KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Keluarga Nugraha


__ADS_3

Bima mengerutkan keningnya karena merasa tak percaya dengan perkataan istrinya barusan sebab menurutnya dari dulu sampai sekarang Cynthia dan juga Ardilla selalu saja menjadi ibu dan anak yang paling kompak baik dalam segi apapun, Jadi jika sekarang keduanya beda pendapat ada sesuatu yang harus dipertanyakan.


sebab dirinya paham benar jika Nyonya dari keluarga Nugraha itu tidak pernah ada yang namanya kata mengalah di dalam hidupnya, apalagi menyerah dengan yang namanya orang yang lebih muda dari.


"kamu yakin kalau kalian sekarang sedang bertengkar? bukannya kalian itu manusia yang Sehati sejiwa dan saya pemikiran sampai-sampai tidak pernah memikirkan perasaan aku maupun yang aku inginkan, jadi Jangan berlagak menjadi orang yang tersakiti saat ini karena itu sama saja kamu sedang membohongi dunia! "tanya Bima yang benar-benar penasaran sebab menurutnya tingkah Cynthia itu pada masa dipercaya Kadang hanya kamuflase untuk membohongi dirinya agar dirinya percaya bahwa istrinya itu sebenarnya sudah berubah dan tidak menyetujui sikap Putri mereka yang sangat tidak punya sopan santun itu.


Chyntia mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan dari suaminya barusan, karena menurutnya Bima sepertinya meragukan jika dirinya sekarang sedang emosi dengan sikap adil yang terlalu santai dengan permasalahan keluarga mereka yang bisa dibilang itu bukan merupakan sebuah hal yang dianggap main-main.

__ADS_1


"menurut kamu ada untungnya aku berbohong kepada kamu jika Sebenarnya hari ini sedang merasa kesal dengan sikap Ardila, Apa untungnya coba aku melakukan semua itu memangnya aku bakalan dikasih uang miliaran rupiah kalau sampai membenci anak sendiri?"tanya Chyntia sinis.


"Aku bukan tidak percaya dengan apa yang kamu katakan tetapi yang aku heran bukannya kalian berdua itu selama ini merupakan anak mama yang sangat kompak, kok bisa-bisanya sekarang malah bentrok seolah-olah sedang memainkan peran masing-masing percaya? Tidak usah berbohong kepadaku ini karena aku tidak akan pernah percaya dengan kebohongan kalian yang selama ini sudah kalian lakukan kepadaku, lebih baik perbaiki sikap kamu itu jangan berusaha menjadi orang yang tidak pernah mengerti dengan keadaan orang lain! Kamu tahu kan kalau keuangan kita sedang bermasalah dan bisa dibilang ini merupakan keadaan yang paling parah semenjak kita membina rumah tangga, sampai-sampai untuk biaya hidup kita sehari-hari pun aku bingung harus mencarinya di mana karena semua kolega bisnis sudah mundur secara perlahan ketika mengetahui apa yang terjadi dengan Ardila itu?" jelas Bima yang terlihat wajahnya penuh frustasi mengingat Semua usaha yang telah ia lakukan selama ini hancur berantakan hanya karena kesalahan yang dilakukan oleh Ardila akibat lebih mengedepankan tampang daripada kejujuran.


"Menurut kamu aku juga menginginkan semua ini terjadi terus menurut kamu juga aku ingin hidup Melarat seperti begini dengan tidak punya pegangan sedikitpun, kalau semua itu aku inginkan kenapa malah masih bertahan hidup dengan kamu yang jelas-jelas sudah tidak punya apa-apa lagi Mendingan aku pergi ke luaran sana dan akhirnya bakalan menjadi simpanan pria kaya?"tanya Cynthia yang benar-benar tersulit emosinya dengan sikap Bima yang selalu saja mencurigai dirinya.


"syukurlah kalau begitu karena kamu masih Tahu Diri dengan tidak pergi saat aku tidak punya apa-apa dan juga tidak ingin menjadi bahan gosip di luar sana, hanya saja Tolong sampaikan kepada Ardila tolong tingkatkan lagi kemauan dirinya untuk sembuh karena aku sudah tidak punya uang membayar biaya rumah sakitnya!"perintah Bima dengan tatapan tajamnya membuat Cynthia mengerikan keningnya karena melihat perubahan sikap suaminya yang seperti ini sudah tidak ingin mempedulikan keadaan Ardila lagi.

__ADS_1


"Ya sudah kalau memang dia tidak mau mendengarkan sama sekali Biarkan saja kita pergi meninggalkan sendiri yang di dalam rumah sakit nanti Terserah dia mau membayar tagihannya dengan Apa itu merupakan urusan sendiri, daripada kita ngomong sampai capek Tetapi dia memang laki-laki peduli sama sekali dan itu merupakan hal yang sangat membosankan dan aku tidak ingin tetap berada di posisi!"setelah mengatakan hal itu Bima pun pergi dari situ karena dirinya sudah capek setiap malam harus begadang dan juga belum lagi harus pergi ke sana kemarin untuk mencari pinjaman tetapi hasilnya tetap sama saja yaitu nihil besar.


"mana bisa begitu kita lari dari tanggung jawab emangnya kalau bukan kita yang membayar siapa lagi, kamu jangan aneh-aneh deh memberikan saran yang ada bukannya memberikan solusi Tetapi malah menyesatkan!"jelas Cynthia yang benar-benar menolak perkataan Bima itu karena sama saja membuat dirinya bakalan meninggalkan Putri kesayangannya Kalau Bima sih tidak masalah karena memang pria itu sudah menganggap kalau Ardila bukan merupakan Putri kandungnya Jadi untuk apa durinya harus repot-repot untuk mengurus anak orang lain.


Apa lagi melihat sikap Ardila yang selama ini tidak pernah menghargai kehadirannya Jadi untuk apa dirinya buang-buang Tenaga pikiran dan juga keuangan, yang ada nantinya suatu saat bakalan menjadi wali nikah ya wanita itu juga pasti bakalan bukan dirinya lagi jika dirinya sudah tidak memberikan nafkah kepada istri dan juga anaknya.


"Mas kamu jangan seperti begitu dong biar bagaimanapun Ardila itu anak kamu jadi jangan pernah mencurigai kalau dia itu sebenarnya bukan darah daging kamu, Ayo masuk ke dalam kemudian jelaskan kepada Ardila sama-sama supaya Mungkin dia bisa paham kalau kita berdua yang mengatakan karena jika aku sendiri malah pernah dipercaya!"ajak Sintia sambil menarik tangannya Persetan kalau Bina menoleh karena Biar bagaimanapun pria itu harus bahagia bertanggung jawab dengan apa yang telah mereka alami saat ini.

__ADS_1


Bima hanya bisa pasrah ketika dirinya ditarik masuk oleh Sintia untuk menuju ke dalam ruangan tempat Ardila dirawat padahal dirinya enggan sekali bertemu dengan wanita yang selalu memanggil dirinya papa tetapi tidak pernah menghargai dirinya.


Ardila yang telah tertidur merasa heran ketika pintu ruangan tempat dirinya berada itu terbuka dan tampaklah kedua orang tuanya dengan wajah yang tidak seperti biasanya yaitu sumringah dan juga sangat bahagia, wajah kedua orang tuanya kali ini terlihat begitu tegang dan sepertinya Tengah memandang begitu banyak beban pikiran yang entah apa itu dirinya pun tidak tahu menahu.


__ADS_2