
Pernikahan Nona Kedua dan Pangeran Ketiga akan dilaksanakan di Istana .
Jendral Fu menghadiri untuk mengantar Cucunya Menikah .
Ritual Pernikahan telah selesai, Nona Kedua berganti status menjadi Permaisuri Yu .
Kaisar juga memberi Anugerah untuk Nona Kedua dengan Memberinya Gelar " Putri Anle" yang artinya Anak Kesayangan Jendral Besar Fu.
Jendral Fu sangat berterima Kasih pada Kaisar karena telah memberikan Anugerah pada Cucu Kesayangannya.
Pangeran Mahkota tidak hadir karena harus menjalani hukuman kurungan didalam Kediamannya sendiri.
Jendral Fu mengantar Nona Kedua langsung ke Kediaman Pangeran Ketiga .
" Pangeran Ketiga . Mohon untuk selalu menjaganya dengan baik , hamba mohon untuk tidak mempersulitkannya ". Permintaan Jendral Fu sangat merepotkan bagi Pangeran Ketiga.
" Baik ". Jawabnya dengan Singkat lalu membawa Putri Anle ke Kamar Pengantin.
Putri Anle melihat sekeliling Kamar Pengantinnya .
" Kau mencari apa ?". Kata Pangeran yang mengejutkan.
" Tidak ada . Apa kau akan tidur disana ?". Menunjuk Kasur .
" Benar dan itu bukan untukku saja ". Ungkapnya dengan sengaja menggoda Putri Anle.
" Siapa ?". Tanya Putri Anle.
__ADS_1
" Kau ". Pangeran Ketiga menekan Perkataannya.
" Cih , Siapa yang mau sekasur dengan Pria bajingan sepertimu . Aku tidak mau ". Decihnya dengan Kesal.
" Apa kau tidak menyukai Ketampananku ini Putri Anle ".
" Hah ? Menyukaimu . Begitu Percaya diri sekali ". Jawabnya dengan memicingkan Alisnya.
" Harusnya kau beruntung memiliki Suami sepertiku ". Katanya dengan Gagah berjalan sambil membuka Bajunya menunjukkan Badan yang penuh dengan Roti Sobek 8 pack atau bisa disebut EightPack . hehhehe
Putri Anle tak menyangka jika Tubuhnya begitu Indah hingga begitu susah untuk menahan salivanya.
" Bagaimana ? Apa kita hari ini ?". Kata-kata Pangeran Ketiga membuat Putri Anle langsung beranjak dari Tempatnya.
" Jangan macam-macam . Aku tidak akan pernah menyerahkannya ". Ungkapnya penuh kekawatiran.
" Kau Istirahatlah , jangan keluar dari tempat ini sebelum esok . Aku tidak akan berbuat apa-apa padamu ".
Putri Anle membuang muka lalu pergi untuk berganti Bajunya.
" Iihh.. Sial . Mengapa Baju ini sangat sulit untuk dilepaskan . Talinya susah untuk dibuka ..".
Putri Anle sejak tadi tidak keluar dari ruangan ganti baju membuat Pangeran Ketiga merasa aneh dan memilih untuk melihatnya.
" Apakah kau masih bernafas ?". Ucapnya .
" Kau pikir aku sudah mati ". Jawabnya.
__ADS_1
" Jangan-jangan Kau tak bisa melepas Bajumu itu ya ". Ledek Pangeran Ketiga yang membuat Putri Anle merasa sangat Malu.
Bagaimana lagi , Keadaannya sudah tidak bisa terus seperti itu . Merasa seluruh tubuhnya gerah dan Panas karena Baju pengantinnya sangat tebal .
Putri Anle keluar menemui Pangeran Ketiga.
" Ada apa ?". Kata Pangeran Ketiga.
Putri Anle memberi Isyarat untuk segera membantunya untuk membukakan bajunya.
Pangeran Ketiga menghela nafasnya lalu berdiri membantu membuka Baju Pengantin Permaisurinya.
Karena saking terlalu kuatnya membuka Baju Pengantin Putri Anle yang mengakibatkan Kainnya robek hingga kebawah . Tentu Seluruh Badan Milik Putri Anle terekspos begitu jelas.
Putri Anle langsung berbalik untuk menutupi Tubuhnya yang terekspos .
" Kau ini bukan membantuku , tapi merusak bajuku ". Omelnya.
" Talinya begitu erat . Kau salahkan Talinya saja ". Jawabnya sambil pergi dari hadapan Putr Anle.
Pangeran Ketiga diam-diam merasakan Hawa Panas seketika .
Sebelumnya tidak pernah merasakan hal seperti itu.
Bolak-balik kesana kemari untuk menstabilkan Jantungnya yang sejak tadi tidak bisa diam.
Putri Anle merasa heran terhadap Pangeran Ketiga karena tidak bisa diam.
__ADS_1
Hari sudah semakin larut , namun Pangeran Ketiga seperti biasa tidak bisa tidur .