
" Jika begitu , kita tukar saja ". Kata Nona Kedua yang membuat Mata Liqin melotot tak percaya.
Liqin hanya geleng-geleng melihat Junjungannya .
Nona Kedua pergi ke Kolam Teratai yang terletak tak jauh dari samping Aula Utama, Disana Ada Putri Chun dan Fu Huan sedang berbincang.
Nona Kedua berpura-pura berjalan melewati mereka namun Sang Putri menyapanya.
" Adik , Kemarilah ?". Kata Putri Chun.
Nona Kedua tersenyum dan menundukkan Kepalanya .
" Duduklah , Kau sedang apa disana ? ". Tanya Putri Chun.
" Hanya berjalan-jalan saja ". Kata Nona Kedua.
" Adik , Sebentar lagi kau akan menikah dengan Yu'er maka persiapkanlah dirimu ".
" Apa yang perlu di persiapkan Putri ?".
" Kau harus lebih bersabar jika bersamanya , Aku tau jika kalian tidak saling tertarik".
" Putri Chun ketika dijodohkan dengan Kak Huan bagaimana ? Apakah memiliki Perasaan ?". Cecar Nona Kedua.
Putri Chun menatap Nona Kedua sambil tersenyum.
Hal itu membuat Nona Kedua merasa aneh.
__ADS_1
" Putri , Ada apa ?". Tanyanya.
" Tidak ada ".
" Lalu mengapa Putri tersenyum simpul seperti itu ? Apa Pertanyaanku ini ada yang salah ".
" Tidak ada yang salah . Hanya saja kau memberi Pertanyaan yang membuatku merasa sedikit tersentil ". Ungkapnya.
" Tersentil ? Putri Chun jangan membuatku bingung . Aku hanya ingin tau bagaimana Perasaan Putri terhadap Kak Huan ?".
" Diantara kami tidak ada Cinta ". Ungkapnya dengan Jujur.
*Deg*
Jantung Nona Kedua terkejut karena Perkataan Putri Chun.
" Sudah ". Kata Putri Chun dengan Singkat.
Nona Kedua menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak merasa gatal namun merasa aneh dengan Pasangan Pengantin yang tidak saling menyukai apalagi tidak ada Cinta tapi mereka melakukan Penyatuan .
" Bagaimana rasanya bersentuhan tanpa cinta ? Apakah itu tidak merugikan Putri ?".
" Kau akan tau pada saatnya nanti ". Gumam Putri Chun.
Seketika Wajah Nona Kedua memerah entah mengapa , Tubuhnya merinding seakan membayangkan suatu saat nanti ketika Dirinya dan Pangeran Ketiga berada dalam satu Kamar.
Tiba-tiba Nona Kedua memukul Kepalanya dan segera sadar dari Pikiran mesumnya yang sedang melanda .
__ADS_1
" Kau kenapa Adik , Apakah kau membayangkan sedang disentuh olehnya ". Kata Putri Chun sambil menuang Teh .
" Hah.. Ti...tidak . Aahh Putri , Aku mau Istirahat maaf jika tidak bisa menemani Putri Chun lagi ". Nona Kedua segera pergi dan menghilangkan Pikiran anehnya itu.
Ketika sampai di kamarnya lalu berhenti di belakang Pintu sambil memejamkan matanya dengan Erat.
" Nona ? Nona Kau kenapa ?". Tanya Liqin sekaligus merasa Khawatir.
" Aku.. Aku.. Liqin Aku tidak ingin menikah ?".
" Hahahah Ada Apa Putri ? Kau takut di itu yaa.. hahah Apa putri sedang memikirkannya ". Nona Kedua merasa sial dan malu karen Liqin bisa menebak pikirannya saat ini.
" Kau kira ini Lucu , Kau menertawakanku . Baiklah , besok aku akan menikahkanmu dengan Wangyu terlebih dahulu ". Omelnya.
" Apa menikah dengan Wangyu ? Ah Nona Yang benar saja ...hahaha Nona , Jangan bercanda ".
" Kau pikir aku bercanda hah , Lihat saja Aku ini tidak pernah bercanda ". Timpalnya dengan mengejutkan Liqin .
Sekarang Liqin sudah mulai Panik karena Perkataan Nona Kedua .
Nona Kedua tertawa saat melihat Raut wajah Liqin yang mulai Panik .
" Nona . Kau mempermainkan aku ya hiks..hiks.. ". Liqin menangis.
" Liqin kau tak perlu menangis begitu . Jika kau tidak ingin menikah dengan wangyu maka menikahlah dengan yang lain yang kau sukai ". Kata Nona Kedua untuk menghibur Liqin.
Liqin tidak menyukai Wangyu karena menurutnya Pria yang menjadi Pengawal Pangeran Ketiga sangat menakutkan dan Kejam bahkan tersenyum saja hampir tidak pernah ,sungguh menakutkan dimata Liqin.
__ADS_1