
Bramantyo tertawa mendengar pertanyaan dari Bima tadi karena menurutnya ia paling suka dengan orang yang selalu pesimis lebih dahulu, karena itu tandanya dia tidak bakalan melakukan sesuatu yang tidak tidak karena Takutnya nanti bakalan gagal.
pria itu meyakini bahwa orang yang menyuruhnya melakukan ini semua benar-benar sudah berpikir secara matang dan sudah mengetahui sifat yang dimiliki oleh Bima, maka dari itu dirinya pun memilih untuk melakukan apa yang diinginkan toh ini semua juga demi kebaikan dirinya dan wanita yang sudah ia tolong dari kecelakaan tersebut meskipun.
"tidak selamanya kerjasama itu harus mementingkan keuntungan walaupun sebenarnya secuil harapan tetap ada di situ hanya saja kita harus memikirkan hal yang terendah dulu, baru bisa kita mengharapkan hal yang paling tinggi nah Dengan begitu kita tidak bakalan kecewa jika suatu saat nanti bakalan mengalami kegagalan!" ujar Bramantyo.
Axel sebenarnya tidak mungkin percaya begitu saja dengan orang-orang yang tidak pernah kita minta tolong tiba-tiba datang menawarkan bantuan, terus lebih parahnya lagi orang tersebut malah tidak ingin mengambil keuntungan apapun yang penting niatnya hanyalah ingin menolong saja.
pria itu selalu peka dengan keadaan sekitarnya karena kebiasaan itulah yang selama ini dirinya pakai, yaitu tidak sembarang mengambil keputusan dan juga lebih memilih untuk waspada lebih dahulu.
maka dari itu apapun keputusan Bima dirinya tidak akan pernah mendukung apalagi menyangkut perusahaan, sebab menurut nya Bima pasti mau saja karena keadaan sekarang memang diperlukan benar-benar bantuan dari siapa saja.
"Apa Anda yakin memberikan uang secara cuma-cuma untuk menyuntikan dana kepada perusahaan sedangkan nilai keuntungannya kita tidak tahu sama sekali, Bagaimana jika modal yang Anda berikan suatu saat tidak akan pernah kembali sampai selamanya? "tanya Axel memastikan membuat Bima menatap tajam ke arah bawahannya Itu karena dari tadi selalu saja menjawab padahal Ia yang sebagai atasan saja tidak ada niatan untuk bertanya hal-hal yang tidak perlu.
"Jangan dengarkan dia karena di sini yang harus memberikan keputusan itu saya bukan dia atau siapapun, lebih baik anda ikut saya saja ke ruangan meeting agar di sana semua pendapat yang anda sampaikan tadi bisa langsung disampaikan kepada para pemimpin divisi! "ajak Bima yang tidak peduli jika nantinya rahasia perusahaannya bakalan terbongkar padahal Axel ingin mewaspadai hal itu tetapi ia tidak punya kuasa untuk melakukan semuanya dan memilih untuk memikirkan semuanya Dalam hati saja.
"Oh kalau begitu sebuah kehormatan sebagai saya kalau sampai bisa mengikuti rapat bersama semuanya, Baiklah Ayo kita semua ke sana soalnya tidak enak hati kalau mereka malah menunggu seperti itu! "Bramantyo pura-pura bahagia padahal sebenarnya perasaannya begitu sangat sangat bahagia.
kini kedua pria yang belum terlalu saling mengenal tetapi pernah bertemu sebelumnya itu menuju ke ruangan meeting yang di sana terdapat para ketua divisi yang sudah menunggu Bima lebih dari setengah jam yang lalu, mereka memasang tatapan heran ya ketika melihat Bima masuk ke dalam ruangan dengan membawa seorang pria asing yang tidak pernah mereka jumpai sebelumnya.
