KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Episode 46


__ADS_3

*Aku lagi galfok,karena sepertinya cerita ini mangkrak di tengah jalan**


Lanjut**


...****************...


Kamila tentu saja paham dengan apa yang di katakan oleh Venna barusan, Sebab memang dirinya merupakan orang baru di tempat itu jadi otomatis harus bisa lebih mewaspadai pergerakan dirinya di luaran sana.


"iya iya Mama benar sekali mulai sekarang aku harus lebih waspada lagi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi, Soalnya kita juga merupakan orang baru di tempat ini jadi takutnya ada orang yang mungkin berniat jahat bagaimana juga tidak enak ya tinggal hanya berduaan terus wanita semua?"ujar Kamila yang benar-benar mulai merasakan kewaspadaan.


"tidak apa-apa selagi kita bisa peka dengan keadaan sekitar dan juga waspadaan itu selalu ada maka otomatis hal-hal yang tidak diinginkan itu bakalan lebih kecil kemungkinan untuk terjadi, maka dari itu Kemanapun kamu pergi bekerja usahakan jangan lengah ataupun jalan di tempat yang sepi." Venna hanya ingin mencoba agar semua yang dikawatirkan itu bisa lebih lagi untuk ditingkatkan kewaspadaan karena kami bekerjanya di luar rumah Jadi otomatis bakalan sering berjalan tanpa ada pengawasan.


ketika Kamila yang sudah selesai makan malam dan memilih untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat berbeda dengan Arlan, pria itu malam-malam begitu memilih kembali ke kantor hanya untuk melihat berkas lamaran yang dikirim oleh Kamila untuk bisa melihat dengan jelas kira-kira alamat lengkap wanita itu ada di mana.


security yang bertugas di situ menatap heran ke arah pemimpin perusahaan yang selama bekerja memimpin di situ tidak pernah sekalipun pria itu datang di waktu seperti begini, membuat mereka bertanya-tanya kira-kira ada apa gerangan sampai-sampai Arlan muncul di waktu yang tidak pas.


"Permisi tuan Ada yang bisa saya bantu? soalnya tidak biasa anda datang ke tempat ini sudah larut malam seperti begini, mungkin dengan saya membantu keperluan anda bisa sedikit cepatnya bakal kelar!"ujar security itu menawarkan bantuan.


Arlan tersenyum mendengar tawaran yang diberikan oleh pria plontos itu sebab memang dirinya juga agak sedikit ngeri masuk di dalam gedung sebesar itu seorang diri, bukan karena nyalinya yang hanya sebesar ujung kuku doang melainkan hanya ingin berjaga-jaga jangan sampai ada yang lagi nungguin orang untuk digodain atau apalah itu sudah tahu kan kebiasaannya makhluk astral.


"sepertinya tawaran Bapak boleh juga! Kebetulan saya juga ndak mau kembali ke ruangan saya soalnya ada berkas pentingnya saya lupakan tadi sore pas pulang, maka dari itu mau tidak mau saya harus kembali di malam-malam seperti begini soalnya ingatan saya itu kembali juga barusan tadi!"sahut Arlan lalu keduanya pun masuk ke dalam kantor dan juga langsung menuju ke lift pribadi Presdir.


security tersebut merasa tidak enak hati karena lift tersebut sebenarnya hanya dikhususkan untuk petinggi perusahaan itu bukan untuk pesuruh sepertinya, maka dari itu dirinya memilih untuk masuk di lift sebelahnya membuat Arlan menatap penuh keheranan ke arah pria itu. pada

__ADS_1


"loh bapak kok malah ikut yang di sebelah? Kenapa tidak barengan sama saya saja bukan ke tujuan kita tempat yang sama, lagi di dalam itu masih luas loh tubuh saya juga bukan segede gaban sampai-sampai harus terasa begitu sesak ? "tanya Arlan dengan nada yang begitu kebingungan sebab ada saja tingkah orang yang ia temui hari ini.


"Maafkan saya tuan, Bukannya tidak sopan tetapi saya juga sadar diri apa Posisi saya di tempat ini. Jadi lebih baik biar saya senyamannya untuk memakai lift yang ini saja, karena Takutnya nanti anda yang bakalan tidak nyaman dengan keberadaan saya di dalam situ!"jelas security tersebut sambil menundukkan kepala membuat Alan menghembuskan nafasnya sebab menurutnya peraturan itu memang harus diikuti dan hal itu yang sedang dilakukan oleh pria yang ada di hadapannya saat ini.


