
Kamila yang sudah mulai bersiap diri untuk pergi ke kantor berencana bahwa hari ini dirinya bakalan datang pagi-pagi sekali sebab dirinya tidak punya kendaraan dan juga jarak dari rumah ke kantor yang lumayan jauh,, penampilannya begitu Anggun dan juga berkelas sebab dirinya selalu mengedepankan yang namanya menghargai perusahaan dan juga Citra para karyawan di dalamnya agar tidak memalukan.
"Mama aku berangkat dulu ya, doakan agar hari pertamaku bekerja selalu lancar dan tidak menemukan kendala apapun, Nanti aku pulang kantornya Mama mau dibawakan apa biar sekalian untuk makan malam?"pamit Kamila tetapi sekaligus bertanya tentang keinginan Vena buat makan mereka nanti malam.
Vena tersenyum mendengar pertanyaan penuh pengertian dan juga perhatian dari Kamila, padahal dirinya hanyalah seorang asing yang numpang hidup kepadanya tetapi memang kasih sayang Gadis itu begitu besar terhadapnya sampai-sampai tidak ada orang yang menyadari jika sebenarnya mereka tidak punya hubungan apa-apa.
"Mama itu tidak ingin kamu bawa apa-apa cukup kamu pulang dari kantor dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan apapun! Kalau urusan yang lainnya biar nanti mama yang bakalan masak di rumah daripada Hanya duduk duduk saja tidak gerak, kamu jangan pernah memikirkan urusan rumah kalau masih ada Mama di sini soalnya kan masih sehat walafiat masih bisa buat bekerja?"jelas Venna yang benar-benar tidak ingin jika Kamila terlalu memaksakan dirinya.
"Ya maksudnya kan daripada Mama repot-repot harus masak itu kan capek baru sudah begitu Aku tidak ada di rumah nanti kalau ada apa-apa gimana dong? jadi lebih baik sekalian saja aku bawa dari luar biar datang langsung masak terus kita bisa langsung istirahat, memangnya aku ajak mama ikut denganku itu hanya untuk menjadikan Mama tukang masakku pribadi apa? "tolak Kamila yang benar-benar tidak menyukai jika Vena bekerja mengurus rumah Ya tidak masalah tetapi jangan sampai kecapean karena nanti mereka berdua yang bakalan kesulitan nantinya.
"Ya sudah terserah kamu saja mau ngomong apa yang penting intinya Mama bakalan urus ini dan itu soalnya capek kalau hanya duduk saja, dan juga Ingat pesan Mama tadi ya Kalau bekerja itu harus sepenuh hati dan kalau mau pulang harus benar-benar pastikan tidak boleh kamu sendirian karena kejadian di luar itu kita tidak tahu bakalan apa yang akan terjadi!"pinta Veena sambil mengusap pelan bahu Kamila.
Tin tin tin
keduanya sedang asyik berbicara menatap heran ke arah luar ketika mendengar bunyi klakson mobil, membuat Vena menatap heran ke arah Kamila memastikan Apakah memesan mobil online atau tidak.
"kamu tadi pesan taksi online? soalnya Sepertinya di depan sudah sampai deh, ayo buru-buru keluar soalnya nanti kasihan mereka menunggu lama!"jelas Vena membuat Kamila menarik tangan wanita itu sebab dirinya tidak pernah memesan taksi online.
"Ih Mama Siapa juga yang pesan taksi online itu mungkin tetangga di samping rumah Soalnya aku memang dari tadi belum menyentuh ponselku, Ya sudah aku berangkat dulu soalnya aku harus sedikit ke depan untuk mendapatkan ojek Kalau di sini mah mana ada ojek mau masuk buat mangkal!"pamit Kamila yang benar-benar tidak ada sangkut pautnya dengan mobil yang tadi terdengar bunyi klaksonnya.
__ADS_1
Venna yang merasa khawatir dengan Kamila milih mengikuti Gadis itu dari belakang, dan terlihat memang benar mobil yang tadi membunyikan klakson sedang terparkir sempurna di depan halaman rumah mereka dan Kamila sedang berdiri terpaku di tempatnya menatap ke arah pemilik mobil itu.
"nah tuh kan apa Mama tadi kan sudah bilang kalau sebenarnya ada mobil di depan yang Mama kira itu merupakan kendaraan online, tetapi kenapa sopir mobilnya malah berpakaian formal seperti orang yang bekerja di kantoran ya?"tanya Venna penasaran membuat Kamila mendengus kesal terhadap orang yang ada di depan itu.
