
Berikan Dukungan kepada Author ygy 😉😊 biar tambah semangat mengupdate Episode selanjutnya.
Jangan Pelit Jempol ya kan gampang tinggal Klik Gambar Jempol aja 😊😊
Maaf apabila masih banyak kekurangan dari segi kata yang masih Typo bertebaran.
*
*
*
Lanjut Episode berikutnya...
Usai Pertemuan itu , Pangeran Ketiga segera kembali ke Kediaman namun dalam Perjalanan bertemu dengan Ibu Suri.
" Cukup menarik bisa bermain-main denganmu ". Ucap Ibu Suri.
" Salam Ibu Suri yang terhormat , dengan senang hati kutemani kau bermain jika ingin bermain denganku ".
" Sepertinya kau sengaja mengulur waktu untuk kesembuhannya . Tapi pada akhirnya itu bagus untukku karena Identitas Putri Anlemu sudah terkuak ".
" Itu terserah Penilaianmu ". Ucap Pangeran Ketiga.
" Hahahaha Dasar Anak Songong ? Lihatlah sebentar lagi Aku akan melihatmu Sensara ". Ujarnya sambil menyeringai penuh kemenangan.
" Jangan mencoba mengatur Alurnya . Buktikan dan jangan sampai pada saatnya itu kau yang serupa ". Jawabnya dengan tenang .
Pangeran Ketiga melepaskan Putri An Ling Xi agar dia bisa membantu menghentikan Peperangan ini karena situasinya tidak baik, Namun kenyataannya Putri An Ling Xi telah salah paham .
" Aku mencintaimu Qing Yu ?". Ungkap Putri An Ling Xi .
" Dan itu sampai kapanpun ". Imbuhnya lagi.
" Aku tidak memikirkannya lebih baik buanglah Perasaan yang tidak terbalaskan itu karena Aku tidak akan bisa hidup bersamamu."
" Kau pasti berbohong ? Kau Pengecut Qing Yu . Aku sangat tau bagaimana dirimu ". Putri An Ling Xi masih belum terima.
" Wangyu . Bawa dia ke Kereta dan segera antarkan ke Fengjing ". Titah Pangeran Ketiga.
" Tolong . Biarkanlah aku disini karena untuk pulang sudah tidak mungkin lagi , Aku tidak ingin dinikahkan dengan Pria lain selain itu kau Qing Yu ". Ucapnya menggebu-gebu.
Namun Pangeran Ketiga tidak menggubrisnya sama sekali bahkan pergi begitu saja meninggalkan Putri An Ling Xi , Sosok Wanita yang pernah menjadi Pengisi Hatinya.
" Andai saja dulu aku tak meninggalkanmu maka saat ini sudah pasti bersama ". Ucap Putri An Ling Xi dalam hati.
Pangeran Ketiga mencari Putri Anle sebelum berangkat ke Perbatasan Fenjing.
" Rupanya kau disini ". Sapa Pangeran Ketiga kepada Putri Anle.
" Pangeran ? Kau mencariku ".
" Aku akan segera berangkat dan ----- ". Mengisyaratkan jika menginginkan sesuatu.
" Astaga , Apakah kau begitu perkasanya hingga meminta melakukan berulang-ulang ".Cebik Putri Anle.
__ADS_1
" Aku akan pergi lama ".
" Hahhh ,. Kau mengancamku selalu saja begitu seterusnya . Baiklah tapi berjanjilah untuk satu hal padaku ".
" Apa itu ?".
" Kembali dengan selamat tanpa kekurangan apapun , Aku dan dia akan menunggumu selalu ". Katanya sambil memegang Perut yang masih belum nampak.
Tidak ada Ekspresi apapun dari Pangeran Ketiga karena jarang sekali dia tersenyum sekali tersenyum bisa menghebohkan Seluruh Qingshan.
Mereka berdua segera menyelesaikan ritual pasangan suami Istri yang semestinya.
" Kau semakin hari semakin membuatku candu saja ". Gumam Pangeran Ketiga sambil berolah raga .
Tidak ada Jawaban dari Putri Anle karena dia ingin sekali men-de-sah namun malu pada Pangeran Ketiga.
" Tidak perlu ditahan lepaskan saja ". Sindirnya.
Seketika Wajah Putri Anle merona dan hampir saja kelepasan suara de-sa-han itu.
Wangyu dan Rombongan lainnya masih setia menunggu Pangeran Ketiga .
" Sejak tadi masih belum juga ada tanda-tanda jalan , Ini sudah hampir sore ". Kata Putri An Ling Xi yang kesal.
" Yang Mulia masih menemui Permaisuri anda bersabarlah ". Jawab Jendral Muda Kun.
" Kau ini Siapa ? Jangan lancang denganku ." Ketus Putri An Ling Xi.
Jendral Muda Kun hanya membalas dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Wangyu mencari keberadaan Liqin yang sejak tadi tidak ditemuinya namun pada Akhirnya dapat melihat.
