Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Mendapatkan Lily merah


__ADS_3

Pangeran ke Empat merasa ada yang aneh dengan Liu Ban namun itu bukan hal penting untuknya.


Di Ruangan Utama.


" Bagaimana mungkin Ming'er akan menjadi seorang Selir saja Tuan ? Aku tidak setuju ". Kata Nyonya Liu yang agak marah karena Perdana Menteri Liu meminta Pangeran Ke Empat menikahi Putri Pertamanya.


" Kau tau , Jika menantuku seorang Pangeran semua maka posisiku akan jauh lebih tinggi daripada Menteri Su itu ".


" Ck , Kau ini selalu saja membawa Politik ."


" Diamlah kau tidak tau seperti apa Aku jika tidak punya dukungan kuat ". Timpalnya.


" Halah alasan , Bukankah Pangeran Ketiga sudah cukup kuat dan mampu membuat semua menteri takut ".


" Tapi Pangeran Ketiga jarang pergi ke Istana hanya Pangeran Ke Empat yang selalu hadir bahkan saat ini diyakini jika dia orang ketiga setelah Pangeran Ketiga di Kekaisaran Qingshan ".


" Kau ini menyebalkan !! Harusnya Posisi Putriku sebagai Pemaisurinya hah.. Lelucon apa ini ?".


Liu Ban masih mencari keberadaan Putri Anle namun malah bertemu dengan Liu Ming dan Liu Jing yang berteriak karena sesuatu muncul di wajahnya bahkan di seluruh tubuhnya.


" Kalian kenapa ?".


" Liu Ban ? ". Liu Ming Terkejut .


" Kau , Kenapa bisa seperti Monster !".


" Bagaimana ini mana gatal sekali ,. duhhh ".


" Sebenarnya kita kenapa ini bisa keluar seperti ahh sungguuh perih ?". Kata Liu Jing.


" Jangan digaruk terus !! Bisa rusak wajah kalian , Coba obati saja ". Saran Liu Ban.


" Perihhh Kak ? Pasti ini kerjaan Liu Ning ". Liu Jing menuduh Liu Ning.


" Jangan bercanda kalian tadi dia bersamaku salah menuduh bisa kenak pancung ".


" Aku tidak akan salah karena dia pasti akan membalas semua rencana kita yang gagal ". Liu Jing Keceplosan.


*Plak*


" Dasar kau ini mulut Keledai ". Umpat Liu Ming .


" Kau bilang apa ? Kau yang mulut ayam bisanya mengotek terus menyalahkan orang".


" Stop.. Kenapa saling menyalahkan hah .. Kalian berdua memang pantas mendapatkannya ". Ucap Liu Ban.

__ADS_1


" Liu Ban ". Teriak kompak keduanya .


Liu Ban segera pergi menghindari mereka dan meneruskan mencari keberadaan Putri Anle.


Putri Anle masih mengincar Bunga Lily merah dibelakang Kediaman yang sangat dijaga ketat oleh Perdana Menteri Liu.


Entah mengapa Perdana Menteri bisa mendapatkan benih itu darimana , namun Putri Anle tidak mempermasalahkannya.


" Heii , Siapa disana ". Teriak Penjaga Bunga Lily .


*Meowww*


Putri Anle menirukan suara kucing yang amat centil 😂.


" Hehh , Kucing sialan ?". Kata Penjaga lainnya.


Putri Anle tidak pantang mundur untuk mendapatkan Bunga Lily merah itu bahkan jika sudah berbiji akan ditanamnya di Kediaman Pangeran Ketiga.


" Mengapa Bunga ini semakin berkurang bukankah dulu begitu banyak ? Hah, Yang penting ada Bijinya ". Lirihnya bermonolog.


Dengan Sangat hati-hati Putri Anle mengambil Biji Bunga Lili merah dan berhasil membawa Pergi sebagian bunga.


" Ehmm ".


"Ya ampun kau Siluman Belalang mengagetkanku saja ".


" Apa kau bilang ? Siluman Belalang ".


" Iya Kenapa ! Tidak terima ".


" Darimana saja kau ini ? Mengapa kau dari belakang sana ". Selidiknya.


" Ck, Diamlah . Ayo cepat ikut denganku".


Putri Anle mengajak Liu Ban ke Ruangan Rahasia miliknya yang berada di Kamarnya.


" Katakan kau ke belakang sana untuk apa ? Pasti ada sesuatu ".


" Aku hanya mengincar ini ." Menunjukkan Biji Bunga Lily merah dan Bunga Lily merah.


" Ning'er Kau Gila , bagaimana kau bisa mengambilnya . ini sangat bahaya ". Liu Ban terkejut.


" Bahaya apa ? Kau ini tau apa ".


" Bunga itu Langka , hanya Ibu Suri yang memilikinya dan ..." .

__ADS_1


" Dulu sebelum menikah aku tidak sengaja menemukannya di belakang namun Ayah menemukanku bahkan sempat menghukumku ".


" Apakah Paman ada hubungan dengan Ibu Suri ". Liu Ban mulai Curiga.


" Tidak ada ? Aku yakin . Namun aku mencurigai Selir Fang karena ternyata dia adalah seorang Ahli Racun ".


" Se--Selir Fang Ahli Racun ".


" Iya , Pasti Bunga Lily merah ini adalah alasan Ayah untuk menikahi Perempuan itu namun Kulihat tanamannya semakin berkurang tidak seperti dulu ". Ungkap Putri Anle.


" Jangan-jangan Paman menjualnya ".


" Kau ini bodoh sekali , Mana mungkin . Aku masih belum menyelidiki Keterlibatan Ayah mengenai Bunga Lily ini karena Bunga lily merah ini hanya Ibu Suri yang punya ".


" Aku tidak ingin ikut campur ."


" A'ban kau sudah bersamaku maka harus menuntaskannya ".


" Kalo begitu menyesal sekali bisa menemukanmu ".


*Srek*


" Aaaww kau ini apa ? bahkan tanganmu saja tidak mengira-ngira mencubit ".


" Itu Karena kau suka membantahku ". Omel Putri Anle.


" Jadi maksutmu sekarang aku ini Pelayanmu begitu ". timpalnya.


" Kau jangan Cerewet ? Besok kita berangkat dan keluar dari sini ".


" Kukira kau sudah lupa tentang menyusulnya ternyata tetap saja menyusahkanku ".


*Toktoktok*


*Cklek*


" Cepat katakan bagaimana cara penyembuhannya ini ". Teriak Liu Jing.


" Kau ini tidak punya Sopam Santun sekali , Kau datang ke kamarku untuk ini hahh Kau pikir aku Seorang Taabib ". Balas Putri Anle.


" Heii , Aku tau ini Ulahmu ."


" Benarkah ? Jika bukan aku yang melakukannya ".


" Tidak mungkin ".

__ADS_1


__ADS_2