
Ciuman itu turun ke ceruk leher jenjang milik Putri Anle hingga semakin mendesah hebat.
" Ternyata dia memiliki Nafsu yang lebih tinggi dariku , itu bagus ". Kata Pangeran Ketiga dalam hati.
Jejak merah mulai bertebar diseluruh tubuh Putri Anle , Mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Akhirnya bisa menikmati Malam Pertama setelah lama menikah.
Sebelum memulai Permainan yang lebih dalam , Putri Anle menatap sendu pada Pangeran Ketiga.
Untuk menghindari keraguannya barulah mengecup Kening itu agar percaya jika Pangeran Ketiga juga mencintainya .
Antara Penasaran dan takut yang saat ini menghantui Jiwa Putri Anle , Melihat benda Pusaka milik Pangeran Ketiga yang gagah bahkan teguh mulai Sedikit menyentuh kulit bagian Intimnya .
Putri Anle bergelinjang luar biasa bahkan Nafasnya tersenggal-senggal.
Pangeran Ketiga tidak akan melakukannya dengan Kasar mengingat Benda Pusakanya yang menakutkan bagi Permaisurinya.
Benda Pusaka itu mulai mendorong - dorong untuk masuk namun sangat sulit untuk menembusnya.
Suara erangan Putri Anle mulai menggema-gema diseluruh ruangan namun sesekali menutupnya dengan Tangan sendiri.
" Mengapa sesakit ini , Lama-lama bisa rusak milikku . Sial sekali ". Umpat Putri Anle dalam hatinya.
Pangeran Ketiga tetap berusaha untuk membuat Benda Pusakanya tetap bisa masuk walau bagaimanapun caranya .
Sangat sulit karena Dindingnya sangat kokoh.
Keringat mulai bercucuran bagai air yang mengalir.
__ADS_1
Pinggang itu ditekan kuat-kuat dan dorongan yang harus dipaksa tetap menerobos masuk .
" Aaaaaaaa ". Teriakan Putri Anle membuat Panik Pangeran Ketiga .
Hingga Para Pelayan yang diluar juga Khawatir bahkan Liqin berlari mengetuk Pintu Kamar Putri Anle.
" Permaisuri Ada apa denganmu ? ". Liqin panik.
Wangyu datang untuk membawa Pergi Liqin dengan menggedongnya seperti mengangkat karung beras.
Air Mata Putri Anle mengalir dengan sendirinya kala benda Pusaka yang gagah itu sudah berhasil menerobos masuk .
" Huffff ----". Suara Pangeran yang sudah mulai lega karena telah berhasil menembus Dinding Kokoh milik Putri Anle.
Dengan Perlahan Benda Pusaka yang gagah digerakkan semula membuat Putri Anle mengerang kesakitan kini mulai menikmati alunan ritmenya.
Seluruh Peluh mengucur deras tiada hentinya.
" Qing Yu , Aku sepertinya ingin membuang air ". Ucapnya disela-sela permainan.
" Keluarkan saja ".
Putri Anle mengernyirkan dahinya merasa jika Pangeran Ketiga sangatlah Egois.
" Aaahhhggg " . De.sa.han itu semakin membuat Pangeran Bersemangat bahkan lebih bersemangat lagi menuju Puncaknya.
Dan Seketika itu juga Berhasil menyemburkan Cairan yang menghangatkan kedalam Goa milik Putri Anle.
Pangeran Ketiga Ambruk lalu memindahkan tubuhnya di samping Putri Anle.
__ADS_1
" Hah... Hah.... Hah....Hauhff ". Begitulah Suara Nafas yang berasal dari Pangeran Ketiga.
" Kau ini Kenapa ? Seharusnya yang menderita itu aku ". Ucapnya .
" Tidak apa , Bersihkan dulu tubuhmu ".
Setelah mengangkat tubuhnya dan mulai berjalan tiba-tiba Putri Anle menjerit lagi.
" Aaaaawww ".
Seketika Pangeran Ketiga langsung menghampiri Putri Anle.
" Ada apa denganmu ?".
" Mengapa bagian Intimku sangat sakit dan Nyeri sekali bahkan ada Perihnya juga ".
" Milikmu habis ditembus paksa dan berdarah hingga menyebapkan Perih dan Nyeri ". Jelasnya pada Putri Anle.
" Ber--berdarah , Mana ada darah ".
Pangeran Ketiga tidak memperlihatkan darah itu padanya dengan segera Tubuh milik Permaisurinya dibawa ke Bak Mandi untuk membersihkan dirinya.
Pangeran Ketigapun juga ikut membersihkan diri bersama-sama.
" Terima Kasih karena kau telah membuatku menghilangkan Rasa Penat ". Lirih Pangeran Ketiga.
" Mengapa kau begitu lama dan setelah pulang malah membentakku , Kau begitu jahat ". Sarkasnya dengan memukul dada Pangeran Ketiga.
" Aku memanglah salah ". Ucapnya sembari mengelus-elus Pipi Mulus milik Putri Anle.
__ADS_1