KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Ayla kesal


__ADS_3

Ardila mau tidak mau mengikuti semua yang dikatakan oleh Chintya baginya meskipun itu terkesan bakal membuat dirinya yang kesusahan nantinya, apalagi dirinya sekarang sedang numpang hidup kepada orang lain ya mau tidak mau harus mengikuti saja apapun yang dikatakan orang tersebut meskipun tubuhnya masuk ke jurang.


"aku makan sop nya saja deh Mah! Dan tolong ambilkan yang lain soalnya aku lagi tidak berselera!"tolak Ardila yang memang benar-benar harus memikirkan soal dirinya sendiri.


Chyntia menatap heran kearah putrinya itu yang tidak biasa menolak makanan yang enak ini, padahal ini merupakan seleranya Ardila membuat wanita itu merasa heran dan memilih untuk tidak ambil pusing.


"Kalau begitu kamu makan yang banyak soalnya sayang loh kalau semua ini Harus dibuang karena tidak dihabiskan, jadi kalau selama ini kamu bosan makan bubur ya Mama hari ini bakal mengijinkan kamu merasakan semuanya!"jelas Cynthia santai.


"Kan kalau masih ada sisa tidak perlu dibuang tinggal dimasukkan ke dalam kulkas lagi nanti baru dikasih panas ulang, soalnya kasihan kalau kita harus boros-boros Padahal di saat kita sekarang ini menuntut kita harus lebih berhemat lagi!"tawar Ardila membuat Sintia menatap heran ke arah putrinya itu karena aku bisa-bisanya Ardila memikirkan yang namanya soal berhemat seperti saat ini.


"kamu sejak kapan memikirkan hal yang tidak penting seperti begitu, Memangnya kamu pikir kita mau makan makanan yang seperti begitu yang sudah harusnya dibuang Tetapi malah diawetkan?"tanya Cynthia yang sebenarnya masih tetap pada sikap awalnya yaitu mempertahankan ide bahwa dirinya merupakan wanita yang elegan dan juga mempunyai segala-galanya.


"Semua orang yang pernah memasukkan makanan sisanya ke dalam kulkas Lalu besok dipanaskan lagi terlihat masih hidup dengan tenang bahkan sehat, hanya kitanya saja yang keburu boros sampai-sampai tidak menyadari nikmat yang sudah diberikan Tuhan secara cuma-cuma kepada kita ini!"jelas Ardila yang Bukannya ingin dengan sengaja menyentil harga diri Mamanya hanya saja untuk sekarang biarlah Chintya paham dengan apa yang ia maksud.


Chyntia memilih untuk tidak memikirkan apa yang dikatakan oleh Ardila barusan karena menurutnya wanita itu pasti ada saja punya cara untuk membuat dirinya emosi, maka dari itu jalan terbaik yaitu membiarkan saja Ardila mau berbicara apapun Sampai wanita itu puas pasti bakalan berhenti sendiri.


Ardila itu sebenarnya maksudnya baik yaitu ingin membuat mamanya sadar dengan kondisi mereka sekarang yang tidak seperti dulu lagi, kalau dulu meskipun masakan yang terlihat begitu enak tetapi kalau mereka tidak mau memakannya pasti bakalan disuruh buang dan menyuruh untuk ganti yang baru meskipun bahan makanan yang digunakan itu harganya fantastis.


Kondisi mereka sekarang berbeda dan memang benar kata pepatah Kalau roda itu tidak bisa berjalan hanya satu Sisinya saja karena dia harus berputar, dan sekarang kondisi mereka itu sedang berada di bawah dan terpuruk serta tidak mempunyai apapun Hanya mungkin titel keluarga Nugraha yang membuat orang sedikit menghargai mereka.


"kamu jangan hanya makan sop saja dong nanti makanan yang lain ini mau gimana Terus masa iya kita harus menyimpannya kembali di dalam kulkas, nanti kalau rasanya sudah tidak enak lagi terus kesehatan kita terganggu Bagaimana coba kan lebih parah lagi? "tanya Cynthia memastikan.


"Mama semua orang di dunia pasti pernah melakukan hal itu jadi jangan merasa seperti kita ini mempunyai seisi dunia Jadi apa yang kita inginkan langsung kita dapatkan, Hiduplah dengan biasa saja tidak perlu harus terlalu mencolok ingin menampilkan kepada orang lain kebisaan yang kita miliki!"Ardila tetap pada pendiriannya yaitu tidak akan membuat dia kesakitan dengan melanggar pantangan makanan yang dianjurkan oleh dokter Bramantyo.


Chyntia memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan tersebut dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Ardila barusan karena memang tidak ada salahnya juga sih, soalnya memang hidup mereka sekarang itu harus kenal yang namanya berhemat karena biar bagaimanapun memaksakan kehendak hanya membuat kepala pusing.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu nanti makanan yang sisa bakalan Mama simpan di dalam kulkas, Maafkan Mama ya jika tidak bisa menjadi orang tua yang baik sehingga kamu akhirnya hidup pas-pasan seperti begini!"Cynthia mengatakan hal itu sambil tersenyum sedangkan dibalas dengan angguk kan kepala oleh Ardila.


