Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Kedatangan Tamu lama


__ADS_3

Pagi hari di Kediaman Pangeran Ketiga sangat heboh dikarenakan ada seorang Pria Muda yang tampan ini berkunjung namun tidak diperbolehkan masuk.


Semenjak Peristiwa yang dilakukan Pangeran Ming maka Kediaman Pangeran Ketiga diperketat.


" Heii biarkan aku masuk . Aku Tuan Muda Liu saudara Sepupu Permaisuri Yu ." Teriaknya pada Penjaga Pintu.


Namun tidak ada yang menggubrisnya , Rasanya menjengkelkan .


Liu Ban ingin sekali melintasi jalur pintas namun dia jelas tahu seperti apa Kediaman Pangeran Ketiga .


" Huhhh,.. ( Mendengus kesal ) Kediaman Pangeran Ketiga tidak bisa diterebos dengan mudah . Tapi aku harus bertemu dengan Ning'er karena ini penting ". Lirihnya dengan pelan.


Liu Ban berusaha untuk menciptakan kehebohan di depan Pintu gerbang Kediaman Pangeran Ketiga dengan menggunakan Ilmu tenaga dalamnya.


Pintunya terlalu kuat dan keras jadi tidak bisa ditembus.


" Hufttt , Susah sekali ? Kalian , Tolong panggilkan Permaisuri Yu . Katakan jika Sepupunya datang ". teriaknya dengan keras namun masih saja tidak di hiraukan.


" Kalian tidak memfungsikan Telinga yang digunakan untuk mendengar keluhan orang lain , Aku sumpahin semoga seterusnya seperti itu ". Umpatnya pada Penjaga Pintu.


Merasa geram akan perkataan Pria yang tidak berhenti mengheboh , salah satu ada yang mengusir dan salah satu ada yang melapor pada Pangeran Ketiga.


Dengan segera Pangeran Ketiga didampingi Wangyu untuk melihat Pria yang membuat ulah di depan Pintu masuk Kediaman Pangeran Ketiga.


*Cklekk*

__ADS_1


Penjaga membuka Pintu Masuknya.


" Ahh Yang Mulia Pangeran Ketiga , Hormat saya ". Ucap Liu Ban seraya berlutut.


" Ternyata itu Kau , Ada apa ?".


" Yang Mulia , hamba datang untung bertemu dengan Permaisuri dan ini penting ". Ungkapnya.


" Seberapa pentingnya dengan Nyawamu ". Sindirannya membuat Liu Ban terkejut .


" Yang Mulia Tolong ". Pintannya dengan memelas.


" Masuklah , Tapi ke ruang Kerjaku . Ada hal yang aku tanyakan padamu ".


" Baik yang mulia ". Ucapnya dengan sumringah.


" Duduklah ". Titah Pangeran Ketiga.


" Terima Kasih Yang mulia ".


" Kau selalu bersama dengannya dan kau yang mengajari Ilmu bela diri padanya meski tidak sehebat dirimu , Katakan padaku Apakah kau melihat sisi lain padanya ".


" Sisi Lain , Aahh Maksut Yang Mulia Pangeran ". Bingungnya.


" Kau tau , Liu Ning bukan saja Wanita sembarangan . Kau jelas tau tentang Kejadian di Desa Damei ".

__ADS_1


Liu Ban masih mencerna kata-kata yang diucapkan oleh Pangeran Ketiga.


Memang pada saat di Desa Damei ada sesuatu yang aneh pada Putri Anle apalagi setelah bertemu dengan Nenek Tua di dekat Air terjun Yixin.


*Brakk*


Seketika Lamunan Liu Ban tersadar oleh suara gebrakan yang dilakukan oleh Pangeran Ketiga.


" Iya Yang Mulia Pangeran , Sejak kami di Desa Damei itu seperti terjadi sesuatu dengan Ning'er apalagi Seorang Nenek Tua yang seolah mengenal dekat dengannya ".


" Kenal dekat ".


" Be--Benar Yang Mulia , Bahkan Nenek Tua itu memanggilnya ShanYue pada Ning'er itupun membuatku heran ".


Ketika mendengar Nama ShanYue disebutkan , Mata Yang semula biasa saja kini menjadi terbelalak.


" Apa ? Katakan sekali lagi yang kau ucapkan itu ". Titahnya.


" Aa.. Yang mana Yang Mulia , bukankah sejak tadi aku mengucapkan banyak kata ". Ujarnya.


" Tentang Nenek Tua yang memanggil Permaisuri dengan Nama Shanyue ". Kata Wangyu yang mulai geram.


" Itu benar , Nenek Tua itu memanggil Ning'er dengan panggilan ShanYue .. bahkan Mata dan telingaku sebagai saksinya dan Liqin juga tau karena pada saat itu kami bertiga ada disana ".


Kini Perasaan Pangeran Ketiga campur aduk , bagaimana mungkin itu Dia . Selama ini Pangeran Ketiga mengira Putri Mahkota karena memiliki Seruling yang membuatnya terbuai alunannya .

__ADS_1


Tapi ada satu hal yang mengganjal , Meski Seruling itu dimainkan olehnya namun Perasaan Pangeran Ketiga tidak tenang.


__ADS_2