Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Mencoba Memahami


__ADS_3

Kabar Tentang Permaisuri Pangeran Ketiga melawan Negara Yunzi sudah menyebar ke seluruh Ibukota namun perihal Penggunaan Racun masih aman .


Ibu Suri masih belum berhenti mencari keberadaan Nyonya Bai Istri dari Tuan San karena semua Rahasianya terdapat padanya.


Pangeran Ketiga sudah memprediksi tentang Permasalahan yang akan terjadi bahkan harus melibatkan dirinya langsung karena Putri Anle adalah Permaisurinya.


Di Tenda Perbatasan Fenjing .


" Apa masih sakit ". Kata Pangeran Ketiga.


" Masih ". Jawabnya Pias.


" Bersiap-siaplah hari ini kita harus kembali ke Ibukota ".


" Apa ! Hari ini juga !".


" Ya ".


" Tapi ---!"


Tidak butuh waktu yang lama , Semua Persiapan sudah lengkap dan mulai Kembali ke Ibukota.


Putri Anle memilih untuk menaiki Kereta Kudanya sendiri .


*Srek*


" Kenapa kau disini ".


" Ada Masalah ". Jawabnya Membuat Putri Anle Sebal.


Meski harus berdebat pada Akhirnya selalu kalah jika lawannya Pangeran Ketiga untuk itu Putri Anle hanya diam saja.


" Apakah kau masih sakit ?". Ujarnya dengan memperhatikan Putri Anle.


" Kau ini selalu bertanya berulang-ulang padahal jawabannya sudah pasti sama ."


" Berarti sudah tidak sakit lagi ". Sahutnya dengan Nada datar.

__ADS_1


" Kau tidak bisakah seromantis Kaisar ".


" Apakah kau pernah melihat Kaisar Romantis ?". Tanya balik.


" Pernah ! Dan dia hanya mencintai Ibumu saja . Mana bisa seperti itu ?" .


" Kaisar memang mencintai Wanitanya tapi bukan berarti hanya Ibuku saja ". Jawabnya tidak terima.


" Aku hanya melihat Yang Mulia Selir Agung dimata Kaisar ."


" Dan Kau tidak bisa melihatku sampai detik ini hingga kau sibuk menilai Kaisar , Apa kau menyukai Kaisar ". Celetuknya.


" ishh , Kau selain menyeramkan juga menyebalkan ."


" Tapi kau suka ".


" Kau banyak bicara juga ternyata ".


" Itu Karena Kau yang memulainya ".


" Kau bertanya ?". Menggoda Putri Anle.


" Kenapa aku merasakan detak jantungku seperti berdebar kencang bahkan rasanya menyesakkan sekali ". Ungkapnya dalam hati sambil memegangi dadanya yang berdebar.


Pangeran Ketiga hanya geleng-geleng melihat Kelakuan Permaisurinya yang dibilang Polos tapi Tidak sepolos itu .


Entah ada Angin apa hingga membuat Pangeran Ketiga sedikit tersenyum.


" Kau tersenyum ya ".


" Kenapa ! Apa kau tergoda ?."


" Tidak , Oh iya kau harus membantuku untuk menjelaskan pada Ayah ".


" Harus ada bayarannya ". Ungkapnya yang mengejutkan Putri Anle.


" Kau minta bayaran berapa ? Kau ini sudah Kaya banyak Uang bahkan tidak pernah merasakan kemiskinan ".

__ADS_1


" Aku hanya meminta Bayaran selain Uang karena membantumu itu tidak Gratis ". Elaknya.


" Lalu selain Uang aplaagi ? Kau ini mau minta bayaran apa ? Oh aku tau , Aku punya ini untukmu ". Menyerahkan Biji Bunga Lily merah.


Pangeran Ketiga sangat terkejut dan segera memeluk Putri Anle.


" Kenapa dia memelukku seperti ini , Ahh jangan-jangan ini bentuk terima kasih ". Gumamnya dalam hati .


" Kau jangan bertindak Impulsif , Kau mengambil Biji Bunga itu untuk apa ? Untuk menarik Perhatian Musuh datang padamu ."


" Tidak , Aku hanya akan menanamnya di Kediaaman Pangeran saja ".


" Kau tau Bunga Lily Merah itu menyimpan Banyak Duka didalamnya ". Jelas Pangeran Ketiga.


" Bunga ini memanglah berbahaya namun dia juga bisa dijadikan Penangkal , Aku tau Bunga Lily merah sangat Langka dan hanya Ibu Suri saja yang memiliki ".


" Bukan ? Ada beberapa dan yang memiliki adalah salah satu antek-anteknya termasuk Perdana Menteri Liu ."


Perkataan Pangeran Ketiga berhasil membuat Putri Anle Merasakan Penasaran.


" Apa ! Mengapa bisa itu Ayah ?".


" Semua hal yang berkaitan dengan Ibu Suri pasti akan lenyap termasuk itu Kau sendiri ".


" Kenapa itu aku ? Dan Ayah , Aku masih tidak mengerti ".


" Maka buatlah dirimu untuk kumiliki seutuhnya agar aku bisa melindungimu sepenuh hati ." Ungkapnya dengan Tulus namun Mimik Wajah Pangeran Ketiga tidak menampakkan .


" Memang seperti Bongkahan Es ". Lirihnya pelan namun didengar Oleh Pangeran Ketiga .


" Kau menyamakanku dengan Bongkahan Es Batu ".


" Tidak , Itu Bukan kau " . Timpalnya.


Perjalanan Masih cukup jauh dan harus beristirahat terlebih dahulu.


Para Pasukan membuat Tenda untuk Beristirahat sementara .

__ADS_1


__ADS_2