
" Ibu sudah tau semuanya tapi mengapa Ibu hanya diam saja menikmati Perjamuan itu ". Gumam Putri Anle.
" Jawab dulu Pertanyaan Ibu nak , nanti akan kujelaskan semuanya . Ibu berjanji akan merahasiakannya asal katakan sejujurnya Apakah kau Gadis yang menyembuhkanku ". Tebaknya.
" Sebenarnya , Itu ?".
" Percaya ada Ibu ".
Putri Anle menghela nafasnya dengan panjang.
Karena tidak ingin banyak bicara , Dia hanya menganggukan kepala pertanda jika Tebakan Selir Agung benar.
Tanpa ragu lagi Selir Agung memeluk Tubuh Putri Anle dengan penuh kasih bahkan sedikit terharu karena pada Akhirnya yang menjadi angannya menjadi Kenyataan.
Selir Agung begitu lega karena Gadis yang telah menyelamatkan Nyawanya adalah Putri Anle, Permaisuri dari Putranya.
" Ibu sangat senang karena kalian pada akhirnya memilih untuk menikah ". Ucapnya yang mengejutkan.
" Sebenarnya ini bukan pilihan kami Ibu , Itu Kaisar dan Kakeklah ". Ungkapnya yang tidak terima jika dibilang pilihannya sendiri.
" Kamu begitu menggemaskan nak , Ibu tau dan Ibu pada saat itu sangat terkejut mendengar Yu'er langsung menyetujuinya ".
* Deg *
* Deg *
* Deg *
Jantung Putri Anle mulai tidak Normal .
" Ada apa Nak ?". Selir Agung Panik.
" Tidak ada Ibu ".
" Baiklah , Ibu akan mengantarmu pulang ." Antusiasnya.
Begitu sampai di Kediaaman Pangeran Ketiga , Selir Agung mencari keberadaan Putranya.
__ADS_1
" Ibu.. Ibu duduklah ? Ibu jangan terlalu banyak bergerak ". Kata Putri Anle sembari mengeluarkan Sebuah Botol Porselen berwarna Biru.
" Apa itu Anakku ?". Rasa Penasaran membuat Selir Agung tak bisa menahan.
" Ini untuk Ibu . Aku hanya punya ini Ibu . Liqin ambilkan air bunga Lily merah ". Titahnya pada Liqin.
Liqin segera mengambil Pesanan yang dipinta oleh Putri Anle.
" Ini Permaisuri ".
" Ibu , Minumlah bersama air Bunga Lily ini agar Racun itu tidak menyebar dan merusak syaraf ditubuh Ibu ".
" Baiklah Sayang ".
Dengan senang hati Selir Agung melakukan apa yang dikatakan oleh menantunya.
Dalam sekejap , Pangeran Ketiga sudah berada di dekat Selir Agung.
" Astaga ". Putri Anle mengelus Dadanya karena saking terkejutnya.
" Aaa.. ii---itu . Ibu , Aku ...". Jawaban Putri Anle masih gelagapan.
" Hei , Bicaralah yang jelas ". Hentak Pangeran Ketiga.
" Yu'er . Mengapa kau menindasnya hah..? ". Omel Selir Agung pada Putranya.
" Ibunda , Apakah ada yang salah . Aku hanya bertanya saja ".
" Kau itu bukan sekedar bertanya tapi sedang melakukan interogasi ". Bentak Selir Agung.
" Ibunda memarahiku karena dia ". Liirihnya.
" Iya , Kenapa ? Apakah kamu tidak terima , Wanita ini telah menyelamatkan Ibundamu yang kedua kalinya ". Ungkapnya.
" Oh ".
* Tak *
__ADS_1
" Ibu memukulku ". Pekiknya.
" Ya , Kamu pantas mendapatkannya . Sudahlah , Ibu merasa lelah jadi mau balik Ahh Sayang, Menantu Ibunda yang cantik ..Ibu balik dulu ya ." Pamit Selir Agung pada Putri Anle.
" Biar ku antar ibu ".
" Jangan , Kamu juga beristirahatlah ". Tolaknya pada sang Menantu.
Pandangan Pangeran Ketiga tidak berhenti memperhatikan Ibundanya hingga benar-benar keluar dengan keadaan yang baik.
Putri Anle merasa Lelah dan ingin pergi.
" Tunggu , Mau kemana ".
" Aku lelah ". Lirihnya.
Tanpa Permisi dari Putri Anle , Pangeran Ketiga membopongnya dengan spontan.
" Pangeran , Mengapa kau seperti ini ? Ayo turunkan aku ". Teriaknya.
" Apa kau yakin , Jatuh kebawah itu sakit ". Godanya.
" Ihh , Pria menyebalkan mengapa dia sangat menyebalkan sekali ". Umpatnya dalam hati .
Terpaksa Putri Anle terdiam agar Pria yang sangat menyebalkan untuknya tidak berbuat Gila.
" Jangan sering mengumpatiku dari belakang , Ayo keluarkan isi hatimu ". Titahnya.
" Tidak ada ".
Pangeran Ketiga membawanya ke Kamar Miliknya.
" Mengapa kau membawaku ke kamarmu ".
" Bisa diam dulu ". Pintanya pada Putri Anle.
Pangeran Ketiga membuat Putri Anle merasa bingung , Sebenarnya apa yang sedang dia rencakan .
__ADS_1