KETIKA CINTA TERBAGI

KETIKA CINTA TERBAGI
Aku Kamila


__ADS_3

perlahan tapi pasti kamilah mendekati Ardila lalu menarik kuat tangan wanita itu agar berdiri dan menatap ke arahnya tidak perlu harus duduk di samping Aryo lalu berkoar-koar seolah merasa diri paling penting, jika memang hari ini merupakan hari terakhir yang menghirup udara bebas dirinya tidak mempermasalahkan hal itu yang penting hanya satu yaitu harga dirinya bisa terselamatkan saat itu juga.


" Aku selama ini sudah mencoba untuk sabar sama kamu dan juga tidak pernah minta yang muluk-muluk dalam kehidupan ini saat ketemu sama kamu, tapi kenapa kamu selalu memperlakukanku seperti orang asing dan juga menganggap diriku seperti benalu padahal sebenarnya itu kan Kamu bukannya aku?" tanya Kamila sinis membuat Ardila sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di hadapannya itu.


dirinya merasa seperti orang yang sedang dipermalukan di hari bahagianya padahal saat ini sebenarnya dirinya merupakan Ratu acara di tempat itu, otomatis semua pasangan mata harus menuju ke arahnya bukan ke arah lain tetapi dengan kehadiran Kamila membuat segala sesuatu itu menjadi buyar.


padahal dirinya sudah mau wanti-wanti dari kemarin kalau tidak ada yang boleh merusak acaranya pada hari ini, Namun ternyata Semuanya tidak berjalan sesuai dengan perencanaan ataupun yang ia inginkan sedikitpun.


sedangkan Aryo hanya bisa memijat pelipisnya pelan karena sepertinya Rencananya tidak bakalan berjalan mulus jika Kamila terus berulah dan membuat dirinya kesusahan seperti begini, Padahal jelas-jelas dia sudah menolak wanita itu tapi kenapa malah tetap datang ke tempat ini dan mengacaukan segala sesuatu..


" kamu Kenapa baru sadar diri sekarang kalau Sebenarnya kamu itu memang benalu dalam kehidupan keluarga kami selama ini, Eh asal kamu tahu saja ya mama sama papa itu terpaksa memberi makan kamu karena Takutnya nanti dibilang keluarga Nugraha itu merupakan keluarga termiskin sampai-sampai memberi makan anak yatim pun tidak mampu!" ujar Ardila yang terlihat begitu tersulut emosinya.


penghulu yang hadir di situ sudah mulai merasa tidak nyaman karena Kondisinya sudah mulai tidak kondusif dan sesuai dengan harapan, maka dari itu dirinya memilih untuk menenangkan semua orang yang ada di situ dan bertanya apakah acara bakalan berlanjut atau dihentikan sementara.


" Permisi semuanya, Saya minta waktu kalian sebentar untuk membenarkan segala yang ada di sini, kalian mengundang kami datang ke sini bukan untuk mempertontonkan masalah internal dalam rumah tangga Kalian kan? segala sesuatu yang kalian bahas sekarang ini harusnya sudah kalian bahas dari kemarin-kemarin bukannya hari ini saat semua tamu sudah hadir, orang lain masih punya pekerjaan bukan hanya mendengar ataupun mengurus masalah kalian yang tidak dipahami oleh semua orang!" ujar penghulu itu dengan nada yang begitu santai tapi terdengar begitu mengiris jika orang lain mempunyai rasa malu dan juga paham.


berbeda dengan Kamila yang terlihat masih gagal fokus dengan satu kata dari Ardila tadi yaitu mengatakan dirinya adalah yatim piatu, Padahal selama ini yang ia ketahui kedua orang tuanya yaitu Bima dan juga Cynthia Tidak ada orang lain lagi tetapi kenapa di saat seperti begini Ardila malah mengatakan kata-kata yang begitu tega.


" Sabar Pak saya bisa minta waktunya sebentar nanti kalau untuk pembahasan internal saya tidak akan masuk sama sekali di dalamnya karena saya merupakan orang luar, Saya hanya ingin bertanya apa maksud dari kata-kata yang dilontarkan oleh wanita ini tadi yang mengatakan kalau saya melupakan anak yatim piatu tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini? " ujar kamilah dengan Tatapan yang begitu Ingin tahu bahkan kini dirinya suruh berdiri diantara Cynthia dan juga Bima untuk menunggu jawaban apa yang bakalan mereka berikan kepadanya.

