
" Lalu ? apa hubungannya ?". Nona Kedua menyepelekan Liqin.
" Mentang-mentang lagi dekat dengan Pangeran Ketiga yang sangat tampan itu ..ahh bukan Lebih dari tampan... Kau jadi terbuai sehingga Otak Nona tidak bekerja ".
" Liqin !!! Kau mau mengatakan jika aku ini Bodoh . Iya , begitu kan maksut kau ". Teriak Nona Kedua.
" Nona , Tenangkan Pikiranmu lebih dulu. Saat aku menjadi Nona Kedua di Desa Damei apa yang Nona Pikirkan saat ini ?". Liqin membuat Nona Kedua berpikir.
" Kau menggantikanku untuk Belajar disiplin , Tata krama dan entahlah aku tidak tau karena itu Kau yang melakukannya ".
" Aku disana tidak sendirian ?". Ucap Liqin .
Kini Nona Kedua mulai mengerti apa yang dimaksut Liqin .
Nona Kedua menatap Liqin dari jarak dekat , Tangannya memegang Kedua Pipi Liqin saking senangnya.
" Kau.. Kau memang Hebat Liqin . Mengapa kau dari tadi berputar-putar membuatku kesal ".
*Pletak*
Nona Kedua menjentik Dahi Liqin.
" Awww Nona mengapa kau begitu kasar padaku ". Omel Liqin .
Nona Kedua tersenyum lalu memeluk Liqin dengan Erat.
__ADS_1
" Nona , Apakah kau barusan bertemu dengan Pangeran Ketiga ". Tebak Liqin.
" Tidak ". Elak Nona Kedua.
" Hah.. Mengelak ya rupanya . Nona , Aku adalah penggemar rahasia Pangeran Ketiga pasti sudah hafal dengan aroma tubuhnya dan itu sepertinya ...". Hidung Liqin mencium dan mencari Letak Aromanya.
" Baiklah , Memang benar dia datang . Kau tidak perlu menjadi Seekor Anjing sungguh menyebalkan ". Ujarnya dengan Kesal.
" Aaa.. Kau cemburu . Tak kusangka Nona Kedua sudah memiliki Perasaan ".
" Liqin !!!! Cukup . Cepat kau lakukan apa yang seharusnya dilakukan ". Titahnya.
" Iya.. Iya.. Tapi Aku harus meminjam Kertas dan Tinta untuk menulisnya ".
" Pergilah ".
Kini dia mulai tenang.
Sementara Liqin mengirim surat lewat Burung Merpati Kediaman Liu.
Sejak Liqin di Desa Damei menjadi Nona Kedua tentu banyak teman yang di kenalinya termasuk Anak dari Wakil Kepala Desa.
Nona Kedua ingin berkeliling Kediaman Liu siapa tau bisa menemukan sesuatu yang bermanfaat untuknya.
Tak disangka malah bertemu dengan Selir Fang yang memakai Pakaian Seorang Pelayan bahkan Kepala Pelayan lebih bagus pakaiannya.
__ADS_1
" Selir Fang . Mengapa kau berada di wisma belakang bukankah itu tempat para Pelayan Kediaman Liu ". Ucapnya dengan Terang-terangan.
" Benar Nona Kedua . Dan ini juga bukan Urusan Nona Kedua ". Balasnya dengan Bibirnya dibuat-buat.
" Hmm.. Sudah turun pangkat tidak perlu begitu dan Tolong Ubah cara bicaramu karena itu Menjijikan . Kau dengar itu Pelayan Fang ". Nona Kedua benar-benar membuat Selir Fang naik Darah hingga tak menyadari Posisinya sekarang ini.
" Kau berani sekali ya pada yang lebih tua ". Teriaknya yang tidak terima.
" Kenapa harus takut pada Seorang Pe La Yan.. Kau seorang Pelayan kan . Ohh Mungkin Ayah Menurunkan Posisimu itu , makanya jaga Mulutmu jangan se enaknya ". Hardik Nona Kedua.
" Tidak punya Sopan santun . Benar-benar cocok sekali dengan Warna kulitmu ". Hina Selir Fang.
" Kau mau menghinaku ya.. Bibi Tang ". Teriak Nona Kedua.
Bibi Tang segera menghampiri Nona Kedua.
" Iyaa Nona Kedua ada apa ?".
" Katakan padaku lebih jelas . Mengapa Selir Fang berada di Wisma Pelayan ".
" Tuan .. " . Melirik ke arah Selir Fang.
" Katakan saja tidak perlu takut dengannya ". Ungkap Nona Kedua.
" Tuan tetap membuatnya tinggal di Kediaman Liu hanya saja tidak di Tempat biasanya dan itu di Wisma Pelayan ". Jelasnya pada Nona Kedua.
__ADS_1
" Oh , Rupanya hal ini yang membuat Nona Ketiga menangis yaa.. Adududu.. Sungguh memilukan sekali , Oh Iya Selir Fang jika kau ingin tetap tinggal maka berjuanglah ." Kata Nona Kedua.
Selir Fang sangat tidak bisa menahan amarahnya , Sejak dulu setiap mengatur rencana untuk mencelakainya namun selalu gagal.