Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Pencarian


__ADS_3

Putri Anle terlihat lusuh dan berantakan bahkan tangannya dikerangkeng dengan rantai .


Isakan tangisnya terdengar histeris meski mulutnya ditutupi oleh sebuah kain.


" Hahahahaha jadi seperti ini wajah Putri Anle itu ehh maksutnya Liu Ning ". Kata Putri Mahkota.


Ya , saat ini Su Nian telah kabur bersama Permaisuri mencari perlindungan kepada Ibu Suri sambil menunggu menteri Su datang menjemput mereka.


*Plak *


" itu tamparan karena telah mengambil milikku ".


*Plak*


" dan tamparan untukmu yang arogan ".


* Plak*


" Tamparan terakhir karena telah membuatku tersiksa batin karenamu dasar penggoda suami orang , tidak tau malu ". Hardik Su Nian sambil menjambak rambut yang sudah berantakan tak karuan.


Namun sepertinya Putri Anle tidak merasakam kesakitan sama sekali atas siksaan yang dilakukan oleh Su Nian.


Su Nian begitu heran lalu membuka kain yang berada dimulutnya.


" Ayo keluarkan kata-katamu sekarang karena aku ingin sekali mendengarnya langsung . Apakah masih bisa arogan ?".


Putri Anle menatapnya tajam seakan-akan ingin mencekeram Su Nian.


" Hahahaha sungguh kasihan sekali , sekarang apa yang bisa kau lakukan ? Menunggu Pangeran Ketiga datang menyelematkanmu atau menunggu bantuan dari Pangeran Mahkota oh...oh.. jangan-jangan kau sedang berharap pada Pangeran Keempat yaa hahahhahaa ".


Karena tidak menjawab dan hanya diam saja barulah Su Nian mendekati wajah Putri Anle dan mencekal wajahnya dengan kasar.


" Cuhhhhh ". Putri Anle menyemburkan Ludahnya sangat sempurna di wajah Su Nian .


" Kau -- Liu Ning beraninya kau meludahiku .. akan ku bunuh kau sekarang ". Kata Su Nian yang sudah sangat marah.


Su Nian mengambil pisau yang sangat tajam dan diarahkan pada Putri Anle.


" Su Nian !!!!! Apa yang kau lakukan ?". Teriak Ibu Suri.


" Ibu Suri ?". Lirih Su Nian.


" Cepat buang pisau itu menjauhlah dari sini ". Titah Ibu Suri.


Putri Anle masih memasang wajah songongnya meski dalam keadaan dikerangkeng sekalipun .


Ibu Suri sangat memujinya bahkan salut karena bagaimanapun juga dia adalah seorang wanita .


" Lihatlah kulit pipimu yang sudah memar bahkan sangat memar namun aku salut padamu , dalam hal ini masih tidak berkurang kecantikanmu hmmm rupanya juga tahan sakit " .


" Aku tak pernah takut padamu Nenek Jelek tua bangka sialan , kau akan menyesalinya ". Ucap Putri Anle.


" Benarkah , ehmm .. Kurasa tidak sia-sia selama ini bekerja sama dengan Liu Ban karena dia telah mengungkap segalanya hahahaha ".


" Sekalipun aku akan mati ditanganmu itu tidak membuatku takut , Aku bersumpah hidupmu tidak akan pernah bahagia seperti saat kau bersama kakek Fu Sang ".

__ADS_1


*Deg*


*Deg*


*Deg*


Perkataan Putri Anle membuat Ibu Suri kembali terkenang masa lalu disaat bersama Jendral Fu .


Keduanya adalah pasangan muda yang saling mencintai bahkan sudah berjanji tidak saling meninggalkan satu sama lain , entah mengapa Chu Seng ( Ibu Suri) telah menikah dengan Kaisar .


Hal ini membuat Jendral Fu patah hati dan mengasingkan diri dari Ibukota Qianwu.


Chu Seng sengaja tidak memberikan keturunan pada Kaisar sebelumnya karena dalam hatinya masih terbesit ingin hidup bersama Jendral Fu dan mempunyai anak dengannya saja bahkan itu janjinya sendiri.


" Jangan bermimpi untuk kembali bersama lagi dengan Kakek Fu karena kau sudah tua dan keriputan sungguh menjijikan tidak sedap dipandang hahh bahkan Nenek Fu jauh lebih baik daripada wajahmu itu ".


*Plak*


Lagi-lagi Putri Anle terkena tamparan yang sangat keras .


" Beraninya kau mengatakan itu padaku kurang ajar , besok kau harus mempersiapkn diri untuk kuambil hatinya dan darah jantungmu akan menyembuhkan racun yang selama ini kuderita ".


