Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Kutukan Cinta


__ADS_3

Setelah dari Kediaman Bangsawan Liu , Pangeran Ketiga mengajak Putri Anle pergi ke suatu tempat .


" Mengapa seharian bersama dengannya aku tidak mengalami Mual dan Pusing ?". Gumam Putri Anle dalam hatinya.


Pangeran Ketiga memejamkan matanya sejenak .


" Mengapa Keretanya sudah berhenti apakah itu sudah sampai ". Ucap Putri Anle.


" Mari kita turun !".


Ternyata Pangeran Ketiga membawanya ke Danau pinggiran Kota.


" ini ". Putri Anle terkejut.


" Kau mengenal tempat ini ".


" Ya , pernah kemari dan menjadi tempat ternyaman ".


" Danau ini juga tempatku menghilangkan penat ". Ungkapnya.


" Jadi hari ini kau penat ".


" Tidak ."


" Lalu ? untuk apa membawaku kemari ?".


" Untuk memberitahumu tentang Ibu Suri ".


" Kau takut padanya ya ".


" Bukan Aku tapi harusnya itu Kau ".


" Aku tidak takut pada Nenek tua itu ."


" Perang Besar akan terjadi dan saat ini Ibu Surilah yang mengatur Istana meski Pangeran Mahkota yang memimpin ".


" Apakah kau menghawatirkanku atau menghawatirkan Qingshan ".


" Keduanya yang terpenting , Kau tau saat ini aku ragu dan bimbang untuk pergi meninggalkanmu sendiri dalam keadaan megandung ". Lirihnya sendu.


" Kau akan berangkat menyusul kakek , Bukan".


" Ini Adalah Perang Besar harusnya sudah dipastikan untuk pergi namun aku begitu berat ".


" Kau takut Ibu Suri menggangguku ".


Pangeran Menghela nafas lembut.

__ADS_1


" Ibu Suri bukan hanya mencurigaimu tapi sudah merencanakan segalanya bahkan termasuk dengan Perang Besar ini , Dia akan menguasai Qingshan ".


" Kau Pikir aku ini Wanita yang lemah , yang mudah ditindas ". Ketusnya.


" Aku tau ".


" Lalu untuk apa kau khawatir " .


" Jendral Fu dan Aku adalah Pelindungmu jika keduanya tidak ada didekatmu maka----- ". Perkataannya terpotong.


" Hhhaaahh ,. Kau ini terlalu menganggap aku ini wanita lemah ."


" Kau itu Ceroboh ". Sarkasnya sambil melotot.


" Mengapa kau melototiku seperti itu !". Marah .


" Maaf ".


" Sudahlah Lupakan . Pohon Willow ini adalah tempat ternyaman untukku kala itu ". Ungkap Putri Anle.


" Jangan mengatakan jika kau memainkan Seruling itu juga disini ". Sambil menunjuk Seruling yang berada di pinggang Putri Anle .


" itu memang benar !".


Pangeran Ketiga terkejut dengan Perkataan Putri Anle padahal Tebakannga hanya asal-asalan.


" Tidak , Tidak ada ".


" Oh iya kala itu juga ada sebuah Perahu ditengah-tengah sana mungkin aku ingin sekali pergi ."


" Tidak salah lagi , Wanita yang saat itu membius Pikiranku adalah dia !! Apakah selain mendapatkan Kutukan tidak bisa tidur malam juga bisa dikatakan mendapat Kutukan Cinta ". Gumam Pangeran dari dalam hatinya.


Pangeran Ketiga menghela Nafasnya lagi .


" Mengapa hari kau terlihat aneh . Apakah menyimpan sesuatu tanpa memberitahuku ".


" Ingin pergi ke tengah menaiki perahu kan , Ayo pergi ". Ajaknya.


" Benarkah ?". Mata Putri Anle berbinar.


Pertanyaan itu dibalas dengan Anggukan, meski Pangeran Ketiga tidak seromantis Pangeran Keempat namun pada kenyataannya dialah Pria yang dicintai Putri Anle walau menyebalkan sekalipun.


Mereka menaiki Perahu dan mengitari Dasar Danau yang menenangkan.


" Ning'er ? Aku ingin kau merahasiakan Kandunganmu saat ini ". Pintanya sambil menatap Kedua netra Putri Anle.


" Mengapa ?".

__ADS_1


" Karena terlalu bahaya jadi Patuhlah ".


" Aku mengerti ".


" Aku ingin mendengar Alunan Syahdu dari Serulingmu itu bolehkah ?."


" Baiklah ".


Suara Alunan itu tetap sama dengan alunan yang pertama kali di dengar olehnya kala itu.


Pangeran Ketiga benar-benar terhipnotis hingga tak terasa menyenderkan Kepalanya ke Bahu Putri Anle.


" Sungguh Aku jatuh Cinta pada Alunan ini yang telah lama kurindukan ". Ungkapnya.


" Maaf . Saat itu Aku harus lari karena tidak ingin mengetahui identitasku ". Ucap Putri Anle.


" Kau tau , Kala itu rasanya seperti kena Kutukan berkali-kali . Pertama dikutuk Nenek Tua dan Kedua Rasanya sulit menemukan Cinta sekali jatuh hati namun hilang ". Lirihnya.


*Tuing*


Putri Anle menyentil Dahi Pangeran Ketiga.


" Kau itu bukan kenak Kutukan Cinta ? Tapi tidak ingin berusaha melupakannya kan , Banyak Wanita Cantik di Kota Qianwu ini ".


" Tapi itu seperti Kutukan , Aku tidak bisa bersama dengan orang yang ku inginkan ".


" Terdengar seperti Tahayul ".


Sepulang dari Danau Pinggiran Kota keduanya beristirahat.


Pangeran Ketiga yang sulit untuk memejamkan mata pada malam hari kini sudah bisa kembali normal.


Kutukan Cinta ? Masih bingung kan dengan Kata-kata itu.


Pangeran Ketiga pernah mencintai Putri An Ling Xi namun Cinta mereka harus terhalang oleh Restu dan menentang Negara.


Hingga pada akhirnya bertahun-tahun harus menahan Luka bahkan untuk Jatuh Cinta lagi sangat Sulit.


Putri Mahkota / Su Nian membuatnya kagum tapi tidak memberikan hati padanya entah mengapa.


Lalu Bagaimana dengan Nona Kedua Liu/Putri Anle saat itu ,


Saat Pertama kali Suara Seruling merasuki seluruh tubuhnya disitulah hatinya bergetar dengan kata lain Jatuh Hati.


Pangeran Ketiga sangat marah karena tidak bisa mendapati Wanita yang membuatnya terkesan bahkan membuatnya berdebar.


Hingga menyebut dirinya mendapatkan sebuah Kutukan Cinta karena tidak bisa mendapatkan Wanita yang mampu menggetarkan hati dan Pikirannya hanya dengan Suara Seruling saja.

__ADS_1


Padahal dia ingin hidup bersama dengan Wanita yang di inginkan olehnya berdasarkan Perasaan murni.


__ADS_2