" Hei Liqin , Kau mau kemana ?". Kata Wangyu.
" Bukan Urusan anda ". Jawabnya jengah memutar bola matanya.
" Baiklah ".
Liqin mengernyitkan dahinya sembari melihat Jawaban Wangyu lalu pergi begitu saja .
Kecewa sungguh sangat Kecewa karena Wangyu sangat tak berperasaan .
" Akhhhh ,. Untung kau hebat dan Kuat jika tidak maka aku akan membantingmu dan ---- dan apalagi oh Astaga mengapa jadi berharap berlebihan.. ". Ucap Liqin .
Pangeran Ketiga meminta Putri Anle agar saat dirinya pergi dapat menempati Paviliunnya karena tempat itulah yang benar-benar sangatlah aman meski penjagaan diluar kediaman sangat ketat.
" Aku akan pergi !". Pamitnya pada Putri Anle
" Hm ". Balasnya.
Semua Pasukan Siap berangkat namun saat melihat seorang Wanita yang sedang menempati kereta yang berada ditengah-tengah Pasukan Pangeran Ketiga , Putri Anle berteriak.
" Stop !!". Pekiknya pada Sang Kusir.
" Ada Apa Permaisuri ?". Jawab Kusir.
__ADS_1
" Ada Wanita didalam . Siapa dia dan untuk apa mengikuti Pasukan ini ". Selidiknya membuat Kusir bingung mau jawab apa.
" Aaa -- anu .. i--ii tu ".
" Jawab dengan benar jangan gagap , Liqin coba lihat Wanita yang berada didalam itu ". Titahnya pada Liqin.
Pasukan Pangeran Ketiga sangat banyak karena berada diposisi terdepan jadi tidak tau apa yang sedang terjadi saat ini.
Jiulin memberi Kode dengan melepas sebuah kembang api kecil yang bisa meledak dilangit.
" Yang Mulia terjadi Sesuatu dengan Putri An Ling Xi ?". Kata Prajurit.
Pangeran Ketiga meminta Jendral Kun melihat situasi itu.
" Hahh !! Mereka sedang apa ?".
Jendral Kun melihat Putri An Ling Xi beradu mulut dengan seorang Wanita yang sangat cantik bak Dewi Bulan yang memancarkan Sinar .
" Hentikan !! Maaf , Anda siapa ?". Tanya Jendral Kun pada Putri Anle yang benar-benar tidak tau padanya.
Putri Anle terlihat memicingkan kedua matanya karena perkataann itu membuatnya semakin kesal.
" Hahahahahaha Bahkan dia tidak mengenalimu , Pria Aneh apakah kau mengenaliku ". Ucap Putri An Ling Xi disertai gelak tawa renyah.
" Diam kau ". Bentak Jendral Muda Kun.
" Kau tidak tau Siapa Aku ? ". Beo Putri Anle yang terlihat semakin mempesona bagi Jendral Muda Kun.
Pria itu hanya menggeleng-gelengkan Kepala saja sambil tersenyum simpul hingga Tak sengaja mencuri hati Liqin.
" Pria ini sangat mempesona aduhh Pipinya berlubang ". Lirih Liqin sambil menatap Jendral Kun.
Pangeran Ketiga terlalu lama menunggu Jendral Kun yang tak kunjung kembali .
" Kau !! Apa yang sedang kau tatap ". Ucap Sinis Pangeran Ketiga terhadap Jendral Muda Kun.
" Qing Yu ?." Ucap Putri An Ling Xi.
" Jelaskan padaku mengapa Wanita tengil dan gatal ini bisa ikut dan kenapa aku tidak bisa ikut ". Cecar Putri Anle.
Jendral Kun begitu terkejut bukan main karena ada yang berani berbicara kasar pada seorang Pangeran Ketiga.
" Aku akan mengembalikannya ke tempat asal , Jangan mengacau ".
" Yang Mulia Pangeran ? Kedua Wanita ini milik anda ". Gumam Jendral Kun dengan Waspada dan Hati-hati sambil berharap jika Putri Anle bukanlah Wanita Pangeran Ketiga.
" Apa yang kau katakan hahh ... itu hanya Aku saja dan diaa tidak ". Ucap Putri Anle yang membuat Jendral Kun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Ehmm --- Dia adalah Permaisuri Yu . Jangan sesekali menaruh hati padanya jika masih ingin melihat matahari esok ". Ucap Wangyu dengan Tegas .
" Pe--Permaisuri Yu !!". Terkejut bahkan Panik seketika.
" Ning'er kau masuklah . Salju akan turun sangat deras jaga kesehatanmu ". Ucap Pangeran Ketiga meskipun tidak ada sisi kelembutan namun memiliki rasa kepedulian.
Pasukan kembali meneruskan Perjalanannya.
__ADS_1
Kali ini Putri Anle dibuat Khawatir karena Putri An Ling Xi berada ditengah-tengah Pasukan Pangeran Ketiga.