
Putri Anle terlihat pucat bahkan sering kali muntah.
" Permaisuri berbaringlah dulu jangan terlalu banyak gerak . Tabib akan segera datang ". Kata Liqin.
" Liqin , Hari ini kita akan kembali Ke Kediaman Pangeran Ketiga ".
" Apakah sudah reda emosinya , Aku tau kau mencintainya ".
" Aku akan menyelesaikannya tidak menghilang seperti ini " .
Tabib datang bersama Pangeran Ke Empat dan segera melakukan pemeriksaan pada Putri Anle.
Tabib melihat pergelangan tangannya dengan baik.
Namun tidak mendapatkan titik permasalahannya.
" ini sangatlah aneh . Baru kali ini memeriksa seseorang namun tak bisa menemukan penyakit yang di deritanya . Sangat sulit mendiagnosa ". Ujar Tabib itu.
Tabib yang memeriksa Putri Anle meminta untuk berbicara empat mata dengan Pangeran Ke Empat.
" Ada apa dengannya ?". Tanya Pangeran Ke Empat.
" Didalam Tubuhnya terdapat aliran yang aneh sehingga sangat sulit untuk menemukan Penyakitnya ".
" Lalu bagaimana solusinya ? Aku tak bisa melihatnya tersiksa ". Kata Pangeran Ke Empat.
" Berikan saja dia Asupan Vitamin ini ". Tabib menyerahkan Obat.
Selepas kepergian tabib , Putri Anle keluar dari kamar dan berpamitan untuk segera kembali.
" Anning ? Kau tidak boleh pergi ". Kata Pangeran Ke Empat.
" Jika aku tidak pergi maka semakin banyak kekacauan yang akan terjadi . Biarkan aku menyelesaikan sendiri ".
" Tapi bagaimana dengan Qing Yu ?".
" Terima Kasih sudah membantuku sepenuh hati namun aku harus pergi ".
Putri Anle tetap bersikeras ingin kembali ke Kediaman Pangeran Ketiga.
Sampai di Gerbang Kediaman , Semua Pengawal terkejut melihat kepulangan Sang Permaisuri yang telah lama tak dijumpainya.
Mereka dengan segera memberitahukan pada Pangeran Ketiga tentang kedatangan Permaisuri Yu.
Namun sungguh disayangkan sejak kemarin dia belum kembali ke Kediaman karena mencari keberadaan Putri Anle.
" Liqin , Aku ingin membuat Herbal sendiri rasanya sudah pusing , mual dan tak bisa makan dengan enak ". Keluhnya.
" Kata Pangeran Keempat , Tabib tak bisa mendiagnosamu ".
" Kau ini lupa ya sekarang siapa aku ? Jelas sangat sulit karena didalam Nadiku terdapat tenaga dalam Nenek Tua itu . Hanya Tabib yang mempunyai tenaga dalamlah yang bisa melakukan pemeriksaan padaku ". Jelasnya.
" Benar-benar sesulit itukah ? Permaisuri , Pangeran dimana ya mengapa tidak melihatnya ".
" Jangan tanyakan padaku . Sudah jelas aku pergi bersamamu ".
" Hehehe ".
__ADS_1
Berita Kepulangan Putri Anle sudah sampai ada Pangeran Ketiga dan dengan cepat dia pulang untuk menemui sang Permaisuri.
Saat ini Putri Anle sedang beristirahat di Kamarnya.
" Ning'er ?". Lirih Pangeran Ketiga yang penuh kerinduan.
Pangeran Ketiga mendekatinya bahkan duduk dibawah kamar sambil memegang tangan Putri Anle.
" Aku sudah salah , tidak bisa mengertikanmu namun ini semua aku lakukan terpaksa untuk menjebak Putri An Ling Xi atas kedatangannya ke Qingshan . Jika kau tidak mempercayaiku , Boleh saja ".
Tidak jawaban dari Putri Anle . Namun perasaannya tidak bisa berbohong .
" Aku ingin sekali memelukmu namun rasa sakit ini sudah merayapi tubuhku hingga tak berdaya ". Ratapan Putri Anle dalam hatinya.
" Baiklah . Aku tau kau tak akan memaafkanku tapi kumohon jangan pernah pergi lagi dari sisiku ".
Karena rasa kecewa yang teramat menyakiti hatinya , Putri Anle tetap tidak menghiraukan bahkan memilih untuk diam daripada harus berdebat yang semakin membuat keruh.
Namun kali ini terasa berbeda seperti ada ketulusan dimata Pangeran Ketiga.