"aku juga bingung loh Itu sebenarnya pemimpin di perusahaanku dan kemarin dia adalah orang yang menginterview aku untuk masuk kerja, atau mungkin ada keluarganya di sekitaran sini sampai-sampai dia nyasar masuk di dalam kaplingan Rumah Kita? Ya sudah Mama masuk kembali lagi Deh. Aku bakalan menyamperi orang itu dan menanyakan untuk apa dia berhentikan Mobilnya di depan rumah kita, Memangnya dia pikir dia sendiri bisa membeli mobil orang lain tidak bisa makanya dia datang ke sini untuk ajang pameran?"tanya Kamila lalu menuju ke dekat Arlan yang tengah bersandar di depan mobilnya sambil memakai kacamata hitam dan tersenyum ke arah wanita yang sedang menuju ke arahnya itu.
"permisi ya Pak Apa Anda nyasar sampai-sampai harus masuk ke dalam sini? Kalau Anda mau mencari keluarga ataupun tetangga ya di sini bukan tempatnya soalnya tetangga saya kan ada batas dengan pagar, Jadi mungkin anda bisa keluarkan mobil anda dari sini soalnya saya mau kunci pintu pagar di depan itu karena semalam lupa menguncinya?"tanya Kamila penasaran.
Arlan tersenyum lalu memberi kode kepada Kamila agar mendekat kepadanya membuat wanita itu mengerutkan keningnya karena merasa aneh, namun mau tidak mau ya dirinya harus mengikuti perintah pria itu karena Biar bagaimanapun Arlan merupakan pemimpin tempat dirinya bekerja saat ini.
"kamu bisa ke sini kan soalnya aku itu bukan datang untuk menjemput tetangga ataupun siapapun di sekitaran sini tetapi aku datang tujuan untuk menjemput kamu, Lagian aku juga bisa membedakan yang mana merupakan kenalan dan yang bukan! jadi ayo cepat masuk ke dalam mobil nanti kita telat ke kantornya soalnya aku sudah bela-belain datang pagi-pagi loh ke sini untuk menjemput kamu, jadi tolong ya jangan mengecewakan tumpangan gratis yang aku berikan daripada kamu harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar lagi buat pergi ke kantor nantinya!"bujuk Arlan sambil mendorong tubuh Kamila itu agar masuk ke dalam mobilnya membuat wanita itu menepis tangan pria itu akan menjauh.
"saya itu masih mampu untuk membayar ongkos pergi ke kantor Jadi sepertinya Anda tidak usah buang-buang tenaga buat datang menjemput saya seperti begini! Lagian saya juga tidak mau nanti menjadi gunjingan satu kantor karena datang bersama dengan pemimpin perusahaan, jadi tolong hargai privasi dan juga waktu saya untuk bekerja di perusahaan agar lebih betah dan juga tahan lama karena tidak ada yang membenci saya dan dikira saya bekerja di perusahaan itu hanya karena memiliki koneksi di dalamnya!" tolak Kamila lalu pergi menjauh dari situ sebab menurutnya untuk apa berlama-lama berada di dekat Arlan jika hasil akhirnya dirinya akan menolak permintaan pria itu.
"Bisa tidak jangan ikut saya terus ke sana kemari? kalau kamu mau pergi ke kantor ya silakan saja atau mau sekalian jadi pengemudi mobil online pun tidak masalah, yang penting Intinya jangan pernah memaksakan saya untuk ikut dengan kamu karena saya tidak ada kemauan untuk melakukan hal itu!" Kesal Kamila.
"Ya sudah kalau begitu kamu adalah pengguna mobil online saya untuk pertama kali, dan ini merupakan pelayanan yang spesial dari saya Karena tanpa kamu memesan Saya sudah datang lebih dulu untuk menjemput kamu saat ini!" Arlan masih saja tetap pada pendiriannya yaitu memaksa Kamila untuk ikut dengannya pergi ke kantor sama-sama hari ini.
Jika berteriak dan memakai seseorang itu adalah perbuatan yang terpuji maka Kamila sudah pasti akan melakukannya saat ini juga, soalnya dalam pikirannya saat ini bahwa hidupnya bakalan tenang tidak ada yang mengganggu ketika dirinya sudah pindah di kota yang sangat asing baginya.
__ADS_1
"sebelum kesabaran saya habis lebih baiknya dari hadapan saya saat ini juga, atau kalau memang kamu tidak ada niatan untuk pergi ya sudah baik lalu bebek kamu bertahan di sini karena saya yang bakalan pergi lebih dulu!"sudah habis kesabaran Kamila untuk berbicara dengan pria itu sebab dari tadi tetap pada pendiriannya bahkan posisinya pun tak bergeser sedikitpun.
Arlan otomatis tidak terima ketika Kamila meninggalkan dirinya sendirian padahal dirinya sudah rela bangun pagi-pagi dan juga berbohong kepada mamanya untuk datang ke kantor padahal Tujuannya ke arah lain, dan jika sudah rela melakukan hal itu sekarang malah tidak dihargai sedikitpun otomatis perasaannya bakalan tidak terima atau mungkin bisa dibilang apapun caranya bakalan dirinya lakukan untuk memaksa wanita itu mengikuti dirinya.
