Kutukan Cinta Untuk Pangeran

Kutukan Cinta Untuk Pangeran
Kehilangan


__ADS_3

Kaisar kembali memimpin , Mendengar Qingshan unggul semua orang sorak bergembira namun hal itu masih belum ditentukan karena Musuh terdiri dari 2 Negara yaitu Yunzi dan Wu ( Pandai mengatur siasat ).


sudah 1 minggu lamanya Pangeran Ketiga pergi ke Fenjing .


Didepan Gerbang Kediaman ada seserang Pelayan menurut Perkataan Penjaga dia adalah seorang Wanita yang berasal dari Kediaman Perdana Menteri Liu .


Penjaga tidak akan semudah itu mempercayainya mengingat sejak kepergian Pangeran Ketiga seluruh Kediamannya diperketat.


Putri Anle segera meminta Liqin untuk melihatnya dan ternyata memanglah Pelayan Kediaman Liu yang bernama Zao .


" Bibi Zao ternyata itu kau , ada hal apa ?". Tanya Liqin.


" Begini Liqin , Tuan Liu menyuruhku untuk memberitahukan Putri Anle jika Nyonya Sedang sakit keras dan kerap mengigau memanggil nama Putri Anle ". Jelasnya.


" Nyonya Sakit apa ? Jika begitu kau tunggu disini dulu . Aku akan pergi menemui Permaisuri ".


Liqin segera memberitahukan Putri Anle , mendengar Nyonya Liu sakit keras seketika Tubuh Putri Anle serasa linglung bahkan hampir ambruk.


" Ibu .... Ibu Sakit apa hiks...hiks... ". Histeris Putri Anle.


Tanpa memperhatikan Kondisinya dia segera pergi bersiap untuk ke Kediaman Liu namun Liqin masih ragu dan menurutnya sangat aneh .


" Nyonya Liu tidak pernah menderita Penyakit apapun dan mengapa bisa sakit keras , bukankah aneh tapi jika demikian aku harus bagaimana ." Ungkapnya dalam hati.


" Ayoo Liqin . Mengapa kau malah mematung".


Mereka segera berangkat , dalam Perjalanan sudah diawasi oleh Orang-orang Ibu Suri.


Begitu sampai ditengah Perjalanan , Pengawal yang menjaga Putri Anle seketika Ambruk kena serangan Panah dari segala arah.


" Akhhhh ". Teriakan salah satu Pengawal.


" Segera Amankan Permaisuri cepat ". Teriak lagi pengawal lainnya.


Putri Anle dan Liqin panik melihat situasi saat ini bahkan Kusir yang mengarahkan Kuda dengan kecepatan tinggi untuk keselamatan Putri Anle.


" Liqin .. Apa yang terjadi ? ".


" Sepertinya ada penyerangan ".


" Kita tidak boleh terus berada didalam Kereta ini . Kita Harus Lompat ". Ucapnya.


Liqin melongo , Bagaimana mungkin dia akan menuruti kemauannya apalagi Putri Anle dalam Kondisi Mengandung.


" Ayoo ??". Ajaknya sambil berteriak.


" Aa.. Taa--- tapi ??".


Putri Anle menarik tangan Liqin dan segera melompat lewat Jendela .


* Cuwashh *


* Bugh*


" Awwww ". Rintih Putri Anle.


" Permaisuri ?".


Keduanya bergelinding ditanah yang sedikit keras dan banyak akar dari pohon besar.


* Dug*


Kepala Putri Anle terbentur ke batu besar yang berada di sekitar hutan.


sedangkan Liqin masih berguling-guling tidak ada hentinya.

__ADS_1


" Astaga . Liqin !!! ".


Suara Putri Anle terdengar oleh Beberapa orang Ibu Suri yang mengikuti Kereta Kuda milik Putri Anle.


" Cari mereka !! ". Teriak Orang yang sepertinya mendengar Suara Putri Anle .


Dia berlari dengan cepat untuk mencari Liqin dan segera bersembunyi dari kejaran orang Ibu Suri.


" Ayo Liqin kuatlah sedikit ". Kata Putri Anle.


" Ba--baik ".


" Mau kemana kalian haa ". Ucap salah satu orang suruhan itu.


" Hahaha tidak bisa kabur lagi ".


" Lihatlah Sekarang tubuhmu penuh dengan Luka jangan mencoba lari dari kami ayo ikutlah ".


Tanpa basa-basi karena sudah tidak bisa berpikir , Putri Anle memukul bagian terlemah yang mereka miliki .


*Bug*


*Bug*


*Bug*


* Bug*


" Menindasku !! Jangan harap bisa lepas ".


Putri Anle menghajar mereka habis-habisan .


" Liqin , larilah dulu cari pertolongan ". Titah Putri Anle.


" Tidak , mana mungkin aku akan meninggalkanmu sendirian ". Elaknya.


Walaupun dalam keadaan hamil pun Putri Anle tetap bisa mengatasi orang-orang yang seharusnya ditugaskan membawanya.