__ADS_1


Chintya kebingungan harus menjawab apa sampai-sampai Tangannya pun Berkeringat dingin karena jujur dirinya selama ini belum ada niatan untuk mengatakan yang sebenarnya, berbeda dengan Bima yang bisa mulai menguasai keadaan karena biar bagaimanapun dirinya tidak ingin menanggung malu akibat semua masalah yang terjadi secara tiba-tiba seperti begini.


" kamu jangan mengalihkan pembicaraan agar kesalahan kamu dengan datang dan merusak kebahagiaan orang lain itu tersingkirkan dan dilupakan, lebih baik kamu pergi dari sini karena kehadiran kamu sama sekali tidak Diundang dan juga tidak dibutuhkan karena yang ada hanya membuat keonaran! " Bima mengatakan hal itu sambil menatap tajam ke arah kamilah yang tidak bergeming dari tempatnya sedikitpun.


Kamila kini sudah meraih tangan sang mama mencoba untuk mendapatkan jawaban yang pasti agar dirinya tidak bertanya-tanya ataupun mencari tahu sendiri, semua terasa begitu nyata dan juga seperti yang dikatakan oleh Ardila itu merupakan sebuah kebenaran yang selama ini dirinya tidak tahu sama sekali.


" mama bisa jelaskan kepadaku kan saat ini kalau semua yang dikatakan oleh Ardila itu adalah bohong dan dia hanya emosi sesaat saja makanya berbicara kalau aku anaknya orang lain, Mama tolong jangan diam saja seperti begini Aku butuh jawaban yang pasti saat ini juga!" bujuk Kamila memelas tetapi Cynthia malah menghempas kuat tangan Gadis itu agar jangan memegang tangannya sedikit saja.


" Kan aku sudah bilang jangan pernah kamu menyentuh kedua orang tuaku sedikit saja walau hanya ujung jari mereka saja, lebih baik kamu pulang tidak usah kembali lagi dan carilah pria yang entah Mungkin kamu bisa dapat seperti Mas Aryo atau tidak!" bentak Ardila karena sudah tidak menyukai Sikap yang ditunjukkan oleh Kamila.


mendengar kata-kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh Ardila Tadi membuat Kamila hanya bisa tertawa pelan, dirinya tidak menyangka jika Ardilla bisa itu dengan mempertahankan pria yang tidak punya komitmen sedikitpun seperti Aryo.


Aryo mengepalkan tangannya ketika mendengar nada yang diucapkan oleh Kamila tadi seolah tidak menganggap keberadaannya sama sekali, padahal sebenarnya pria itu harus sadar diri jika Kamila hanya membalas sakit hati yang ia rasakan kemarin dan yang dirasakan oleh pria itu tidak seberapa dengan yang ia rasakan.


" kurang ajar sekali wanita ini sudah berani-beraninya mempermalukanku di depan orang banyak, memang dia pikir aku ini siapa sampai-sampai dia melakukan hal itu kepadaku?" sungut Aryo dalam hati karena memang sangat tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Kamila kepadanya.


tetapi berbeda dengan Ardila yang merasa tersinggung dengan apa yang diucapkan oleh Kamila tadi soal Aryo, padahal menurutnya pilihannya itu adalah yang paling terbaik dan Kamila tidak akan pernah bisa mendapatkan hal itu.


" kalian tunggu sini Papa Panggil petugas keamanan untuk datang terus mengamankan wanita ini agar tidak mengganggu acaranya, daripada dari tadi diusir secara terus-menerus Tapi seolah tidak paham!" mendengar apa yang dikatakan oleh sang Papa membuat Kamila merasa heran sebenarnya letak salahnya itu ada di mana.

__ADS_1


" Papa sadar tidak dengan apa yang Papa katakan barusan seolah berbuat Aku ini adalah penjahat datang di tempat ataupun di gedung yang aku sewa pakai uangku sendiri, kalian Sadarkan kalau tanpa uangku otomatis kalian tidak akan berada di tempat ini dan mungkin Kalian ada di mana begitu Soalnya Sejak kapan kalian punya uang?" tanya kamilah yang kali ini tidak ingin menjadi gadis bodoh yang mau saya jadi atur dan juga diperas hasil keringatnya dengan Tanpa ada kata terima kasih sedikit.


Plak


plak


dua kali pukulan mendarat tepat di pipinya kamilah sehingga menimbulkan bekas merah yang disebabkan oleh tangan Cynthia, bahkan Vena yang dari tadi berdiri di samping Gadis itu sempat terkejut dengan sangat karena memang Apa yang dilakukan Sintia itu terasa begitu tiba-tiba.


