
Pangeran Ketiga memberi Isyarat pada Liu Ban agar keduanya dapat berbicara empat mata saja , Tentu hal ini disadari oleh Liu Ban sendiri.
Liqin segera membawa Nona Kedua ke tempat aman.
Pangeran Ketiga meminta Penjelasan tentang Wanita yang barusan bersamanya.
" Tuan Muda Liu . Apakah kau tau jika ada orang yang telah mempermainkanku ? maka dia akan ". Menakuti Liu Ban.
" Ampuni Nyawanya Pangeran ? ". Liu Ban memohon ampunan pada Pangeran Ketiga untuk Nona Kedua.
" Jelaskan semuanya , Siapa sebenarnya Wanita itu mengapa harus menyamar sebagai Pelayan !! ". Bentak Pangeran Ketiga.
" Di..Dia.. Dia Sepupu hamba , Putri Kedua Perdana Menteri . Namanya Liu Ning. ". Liu Ban berusaha menjelaskan.
" Baik , Katakan padaku secara Jujur . Apakah dia seorang Ahli Racun atau seorang Tabib.". Cecar Pangeran Ketiga.
" Hamba kurang paham Pangeran , Namun sejak Kami bertemu dengan seorang Nenek Tua itu ada Keanehan yang terjadi pada Sepupuku." Ungkapnya.
" Keanehan ? Apakah Nenek Tua yang kau maksut ini .. dia yang tinggal di dekat Air terjun Yuxin itu." Tebak Pangeran Ketiga .
" Be..Benar Pangeran ? ".
Pangeran Ketiga terdiam sejenak , Pasalnya saat ini dia juga sedang mencari Nenek Tua itu .
__ADS_1
" Katakan dimana Nenek Tua itu sekarang ?". seru Pangeran Ketiga.
" Dia.. Ahh Nenek Tua itu sudah mati Pangeran ?". Jawabnya.
* Brakkk*
Pangeran Ketiga Memukul Meja dengan sangat keras hingga membuat Liu Ban terkejut dan segera berlutut untuk memohon Ampunan.
" Hamba Berkata Jujur Pangeran , karena hamba yang menguburkan Nenek Tua itu." Katanya sambil berlutut.
" Sial ? Apakah Kutukan ini benar-benar tidak bisa disembuhkan ." gumamnya dalam hati.
Ya. Saat ini Pangeran Ketiga menderita sebuah Kutukan Cinta dari Nenek Tua itu.
Nenek Tua itu bilang jika Kutukannya akan sembuh apabila telah bertemu dengan Nona Shanyue , Dialah yang akan menyembuhkan dirinya.
Karena Nenek Tua itu telah mati maka Kutukannya tidak akan pernah sembuh menurut Pangeran Ketiga yang mulai Putus Asa.
Pangeran Ketiga tidak bisa Tidur malam sejak Nenek Tua itu mengutuknya.
Liu Ban sedari tadi memperhatikan Tingkah Pangeran Ketiga.
" Pangeran Ketiga . Mohon maaf apabila hamba Lancang , Apakah Nenek Tua ini sangat Penting untuk Pangeran." Kata Liu Ban.
__ADS_1
" Tidak . Kau kembalilah ". Titah Pangeran Ketiga.
Liu Ban langsung bergegas untuk Pergi menemui Nona Kedua .
" Ning'er ? apa yang telah terjadi padamu . syukurlah kau tidak apa-apa. Ujar Liu Ban.
" Apa kau bilang , Aku tidak apa-apa ". Menatap Liu Ban penuh penindasan.
" Tuan Liu Ban , Nona Kedua terkena Racun Ular namun Nona sudah mengatasinya ". Penjelasan Liqin yang membuat Liu Ban terkejut.
" Apa ? mengatasi Sendiri . Ning'er , Apakah kau selama ini memiliki bakat ini diam-diam dan tidak memberitahuku". Tatapan Liu Ban berubah menjadi Tajam.
" Buang Tatapan itu , atau kalau tidak akan ku congkel biji matamu ". Hardik Nona Kedua.
" Lalu , Mengapa kau tidak memberitahuku . Apa kau tau ? Pangeran Ketiga hampir saja membunuhku karena Ulahmu ". Gumam Liu Ning .
" Aku lelah , Setelah ini aku akan menjelaskan semuanya padamu secara detail tanpa ada yang ketinggalan sedikitpun." Kata Nona Kedua.
" Baiklah . Oh iya Seminggu lagi aku harus kembali karena Ujian Kekaisaran akan segera dimulai ." Ungkap Liu Ban.
" Kembalilah Ke Ibukota sekarangpun tidak masalah ". Kata Nona Kedua.
" Tidak bisa . Kau masih berhutang penjelasan padaku. " Setelah berbicara , Liu Ban langsung pergi dari Hadapan Nona Kedua.
__ADS_1