
Dalam Perjalanan pulang sebuah Kereta Kuda yang terlihat melintas disekitar Kediaman Liu membuat Nona Kedua curiga.
Nona Kedua menghampiri Kereta Kuda yang berada agak jauh dari Kediaman Liu entah apa motifnya.
" Yang Mulia , Seorang Nona Berkulit gelap sedang mendekati kereta kita " . Kata Pengawal .
Pemilik Kereta itu membuka Tirai Untuk melihat Wanita yang dimaksut oleh Pengawalnya.
" Apa yang kalian lakukan di dekat Kediaman Liu ? ". Teriak Nona Kedua dengan menatap penuh Pengawal itu.
" Siapa kau ?". Pengawal itu bertanya.
" Seharusnya itu Kata-kataku untuk kalian semua . Kalian ini siapa hah , Pengecut ".
Nona Kedua langsung terbungkam kala Seorang Pria memakai Jubah yang bercorak ke emasan keluar dari Kereta itu.
Nona Kedua masih tidak percaya kala melihat orang yang sekilas Tampannya mirip Pangeran Ketiga hanya saja Pria ini sepertinya Arogan.
Meski Pangeran Ketiga kejam, tidak berperasaan namun tidak se arogan Pria yang saat ini berada di depannya.
Nona kedua menyeringai .
__ADS_1
" Kau seorang wanita , bagaimana bisa mempunyai kulit gelap seperti itu ? atau jangan-jangan kau tidak punya uang untuk merawat kulitmu ". Ucapnya dengan menghina Fisik Nona Kedua.
Nona Kedua sudah tidak bisa mengontrol Emosinya , Wajahnya sudah semakin menggelap dan nafasnya mulai tidak teratur .
" Kau tidak punya hak untuk menghinaku ". Kata Nona Kedua sambil menunjuk wajahnya .
" Hei , Dasar Wanita Miskin beraninya kau menggunakan tanganmu yang menjijikan itu untuk menghina Yang Mulia Pa ..". Hampir saja Pengawalnya Keceplosan.
" Yang Mulia , Apa dia seorang Pangeran ." Nona Kedua mulai bergumam dengan hatinya sendiri .
Nona Kedua tercengang kala Pengawal itu Memanggil Pria arogan ini dengan sebutan kata Yang Mulia.
" Saat ini aku mengampunimu , tapi jika kita bertemu lagi maka kupastikan Nyawamu itu tidak akan lagi bisa selamat dariku ". Ancamnya pada Nona Kedua.
" Jika seandainya aku punya kekuasaan awas saja kau . Apakah masih berani menindasku ".
Nona Kedua memasuki Kediaman Liu dan langsung pergi ke kamarnya.
" Nona , kau ini darimana saja . Mengapa tidak membawaku bersamamu ". Protes Liqin.
" Diamlah , Hari ini darahku naik hingga mendidih . Seharian ini mengapa aku begitu sial , sial , sial !!! Wuyu , Pangeran Ke empat dan Pria Kekaisaran yang Arogan itu.. semua membuatku sangat lelah ". Melempar tubuhnya ke Ranjang yang empuk tentu untuk meredakan emosinya.
__ADS_1
Nona Ketiga sangat senang karena melihat Pangeran Mahkota meskipun dari jauh rasa rindu dapat terobati.
Sepertinya Nona Ketiga rela apabila Pangeran Mahkota menjadikannya seorang Selir di Istananya.
Siapa tau dia akan mempunyai keberuntungan seperti Selir agung yang paling di cintai Kaisar bahkan Kedudukannya setara dengan Permaisuri Qianwu.
Nona Pertama mendapati Nona Ketiga yang terlihat Senyum-senyum sendiri tidak ada angin dan hujan.
" Dasar Anak Selir Sinting ?". Oloknya pada Nona Ketiga.
" Daripada Anak seorang Nyonya sah tapi Kehidupannya tidak beruntung ...hahaha". Balasnya pada Nona Pertama.
" Tidak tau malu ".
" Kalau Kakak Pertama Iri katakan saja jangan seperti itu padaku.. ups.. sungguh kasihan sekali ".
Lagi lagi Nona Kedua mendengar Suara Anak Ayam berkotek namun tidak dipagi hari .
Nona Kedua mendapati Nona Pertama dan Nona Ketiga di dekat Kolam Teratai yang lumayan dalam namun begitu indah dengan Pemandangan Jembatan Merah yang menjadi daya tariknya.
" Kenapa kau selalu berkotek hah ? " . Teriak Nona Kedua pada Nona Ketiga.
__ADS_1
" Kau kira aku Ayam ? ". Jawab Nona Ketiga.
" Lebih tepatnya lagi Anak Ayam ". Lirih yang keluar dari Mulut Nona Kedua meskipun terdengar lembut namun sungguh menyakiti hati Nona Ketiga.