"Sebagai pemimpin di perusahaan kamu saya yang memaksa kamu untuk ikut dengan saya saat ini juga kalau kamu membantah, Maka jangan menyesal sebentar pasti ada pemerintah yang aneh-aneh yang bakalan saya berikan untuk kamu!" Ancam Arlan.
Kamila membulatkan matanya sempurna tak percaya dengan ancaman yang diberikan oleh Arlan kepadanya saat ini, sebab menurutnya pria itu terlalu memaksakan diri untuk dirinya mau dengan perintah yang baru saja ia lakukan barusan.
"pokoknya mau apapun perintah kamu saat ini aku tidak peduli karena sekarang bukan jam kantor jadi apapun harus aku ikuti, kalau memang kamu mau maksa ya sudah lebih baik kamu pergi saja karena aku tidak akan pernah ke kantor lagi mulai saat ini!"ancam Kamila sebab dirinya yakin Arlan akan pergi dengan dirinya mengeluarkan kata-kata itu dan ternyata memang benar sesuai dengan Perkiraannya.
Arlan yang mendengar ancaman Kamila tadi langsung berdiri tenang di tempatnya tidak berani berkata-kata lagi sebab takutnya apa yang dikatakan oleh wanita itu benar-benar menjadi kenyataan, jadi jika sampai hal itu terjadi otomatis apa yang ia usahakan dan yang terjadi beberapa menit ini sudah pasti tidak akan pernah terjadi lagi ke depannya.
"Baiklah aku bakalan ke kantor saat ini juga tetapi kamu Ingat jangan sampai datang terlambat ya karena ini adalah hari pertama kamu bekerja! Jika nanti sampai di kantor silakan langsung ke ruanganku saja karena kamu bakalan aku posisikan sebagai asisten pribadi itu, jika semua orang bertanya katakan saja bahwa aku yang memberikan perintah itu dan tidak boleh ada yang menentangnya sedikitpun!" Jelas Arlan sambil memaksakan senyuman di wajahnya meskipun sebenarnya hatinya sangat enggan meninggalkan tempat itu tanpa Kamila tetapi nanti di kantor juga pasti bakalan bertemu terus soalnya kan wanita itu pasti bakalan berada satu ruangan dengan dirinya.
"Saya juga mau jalan saat ini tetapi anda yang menghalangi jalan saya makanya saya masih berdiri di sini tidak kemana-mana, Jadi kalau Anda mau pergi ya sudah pergi saja soalnya saya juga sudah tidak ingin punya urusan dengan siapapun lagi saat ini soalnya Tujuan saya yaitu pergi bekerja untuk mencari uang agar bisa makan dan minum dengan tenang!" Kamila sengaja mengatakan hal itu agar Arlan sadar bahwa sebenarnya Kamila itu bukan tipe wanita yang mau saja menerima perhatian orang lain dengan cuma-cuma tanpa mengeluarkan keringat sedikitpun.
Setelah mengatakan hal itu Kamila pun pergi tanpa menoleh ke arah Arlan sedikitpun sebab menurutnya pria itu kan datang tanpa dirinya undang jadi pasti akan pergi karena tidak ada yang mengharapkan kehadirannya, begitu pula dengan Arlan yang merasa bahwa kamilah tetap tidak bakalan berubah pikiran membuat pria itu dengan hati yang begitu kecewa memaksakan diri untuk pergi dari situ.
"Kalau tahu begini jadinya lebih baik tadi aku menunggunya saja langsung di kantor daripada sudah berbohong kepada Mama eh malah hasilnya nol besar, untung juga Mama juga orangnya tidak terlalu bawel kalau tidak mah penjelasannya bakalan panjang kali lebar akibatnya berbentuk jajar genjang dan aku yang bakalan salto!" Batin Arlan yang menyadari bahwa ternyata nasib baik itu tidak semua dialami oleh semua orang.
__ADS_1
"Dasar pria aneh dan juga pemaksa Memangnya dia pikir aku wanita apaan, datang-datang terus memaksaku untuk pergi dengannya Idih Memangnya dia pikir aku sudah kehabisan ongkos apa untuk bayar taksi pergi ke tempat kerja?"sungut Kamila membuat pengemudi ojek online yang tadi sempat berhentikan menatap heran ke arahnya.
"Enengnya kenapa lagi komat kamit seperti Mbah Dukun lagi baca mantra? Awas lho kalau kesambet beneran Bapak tidak bisa membaca doa buat menyadarkan orang kalau kena begituan, jadi lebih baik tidak usah komat-kamit sendirian soalnya kasihan cantik-cantik dan dananya sudah rapi begitu hancur berantakan nanti!"goda pria itu membuat Kamila tersenyum karena Akhirnya ada yang bisa mengembalikan mood-nya sudah hancur berantakan dari tadi pagi Mungkin dirinya harus memberikan ongkos yang lebih kepada pria itu karena Biar bagaimanapun dirinya sudah sangat membantu Kamila pagi ini.