
Pangeran Ketiga melupakan sesuatu , Dia harus pergi menemui Selir Agung untuk menanyakan tentang Bagaimana dia bisa seperti saat ini .
Pangeran Ketiga menghela nafas .
" Ibunda masih berada di Kediaman Kaisar , Aku harus menunggunya ." Ungkap Pangeran Ketiga.
Perasaannya sekarang antara senang dan benci entah mengapa itu harus Nona Kedua Liu.
Apa mungkdin dia adalah Takdirnya , atau mungkin memang Nona Kedua sendiri yang memintanya pada Jendral Fu.
Tak lama kemudian , Selir Agung kembali ke Kediamannya.
" Yu'er ? Sejak kapan kau disini ?." Kata Selir Agung.
" Ibunda , Aku merindukanmu . Aku menunggumu disini ".
" Kau mau menanyakan mengapa Ibundamu ini sudah sembuh ?". Tebakan Selir Agung benar.
Pangeran Ketiga hanya menganggukan kepala saja.
" Itu Teman Tabibmu ".
Perkataan Selir Agung membuat Pangeran Ketiga terperanjat tidak percaya .
" Yu'er , Ibu sedang mencari keberadaannya namun sampai sekarang tidak ada hasil. Dimana Gadis itu ?".
Pangeran Ketiga tidak tahu harus berbicara apa kepada Selir Agung , Pasalnya Identitasnya tidak boleh dibocorkan pada Siapapun termasuk pada Selir Agung sendiri .
" Dia , Dia ada di Perbatasan . " Jawabnya.
__ADS_1
" Apakah dia mengikutimu ".
" Bukan Ibu , Dia ada Hal lain ".
Selir Agung tidak menyulitkan Putranya akan tetapi seperti ada hal yang mengganjal menurutnya.
Identitas Tabib yang mengobati Selir Agung benar-benar sulit di temukan bahkan hampir disetiap Penjuru Qingshan.
Tidak ada Tabib Seorang Gadis muda .
Pangeran Ketiga benar-benar merahasiakan Identitasnya.
Keesokan Harinya .
Di Istana Qianwu.
Semua Menteri dan Bangsawan memberi Selamat pada Kedua Mempelai.
Nona Su Nian telah resmi menjadi Putri Mahkota yang kelak akan menjadi Permaisuri Qianwu.
Pangeran Mahkota masih mencuri Pandang terhadap Nona Ketiga dan Permaisuri maupun Kaisar mendapatinya .
Tuan Liu dan Nyonya Liu tidak menyangka bahkan Nona Pertama tak bisa membuat Pangeran Mahkota jatuh cinta .
Tak berapa lama Jendral Fu memasuki Aula Istana untuk memberi Selamat pada Pangeran Mahkota.
Semua mata tertuju pada Seorang Gadis yang berada tepat di belakang Jendral Fu.
" Salam Yang Mulia Kaisar , Permaisuri dan Selir Agung mohon maaf atas keterlambatan hamba ". Kata Jendral Fu.
__ADS_1
" Baiklah , Jendral Fu . Siapakah Gadis yang berada dibelakangmu itu ?". Tanya Kaisar.
Nona Kedua dipersilahkan untuk maju namun wajahnya masih menunduk tak berani memandang Ke arah Kaisar.
Tuan Liu dan Nyonya Liu tak menyangka jika itu adalah Putri Keduanya.
Mereka tidak bisa berkata-kata lagi , selain merasa bersalah karena tak bisa merawatnya dengan baik berbeda dengan Jendral Fu yang merubah segalanya hingga Nona Kedua seperti Dewi .
Nona Pertama dan Nona Ketiga pun menutup Mulutnya sambil geleng-geleng melihat kulitnya yang begitu putih seputih kulit mereka.
" Hormat hamba untuk Yang Mulia Kaisar ". Kata Nona Kedua.
" Perlihatkan Wajahmu nak , Apakah kau Nona kedua Liu ". Tebak Kaisar.
*Deg*
Jantung Pangeran Mahkota yang tadi mencuri Pandang pada Nona Ketiga kini melihat ke arah Gadis yang sedang menghadap Kaisar ini.
" Benar Yang Mulia , Hamba Nona Kedua Liu , Liu Ning ".
Saat memperlihatkan wajahnya yang berseri-seri , Bibir tipis berwarna merah jambu alami , Matanya bersinar seperti Rembulan dan Hidungnya yang bangir menambah Ayu Gadis ini.
Pangeran Mahkota sampai memiringkan Kepalanya untuk melihatnya secara Jelas .
Kaisar tidak menyangka jika Nona Kedua ini begitu menakjubkan ,Dia seharusnya biaa disebut Kecantikan Nomor 1 di Qianwu .
" Ning'er ?". Ucap Pangeran Mahkota secara Lantang di hadapan semua orang.
Nona Kedua menoleh ke arah suara tersebut ,
__ADS_1