Dalam keluarga tersebut sudah tidak ada lagi yang namanya kepala keluarga yang bakalan bertanggung jawab dan mengurusi semuanya, Chyntia terlihat seperti seorang janda tetapi begitulah yang harusnya ya hadapi selama ini karena Karma selalu pasti berlaku juga engkau tidak pernah memperlakukan suamimu dengan baik.


Bima suaminya Chyntia kini tengah merajuk kepada Ayla yang terlihat baru kembali dan wajahnya terlihat senyum-senyum seolah tapi baru habis ketemu sama Jantung Hati, padahal dirinya di situ Sedang berharap-harap cemas kira-kira wanita itu bakal pulang jam berapa Namun nyatanya Ketika pulang Harapan tidak sesuai dengan kenyataan.


"Kamu kenapa baru datang-datang langsung senyum seperti itu, seolah-olah tadi itu kamu baru ketemu dengan pria yang merupakan kekasih kamu? "tanya Bima dengan wajahnya yang Ketus.


Ayla menatap heran ke arah pria yang bisa dibilang numpang hidup dengannya dan malah terlihat seperti memarahinya, wanita itu jadi bingung sendiri Memangnya letak kesalahannya ada di mana sampai Bima wajahnya tidak bersahabat seperti begitu.


"Kamu kenapa? Kok aku barusan pulang terus kamu marah-marah seperti begitu, seolah kamu punya bukti kalau aku itu di luar sana bukan untuk mengurusi restoran Tetapi malah bermain-main dengan laki-laki lain?"tanya Ayla yang tak kalah kesal dari Bima sebab wanita itu sedang capek dari luar tetapi bukannya disambut dengan kata-kata yang sedikit menenangkan tetapi yang ada malah memancing keributan.


"Ya habisnya sikap kamu itu sudah seperti Cynthia yang kalau habis pulang clubbing pasti ya kayak begitu senyum-senyum tidak jelas, terus pergi keluar itu bakalan lupa pulang kalau ingat di rumah ada suami yang sedang menunggu! "jelas Bima membuat Ayla menatap tajam ke arah pria itu karena dengan enak sekali menyamakan dirinya dengan si ****** Cynthia.


Bima tergagap ketika mendengar amarah dari Ayla yang selama ini tidak pernah IA dengar dari wanita itu, pertanda bahwa Ayla memang benar-benar emosi kepadanya Mungkinkah cemburunya itu yang terlalu berlebihan sampai membuat wanita itu merasa tidak nyaman?


Bima berusaha meraih tangan Ayla Tetapi wanita itu menepis manja sebab menurutnya Tidak ada salahnya dong kalau jual mahal sedikit, Lagian selama ini dirinya mana mau memberikan diskon cuma-cuma kepada Bima soalnya nanti di dalam otaknya sekarang sudah terpatri Bagaimana caranya menghempaskan pria itu Sejauh Mungkin dari dalam kehidupannya.


"Tidak usah pegang-pegang dan juga tidak usah mengajakku berbicara lagi soalnya aku capek ngomong sama orang yang tidak jelas seperti kamu, kalau kamu punya masalah dengan istri kamu ataupun anak kamu Bila perlu sekalian dengan perusahaan kamu ya kamu selesaikan dengan mereka dong jangan malah melampiaskan kepadaku! "Ayla memang tidak punya perasaan apapun terhadap Bima hanya saja harga dirinya yang sedang dipertaruhkan Kalau pria itu memarahinya terus-menerus.


"Aku tidak pernah memikirkan siapapun ketika bersama dengan kamu apalagi Sintia dan juga anaknya itu, hanya tadi itu aku sedikit merasa cemburu Soalnya kamu pergi pulangnya lama sekali kemudian datang senyum-senyum kayak ABG yang lagi jatuh cinta! "jelas Bima sambil memilin ujung bajunya seperti anak kecil yang sedang didakwah Karena melakukan kesalahan.


"Aku sudah satu hari ini kalau disebut jatuh cinta itu rasanya terlalu berlebihan dan juga seperti menyangkal umur sendiri, jadi jangan pernah menaruh curiga karena dari dulu sampai sekarang aku tuh orangnya setia yaitu Setia menjomblo! "jelas Aila lalu segera pergi ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam.


Ketika bertengkar dengan Ayla seperti begini Bima tidak mungkin dong memilih untuk pulang dan kembali kepada Cynthia, sebab secara tidak langsung rasa untuk wanita itu sudah mulai tergerus jadi tidak ada niatan untuk bersama dengannya walau hanya satu menit saja.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku ya tadi sudah marah-marah! Tolong jangan Tutup pintunya dari dalam dong soalnya aku juga kan pengen masuk ke dalam, masa iya kamu tega membiarkan aku sendirian di sini sudah begitu berteman dengan lalat sama nyamuk!"jelas Bima membuat Ayla mendengkur kesal soalnya rumahnya yang sebersih ini masa iya masih ada hewan pembawa penyakit itu.