"untuk kali ini saya yang menyuruh kamu untuk masuk ke dalam sini dan segera kita pergi ke ruangan saya, nanti besok kamu lakukan saja sesuai dengan peraturan untuk malam ini biar peraturan itu tidak usah diikuti Karena sekarang juga bukan jam masuk kantor. "mau tidak mau Arlan sedikit menegaskan Ada bicaranya Soalnya kalau tidak drama itu tidak akan pernah kelar dan urusannya berada di tempat itu pun tidak akan pernah selesai.


terlihat langkah kaki begitu terpaksa pemilik security itu tetapi Arlan tidak peduli sebab menurutnya pria yang dihadapan itu terlihat sangat berlebihan dalam menyikapi sesuatu, Padahal tadi Arlan yang dengan sukarela menyuruhnya masuk tetapi kenapa pria itu masih malah merasa takut kepada pemimpin perusahaan padahal pemimpin perusahaan saja sedang berada di hadapannya saat ini.


setelah sampai di depan ruangannya Arlan pun memilih untuk masuk ke dalam sedangkan security itu menjaga di depan lagian Arlan juga sudah tidak ingin mengajak pria itu masuk sebab nanti alasannya banyak sekali, maka dari itu Sesampainya di sana dirinya pun mencari berkas yang ia maksud dan setelah didapatkannya dirinya pun keluar dari tempat itu.


"apa berkasnya sudah ketemu Tuan?"tanya security itu memastikan karena tidak memerlukan waktu yang lama Arlan terlihat sudah kembali.


"sudah karena jika belum pasti saya belum ada di sini! ya sudah kita langsung kembali saja ke bawah soalnya tidak baik meninggalkan gerbang dalam keadaan kosong tidak ada yang menjaga, saya juga mau segera kembali ke rumah Soalnya ini sudah hampir muter tengah malam saya sangat memerlukan istirahat untuk saat ini."Arlan sudah mendapatkan apa yang ia inginkan untuk apa juga berlama-lama di tempat itu karena nanti sama saja bakalan membuang tenaga dan juga pikirannya dengan hal-hal yang tidak berguna.


Sesampainya di parkiran dirinya dan juga security itu berpisah jika security kembali ke pos jaga berbeda dengan Arlan yang masuk ke dalam mobil dan meluncur kembali ke rumahnya, Sesampainya di sana terlihat Mamanya belum tidur sebab Mungkin wanita itu sedang gelisah menunggu Putra satu-satunya yang selama ini jarang sekali keluyuran di malam hari.


"Ya mana bisa mau tidur coba orang kamunya saja tidak nongol-nongol dari tadi, Memangnya Dari mana saja sih sampai jam segini baru sampai rumah?"katanya wanita paruh baya itu memastikan.


"biasalah mah urusan anak muda kalau dijabarkan satu persatu sepertinya bakalan panjang sekali, jadi biar dipersingkat agar tidak meluber kemana-mana aku hanya mau bilang kalau tadi itu aku ada urusan sama teman di luar karena keasikan ngobrol sampai-sampai lupa waktu dan akhirnya seperti begini pulangnya sedikit larut!"bohong Arlan karena tidak mungkin juga kan dirinya mengatakan kepada sang Mama kalau sebenarnya tadi ia balik ke kantor untuk mengambil berkas yang berisi data dirinya kami.


"lain kali jangan dijadikan kebiasaan karena terlalu lama mengobrol sampai-sampai lupa kalau Sebenarnya waktu sudah tidak baik lagi untuk begadang, Bukankah besok kamu harus bangun pagi-pagi jadi tidak boleh ada kata yang namanya sampai telat bangun. soalnya Sebagai seorang pemimpin harus memberikan contoh yang terbaik untuk para karyawan, yaitu dengan datangnya yang selalu tepat waktu dan juga mengerjakan semua pekerjaan tanpa Banyak mengeluh dan juga melakukan secara setengah-setengah!"itulah nasihat yang selalu dikatakan oleh orang tua bahwa apapun status seseorang baik dia itu karyawan maupun pemimpin harusnya saling menguntungkan dan juga tidak terlalu menunjukkan sikap yang otoriter.


"Iya aku juga paham! Mama lebih baik masuk ke dalam terus istirahat deh, yang lebih parah lagi itu kalau orang tua yang begadang bisa berabe urusannya nanti!"Arlan mengatakan hal itu sambil berlalu dari hadapan mamanya.

__ADS_1


pria itu bahkan sampai-sampai melupakan jika sebenarnya belum ada satu makanan pun yang masuk ke dalam lambungnya saat ini, karena saking senangnya mendapatkan berkas berisi tentang data diri Kamila dan juga di mana alamat wanita itu tinggal saat ini.


"Camila Andini usia 25 tahun, statusnya masih single dan juga alamatnya di Jalan Kenanga nomor 29 A!"gumam Arlan pelan.


"Oke baik karena statusnya masih single kemudian Alamat rumahnya juga tidak jauh dari sini maka Besok pagi-pagi aku akan menjemput tuan putri, Tunggu saja sampai saatnya itu tiba Bagaimana Pangeran berkuda kamu ini dengan gagahnya melakukan hal itu. "Aran terlihat seperti sedang melamun memikirkan reaksi yang bakalan ditunjukkan oleh Kamila besok ketika melihat dirinya.


...****************...


