KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Capek


__ADS_3

Aryo meremas kuat tangan Ardilla yang berada tepat di hadapan nya, karena menurutnya Wanita itu sudah sangat lancang dan juga tidak ada sopan santunnya.


melihat anaknya diperlakukan seperti begitu Bima dan juga Cynthia merasa tidak terima karena menurut mereka Aryo secara tidak langsung sudah membuat anak mereka itu marah, coba saja kalau pria itu tetap pada komitmen tidak mungkin Ardila bakalan merasa seperti begini.


" eh Cynthia keluarga kalian itu memang sempurna ya kemarin anak yang bungsu gagal menikah eh sekarang malah kakaknya nyusul ikutan, Apa kalian pikir kami ini tidak punya pekerjaan lain selain datang ke tempat ini dan melihat kekonyolan yang kalian ciptakan? " tanya Retno yang merupakan keluarga dekat dari keluarga Nugraha sebab Wanita itu sudah capek bolak-balik tetapi ternyata dikerjai juga.


Cynthia dan Bima menoleh ke arah sumber suara dan terlihat wanita bertubuh bongsor itu Tengah menatap mereka sambil bercakap pinggang, dirinya terlihat begitu marah dan juga benar-benar menyalahkan semua yang terjadi saat ini kepada keduanya.


" Mbak Retno ini tidak seperti yang dipikirkan mungkin saja sebelum mereka menikah ada kendala lebih dulu agar besok lusa selalu berjalan mulus, Mbak tolong bersabar saja ya nanti ini semua bisa diatur dan kami pastikan pernikahan Ardila tetap akan bisa berlanjut!" Retno hanya menggelengkan kepala ketika mendengar ucapan penuh percaya diri milik Cynthia itu.


padahal menurutnya apa yang dikatakan wanita itu sebenarnya tidak ada kepastian sama sekali dan Cynthia pun terlihat meragukannya, hanya saja mau bagaimana lagi dirinya sudah terlanjur datang ke sini tidak mungkin juga kan tidak mengeluarkan uneg-uneg yang ia rasakan dari kemarin.

__ADS_1


" kamu mau menikahkan dia dengan siapa sedangkan prianya saja sudah bersikap seperti itu kepadanya, terus itu penghulu nya saja sudah pergi tidak ingin menikahkan anak kamu kenapa malah kamu percaya diri seperti begitu?" tanya Retno sinis.


Aryo melepaskan tangan Ardila dengan kasar yaitu dengan cara menghempaskannya sehingga membuat wanita itu sedikit bergeser dari tempatnya, bahkan lebih parahnya lagi Ardila sempat meringis kesakitan karena begitu merasakan kesakitan di bagian pergelangan.


Bima yang melihat Aryo memperlakukan Ardila secara kasar mendadak langsung dibuat murka, belum lagi ketika dirinya mendengar krasak-grusuk dari para tamu undangan yang sepertinya sangat kecewa kepada keluarganya.


" kamu jangan pernah main kasar dengan anak saya ya, karena saya sebagai ayahnya saja tidak pernah memarahi ataupun menyakiti dia seperti yang kamu lakukan tadi! " ancam Bima membuat Aryo hanya menatap ke arahnya sambil mengerutkan keningnya.


" saya bakalan jaga sikap Jika putri anda juga melakukan hal yang sama dan tidak semena-mena kepada saya, Tolong ajari Putri Anda sopan santun dan juga bagaimana caranya bersikap agar orang lain merasa betah di sampingnya! " ujar Aryo dengan nada datarnya membuat Bima terhenyak karena tidak menyangka Jika perubahan sikap pria itu sangat begitu cepat bahkan bisa dibilang dalam hitungan menit.


Aryo hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang orang-orang di situ membuat dirinya merasakan pusing yang tiba-tiba datang, memang segala sesuatu sudah beres persiapan ataupun dirinya pun sudah menyiapkan mental dengan bagus tetapi ketika datang di tempat itu segala sesuatu kendala terjadi membuat mood-nya seketika langsung hancur.

