Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Peramal


__ADS_3

" Ada apa Ning'er ? dari tadi hanya diam saja . " . Ucap Liu Ban yang merasa aneh pada Sepupunya itu.


Nona Kedua masih enggan untuk membuka mulutnya.


" Nona.. tadi bertemu dengan Nenek Tua , Tuan ." Jawab Liqin dengan Spontan karena Nona Kedua tidak menjawab Pertanyaan yang dilontarkan oleh Liu Ban.


" Apa ? Nenek Tua . Dimana ?". Liu Ban Merasa Penasaran.


" Mungkin itu rumahnya ". Menunjuk sebuah Gubuk yang sudah Tua namun agak Misterius.


Mereka bertiga mendekati Gubuk Tua itu secara Perlahan .


" Kenapa kita seperti maling saja ". Protes Nona Kedua.


" Kita harus Waspada Nona , apa kau tak melihat Tadi gerak gerik Nenek Tua itu sangat mencurigakan sekali." Kata Liqin yang mendadak jadi seorang Detektif.


*Krekkk*


Mereka bertiga dikagetkan dengan suara gesekan benda yang menghasilkan bunyi yang seketika menghentikan Langkah kakinya.


" Su..su..ara apa itu". Kata Liqin yang mulai menggigil ketakutan.


" Dasar Penakut ." Balas Nona Kedua.


" Lalu mengapa Nona menghentikan langkahnya kalau bukan takut." Sindirnya pada Nona Kedua.


" Diamlah , dalam situasi seperti ini kalian masih bisa berdebat ". Sambung Liu Ban dengan kesal pada kedua wanita itu.

__ADS_1


Sebelum mereka mendekat , Seorang Nenek Tua keluar dari Gubuk itu dan melihat seseorang yang sedang mendekati rumahnya.


" Nona ShanYue ? Kaukah itu ." Ungkapnya yang melihat Nona Kedua.


" ShanYue ?" . Liu Ban Mengernyitkan dahinya karena tidak ada nama yang disebutkan oleh Nenek tua itu.


" Itu Nona Kedua , Tuan Liu Ban . Nenek Tua itu memanggil Nona Kedua seperti itu." Jawaban Liqin membuat Liu Ban semakin Meminta suatu Penjelasan.


Liu Ban menatap Nona Kedua dengan tatapan menuntut Penjelasan.


" Aku juga tidak tau , bodoh." Perkataan Nona Kedua seakan mengerti jika Pria didepannya sedang menuntut Kejelasan.


" Kemarilah ". Ajak Nenek Tua itu.


Nenek Tua mempersilahkan Tiga orang itu masuk kedalam Gubuknya.


" Nampak Luar gubuk jelek begitu masuk bangunan ini layaknya kediaman Perdana Menteri ". Kata Liqin dengan Kepolosannya.


" Menarik ". Gumam Liu Ban.


Nenek Tua itu menjamu ketiga tamunya dengan baik.


" Kau seorang Medis ". Tebak Nona Kedua.


" Tidak ? ". Jawabnya.


" Mengapa aku merasakan seperti mencium bau Ramuan ". Indera Penciumannya hanya dapat dirasakan oleh Nona Kedua.

__ADS_1


" Ramuan ? mengapa aku tidak menciumnya." Sambung Liu Ban.


" Aku juga tak bisa merasakan". Liqin juga tak mau kalah.


" Itulah Kehebatan ShanYue ? Sejak Dia lahir pun sudah memiliki berbagai kelebihan ." Ungkapnya yang membuat Nona Kedua sangat terkejut saat mendengarnya.


" Kau.. Kau sebenarnya siapa ? maksutnya apa , sampai saat ini pun aku tidak mengerti mengapa kau memanggilku ShanYue ? padahal itu bukan namaku ." Ujar Nona Kedua.


" Kau Liu Ning , bukan ? " . Lagi-lagi Nenek Tua itu mengetahui Nama Nona Kedua.


Nona Kedua merasa Penasaran sekarang, mengapa Nenek Tua ini sepertinya sangat mengetahui tentang dirinya.


" Kau tau mengapa aku memanggilmu ShanYue ?". Kata Nenek Tua itu .


Nona Kedua hanya menggerakan Bahunya dan mengangkat tangan menandakan ketidaktahuannya.


" ShanYue adalah Bulan Bersinar ? Kau dilahirkan pada saat Bulan Bersinar penuh atau semua orang menyebutnya bulan Purnama ".


Nona Kedua dan Liqin tercengang mendengar penjelasan dari Nenek Tua itu .


" Apa iya kau terlahir pada saat Bulan Purnama , Ning'er ? aku baru tau.". Sahut Liu Ban.


" Luar biasa ? Kau Peramal ". Kata Liqin yang mulai memberanikan diri.


" Sudahlah , Aku lelah ? sepertinya ingin Mandi . Nenek apa kau punya Tempat untuk Mandi." Pintanya pada Nenek Tua .


" Hanya Air Terjun dibelakang Gubuk ini ? ikutlah denganku ." Menuntun Jalan.

__ADS_1


__ADS_2