Luntang - Lantung seperti seorang Pengemis mereka berjalan menyusuri Hutan.


Sementara keadaan masih aman tapi pasti beberapa akan datang mencari lagi.


" Qing Yu !! Maafkan aku ". Ungkapnya lirih.


Mereka berhenti tepat dibawah pohon besar dan rindang.


" Bagaimana keadaanmu Liqin ?". Ucap Putri Anle.


" Aku baik-baik saja , Permaisuri Kakimu dan Tanganmu juga terluka ".


" Kau juga . Tapi ini tidak seberapa ".


" Kita harus kemana lagi . Aku tidak tahu arah dan Jalan untuk Kembali ". Keluh Liqin.


" Sembunyi . Karena mereka tidak akan melepaskan begitu saja . Bagaimana Kondisi Ibu saat ini ... hiks... hiks... Ibu ?". Isak Tangis Putri Anle pecah.


" Permaisuri . Mengapa aku merasa ini hanya Rekayasa ? Bisa kebetulan dengan Penyerangan ini ". Ungkap Liqin.


Putri Anle berpikir secara logika , Memang terasa aneh .


" Siapa dalang semua ini ? ". Gumam Putri Anle.


" Ayo temukan Mereka secepatnya bawa kepada Ibu Suri ". Teriak Sesorang .


Keduanya terkejut begitu mendengar suara Teriakan Seorang Pria .

__ADS_1


" Liqin , Mereka sudah datang ".


" Ki--kita harus lari ".


Mereka segera berlari untuk menghindari Orang-orang yang akan menangkapnya .


" Permaisuri jangan berlari terlalu cepat , Kau sedang mengandung jangan Lupakan itu ". Nasehat Liqin.


" Tidak ada Pilihan lain Liqin , Jika tidak kita akan tertangkap .. Ayoo !!".


Hari Mulai gelap sepertinya Para Pengejar tidak nampak lagi namun Putri Anle dan Liqin masih tetap menyusuri Jalan yang entah berada dimana sekarang.


*


*


*


Fengjing.


Peperangan masih belum juga usai , Kini sudah terhitung 20 hari .


Pangeran Ketiga berusaha keras untuk mengakhiri perang ini agar bisa secepatnya bertemu dengan Pujaan Hatinya.


Putri Anle dan Liqin saat ini berada di sebuah Desa kecil .


" Nona ? Kau jangan seperti ini terus menerus ayolah Makan setidaknya bisa memberimu tenaga ". Rayu Liqin.


Putri Anle tidak merespon Perkataan Liqin yang sejak tadi memintanya untuk makan.


" Nak , Makanlah sedikit saja . Kasihanilah Tubuhmu ". Kata Seorang Kakek Tua yang menyelamatkan Mereka.


Sejak Kejadian itu Putri Anle sangat Depresi dan mogok makan bahkan hanya diam merenung .


Dia harus Kehilangan sosok calon Bayi yang berada didalam Perutnya.


* Flashback*


Orang Suruhan Ibu Suri tidak berhenti melakukan Pengejaran setiap harinya . Putri Anle dan Liqin harus bertahan hidup didalam hutan dan selama itu mereka hanya memakan apa yang mereka temukan didalam hutan seperti buah-buahan dan Meminum Air Sungai.


Pada Saat menyusuri Sungai , Putri Anle terpeleset dan Jatuh terbentur mengenai bebatuan Sungai .


" Permaisuri !". Teriak Liqin .


Tiba-tiba Darah mengalir begitu banyak pada Kaki Putri Anle.


" Da--darahh ". Ucap Liqin sambil menutup Mulutnya karena terkejut.


Putri Anle segera mengambil darah itu dan ternyata berasal dari Perutnya .


" Liqin , Ini darah !!! Tidak... tidak... Tidakk... ". Putri Anle Histeris .


Saat itu Seorang Kakek Tua yang sedang menjaring ikan mencari sumber suara teriakan seorang Wanita dan ternyata benar saja , Mereka membutuhkan Pertolongan.


Putri Anle harus kehilangan Bayinya akibat benturan keras yang terjadi di Sungai .


Sejak saat itu Dia hanya Diam , Diam bahkan selalu merenung diri .


Putri Anle yang biasanya banyak bicara , Pecicilan , Pemberani , Manja dan Ceroboh kini berubah menjadi Sosok Pendiam tanpa Kata.


Liqin menyembunyikan statusnya saat ini karena tidak ingin diketahui oleh Kakek Tua itu.


Sementara Ibu Suri murka karena Orang Suruhannya tidak becus dan Bodoh hanya menangkap Wanita seperti Putri Anle.


Bahkan ada yang menjawab jika Putri Anle bukanlah Sosok Wanita lemah bahkan salah satu dari mereka pernah di pukul habis olehnya.

__ADS_1


Ibu Suri tetap menyuruh untuk dapat menemukan Putri Anle lagi secepatnya sebelum Pangeran Ketiga kembali ke Ibukota.


__ADS_2