Di dalam ruangan tersebut mereka merasa Saling pandang ingin mencari jawaban membuat drama media ingin sekali tertawa melihat wajah-wajah kepo orang-orang tersebut, namun dirinya harus tetap menjaga wibawanya makanan memilih untuk Anggap saja semua orang tidak ada.
"Baiklah semuanya Terima kasih karena sudah mau menunggu saya di sini! Saya akan memperkenalkan pria yang ada di samping saya ini, yaitu dia yang bakalan membantu menyuntikkan dana untuk modal perusahaan ini agar kembali bisa beroperasi ! "jelas Bima dengan penuh percaya diri tidak seperti beberapa jam yang lalu yang terlihat begitu lusuh dan juga tidak semangat ketika datang di situ.
"Kalau boleh kami tahu sebelumnya Anda pernah bekerja di perusahaan mana Ataupun mungkin memiliki usaha, Karena perusahaan Nugraha Corporation tidak memerlukan dana yang sedikit agar bisa kembali beroperasi ? "tanya pemimpin dari divisi keuangan
__ADS_1
Bramantyo tersenyum ketika mendengar pertanyaan seperti begitu sebab menurut nya semua orang di sini ternyata memiliki indra kepekaan yang begitu bagus, kalau tidak mana mungkin mereka sampai menanyakan hal yang sedetail itu ada orang lain pasti bakalan langsung senang dan mengiyakan begitu saja.
"perkenalkan Sebelumnya saya merupakan salah satu dokter di rumah sakit swasta di sini dan sekaligus pemilik tempat itu, Kebetulan saya melihat berita soal keadaan perusahaan ini maka dari itu saya merasa bahwa simpanan saya masih mencukupi Lebih baik saya berinvestasi saja Terserah kalau mau dapat untung Lumayan kalau tidak ya sudah tidak apa-apa!"jelas Bramantyo membuat mereka dan anggukkan kepala pertanda paham.
"Ya sudah sekarang saya sudah mengatakan semua maka dari itu rapatnya bakalan saya bubarkan, karena ada hal penting yang harus saya bahas dengan Tuan Bramantyo ini dan kalian bisa kembali bekerja usahakan berikan yang terbaik dan juga kembalikan kejayaan tempat ini!"setelah mengatakan hal itu Bramantyo dan Bima pergi dari situ dan tersisa hanya Axel yang entah mengapa merasa ada hal yang tidak ia ketahui tentang seorang Bramantyo itu.
Namun entah apa itu ia tidak bisa membaca dengan jelas karena semuanya masih dengan tiba-tiba, mungkin setelah kerjasama ini berlanjut barulah bisa di tahun motif dari seorang Bramantyo yang sebenarnya.
sedangkan Bramantyo sangat salut dengan kepekaan dari Axel tadi maka dari itu ia sangat senang ketika Axel tidak mengikuti dirinya dan juga Bima masuk ke dalam ruangan pria tersebut, Sebab Dia sudah menyimpan surat perjanjian yang bakalan harus ditandatangani oleh Bima agar apa yang direncanakan dari awal perjalanan mulus.
"sepertinya pria itu bisa diandalkan karena kesetiaannya dan juga cepat tanggap seperti begitu, tetapi untuk sekarang sepertinya untuk memerlukan dia masih terlalu awal karena belum terlalu percaya kepadaku dan aku harus bisa menanam kepercayaan tersebut." gumam Bramantyo dalam hati.
"Oh iya kalau begitu kita bisa menandatangani berkas kerjasama tetap dengan begitu maka saya bisa langsung mengucapkan dana ke perusahaan ini, tetapi sebelum itu saya juga ingin bukti sedang di atas putih agar bagaimana kejadian kedepannya itu semua sudah disepakati bersama dan disadari oleh kedua belah pihak!"jelas Bramantyo tetapi Bima sepertinya tidak tangkap maksud dari tujuan pria itu santai-santai ia menyetujui begitu saja tanpa ada penolakan sedikitpun.
