KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Episode 30


__ADS_3

" oke baiklah aku mengaku kalah dan juga mengaku salah karena kemarin sudah mengatakan hal buruk tentang kamu, tetapi Percayalah Jika hati dan pikiranku itu hanya untuk kamu tidak pernah sedikitpun ada niat untuk memikirkan orang lain!" ujar Ardila yang terlihat bersungguh-sungguh padahal itu semua hanya dusta wanita itu saja'


mendengar nada-nada yang halus dan juga sangat mengesankan bukannya membuat Aryo menerima Ardila melainkan pria itu menatap sinis ke arahnya, sebab menurutnya dirinya adalah seorang pemain Jadi jika di komando tidak sesuai dengan keinginannya Jangan harap ia bakal mengikuti.


" jadi Menurut kamu aku harus memaafkan kamu sekarang Sebab semua yang kamu lakukan kemarin dan juga keluarga kamu katakan itu merupakan sebuah candaan, Sepertinya kamu salah besar soalnya aku bukan tipe seseorang yang sudah membuang barang yang tidak berharga lalu kembali memungutnya !" Aryo terlihat tidak akan pernah mau untuk memaafkan Ardila yang menurutnya sudah terlalu berlebihan berbuat seolah dirinya adalah pria yang mudah diatur.


" aku mohon kamu jangan seperti begini dong Harusnya kan kamu mengingatku bahwa sebenarnya kita itu pernah menjalin hubungan bahkan sampai akan menikah, kalau kamu seperti begini nanti apa yang dikatakan orang bahwa Ardila Nugraha ternyata merupakan seseorang yang pernah dicampakkan!" ujar Ardila yang penuh permohonan tetapi bukannya membuat Aryo kasihan pria itu malah tertawa mengejek.


" Apa yang kamu lakukan sekarang ini sudah terkesan seperti seorang wanita murahan yang sedang menjajakan tubuhnya, padahal kan Kamu harusnya tahu kalau sebenarnya kamu itu tidak lebih dari seseorang yang pantasnya dibuang tanpa harus untuk dilihat lagi!" Aryo mengatakan hal itu lalu ingin pergi tetapi Ardila buru-buru menahan tangannya karena menurut wanita itu dirinya masih mempunyai jurus yang jitu.

__ADS_1


" Ya sudah kalau kamu memang tidak ingin memaafkanku dan juga kembali kepadaku Aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu, hanya saja aku mohon kepadamu untuk kali ini saja menemaniku Menghabiskan malam yang panjang nanti setelah itu perasaan kamu berubah atau tidak aku tidak akan pernah memperdulikannya lagi! " Ya Tuhan Ardila Sebenarnya tadi kamu paham tidak apa yang dikatakan oleh Aryo bahwa kamu itu seperti wanita murahan yang sedang mengemis pada seorang pria.


melakukan sesuatu itu sebenarnya tidak perlu harus sampai berlebihan dan juga mengharapkan apa yang bakalan menjadi keindahan, melainkan melakukan sesuatu itu harus berdasarkan kenyataan dan juga harga diri harus selalu dijunjung tinggi apalagi itu merupakan seorang wanita.


" Kamu pikir aku mau dengan barang bekas yang sudah kubuang seperti kamu, Kamu kan tahu kan jika barang terus tidak ingin digunakan lagi lalu dibuang pasti suatu saat bakalan berubah menjadi bangkai ataupun rongsokan! dan Pria sepertiku tidak mungkin memelihara bangkai ataupun rongsokan, aku masih punya selera yang lebih tinggi dan juga berkelas tidak harus rendahan apalagi murahan! " jelas Aryo membuat Ardila sudah tidak bisa menahan kekesalannya lalu mendekati pria itu dan menampar wajahnya begitu keras sampai-sampai wajah Aryo sempat berpaling.


" kamu berani menamparku? kamu wanita murahan beraninya menamparku, Memangnya kamu pikir kamu itu siapa sampai-sampai ringan tangan begitu?" tanya Aryo sambil menjambak kuat rambut Ardila.


jika kalian mengira bahwa Aryo itu merupakan pria kasar maka bisa dibilang kalian itu salah besar, Biar bagaimanapun seorang pria itu merupakan kepala rumah tangga dan juga punya harga diri. jika seorang wanita melakukan kekerasan padanya tidak mungkin ia bakalan berdiam diri saja ataupun hanya menangis, otomatis dirinya bakalan membalas dengan cara yang lebih sadis maka dari itu jika bertutur kata dengan pria yang temperamen usahakan menggunakan bahasa yang sopan dan menjaga sikap.

__ADS_1


bukan berarti setiap kali engkau disakiti oleh pria engkau harus mengalah tidak begitu juga, hanya saja jangan terlalu bertindak berlebihan seolah-olah Engkau adalah yang paling benar dan juga setiap kata-katamu mutlak harus didengar.


" Aryo kurang ajar lepaskan Rambutku itu sakit sekali tahu tidak, kamu jadi priaku kasar sekali Memangnya kamu pikir aku ini apa sampai-sampai kamu melakukan hal ini kepadaku?" teriak Ardila histeris karena memang kulit kepalanya itu terasa seperti mau copot dari tempatnya.


mendengar teriakan Ardila membuat satpam yang sedang duduk sambil memperhatikan keduanya itu langsung mendekat, dirinya melerai pertikaian itu karena tidak ingin Aryo melakukan hal-hal yang tidak diinginkan sebab dirinya sangat tahu bagaimana tabiat majikannya itu.


" Tuan bisakah anda melepaskan wanita itu, karena daripada nanti kita bakalan berurusan dengan Polisi dan hal itu bakalan memperoleh semuanya!" pinta satpam itu membuat Aryo langsung melepaskan Ardila lalu menatap tajam ke arah wanita itu.


" selagi aku masih berbaik hati setidaknya kamu pergi dari hadapanku sekarang, Jangan sampai aku melakukan hal yang nekat dan bakalan kamu sesalkan karena tidak ada jalan untuk kembali lagi!" ancam Aryo dengan Tatapan yang begitu menusuk tetapi Ardila yang sudah kebiasaan dimanja dan apapun kemauannya dituruti tidak akan semerta-merta membiarkan Aryo menang.

__ADS_1


__ADS_2