semua ini dan hari ini kamu pura-pura tidak tahu menahu agar tidak ada yang mencurigai kamu, tapi sepertinya kami bukan orang bodoh mau Hanya berdiam diri saja membiarkan anak kesayangan kami itu tidak mendapatkan keadilan! "Aryo merutuki kebodohannya ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Cynthia barusan Kenapa dirinya sampai bisa keceplosan seperti itu padahal dirinya sebenarnya tidak ingin terlibat lagi dengan keluarga Nugraha.


namun yang namanya Aryo tidak pernah kehilangan akal dan juga kejahatan itu merupakan sesuatu yang biasa baginya jadi otomatis dirinya tidak bakalan terkecoh ataupun gugup, maka dari itu ia menatap sinis ke arah pasangan paruh baya itu sambil terkekeh karena menurutnya mereka itu bertindak seperti detektif ugal-ugalan.


"sebenarnya aku hanya menerkas aja soalnya kan tidak mungkin kalian bakalan datang ke sini dan meminta pertanggungjawaban karena aku memang tidak menghamili anak kalian, terus juga bukan menyangkut hal itu pasti menyangkut soal kecelakaan ataupun apalah karena kalian itu kan orang yang licik selalu saja menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan uang?"Bima mencoba melerai Chyntia agar tidak terlalu terpancing karena nanti yang ada kedatangan mereka ke situ bakalan sia-sia dan tidak ada gunanya sama sekali.


"kkalian Tenang saja aku adalah pria yang memegang teguh apa yang aku katakan karena aku sudah mengatakan bahwa tidak ingin berhubungan dengan anak kalian lagi otomatis Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, tapi yang satu aku minta sama kalian Tolong bilang pada anak kalian itu untuk Berhenti menggangguku ataupun datang ke sini dan mereka merengek seperti orang yang tidak punya pekerjaan!"sedikit lega karena ternyata orang tuanya Cynthia itu dapat mudah sekali untuk dibohongi itulah yang membuat Aryo merasa tidak terlalu harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk berpikir karena tanpa ia berbicara panjang lebar pun Bima dan Cynthia sepertinya sudah percaya.


"Apa kamu tidak ada niatan Walau sedikit saja untuk menjenguk Ardila yang tengah terbaring di rumah sakit, kami ke sini itu secara langsung ingin meminta tolong kepada kamu karena jangan sampai dengan kehadiran kamu bisa membuat dia cepat sadar? karena hanya dia saja yang kami punya di dunia ini tidak ada orang lain yang bisa kami banggakan, kami mohon dengan sangat kepadamu untuk menjenguk dia sekali saja mungkin dengan kehadiran kamu alam bawah sadarnya bisa kembali!"terlihat Cynthia seperti seorang pengemis yang meminta tolong padahal pria yang di hadapannya itu merupakan seorang yang berhati batu dan tidak memiliki hati nurani sama sekali.


Aryo ingin sekali tertawa karena ternyata ada orang ya seperti Bima dan juga Cynthia yang merendahkan harga diri mereka dan melakukan hal yang tidak pasti seperti itu, padahal Meskipun mereka mau jungkir balik mau salto biawak sekalipun namanya Aryo tidak akan pernah mau menjilat ludahnya sendiri apalagi dengan keluarga yang tidak punya harta yang bisa dibanggakan seperti itu.

__ADS_1


"kalian tahu kalau aku ini seorang yang paling sibuk yang tidak ada punya waktu luang untuk melakukan hal yang tidak ada gunanya sama sekali, jadi lebih baik kalian mau minta tolong kepada orang lain ataupun kepada siapapun lah pokoknya jangan aku karena aku memang tidak ada berminat untuk melihat putri kalian yang sangat menjengkelkan itu!"Bima mengepalkan tangannya ketika kata-kata hinaan yang dilontarkan oleh Aryo itu terasa begitu mengusik harga dirinya dan juga tidak terima ketika itu menyangkut putrinya sendiri.


"Aku pastikan kamu bakalan menyesal seumur hidup karena sudah main-main dengan keluarga Nugraha dan juga apa yang kamu usahakan bakalan aku buat kolaps, agar kamu sadar kalau sebenarnya keluarga Nugraha itu merupakan keluarga yang paling terpandang di negara ini dan juga tidak bisa dianggap remeh!"ancam Bima yang terlihat begitu menahan emosinya padahal sebenarnya apa yang dikatakan oleh Aryo itu merupakan sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya.