__ADS_1


" Mas kamu kok seperti begini tiba-tiba berubah padahal kemarin-kemarin kan kamu sudah menyetujui dengan apa yang sudah kita rencanakan, kamu lihatkan semua orang sudah datang dan menunggu kita tetapi kamu malah membiarkan Bapak penghulu itu pergi dan membuat kita tidak jadi nikah!" ujar Ardila yang terlihat begitu histeris karena dirinya tidak mau bernasib sama seperti Kamila yaitu menanggung malu akibat gagal menikah dengan pria yang sama.


" Ya terserah mereka mau datang untuk apa Bukankah semua hidangan saudara kalian siapkan ya biarkan saja mereka menikmatinya untuk apa menyuruh pulang dalam keadaan perut kosong, Lagian ini semua juga kan salahnya kalian kalau semuanya sudah dipersiapkan baik-baik tanpa meminta bantuan orang lain otomatis orang tidak akan datang dan membuat keributan seperti tadi!" Ardila memilihnya diam saja tidak ingin berbicara banyak-banyak.


" jadi kamu ceritanya menyalahkan kami ketika kami telah datang meminta biaya sewa gedung ini, menurut kamu yang calon mempelai pria itu siapa sampai-sampai semuanya harus dibebankan kepada anak kami Dan Kamu merupakan calon suaminya malah lepas tangan?" tanya Cynthia yang juga ikutan nimbrung di samping suaminya membuat Aryo hanya bisa membuang nafasnya kasar soalnya sepertinya mereka semua ini sudah memancing emosinya agar muncul di permukaan.


" Ya sudah terserah kalian mau berbicara seperti apa silakan saja nikahkan anak kalian dengan orang lain soalnya aku sudah tidak ada niatan untuk melakukannya, kalau memang tidak ada pria yang mau menikahi anak kalian itu artinya Memang harusnya seperti begitu!" jelas Aryo yang benar-benar tidak menyukai sikap Sintia dan Bima yang selalu saja menganggap Ardila yang paling benar dan orang lain itu merupakan sebuah kesalahan.


" Mas aku minta maaf karena Papa sama Mama memarahi kamu tapi kamu tahu kan kalau Aku sangat mencintai kamu, Ayo kita nikah ya Nanti papa yang bakalan cari penghulu terus mengurus semuanya Tapi tolong jangan tinggalkan aku dengan keadaan seperti begini!" kali ini terlihat Ardila berlutut di hadapan Aryo bahkan bisa dibilang tidak peduli dengan tatapan semua orang yang ada di situ karena menurutnya biarpun malu tapi ia nikah bukan menanggung malu malah gagal nikah.


Aryo beringsut menjauh ketika melihat Ardila yang semakin dekat ke arahnya karena menurutnya untuk apa berdekatan dengan wanita yang tidak pernah menghargainya sama sekali, coba kalau dari tadi Ardila sedikit menurunkan ego tidak mau harus didengarkan otomatis Aryo Mungkin sedikit berubah pikiran.

__ADS_1


" Aku capek untuk berdebat dan aku capek untuk melanjutkan semua kekonyolan ini, kalau memang kamu mau menikah aku ikhlas kamu mau menikah sama siapa saja tapi untuk denganku Maaf itu tidak akan pernah terjadi!" tegas Aryo membuat Ardila langsung histeris.


" pasti ini semua gara-gara Kamila kan kamu berubah pikiran seperti begini pokoknya aku akan mencari dia dan menghabisi nyawanya karena sudah merusak kebahagiaanku, Aku tidak akan pernah mau jika wanita itu lebih dariku dan aku yang akan kalah dihadapan semua orang?" teriak Ardila yang malah menyalahkan Kamila yang jelas-jelas tidak tahu apa-apa soal masalahnya dengan Aryo.


__ADS_2