"Aku lagi pengen mandi kemudian beristirahat kalau bisa kamu pulang saja dulu ya soalnya aku takut nanti kalau keluar kita bisa Bertengkar Lagi, kamu tahu kan kalau aku itu orangnya paling tidak tega sampai memarahi kamu maka dari itu aku mohon pengertian dari kamu!"Ayla sengaja ingin mengusir Bima secara halus dari situ soalnya dirinya benar-benar emosi ketika merasa bahwa Bima semakin ke sini semakin posesif kepadanya.


Bima menguruskan keningnya ketika mendengar perintah yang diberikan oleh Ayla tanpa mau melihat ke arahnya ataupun melihat wajahnya, pria itu tidak mungkin meninggalkan Ayla apalagi baru habis bertengkar seperti ini takutnya wanita itu bakal nekat dan meninggalkannya atau mungkin mencari berondong yang lebih keren.


"pokoknya aku tidak bakalan pergi sebelum kamu keluar dari dalam sini dan masalah kita diselesaikan juga saat ini juga, tolong kamu mengerti bahwa aku memang benar benar tidak ingin pergi sebelum kamu memaafkan aku akibat kata-kata bodoh yang sudah aku lontarkan tadi!"pinta Bima penuh permohonan membuat Aulia menghajar bantal guling yang ada di hadapannya itu sampai Bonyok ingin melampiaskan emosinya Dan menganggap benda mati tersebut merupakan sosok Bima yang tengah ada di hadapannya.


"aku baik-baik saja dan juga tidak mungkin bisa marah lama-lama dengan kamu, hanya saja sekarang aku benar-benar butuh istirahat dan tidak ingin diganggu sedikitpun. aku mohon pengertian dari kamu ya soal ini karena memang tubuhku itu benar-benar memerlukan istirahat, Nanti kalau kamu mau kembali ke sini tidak masalah kok kembali saja tetapi untuk saat ini Tolong kamu mengerti!"Ayla mengatakan semua itu dengan suara yang terdengar begitu sendu padahal wanita itu Tengah menahan tawanya.


Bima yang merasa tidak sanggup untuk membantah perkataan dari Ayla mau tidak mau terpaksa meninggalkan tempat itu, dirinya memilih untuk pulang kembali ke kediaman Nugraha karena meskipun biarpun di sana ada Sintia tetapi rumah tersebut merupakan milik dari keluarga Nugraha dan tidak akan ia biarkan jatuh ke tangan Cynthia yang merupakan orang asing.


Ayla yang mendengar bunyi suara mobil Bima yang sudah keluar dari Garasi langsung tersenyum bahagia, karena akhirnya terlepas dari Bima beberapa jam lamanya dan Hal itu merupakan sesuatu yang sangat langka baginya.


"Syukurlah situa Bangka itu akhirnya Pergi juga dan aku tidak melihat wajahnya selama beberapa jam ini, kalau bisa sih dia pergi buat selama-lamanya saja soalnya kalau dekat sama dia itu aku rasanya capek bener! "sungut Aulia tetapi ada rasa bahagianya juga sih karena bisa meraih kebebasan setelah sekian Purnama.


Kamila yang sudah merasa enakan dari tidurnya kini mulai menawarkan bantuan untuk membantu Mela Menyiapkan makan malam untuk semuanya, dirinya yang sudah biasa bergerak dan melakukan segala sesuatu sendirian tidak bisa hanya diam dan duduk manis tunggu untuk dilayani oleh orang lain.


"Aku bantuin ya Tante, daripada duduk bengong saja lama-lama urat-uratku bakalan tegang dan tidak bisa dipakai lagi?"Bujuk Kamila penuh permohonan membuat Mela tersenyum bahagia sebab selama ini yang ada dalam impiannya yaitu bisa memasak bareng bersama dengan menantunya.


"Kalau memang tidak merepotkan ya Mama lebih senang kalau kamu mau membantu, soalnya itu merupakan impian Mama dari dulu yaitu mempunyai anak cewek yang bisa menghandle semua pekerjaan bersama dengan Mama biar selesainya lebih cepat!"sahut Mella yang tidak kalah antusias ketika mengetahui bahwa Kamila itu sepertinya nyaman tinggal bersama mereka.


"Oh iya Mah, Pak Heru nya belum pulang? Soalnya tadi kan aku pulang lebih dulu jadinya tidak tahu kalau beliau sudah pulang atau belum, Kasihan dia sudah tua itu tetapi belum pensiun juga soalnya anak satu-satunya tidak bisa dibanggakan!"Kamila memang benar-benar salut terhadap kegigihan Heru untuk mengembangkan perusahaan yang ia Rintis dari nol padahal seharusnya di umur yang seperti itu Angga yang harus melanjutkan semua bisnisnya mengingat pria itu bukan masih muda sudah waktunya untuk menata masa depannya menjadi lebih baik lagi.


"Nanti kamu bantu bujuk Angga dong biar dia cepat-cepat mau bekerja di perusahaan Papanya, karena anak itu hobinya hanya main game dan keluyuran tidak jelas!"Mila menimpali perkataan Kamila tadi.

__ADS_1


__ADS_2