
" Keputusan apa ? Mengapa kau harus tidak bisa kembali lagi , awas saja jika kau berani tidak kembali ". Ancamnya yang membuat Pangeran Ketiga Tertegun mendengarnya.
" Kau sedang mengancamku ".
" Ya , Jika kau tak kembali bagaimana dengan hidupku ?".
" Kau bisa memilih Hidupmu sendiri dan aku akan memberimu kebebasan setelah aku pergi ?".
" Memilih Hidup katamu , Bukankah aku sudah memilih dan itu jatuh padamu ". Ketusnya.
" Apakah itu tulus dari dalam hatimu ?".
Putri Anle hanya diam sejenak kala dilemparkan Pertanyaan yang membuatnya senjata makan tuan.
" Mengapa kau hanya diam saja ? Kau berat untuk menjawabnya ".
Belum sampai menjawab Pertanyaan itu , Terdengar Liqin dan Wangyu sedang dalam Adu mulut.
" Mengapa kau menghalangiku ?". Kata Wangyu marah.
" Untuk apa kau kemari .".
" Bertemu Yang Mulia , ini Penting dan kau minggirlah ".
" Tidak bisa . Permaisuri pasti sedang beristirahat ."
" Kau , Ini sangat penting Liqin . Apa aku harus membunuhmu dulu ".
Seketika Tubuh Liqin menjadi merinding mendengar Pengucapan tak terduga oleh Wangyu.
" Ada apa ?". Teriak Pangeran Ketiga.
Lalu disusul oleh Putri Anle.
" Liqin , Hei Wangyu kau apakan dia hahh ".
" Ahh tidak Permaisuri , Hanya..?".
" Dia bilang ingin membunuhku Permaisuri hiks..hiks... ". Liqin menangis ketakutan.
" Wangyu , Kau berani mengatakan itu padanya . Aku tidak akan mengampunimu.."
Putri Anle akan menghampiri Wangyu namun Tangannya di cekal oleh Pangeran Ketiga .
" Katakan , ada apa kau kemari ".
__ADS_1
" Yang Mulia , di depan ada Pangeran Mahkota ?."
" Mau apa lagi dia ?."
" Dia , Dia pernah kemari untuk apa ? Dasar Pria Congkak tak tau malu ". Gerutu Putri Anle .
" Bagaimanapun dia itu teman kecilmu ". Bisikan Pangeran Ketiga untuk Putri Anle.
Wangyu, Ayo kita hampiri dia ?". Kata Pangeran Ketiga.
Setelah membuka Pintu Gerbang Kediaman barulah bisa betatap muka dengan Sang Pemilik Kediaman.
" Untuk apa lagi kau kemari ?". Tanyanya dengan Wajah dingin.
" Kau tidak mempersilahkan aku untuk masuk ."
" Baiklah , Wangyu bawa Pangeran Mahkota ke Gazebo ". Titah Pangeran Ketiga pada Wangyu.
Pangeran Mahkota memberi Isyarat agar Seseorang yang dibawanya ikut masuk ke dalam.
Pangeran Ketiga sudah tau rencana Pangeran Mahkota dan Segera memanggil Putri Anle.
Saat Putri Anle tiba dan saat itulah Pangeran Mahkota bertatapan langsung dengan Wanita yang dicintainya.
Pangeran Ketiga hanya tersenyum smirk kala Putri Anle memanggilnya sayang , sungguh tak terduga.
Pangeran Mahkotapun terkejut .
Setelah semuanya duduk dan nampak canggung barulah Seorang Wanita datang menghampiri.
" Hei , Bukankah itu Seruling milikku . Dimana kau menemukannya ?". Seru Putri Anle.
" Bukankah tidak sopan jika Seorang Tuan Rumah tidak menyambut Tamunya datang." Timpal Putri Mahkota ssambil menatap Pangeran Ketiga.
" Baik, Silahkan duduk Putri Mahkota ". Kata Pangeran Ketiga.
Putri Mahkota sangat senang karena Pangeran Ketiga menyapanya terlebih dahulu membuatnya yakin jika Pria yang dicintainya ini masih seperti dulu.
" Seruling itu Milikku , Bisakah Putri Mahkota Mengembalikannya padaku ". Pekik Putri Anle.
" Ning'er duduklah dulu ?". ini adalah baru kali pertama Pangeran Ketiga memanggilnya dengan nama dekat.
Pangeran Mahkota tidak ingin basa-basi lagi karena sudah tidak tahan.
" Kau pasti tau atas kedatanganku ini ". Kata Pangeran Mahkota.
__ADS_1
" Benar. Kau datang kemari untuk bertamu ". Jawaban Pangeran Ketiga sungguh Bijaksana.
" Tidak perlu basa-basi lagi , Katakan padaku apakah kau masih mencintainya ". Ujar Pangeran Mahkota kepada Pangeran Ketiga sembari memberi isyarat lirikan matanya ke Putri Mahkota.
Putri Anle masih bingung dengan Perkataan Pangeran Mahkota.
" Kau mengatakan apa ? Siapa yang masih mencintai dia ". Sambung Putri Anle.
" Kau salah paham Saudara Kedua ".
" Benarkah . Tapi seandainya kau masih menginginkannya maka aku akan memberikannya hanya dengan satu syarat ".
" Kalian ini berbicara apa ? Mengapa aku tidak dapat mengerti maksutnya ". Cerocos Putri Anle.
" Wanita bar-bar , Tidak tau sopan santun coba dengarkanlah dengan seksama .". Ucap Putri Mahkota yang mencela Putri Anle.
"Kau mencelaku ya , Kau mengatakan aku bar-bar Ya sangat benar karena aku bukan wanita yang lemah dan mudah ditindas ... kau bilang aku tak punya sopan santun .. hahh Kau sendiri tak punya------ ". Perkataan itu terpotong .
" Cukup , Kedatanganku kesini hanya untuk memperjelas hubungan mereka Ning'er ".
*Brakk*
Semua orang terkejut kala Putri Anle memukul Meja dengan sangat keras.
" Hubungan ? Hubungan yang seperti apa lagi untuk apalagi kau menjelaskan tentang hubungan masa lalu , tidak ada untungnya ,
Pangeran Ketiga sudah menikah denganku dan Kau Pangeran Mahkota terhormat sudah jelas memiliki Permaisuri . Walaupun kau mengatakan keburukan tentangnya Aku tetap mencintai dia ". Ungkapnya sambil mengacungkan tangannya lalu diarahkan ke Pangeran Ketiga.
" Tapi dia tidak mencintaimu melainkan mencintai Permaisuriku ". Ucap Pangeran Mahkota dengan Penuh Ketegasan.
" Darimana kau mendapatkan Keyakinan jika Aku mencintai Permaisurimu ". Ucap Pangeran Ketiga seraya mengeluarkan tatapan sinis dan dingin.
" Sebelum menikah kalian menjalin hubungan". Jawab Pangeran Mahkota tanpa ragu.
" Tidak ada Wanita yang mampu meluluhkanku selain Permaisuriku ".
" Apa yang kau katakan ini Qing Yu ?". Suara Lantang Putri Mahkota menggema.
" Aku sama sekali tidak menyimpan Perasaan padamu baik itu dulu dan sekarang karena Jawabannya hanya satu ,. Dia ". Pangeran Ketiga mengarahkan pandangannya ke Putri Anle.
" Mengapa itu Aku ?". Sahut Putri Anle yang mulai menunjukkan kebodohannya.
" Yang jelas Pangeran Ketiga hanya mencari-cari alasan saja ". Cela Pangeran Mahkota.
*Brakkkk*
__ADS_1