Ayla di rumah sedang begitu cemas karena hari ini merupakan hari di mana Dirinya mulai kembali merebut peninggalan suaminya, yang sebenarnya harus dijaga dan juga dilanjutkan oleh Putri mereka satu-satunya tetapi karena pekerjaan manusia serakah itu sampai-sampai putrinya memilih untuk bekerja di tempat lain.
"Ya Tuhan aku tahu yang namanya balas dendam itu merupakan sebuah hal yang dilarang karena masuk di dalam perbuatan dosa, tetapi aku hanya ingin mengambil kembali apa yang sudah menjadi hak milikku dan tidak ingin orang-orang yang tidak bertanggung jawab malah bahagia di atas penderitaan anakku! "lirik Ayla dalam hati.
Kamila yang hari ini merupakan hari pertama kembali bekerja di perusahaan Bimana merasa ada perasaan yang kurang nyaman di dalam benaknya, Gadis itu merasa kalau dirinya selalu disebut oleh seseorang di jauh sayang entah apa itu dan kapan serta siapa dia tidak tahu sama sekali.
Angga melihat kegelisahan Kamila memilih untuk mendekatinya dan memastikan keadaannya, karena takutnya jangan sampai Kamila memaksakan diri untuk tetap datang ke perusahaan padahal kondisinya sedang tidak fit.
"kamu baik-baik saja kan? kalau memang merasa tidak nyaman lebih baik pulang saja terus beristirahat di rumah, nanti aku bakalan ngomong ke papa kalau kamu belum bisa bekerja hari ini nanti lain kali saja kalau sudah sehat!"bujuk Angga sambil memegang tangan Kamila yang terasa begitu dingin.
"Aku baik-baik saja kok, hanya saja mungkin karena terlalu kepikiran akibat kembali lagi ke sini makanya jadi kayak begini!"jelas Kamila karena memang ia tidak merasa kurang sehat atau apapun itu sebab memang hanya memikirkan sesuatu yang tidak perlu dipikirkan saja sih untuk saat ini.
__ADS_1
"Tapi aku lihat dari jauh itu kondisi kamu memang seperti orang yang sedang sakit, maka dari itu aku menyarankan kamu untuk pulang saja jangan terlalu memaksakan kehendak!"ketika Kamila kokoh dengan pendiriannya begitu pula dengan Angga yang juga tidak mau kalah karena Takutnya kalau dirinya lembek wanita itu bakalan drop karena terlalu memaksakan kehendak.
"Astaga Angga kamu itu terlalu berlebihan sekali deh, aku itu baik-baik saja yang bilang aku sakit itu siapa? masa aku yang merupakan pemilik tubuh ini saja tidak merasakan apapun tetapi kamu dengan percaya diri malah ngomong seperti itu, sudah ah lama-lama Nanti kamu malah mendoakan agar aku sakit terus tidak bisa kerja sekalian nanti siapa coba kalau memberikanku makan?"Omel Kamila lalu masuk kembali ke dalam ruangannya waktu sebelum dirinya pindah ya itu bagian keuangan.
Angga yang merasa frustasi memilih masuk ke dalam ruangan Papanya dan kemudian di sana ada Heru yang sedang menandatangani berkas yang menjulang begitu tinggi, pria paruh baya itu hanya menggelengkan kepala ketika melihat anaknya malah duduk di sofa sambil memejamkan matanya seolah ada beban berat yang sedang ditanggungnya.
"Berdebat lagi dengan Kamila terus dianya tidak mau mendengarkan perkataan Kamu, sepertinya masuk akal sih karena kamu tahu kan kalau dia itu merupakan wanita pekerja keras Jadi kalau disuruh duduk saja mana mau?"Heru selalu tahu kalau Angga datang dengan wajah ditekuk seperti begitu pertanda masalahnya ada hubungannya dengan Kamila.