" kamu maunya orang satu gedung ini menampar pipi kamu agar kamu bisa pergi dari tempat ini? bisa tidak sudah dibicarakan secara baik-baik kamu langsung pergi saja tanpa harus membuat orang lain merasa emosi dahulu, mau Ardila menikah dengan siapapun itu bukan urusannya kamu karena kamu ya sebagai orang tuanya pun saja tidak pernah menentang apa yang ia inginkan!" ujar Cynthia sambil menunjuk ke arah dalam mukanya kamilah yang terlihat meringis kesakitan di pipinya sebuah pukulan itu sungguh maha dahsyat.


" Aku tahu aku ini anak yang tidak pernah membanggakan kalian sedikitpun tapi bisa tidak menghargai kehadiranku di dunia ini walau hanya sebentar saja, Ardila yang selalu kalian banggakan Ardila yang selalu kalian sanjung-sanjung Padahal selama ini apa yang dia berikan kepada kalian? mulai dari shopping tanpa henti bahkan tidak peduli jika keuangan keluarga lagi krisis, Tetapi kalian selalu membuat dia menjadi orang yang paling berbangga diri karena merasa akulah yang menjadi benalu di dalam keluarga. bisa tidak menghargai perasaanku walau hanya sedikit saja karena aku juga manusia ingin diperhatikan dan juga tidak diinjak-injak seperti begini, oke aku minta maaf selama ini jika sudah merepotkan kalian semua tapi percayalah itu tidak ada yang aku minta bahkan lahir di dunia ini pun aku tidak menginginkannya Jika ditanya suatu saat nanti!" ujar kamilah yang begitu Terpukul dengan segala sesuatu tengah ia alami saat ini.


Aryo sudah tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa dirinya memilih untuk duduk kembali di hadapan penghulu, ingin melanjutkan segala proses yang tertunda tadi dan membiarkan Kamila entah berada di situ ataupun pergi terserah wanita itu.


" bisa kita mulai acaranya daripada terus fokus kepada arah yang monoton seperti begini, kalau soal urusannya wanita ini Anggap saja dia tidak pernah ada di sini?" tanya Aryo membuat Kamila begitu tersiksa dan juga sakit hati karena pria yang selama 2 tahun berhubungan dengannya itu tidak pernah menghargai kehadirannya walau hanya sedikit saja.


" Mas Aryo selama ini aku memang tidak menginginkan ataupun mengikuti apa yang kamu inginkan dariku, itu bukan karena aku tidak percaya kepada kamu atau tidak menyayangi kamu melainkan Aku ingin kamu lebih menghargai seorang wanita! tapi aku juga bersyukur karena di saat-saat yang penting dan terakhir seperti begini Tuhan menunjukkan Siapa kamu sebenarnya, karena dengan begitu Aku tidak bakal salah mengambil langkah ataupun memilih calon suami untuk ke depannya!" Kamila terpaksa mengatakan hal itu karena Percuma saja berbicara halus kepada Aryo jika pun hubungan mereka berdua tidak akan pernah kembali seperti semula lagi.


" Ya sudah kalau kayak begitu kenapa masih ada di sini jika sudah sadar diri kalau memang dia tidak terbaik untuk kamu, Harusnya kamu itu tahu karena dia itu memang sangat tidak pantas berada di samping kamu harusnya di sampingmu yang merupakan wanita yang berkelas dan juga elegan tidak seperti kamu yang kucel dan kampungan! " sungut Ardila karena memang merasa geregetan dengan kehadiran Kamila yang dari tadi tidak pergi-pergi juga.

__ADS_1


" Terserah kalian mau mengusirku dengan cara apapun ataupun memakiku dengan gaya bahasa kalian yang bagaimana aku tidak masalah, tetapi yang aku inginkan Yaitu mengambil kembali aku dan juga mendapat jawaban dari kata-kata yang kamu lontarkan tadi. jadi bisakah mengembalikan uang untuk acara sewa gedung ini dan menggantinya dengan uang kalian biar bisa dibilang nikah itu modal sendiri bukan modal Endorse." Sindir Kamila membuat semua orang Saling pandang dan mulai berbisik-bisik dan merasa bahwa mereka benar-benar tertipu dengan keluarga Nugraha yang berbuat seolah menjadi orang kaya di negeri itu padahal aslinya merupakan orang yang suka menyusahkan anak sendiri.


__ADS_2