Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Salah sangka


__ADS_3

" Yang Mulia . Apakah sebelumnya tidak merasakan keanehan sejak kau dekat dengannya . Bahkan kalian pernah -----".


" Pernah apa ". Sahutnya dengan cepat.


" Yang Mulia seharusnya bisa tertidur jika berkontak langsung dengannya ". Lirih Wangyu sangat pelan karena takut kenak semprot.


Pangeran Ketiga masih mencerna dan memikirkan hal-hal yang terjadi kepadanya.


" Apa dia Wanita yang ditakdirkan Langit untukku ". Katanya dalam hati.


Sedangkan Liu Ban masih berkeliling untuk mencari keberadaan Putri Anle.


Dibenaknya ada Rencana untuk mengerjainya hingga marah.


Putri Anle saat ini sedang menikmati Pemandangan Kolam teratai yang lumayan Luas .


Dia duduk ditepi Kolam sambil duduk termenung seperti sedang merindukan seseorang.


" Lama tidak bermain-main dengannya ". Gumam Liu Ban dalam hatinya.


* Cresh *


Liu Ban melempar Batu ke kolam hingga airnya membasahi Hanfu Milik Putri Anle.


" Hei , Siapa yang berani kurang ajar padaku ". Pekiknya dengan nada tinggi.


Namun tidak ada tanda-tanda orang yang disekitar Kolam itu.

__ADS_1


Putri Anle mengedarkan Penglihatannya kemana-mana namun tidak menangkap seseorang.


Dia kembali lagi duduk di tepi kolam itu .


Liu Ban kembali melemparkan batu ke Kolam.


" Masih berani melakukan itu padaku . Qing Yu keluarlah ". Teriaknya hingga Pangeran Ketiga mendengar dan segera pergi dari Ruang Kerjanya.


Pangeran Ketiga mendatangi Putri Anle , Hal ini mengejutkan Liu Ban.


" Haa .. Gawat ?". Gumamnya.


Putri Anle menatap Pangeran Ketiga penuh amarah.


" Mengapa kau seperti anak kecil hah.. Lempar batu sembunyi tangan . Tidak tau malu ". Omelnya.


" Kau terlihat sangat nyaman ya tidak merasa berdosa karena 2 kali melemparkan batu diam-diam.. Apa ini yang disebut Orang Nomor dua setelah Kaisar kurasa itu tidak benar dan tidak Pantas !! ". Tak berhenti mengomel.


" Sudah Mengumpatnya . Keluar ". Teriaknya yang ditujukan pada Seseorang.


Liu Ban muncul dengan Tiba-tiba.


" A'ban , itu Kau ".


Liu Ban hanya tertunduk diam dan menjawab pertanyaan Putri Anle dengan anggukan.


Dan mengejutkan lagi , Liu Ban tiba-tiba berlutut dihadapan Pangeran Ketiga.

__ADS_1


" A'ban , apa sedang kau lakukan ? mengapa kau berlutut ? Pangeran , Apa kau menindasnya ". Tuduhnya pada Pangeran Ketiga .


" Tidak Ning'er . Ini Salahku , mempermainkanmu dengan sesuka hati . Aku lupa jika kau sudah menjadi Permaisuri. Yang Mulia Ampuni hamba ". Lirihnya dengan penuh penyesalan.


" Apa maksutmu A'ban ? Aku tidak mengerti ".


" Dia yang melempar batu sembunyi tangan Permaisuri ". Ungkap Wangyu.


" Apa ? ". Sontak tatapan matanya langsung tertuju pada Liu Ban.


" Sebelum terbukti jangan pernah membuat Keputusan apalagi mengatainya dengan penghinaan .


Satu lagi , Jangan merasa kau adalah Permaisuriku malah bertindak tidak sopan terhadapku . Hari ini kau ku maafkan selain itu tidak ada Konpensasi lagi dan Jaga Bicaramu ".


Jauh di lubuk hatinya dia sangat merasa bersalah karena telah berburuk sangka.


" Ini salahmu ". Dengan Penuh emosi Putri Anle menjewer Cuping Telinga Liu Ban.


" Ning'er maafkan aku . Aku tau salah ".


" Kau pembawa sial , Untuk apa kau datang jika membawa sial padaku . Hahh... Benar-benar kau ini ". Umpatnya yang sudah tidak bisa ditahan.


" Aku minta maaf ". Lirihnya.


" Minta maaf apa bisa membuatnya meredakan amarahnya padaku , ihh kau ini ya . Ku Kira kau sudah mati ". Gerutunya pada Liu Ban.


" Mengapa kau berkata seperti itu ? Apa kau lupa jika aku ini Gurumu ". Ucapnya.

__ADS_1


" Cihh.. Apa katamu ? Guruku ...hahahha ".


__ADS_2