
Putri Mahkota tertangkap sedang memikirkan sesuatu oleh Pangeran Mahkota.
" Kau berharap untuk berada disana , heh ..apakah kau cukup mampu untuk itu . Jangan bermimpi ". Ledeknya penuh penghinaan.
Kasim Li mengumumkan Pemenaang dari Lomba Memasak terbaik pada Tahun ini .
Kasim Li memegang Mangkok milik Putri Anle .
" Masakan ini sangat disukai Oleh Kaisar mohon untuk segera datang ke depan untuk mengambil Hadiah yang akan diberikan langsung oleh Kaisar ".
Tanpa Ragu-ragu dengan langkah Gontai Putri Anle segera maju .
" Dia ". Putri Mahkota terkejut melihatnya.
" Wah , Selain cantik ternyata dia juga pintar memasak pantas saja Pangeran Ketiga memilihnya ". Ucap Menteri Xi .
" Hormat pada Yang Mulia ". Kata Putri Anle.
" Putri Anle , Apakah ini masakanmu ". Tanya Kaisar pada Putri Anle.
" Tentu saja itu adalah masakannya yang Mulia , Menantuku begitu mahir dalam membuat ----".
" Permaisuriku memang suka memasak Yang Mulia ". Pangeran Ketiga memotong pembicaraan Selir Agung karena hampir Keceplosan.
Secara Reflek Selir agung menyadari jika tindakannya membuat Putranya kecewa .
" Baiklah , Kaisar memilih Masakan Terbaik yang dimasak oleh Putri Anle ".
Putri Mahkota terlihat begitu kesal karena Putri Anle selalu berada lebih unggul darinya.
" Kau tidak pantas ". Lirihnya pelan namun dapat di dengar oleh Pangeran Mahkota.
" Siapa yang tidak pantas , Dia jauh lebih segalanya dibandingkan sampah sepertimu ". Sahut Pangeran Mahkota.
__ADS_1
" Pangeran , Tidak bisakah kau memberi Kesempatan untukku ".
" Cihh , Jangan harap . Aku sama sekali tak tertarik padamu ".
Putri Mahkota benar-benar sudah merasakan kehancuran , Mungkin saat ini dia gadis yang lemah tapi sepertinya akan berubah , Tunggu saja yaa . hihihi.
Semua Orang bertepuk Tangan karena Pasangan Suami Istri telah memenangkan Prestasi dalam Festival musim Panas.
Pangeran Ketiga menggenggam Tangan Putri Anle dengan Penuh Kasih.
" Penuh drama sekali Pria ini ". Umpatnya dalam hati.
" Tersenyumlah sedikit jika tidak maka aku akan menghukummu di Kediaman nanti". Bisiknya pada Putri Anle.
Hal itu membuat Pangeran Mahkota merasakan terbakar api cemburu melihat Tingkah Pangeran Ketiga yang terlalu genit.
Sedangkan Pangeran Ke empat hanya memperhatikannya .
" Sangat terlihat sekali jika Anningku sangat terpaksa ". Ucapnya dalam hati.
Di Dalam Kereta , Pangeran Ketiga menatapnya penuh ketajaman bagai mata elang yang menakutkan.
" Apakah kau senang ?". Ucapnya dengan nada Ketus.
" Ya, Sangat senang bisa memenangkan lomba dan mendapatkan Hadiah ".
" Tidak kah kau sadari jika kau mengundang banyak musuh ".
" Lalu , Bagaimana denganmu ? Jika kau boleh memenangkannya mengapa aku tidak boleh ". Jawab Putri Anle dengan Sarkasnya.
" Sejak dulu musuhku sudah banyak namun kau mengundang mereka untuk datang ."
" Aku tidak takut kepada mereka ".
__ADS_1
" Aku yang takut ". Timpalnya dengan cepat.
Putri Anle tidak bisa melanjutkan Perkataannya karena dia bisa melihat Wajah Keseriusan Pangeran Ketiga.
" Jika kau tidak mendengarkanku , Kau akan menyesalinya ".
Putri Anle hanya diam saja tidak membalas Perkataannya.
Mereka telah sampai di Kediaman dan segera turun.
Ketika Putri Anle akan turun tiba-tiba Tubuhnya dibawa Melayang oleh Pangeran Ketiga.
" Kk--Kau.. mau bawa aku kemana ?". Teriaknya.
Pangeran Ketiga membawa Putri Anle ke Sebuah Hutan kecil sepertinya buatan karena masih dalam Lingkup Kediaman Pangeran Ketiga.
" Mengapa kau membawaku kemari ?".
" Aku ingin memenuhi Janjiku padaku pada 1 tahun yang lalu karena kau telah menyembuhkannya ".
Putri Anle terhenyak dengan Perkataannya .
" Aku akan mengajarimu Teknik berpedang yang benar sesuai dengan Bela Dirimu ". Ucapnya dengan Lantang.
Putri Anle hanya diam melongo melihat apa yang dilakukan oleh Pangeran Ketiga.
" Dia begitu hebat , bisa memanggil Pedang".gumamnya dalam hati.
" Untuk apa berdiam diri disitu kemarilah ".
Belum Juga Persiapan tiba-tiba Tubuh Pangeran Ketiga berada tepat dibelakang Putri Anle bahkan Tangan mereka menyatu kala memegang Pedang .
Ya, Pangeran Ketiga mengajari Putri Anle menggunakan Teknik Pedang Salju .
__ADS_1
Putri Anle memiliki Tenaga dalam namun belum bisa mengenadalikannya dengan baik.
" Dengarkan aku ". Liirihnya dari belakang menuju Cuping telinga Putri Anle membuat hatinya bergejolak tak karuan.