
" Aaaaaa...!!! ampun...Tolong ampuni aku Nyonya San... Aku ...aku bersalah... Aaaaa..!!" Teriakan Wuyu saat Dadanya ditempelin Timah yang sangat Panas oleh Nona Kedua.
" Kau sungguh Menarik ?". Gumam Pangeran Ketiga dalam hatinya.
" Tuan Wuyu ingatlah , ini belum seberapa untuk membayar semua ketidak adilan Tuan San ". Menunjuk Wuyu.
" Nona Liu ? Kau sudah emosi sejak tadi , apakah tidak lapar ? ". Goda Pangeran ketiga.
" Aku akan langsung pulang ".
Nona Kedua pergi dari Penjara bawah Tanah .
Pangeran Ketiga tidak mengejarnya dan tetap berada di Penjara.
" Tuan Wuyu Kau dengarkan apa yang dikatakan olehnya ... Belum lagi Nona Mu .. ini masih belum selesai . Kupastikan Nona Mu sendiri yang akan menyiksamu.. ". Menyeringai serta mengolok-olok Wuyu yang tidak berdaya itu.
" Dimana Ibu Suri yang telah berjanji untuk melindungi keselamatanmu itu ? sayang sekali , Kamu diperdaya dan dijadikan Bonekanya saja ...sungguh miris ". Imbuhnya.
Wuyu tidak heran Dengan Sifat Pangeran Ketiga karena bukan hanya dia saja yang tau jika Pangeran Ketiga sangat Kejam bahkan semua orang tau .
Pangeran Ketiga kembali ke Ruang Kerjanya.
" Wangyu ? bagaimana menurutmu tentang Nona Liu ini ." Tanyanya pada Pengawal setia.
" Nona Liu terlihat mirip dengan anda saat menyiksa Tahanan ". Kata Wangyu.
__ADS_1
" Selain itu apalagi ". Kata-kata Pangeran Ketiga Membuat Wangyu berfikir .
" Dia.. Sayang sekali dia tidak bisa merawat kulitnya.. Dia tidak takut dicemooh orang karena warna kulitnya ." Jujur Wangyu.
" Sudahlah , Besok bantu aku untuk membawa Nona Mu menemui Wuyu ".
Nona Kedua terlihat masih sangat kesal hingga tidak sadar telah berjalan sejauh itu.
" Mengapa aku berjalan hingga sejauh ini ? dimana Kereta Kudaku ".
Sebuah Tangan yang tiba-tiba membawanya terbang dari keramaian menuju tempat yang aman untuk berbicara.
Nona Kedua merasa sangat Mual karena Pria ini membawanya secara tiba-tiba.
" Huek...". Nona Kedua muntah.
Begitu matanya melihat Pria yang membuatnya seperti itu ingin rasanya Dia mencekik Pria menyebalkan itu.
" Kau ?" . Menunjuk Wajah Pria itu.
" Kenapa ? Aku begitu tampan ya ." Katanya sambil menggoda Nona Kedua.
" Mengapa Pangeran Ke empat selalu saja menggangguku ".
Ya , Pria yang membawa Nona Kedua terbang dan membuatnya muntah itu adalah Pangeran Empat .
__ADS_1
" Kau mengenaliku ". Ada rasa senang didalam hati Pangeran Ke empat.
" Tidak , aku tidak kenal denganmu ." Nona Kedua langsung pergi dari hadapan Pangeran Ke empat.
" Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja Nona galak ". Pangeran Ke empat mencekal pergelangan tangan Nona Kedua .
" Tolong lepaskan , sangat tidak enak dipandang ".
Pangeran ke empat melepas Tangan Nona Kedua.
" Sudah lama tidak bertemu , Aku mencarimu ..sungguh berjodoh bisa bertemu denganmu ". Kata Pangeran Ke empat.
" Sebenarnya apa mau Pangeran ke empat ?". Teriak Nona Kedua.
" Hanya ingin kita berteman baik saja, bagaimana ."
" Terserah yang penting anda jangan mengganggu ketenanganku saat ini . Aku sedang kesal." Omel Nona Kedua
" Aku akan mengantarkanmu , Katakan dimana Rumahmu ".
" Tidak Perlu . Jika kau ingin menjadi temanku maka jangan ikuti aku ". Nona Kedua saat ini sangat terlihat Kesal lebih kesalnya lagi bertemu dengan Pangeran ke empat yang mengganggunya.
" Jangan pergi dulu , aku tidak akan menganggumu lagi asalkan besok kau datang ke Restoran Mingzu . Bagaimana ?".
" Apa kata besok ?".
__ADS_1
Pangeran ke Empat tersenyum karena telah berhasil membujuknya meskipun tidak tau apakah dia bisa menepati Janjinya.
atau jika tidak maka Pangeran ke empat akan selalu datang untuk mengganggunya.