" Tidak akan bisa sembuh karena kau tidak tau tekniknya ". Ujar Putri anle.


" Hah, Bahkan Kau lupa dengan siapa aku bekerja sama selama ini .. Apakah kau mempertanyakan buku ini ". Memerlihatkan sebuah buku keramat .


Putri Anle sangat terkejut melihat buku kecil berada ditangannya.


" Apa Liu Ban yang mengambilnya". Lirihnya sendu tidak percaya akan hal ini.


Sungguh tak disangka jika sejauh ini Liu Ban melakukannya bahkan mengorbankan saudaranya sendiri demi kepentingannya sendiri padahal dialah sosok yang sangat dipercaya selama ini.


Rasa sesak telah melandanya bahkan didalam hatinya bertanya - tanya berapa orang yang telah menghianatinya selama ini.


Bahkan dia sempat menyalahkan Pangeran Ketiga karena memenjarakan bibi tang , entah apa kesalahannya.


Ibu Suri pergi meninggalkannya sendiri .


*


*


*


Pangeran Ketiga sudah frustasi bahkan mengacak-ngacak kediaman Ibu Suri namun ternyata tidak ada disana, bahkan Kediaman itu sudah Kosong.


Wangyu mencurigai Liu Ban atas penangkapan Putri Anle karena saat itu menyuruh Liqin untuk kembali ke Kediaman.


Jiusan dan Jiulin masih belum menemukan jejak keberadaan Ibu Suri.


Pangeran Mahkota mengerahkan seluruh Pasukan Istana Kekaisaran untuk mencari Putri Anle .


Pangeran Keempat bersama Liu Jing mencari keberadaan Ibu Suri dan Putri Anle bersama-sama karena saat ini status Liu Jing adalah murid Pangeran Keempat , meski sempat membenci Putri Anle namun sudah sadar bagaimanapun juga dia adalah Saudara seayahnya.


Liu Jing ikut membantu mencari keberadaan Putri Anle.

__ADS_1


*


*


*


Pangeran Ketiga menyuruh Wangyu untuk mengancam Xie Xun agar memberitahukan keberadaan Ibu Suri , karena jika tidak maka Nyawa Putri satu-satunya Xie Xiu tidak bisa terselamatkan.


Xie Xun sudah dengan semampunya memberitahu keberadaan Ibu Suri namun ada 4 tempat yang sering ditempati.


*Desa Damei , Gunung Xiolan , Desa Ranu dan Hutan Xigu *


Pangeran Keempat akan pergi ke Desa Damei bersama Liu Jing untuk mencari Putri Anle.


Pangeran Mahkota dan Pasukan Elitnya pergi ke Gunung Xiolan .


Pasukan hantu akan dikerahkan ke Desa Ranu.


Jendral Fu memilih Hutan Xigu entah mengapa dia teringat tempat itu disaat bersama Chu Seng ( Ibu Suri ketika masih muda)


Pangeran Ketiga memilih untuk pergi bersama Jendral Fu .


Didalam perjalanan mereka bertemu dengan Tuan Wuyu.


" Yang Mulia Pangeran Ketiga ". Ucap Wuyu.


" Tuan Wuyu ". Kata Pangeran Ketiga.


" Mengapa anda bisa berada disekitar Hutan Xigu ini ? ". Tanyanya.


" Aku mencari Ibu Suri . Apakah kau menemukan jejaknya ."


" Tidak ada namun aku barusaja melihat seseorang yang kukenal dan dia harusnya orang Ibu Suri yang telah mengobati Ibu Suri selama ini ". Ungkap Wuyu.


" Apa ? Mengobati , maksutmu apa ?". Tanya Jendral Fu.


" Selama ini Ibu Suri menderita racun yang menggerogoti tubuhnya dan seseorang yang diam-diam kuselidiki tadi ternyata orang Ibu Suri ".


" Ke arah mana ". Tanya Pangeran Ketiga.


" Barat ? Mari hamba akan mengantar Yang Mulia Pangeran ". Ucap Wuyu.


*


*


*


Raut wajah tampan Pangeran Ketiga saat ini berganti menjadi sangat menyedihkan sekaligus menakutkan.



Selama dalam perjalanan , Wuyu tidak banyak bertanya tentang apa yang telah terjadi namun bisa ditebak jika sedang terjadi sesuatu yang tidak bisa diampuni lagi .


Bahkan Jendral Besar Fu ikut andil bersama Pangeran Ketiga.

__ADS_1


" Apakah telah terjadi sesuatu dengan Putri Anle ? ". ungkap Wuyu dalam hatinya.


__ADS_2