"sebenarnya keluarga Nugraha yang kalian banggakan itu apa sih kelebihannya, Bukankah mereka itu merupakan benalu yang memakan harta seorang gadis yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya akibat keluarganya yang terlalu gila harta itu?"Sindir Aryo membuat Bima dan Cynthia langsung Saling pandang karena sepertinya apa yang dikatakan Aryo itu tertuju kepada mereka berdua sebab itu sesuai dengan apa yang tengah mereka jalani saat ini.


"jangan bilang dia tahu semuanya dan juga apa yang selama ini kami Sembunyikan yang tidak pernah diketahui oleh orang lain, sampai hal itu terjadi otomatis posisi kami bakalan terancam dan juga apa yang kami rebut bakalan diambil?"gumam Bima dalam hati.


jika Bima masih mencoba untuk memilih Bersikap apa yang seharusnya ia lakukan terhadap Aryo berbeda dengan Chyntia, wanita itu rasa-rasanya ingin tenggelam saat itu juga sebab dirinya takut jika harta benda yang selama ini ia banggakan bakalan diambil dan membuat dirinya Jatuh Miskin.


"Ya Tuhan aku tidak ingin Jatuh Miskin Dan juga tidak punya apa-apa sehingga dianggap remeh oleh orang lain, dengan hidup yang seperti begini saja banyak orang yang tidak menyukai kami apalagi menjadi miskin pasti bakalan dianggap sebagai orang yang tidak berguna?"Cynthia terlihat begitu frustasi membuat Aryo ingin sekali tertawa padahal dirinya sebenarnya belum terlalu mengantongi begitu banyak bukti dan juga informasi yang jelas tetapi yang ia ketahui hanya Garis besarnya saja namun itu sudah membuat dirinya senang karena respon Bima dan Chyntia begitu panik.


"Maksud kamu berbicara seperti itu apa? Jangan pernah kamu menyebarkan fitnah dan membuat orang lain memikirkan yang tidak-tidak, Percuma saja kami datang ke sini jika manusia yang patuh seperti Kamu itu sebenarnya tidak bisa diandalkan hanya membuat orang lain pusing saja melihat kehadiran kamu yang tidak berguna itu! "setelah mengatakan hal itu Bima pun menarik tangan istrinya agar ikut dengannya menuju ke mobil mereka dan pergi dari tempat itu sebelum Aryo mengatakan hal yang lebih jauh lagi.


"papa kok malah mengajak kita pulang bukannya kita harus mendengarkan apa yang ia katakan jangan sampai dia punya bukti semuanya tentang apa yang selama ini kita sembunyikan, Ayo kita kembali ke sana terus membujuk dia agar Tutup mulut dan juga tidak mengatakan hal yang aneh-aneh karena mama tidak mau jadi miskin!"terlihat Cynthia begitu frustasi membuat Bima langsung menampar keras pipi istrinya itu agar sadar dan kembali ke alam nyata dan juga tidak berpikiran yang aneh-aneh.


"kamu menyuruh kita untuk kembali ke dalam sana dan membuat dia benar-benar sadar bahwa sebenarnya itu semua adalah kenyataan yang ia katakan barusan, dan kamu juga mau Ardila tidak mendapatkan apapun Hanya karena kita menuruti apa yang diinginkan oleh pria itu. dia itu serakah pasti bakal menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, dan jika dirinya Meminta apa yang kita punya sekarang itu diberikan kepadanya Memangnya kamu mau melakukan hal itu?"jelas Bima membuat Chyntia sadar dan langsung masuk ke dalam mobil duduk di samping kursi kemudi sambil menutup matanya.

__ADS_1


"dasar manusia tidak berguna baru diancam seperti begitu saja nyalinya sudah mau copot dari tempatnya Apalagi aku membeberkan semua kebenarannya, tapi tidak ada gunanya juga sih kalau aku mengatakan saat ini karena Kamila juga belum kutemukan dan juga belum kutaklukan. tidak mungkin juga kan mereka bakalan memberikan cuma-cuma harta mereka kepadaku padahal ahli warisnya masih hidup, jadi lebih baik aku nikmati saja pencarianku kepada gadis pujaanku yang selanjutnya itu karena aku yakin pasti masih ada sisa-sisa cinta di dalam hatinya!"gumam Aryo yang terlihat begitu semangat sampai-sampai melupakan luka yang pernah IA torehkan di dalam diri kamilah sungguh Hebat kau yang namanya uang sebagai raja dunia membuat orang pun tidak memikirkan kesalahan mereka dan malah menimbulkan sakit hati yang lebih berkepanjangan.


__ADS_2