
" Sudahlah , Aku tidak akan membahasnya lagi ?". Ucapnya dengan merasa malu.
" Itu Kau sendiri yang memulai . Baiklah , Aku hanya mengingatkanmu untuk acara besok mungkin aku tidak bisa melindungimu karena berhalangan untuk hadir ".
" Berhalangan hadir atau malas ". celetuknya dengan mengejutkan.
" Ya, Anggaplah seperti itu. Aku hanya berpesan jangan pernah menampakkan Apa yang kau miliki untuk menarik Perhatiannya dan Kau sudah tau bukan Bagaimana Konsekuensinya ".
" Sungguh sangat beruntungnya aku hari ini karena Pangeran Ketiga begitu perhatian untuk mengingatkanku ". Ocehnya
" Jangan terlalu percaya diri nanti kecewa ".
" Apakah kau hanya mengatakan ini padaku , tidak ada hal lain ".
" Benar , Kau bisa kembali ke kamarmu ". Titahnya.
Putri Anle tercengang mendengar Perkataannya .
" Ada apa ? Apakah perkataanku ini ada yang salah atau kau tidak ingin pergi dari sini ".
" Ahh.. Tidak ."
" Tidak apa ? Tidak ingin pergi , Maaf hari ini aku tidak ingin ditemani dulu ". Tolakannya membuat Putri Anle benar-benar merasa dipermainkan oleh Pria yang menjadi Suaminya ini.
__ADS_1
" Cihh, Dasar Pria sialan ". Umpatnya dalam hati.
" Kau mengumpatiku ya , Pergilah hari ini aku benar-benar sedang sibuk ".
" Dengan senang hati , Aku pergi ". Sahutnya dengan Menyindir.
Dalam Perjalanan ke Kamarnya Putri Anle terus saja tanpa henti mengumpati Perlakuan Pangeran Ketiga padanya.
Liqin sejak tadi memperhatikan Putri Anle yang terlihat berbicara sendiri seperti orang tidak waras.
" Kau kenapa memiringkan Kepalamu seperti itu ?". Omel Putri Anle pada Liqin.
" Oh , itu Permaisuri sejak tadi kuperhatikan kau seperti berbicara sendiri ." Jelasnya
" Aku mengumpati Pria sialan itu benar-benar membuatku malu ". Teriak nya dengan Emosi.
" Persiapkan besok pagi , apakah hadiahnya sudah siap untuk Wanita Tua itu ."
" Hahh.. Kau menyebutnya Wanita Tua , Apakah sudah pernah bertemu dengannya. Bagaimana jika dia terlihat masih awet muda ". Timpalnya dengan Cermat.
" Tidak Peduli , Yang namanya Ibu Suri itu sudah dipastikan seorang Nenek Tua Keriput tapi ..? " .
" Tapi apa ?". Liqin mulai tidak enak dengan Perkataan yang dilontarkan oleh Tuannya.
__ADS_1
" Liqin , Tidakkah kesempatan itu sudah mendekat . Aku harus bekerja keras untuk menyelesaikan Kasus Tuan San ini ". Ungkapnya dengan Serius.
" Permaisuri , Mengapa kita harus mempunyai Tugas yang berat ? Pikiranku mulai tidak enak ". Keluhnya.
" Tidurlah , Besok jangan sampai terlambat bisa kenak semprot sama Nenek Tua itu ".
Selepas Liqin pergi , Putri Anle juga kepikiran akan rencananya untuk menuntut balas bahkan menyelesaikan Masalah Tuan San .
Dia juga kepikiran untuk Seseorang yang dikatakan oleh Liqin tentang Pemaksaan pembelian Racun .
" Untuk apa mereka memaksa Toko untuk memberikan Racun Pemulas Perut . Apakah ada yang ingin menjebak Tokoku ". Putri Anle mulai Panik entah mengapa pikirannya hari ini sedang kacau.
Dia keluar dari kamarnya , tak terduga ternyata malam ini Bulan yang dirindukannya telah muncul dengan Sempurna.
" Oh Bulan , Oh Dewi Bulan . Malam ini aku tak bisa tidur karena begitu banyak pikiran yang melandai Pikiranku ". Kata Putri Anle sembari Melihat Ke atas Langit gelap namun terang benderang karena Bulan menyinari Bumi dengan Sangat Sempurna.
Malam ini Pangeran Ketiga mempunyai Misi untuk mengawasi Pergerakkan Orang-orang Suruhan Ibu Suri.
Tentu Pangeran Ketiga tahu jika Ibunya mencurigai Pemilik Toko Funning sebenarnya milik Taabib yang menyelamatkannya.
Selain itu ada seseorang yang ingin menjebak toko itu dengan dalih membeli sebuah Racun dengan cara memaksa bahkan mengancam.
" Ini Pasti Rencananya , Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Wanita tua itu . Benar-benar harus diselidiki ketat apalagi Toko ini adalah Miliknya . Mereka akan bertemu pada akhirnya ". Pangeran Ketiga bermonolog dengan hatinya.
__ADS_1
Toko Funning merupakan Perdagangan Obat Herbal yang cukup Terkenal saat ini namun Pemiliknya masih simpang siur tidak ada yang tau kecuali orang tertentu saja.
Ibu Suri mungkin sudah curiga dengan Toko Funning , Karena tidak ada Pembuat Obat herbal terhebat kecuali Nyonya Bai Murid dari Ayah Ibu Suri yang lama di carinya.