Berbeda dengan reaksi yang diberikan oleh Angga saat ini yaitu pria itu terlihat begitu gelisah sebab dari tadi Setelah beberapa jam yang lalu menelpon sang Mama belum ada kabar terbaru sedikitpun dari wanita itu, dan mungkin karena otaknya lagi ngeblank sampai-sampai tidak bisa berfungsi dengan benar padahal Angga kan bisa menyuruh orang untuk memata-matai keberadaan kantor mereka yang sedang dipegang oleh Arlan saat ini.


"Astaga mama sama papa ini kok ke mana sih sampai sekarang belum menelponku, apa mereka lupa kalau sebenarnya anak mereka ini rasa-rasanya mau mati berdiri karena kabar yang tidak kunjung datang? "tanya Angga dalam hati sebab tidak ada satupun notifikasi berupa chat ataupun panggilan dari keluarganya dan Percayalah yang namanya menunggu itu merupakan sesuatu hal yang sangat tidak disukai oleh semua orang tanpa terkecuali.


padahal sebenarnya kedua orang tuanya itu sedang kebingungan sebab perusahaan yang selama ini kamilah bekerja Ternyata wanita itu sudah lama mengundurkan diri dari sana, dan lebih parahnya lagi alamat terbarunya mereka tidak tahu sama sekali itulah Hal Tersulit yang sedang mereka lakukan dan alami saat ini.


"Papa ini gimana dong dari tadi kita mencari alamat Kamila tidak ketemu-ketemu juga, apa sebenarnya di itu sudah pindah dari sini ke luar negeri ataupun keluar kota gitu?"tanya Mela memastikan sebab sangat mustahil ketika mencari seseorang yang biasanya terasa begitu dekat tetapi sampai sekarang Setelah beberapa jam tidak ditemukan sedikitpun meskipun sudah begitu banyak mereka mengerahkan anak buah untuk mencari di setiap sudut kota besar itu.


"Kenapa tidak kita Cek saja di setiap bandara kemudian Stasiun dan juga agen perjalanan? sebab dengan cara begitu kita bisa sedikit memperkecil kemungkinan untuk gagal dalam menemukan dia, tetapi kalau kita seperti begini saja ya sampai tahun baru kembali lagi tidak bakalan terjadi. "Heru memberikan solusi yang terbaik untuk masalah mereka dan Nella otomatis menyetujui saran yang diberikan oleh suaminya itu karena memang hanya itu satu-satu cara untuk bisa bertemu dengan Kamila kembali.


"Ya sudah kalau begitu Papa hubungi anak buah apa-apa yang di mana-mana itu supaya mereka langsung mencari titik yang dituju, Soalnya mama itu gemas sekali lo inginnya Angga cepat pulang ke sini kemudian mengecek perusahaan yang ada di Bandung yang dibawa pimpinan Arlan kira-kira seperti bagaimana keadaan sekarang. "ujar Mela yang terlihat begitu antusias.


"Mama kalau mau bersemangat sesuatu itu tidak masalah malah jatuhnya sangat bagus karena dengan begitu mama bisa cepat peka dengan apa yang harus dilakukan ketika terjadi sebuah masalah yang pelik, hanya saja harus sadar diri juga dong ini sudah jam berapa sampai harus menyuruh orang-orang untuk mengecek setiap perjalanan atas nama Kamila?"mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu Mela hanya bisa tertawa sambil menepuk jidatnya perlahan karena saking semangatnya sampai-sampai melupakan waktu mungkin karena sangat merindukan putranya atau apapun itu.


"Ya sudah kalau begitu nanti besok saja berhubungi mereka untuk mencari tahu, soalnya Mama itu kangen banget lo sama Angga Sudah berapa lama dia tidak ketemu dan juga tidak pulang-pulang ke rumah ini Terus kalau menelpon pasti ngomongnya hanya 1 menit doang setelah itu langsung dikasih dan aktif!"wanita yang melahirkan seorang pria muda yang bernama Angga bimana itu sudah merasa begitu sangat merindukan putranya satu-satunya di dalam keluarga itu yang memilih untuk kabur entah karena masalah hati atau masalah pekerjaan dirinya pun tak tahu menahu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kita masuk tidur saja nanti urusan besok biar Papa yang handle semuanya pokoknya mama tidak boleh sampai kecapean, karena sepertinya malam ini papa bakalan ngajakin mama unboxing!"ujar Heru sambil mengedipkan matanya sebelah mata Mela menatap Jengah ke arah suaminya itu yang meskipun sudah tua tetapi semangatnya masih saja 45 pokoknya pantang berhenti sebelum keluar.


"Idih apa tiap hari Unboxing terus tidak pernah capek? terus itu pinggangnya memangnya tidak kasihan jika nanti bakalan encok terus tidak ada obatnya, jangan terlalu ganas seperti gitu dong Pah mama kan rada-rada pesannya seperti mau ingin kabur?"ngeledek Mela terhadap suaminya soalnya pria itu kalau urusan soal yang namanya ranjang tidak pernah mati semangatnya bahkan bisa dibilang tiap hari selalu saja ada cara untuk melakukan hal itu meskipun harus diawali dengan drama yang sangat memuakkan.


__ADS_2