
Nona Kedua ingin sekali pergi ke Toko Buku untuk membeli buku baru tentang Pembuatan Herbal terbaru.
untuk yang kedua kalinya , Nona Kedua bertemu dengan Pangeran Mahkota yang pada saat itu hampir mengambil nyawanya.
Namun sekarang Pangeran Mahkota sangat mengenalinya bahkan sangat bahagia bisa berjumpa.
" Ning'er ?". Kata Pangeran Mahkota.
Nona Kedua hanya diam menatap Pria didepannya dengan Penuh kebencian terlebih lagi dengan Pengawalnya.
Karena masih memandang pertemanan sewaktu kecilnya , Nona Kedua meredam Amarahnya dengan Melewati mereka begitu saja.
" Tunggu Ning'er ? ". Mencekal tangan Nona Kedua.
" Maaf Yang Mulia ini tidak pantas ". Menangkis Tangan Pangeran Mahkota.
" Mengapa kau menghindariku , Apa salahku ?". Ungkapnya.
" Hanya tidak ingin terjadi kesalahpahaman ".
Begitu selesai menjawab dengan secepatnya pergi dari Sisi Pangeran Mahkota.
Didalam Kereta Nona Kedua terperanjat kaget melihat Seseorang berada didalamnya.
" Kau .. Mengapa kau ini seperti hantu ?". Kata Nona Kedua.
__ADS_1
" Mengenang Masa Kecil sungguh Menyenangkan bukan ". Kata Pangeran Ketiga yang selalu muncul tiba-tiba.
" Bukan Urusanmu".
" Tentu ini adalah Urusanku , Kau adalah Calon Tunanganku ". Pekiknya.
" Lebih baik kau pergi , Aku tidak ingin melihat mu ". Nona Kedua mencibir.
" Benarkah ". Ucap Pangeran Ketiga seraya mendekatkan Hidungnya ke Wajah Nona Kedua.
Nona Kedua membuang muka untuk mencegah kesembronoan Pangeran Ketiga.
" Jangan Nakal dibelakangku ". Kata Pangeran Ketiga dan langsung pergi menghilang.
" Hufttt Penghianat Licik ?". Cebiknya .
Di Kediaman Fu , Nona Kedua Setiap hari pergi mencari Herbal untuk dijadikan Bahan Pembuatan Obat maupun Ramuan .
Obat maupun Ramuannya Laku keras hingga Kualahan untuk menyuplay kembali.
Nona Kedua mempunyai Toko Obat dengan Nama " Funing " namun semua orang tidak mengetahui si Pemilik Asli .
Toko Funing sangat terkenal disegala Penjuru Qingshan, hingga Negara Luar pun datang untuk membeli obat yang dipercayai tidak pernah gagal dalam menyembuhkan dan mengatasi segala keluhan.
Obat dijual sesuai dengan Tingkatannya.
__ADS_1
Ada Tingkat Dewa untuk Kalangan Atas , Tingkat Kesatria Kalangan Menengah dan Tingkat Prajurit untuk kalangan Biasa .
Pangeran Ketiga tau Jika Toko Obat Funning merupakan Milik Nona Kedua .
Selir Agung mencurigai Toko Obat Funing adalah milik Teman Tabib Pangeran Ketiga karena Ciri Khas pada Aroma Obat Herbal memiliki Persamaan.
Tentu Selir Agung masih terus menyelidiki hingga Kecurigaannya berhenti.
Nona Kedua ingin pergi ke Kediaman Liu namun Jendral Fu tidak memberi Izin untuknya.
Entah apa yang telah meracuni pikiran Jendral Fu hingga pergi ke Rumah orang tuanya saja tidak boleh.
Padahal Nona Kedua masih ingin menyelidiki tentang adanya Bunga Lily laba-laba merah .
Banyak Misteri yang masih dipecahkan , Nona Kedua teringat akan Janji Nenek Tua yang harus membersihkan Nama Suaminya dari tuduhan Pembunuhan berencana.
" Sungguh menyebalkan . Tidak ada jalan keluarkah untukku menyelesaikan Masalah Tuan San ini , sungguh tidak sudi jika harus bertemu dengannya ". Umpatnya .
Nona Kedua memainkan Otaknya untuk berfikir bagaimana caranya agar tidak melibatkan Pangeran Ketiga dalam menyelesaikan Masalah Tuan San namun siapa lagi yang bisa membantunya saat ini ?
Nona Kedua berdecak kesal karena tak bisa menemukan jalan keluar karena Posisinya sungguh menyulitkan .
" Menjadi Calon tunangannya , Hah .. apakah di Dunia ini tidak ada Pria lain selain dia ". Nona Kedua terus saja mengumpat.
" Nona ada apa ? mengapa kau terus mengumpat ?." Kata Liqin.
__ADS_1
" Aku masih belum rela jika harus bertunangan dengannya ." Ungkapnya.
" Itu Kau sendiri yang pada saat itu mengatakan bersedia , lalu sekarang menyesalinya . Nona , Jika aku menjadi dirimu maka aku adalah Wanita paling bahagia ".