"Sudah tahu Kok malah nanya? Bukannya dikasih solusi apa gitu supaya mungkin aku bisa membantu setiap masalahnya Kamila, tetapi yang ada malah meledekku seperti masalah yang sedang terjadi ini merupakan sebuah hal yang main-main tidak pada keseriusan di dalamnya!"gerutu Angga.
"Kenapa juga kamu tidak ikutan bekerja di sini biar bisa selalu dekat dengan dia kemudian memantau pekerjaannya atau mungkin sedikit-sedikit kamu bisa membantu, dan kalau kamu seperti begini dan dia inginnya bekerja maka otomatis kalian bentrok lah karena sama-sama tidak sejalan dan juga tidak sepemikiran dalam hal menata masa depan!"Heru sengaja mengatakan hal itu siapa tahu dengan cara begitu Angga bisa langsung mau bekerja maka dari itu ia tidak bakalan bersusah payah lagi untuk membujuk pria itu agar mau berada di situ menggantikan dirinya.
"papa itu sebenarnya sangat tahu lho kelemahanku karena meminta sesuatu hal yang pas di saat seperti begini, ya sudah nanti aku bakalan bekerja deh Tapi nanti besok itu juga aku kompromikan dulu dengan Kamila!"jelas Angga.
Angga ingin segala sesuatu yang ia ambil keputusannya di dalam hidupnya untuk saat ini harus mengetahui Kamila dahulu, agar wanita itu sadar bahwa keberadaannya di sisi Angga itu merupakan sebuah hal yang sangat penting.
"kalau misalnya Kamila mengatakan bahwa itu terserah kamu saja mau bekerja atau tidak ya itu artinya dia bakalan mendukung semua keputusan kamu , tetapi yang Papa harapkan tolong jangan setiap kali wanita berkata terserah terus kamu mengikuti kata hatimu yang rasa rasanya membuat kalian malah berbeda!"Heru sengaja mengatakan hal itu karena dirinya juga mempunyai istri dan selama ini ia paling tahu apa yang tidak disukai oleh istrinya itu yaitu jika dirinya selalu cuek dan tidak peduli dengan kemauan wanita yang sudah menemaninya selama berpuluhan tahun.
"papa kalau mau curhat jangan sekarang soalnya aku benar-benar lagi tidak ingin mendengar kan curhatan siapapun, tetapi Tenang saja aku bakalan mengikuti saran Papa dengan menyenangkan apapun yang diinginkan oleh kamilah tentang hidupku!"jelas Angga lalu keluar dari ruangan tersebut karena ia tidak mau mengganggu kegiatan papanya yang terlihat begitu sibuk sebab kertas yang menggulung di depan mejanya Heru terlihat begitu membuat Angga pusing.
Kamila merasa takut jangan sampai kehadirannya kembali di tempat itu menjadi bahan gunjingan karena ia yang dekat dengan anak pemilik perusahaan, padahal sebenarnya Dirinya belum ada niatan untuk kembali tetapi mau bagaimana lagi kalau orang yang dekat dengannya meminta hal dengan cara memaksa ya mau tidak mau.
"Wah enak banget ya Jadi kamu, Kalau bosan di sini bakalan pindah ke tempat lain nanti kalau di tempat lain itu sudah bosan bisa kembali lagi?"nah tuh kan kamila belum selesai memikirkan hal-hal yang tidak-tidak ternyata sudah terjadi.
"Ya kamu kan tahu sendiri kebiasaannya wanita cantik pasti bakalan memamerkan kecantikannya itu untuk mendapatkan sesuatu, Jadi sepertinya kita tidak usah deh ngomongin orang seperti begitu Takutnya nanti jangan sampai kita juga seperti dia kan malu?"sahut temannya yang berada di seberang yang tidak kalah menatap sinis ke arah Kamila yang dari tadi memilih untuk tidak mempedulikan kehadiran mereka di situ.
__ADS_1