Tidak ingin mengganggu ketenangannya Pangeran Ketiga segera pergi dari Kamar Putri Anle namun belum juga sampai sudah dibuat Khawatir karena mendengar suaranya yang ingin muntah.
" Huwekk... hhah... Huwekk ". Suara Putri Anle .
" Ning'er !! ". Teriak Pangeran Ketiga .
Pangeran Ketiga mengambilkan baskom untuknya bahkan menyuruh Pelayan untuk memanggilkan Tabib .
" Sepertinya Tubuhmu terkena Angin ".
Merasakan Kenyamanan hingga lupa jika saat ini dirinya sedang membenci Suaminya.
" Mengapa berada di dekatnya sangat terasa nyaman . Rasa Mual dan Pusing seketika hilang yang entah kemana . Sebenarnya sakit apa aku ini ". Ungkapnya dalam hati.
" Tunggulah Tabib datang ". Ucap Pangeran Ketiga.
" Tidak perlu lagi , aku sudah ---- " Ucapannya dipotong.
" Tidak ada Tabib yang bisa mengalahkan Tabib Du ".
Tabib Du datang dan segera melakukan pemeriksaan pada Putri Anle.
" Permaisuri ? Mohon izin untuk melihat tangan kiri anda ". Pinta Tabib Du.
Tabib Du jelas tau apa yang di alami oleh Putri Anle saat ini karena dia mempunyai Ilmu tenaga dalam yang bisa mengimbangi Ilmu Tenaga dalam milik Putri Anle.
" Apakah Anda merasakan Mual tapi susah mengeluarkannya ". Tanya Tabib Du.
" Tabib Du , Aku hanya kemasukan Angin dan kemungkinan karena Akan pergantian cuaca".
" Permaisuri , ada detakan lain didalam tubuh anda saat ini ". Gumam Tabib Du.
Pangeran Ketiga sama sekali tidak mengerti maksut dari Tabib Du.
" Tabib Du . Apa maksutmu ?". Tanya Pangeran Ketiga.
" Saat ini Permaisuri sedang mengandung , Yang Mulia Pangeran ". Ungkap Tabib Du.
__ADS_1
" Aku mengandung ? ". Sahut Putri Anle.
" Benar ? " .
" Baiklah Tabib Du terima Kasih . Kau tidak perlu memberikan apapun padaku karena aku tau apa yang harus kulakukan ". Imbuh Putri Anle.
Pangeran Ketiga tidak bisa menahan rasa kebahagiannnya . Dengan cepat segera diraih tubuh mungil milik Permaisurinya.
" Terima Kasih karena kau telah mengandung anakku ". Lirihnya sambil mendekap tubuh Putri Anle.
" Bagaimana jika dia bukanlah Anakmu ."
" Tidak mungkin . Karena aku mempercayaimu dan tidak pernah meragukanmu sedikitpun ".
Kata-katanya berhasil membuat Suasana Hati Putri Anle kembali membaik .
" Jarang-jarang bisa mendapatkan Perkataan seperti ini dari seorang Pangeran Ketiga ". Menyindir.
" Jika kau mau maka aku akan setiap hari melakukannya untukmu ". Jawab Pangeran Ketiga sambil menggodanya.
" Kau memang menyebalkan ". Mencubit Hidung Pangeran Ketiga yang sudah menjadi kebiasaannya.
" Kita akan menjadi Orang tua untuknya ".
Keduanya saling merindukan bahkan Putri Anle sangat terlihat lebih manja dari sebelumnya.
Wangyu sedang menginterogasi Liqin saat ini agar mengatakan dengan jujur kemana selama ini mereka pergi.
" Aku lelah Wangyu kau ini tidak bisa melihat ya ". Ucap Liqin.
" Aku tidak akan melepaskan Ikatan ini jika kau tak ingin mengatakannya sekarang ".
" Kau ini sangat keterlaluan sekali ".
" Cepatlah Katakan !! Aku sedang banyak Pekerjaan ". Teriak Wangyu.
" Lalu aku harus menjawab apa ?".
Perkataan Liqin membuat Wangyu geram hingga membuatnya terpaksa menekan kedua pipinya.
" Hei , Apa yang akan kau lakukan padaku ". Teriak Liqin.
" Katakan dengan Jujur selama ini kau bersembunyi dimana ?".
" Mengapa kau ingin tau dan sangat memaksa ".
" Karena Aku tidak bisa tidur memikirkan itu ".
*Deg*
*Deg*
" Ma--maksut perkataanmu apa ?".
" Katakan saja baru akan kulepas ".
" Aku tidak akan pernah mau mengatakannya padamu dan ----- embbbbb ".
__ADS_1